Fanny Wiriaatmadja

Archive for the ‘Religious’ Category

pi5exLkLT
Lagi-lagi tampang murammu
Yang sengaja kau pasang jelas untuk mendapat seserpih perhatian
Namun maaf, aku tidak tertarik
Kau pikir aku mau menepukmu,
Memberi satu senyum penyemangat
Atau melempar satu tanya
Dan memberi wajah ikut prihatin
Mendengarkan segala curahan bebanmu
Merebut penghargaan sebagai orang paling baik hati sedunia

Bocah, aku tak sepeduli itu, asal kau tahu
Wajah piasmu juga tak akan sanggup membuka bibirku
Menanyakan kondisi kesehatanmu yang menyedihkan
Yang maaf kata, sama sekali bukan urusanku
Berdoa untuk diriku saja aku enggan, apalagi untuk dirimu

Jadi ketimbang berusaha meraih simpati, empati, atau apapun itu
Mending kau jumpai Tuhanmu
Yang sudah lama kau tinggalkan
Berhentilah mengandalkan manusia
Sebab mulut manis kami – kalaupun ada, tidak berarti tulus
Sebab di balik doa kami, belum tentu ada sejuta harap tercurah untukmu
Cinta kasih maksimal tanpa kondisi hanya ada dalam Dia
Pintarlah sedikit, berhenti jadi makhluk bodoh

Andalkan Tuhanmu
Itu yang kutahu
Dan hanya itu yang mampu kukatakan
Berhenti minta dikasihani
Aku malas lama-kelamaan, maaf

Advertisements

image

Tuhan,

Tanpa perlu selami hatiku, kemahatahuanMu menyingkapkan semuanya
Tak usah kukatakan selidiki aku, sebab sekilas tatapMu sudah telanjangiku
Kau tahu jelas, terpampang, raut hatiku
Rona dan gurat kecewa yang tersiar jelas dari setiap denyutnya
Aku pedih Tuhan
Dan aku benci masa lalu

Sebentuk penghargaan atas jerih payah yang lalu begitu saja karena perpaduan kompak ketidakberuntungan, kekuranglihaian dan keterbatasan serta nasib yang menyeringai dalam permainannya

Ditambah sesuatu yang selama ini dianggap persahabatan namun tak dihirau lagi dan luluh lantak dihantam perpisahan; sejarah canda tawa yang sirna seketika oleh alpanya sebuah “apa kabar” yang sederhana diikuti rasa tertolak

Dan banyak lagi gesekan kecewa yang datang menyerempet
Ujung-ujungnya kata tanya “kenapa??” pun dihujamkan padaMu..
Aku bertahan, sungguh, bungkam dalam tidurku dan gemeretak menahan bibirku untuk tidak lancang.
Tapi akhirnya aksara itu tak tertahan meluncur keluar dengan akselerasi yang di luar mampuku.
“Mengapa, Tuhan?”

Maka sadarlah aku betapa bayi dan rendahnya aku, karena mempertanyakan Engkau dan kebijakanMu.
Maka malulah pula aku, dan berasa kerdil campur picik.
Gagallah aku dan kini harus belajar lebih menempa diri
Untuk menertawakan masa lalu dan kepahitan, menegakkan kepala dan menginjak pedih serta getir
Supaya bisa ada spasi dan ruang untuk kelegaan dan bersiap menyambut bahagia berlandas rendah hati

Tuhan, cabut kata ‘mengapa’ yang laknat itu dari kamusku – dari kamus Kita
Gantikan dengan “Here I am Lord” ditambah bonus senyum tulus penuh penerimaan.
Maka barulah bisa aku memaknai arti kata hidup

Terima kasih atas pelajaran
Masih bergumul aku, tapi paling tidak teorinya aku belajar, dan kini saatnya menjalani sang praktik – saatnya sebuah praktikum ambil alih..
Tentunya dengan panduan dari Sang Guru sendiri
Ajari aku ya Tuhan, damaikan hatiku, boyong aku ke pelukMu yang sentosa
Bukankah hanya hadirMu yang penuhi semua bolong hatiku hasil gerogotan kecewa terhadap dunia?
Sebab tak ada yang menyamai Engkau..
Biarlah manusia terus mengecewakan – supaya Engkau dan kemahasempurnaanMu itu yang bersinar dan penuh

Amin

rejected

Belakangan ini pas kebetulan saya lihat-lihat Linked-In dan refresh my connection, saya surprise sendiri ngelihat betapa banyaknya kandidat yang pernah kami (company) tolakkin, ternyata udah pegang posisi yang quite high di company lain. And I imagined, seandainya orang itu diterima di company kami waktu itu, saya yakin posisinya ga akan naik dalam 1-2 tahun terakhir ini alias akan tetap sama dengan designationnya di awal.

Sontak teringat sama seorang kandidat yang waktu itu ga bisa masuk karena ada problem terkait hasil Medical Check Up-nya. Kandidat ybs. sudah provide rekomendasi positif dari dokter pribadinya dll. supaya bisa tetap keterima di tempat kami, tapi tetap waktu itu based on our internal discussion, kami tetap reject kandidat itu karena potensi dari kondisi kesehatannya.

Kamu tahu, waktu itu dia begitu marah dan kecewa, dan kata-katanya di email ke saya cukup menyakitkan. I don’t blame him at all for I know what he felt at that moment. It hurts, indeed, meskipun saya ga mengalami.

Anyway orang itu sekarang posisinya sudah sekelas GM atau head something, sementara dulu posisi yang di-apply nya di tempat kami hanya ‘sekelas’ Product Manager.

Dan itu baru 1 case saja. Masih banyak case-case lain, orang yang ditolak di sini karena ga lolos test, dan di tempat lain mereka bisa di-hire dengan posisi yang jauh lebih tinggi dan berkelas. Kalo’ mereka keterima di sini, percayalah pada case mereka, posisi mereka tetap akan stuck sampai saat ini. Bukan saya menjelek-jelekkan my company ya, tapi realita pada case posisi yang kebetulan mereka apply memang begitu karena kebetulan hierarki organisasi untuk posisi di departemen itu memang pendek di sini.

Anyway, my point of telling this is simple. God’s plan is better than yours. Sori kalo’ mungkin basi, standard dan ‘biasa’ banget statementnya, tapi mohon maaf, terimalah kenyataan bahwa realitanya memang seperti itu. Plan dari Dia memang selalu melebihi rencanamu. As simple as that.

Kalau ternyata kita ga diterima di suatu tempat yang mungkin begitu kita dambakan (misal, number 1 IT company di Indonesia) dan berasa banget hancur, pahit dan kecewanya pas ga keterima, just trust bahwa memang waktunya belum tepat. Atau memang kita memang ga belong di situ karena God has prepared for you in store, some place that is far better than what you think, dan tentu saja bagianmu adalah ‘Percaya dan Tunggu Saja’.

Kadang begitu kita mengalami rencana terbaikNya, baru kita bisa memandang ke belakang dan berbisik, “Thank you Lord, for now I understand..” Jadi ya mendingan sekarang kalo’ kejadian yang pahit-pahit tadi, better kita ga usah menghujat Yang Di Atas atau menyalahkan, atau mempertanyakan. Percaya saja bahwa pasti yang disediakan ke depannya lebih baik. Itu saja.

God bless & have a great day..

Denis Djjj

Waktu melihat gambar di atas, respons pertama adalah diam. Kemudian merenungi kebenaran dan kemutlakannya. Kemudian merasa bersalah. Kemudian membulatkan tekad untuk berubah. Kemudian akan melaksanakannya dengan bersemangat di hari-hari pertama. Kemudian akan tersita sejuta kesibukan lain di hari berikutnya, dan melupakan komitmen di awal. Kemudian setahun yang akan datang, menyadari bahwa dirinya tetap berada di titik yang sama.

Aaah, semoga pola tersebut hanya bercokol di pikiran saya saja dan tidak terealisasi ya..

Makna gambar di atas sangat sederhana –bahkan tanpa kita membacanya pun, alam bawah sadar kita sadar bahwa itu adalah nature alias sifat dasar seorang manusia. Tapi saat saya membacanya, tohokan yang ditimbulkannya ternyata lumayan ‘nampol’ juga. Benar-benar hard-core reminder buat saya –yang memang bukan seorang yang ‘setia’ dan konsisten, untuk merealisasikan suatu komitmen.

Maka pikiran saya pun melanglang buana berkelana sesaat ke janji-janji manis terhadap diri sendiri di masa lalu, dan kini saatnya mengucapkan kalimat di gambar di atas.

“Kalau beberapa tahun lalu saya setia belajar Bahasa Mandarin, maka sekarang mungkin saya sudah bisa berkomunikasi cukup lancar dengan President Director saya –atau idola saya, Mr. Sim Choo Kay, direktur di perusahaan lama. Atau mengerti dengan mudah lagu-lagu Mandarin yang saya gemari..”

“Kalau saya setia terus menghafalkan satu kosa kata baru dalam Bahasa Inggris setiap harinya untuk menambah vocabulary list saya, sekarang mungkin saya sudah bisa lancar bikin puisi dalam Bahasa Inggris, dengan kata-kata sastra khas puisi..”

“Kalau saya sudah mulai nulis blog sejak bertahun-tahun lalu saat saya menyadari passion saya, mungkin sekarang jejaring saya dalam berblogger-ria sudah lebih luas, pengalaman saya lebih banyak dan cara nulis saya lebih terasah..”

“Seandainya saya menekadkan diri dengan bulat untuk tidak membaca buku saat berkendara atau pun dengan posisi tidur, minus mata saya mungkin ga sedalam sekarang..”

“Seandainya saya rajin menggosok dengkul saya sejak beberapa tahun lalu, pasti sekarang dengkul saya bakalan kinclong kayak pake SKII..”

“Seandainya saya memenuhi tekad saya untuk belajar tentang jenis-jenis mobil yang ada di jalan sampai saat ini, mungkin sekarang saya sudah bisa bikin orang kagum dengan mampu menyebutkan spek-nya hanya dengan mendengar jenis/type-nya saja..”

Dan (lagi) berjuta-juta andai yang lain, yang hanya bisa disesali sekarang karena baru menyadari kedigdayaan waktu dan putarannya yang begitu cepat tak terdeteksi. Tahu-tahu tahun demi tahun berlalu, dan at the end saya hanya bisa menatap ke belakang dan menikmati rasa sesal.

“Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:16-17)

“Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.” (Mazmur 90:4-6)

“Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu.” (Mazmur 103:15-17)

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Sekarang saya bisa menulis seperti ini sekaligus untuk renungan terhadap diri sendiri, tapi intinya adalah bagaimana selanjutnya saya bisa memanfaatkan setiap detik hidup saya supaya kalimat-kalimat “seandainya..” di atas tidak keluar lagi, melainkan tergantikan oleh.. “Saya bersyukur karena saya telah…” Sama seperti misalnya saya katakan bahwa saya bersyukur saya sudah mati-matian belajar gitar sejak saya SMU. Sekarang saya jadi menikmati manis dan nikmatnya mendengar merdu petikan gitar.

Mari-mari kita merenung dan merevisi apa yang masih bisa diperbaiki, selama resource berupa waktu itu masih DIA berikan buat kita.

Salam komitmen..

Gambar Dari Vandanam.com

Gambar Dari Vandanam.com

Hai..

Sudah lama kita tidak bersua, apalagi berbicara dengan intim..
Tepatnya, aku yang tidak mempedulikanmu
Sering kausapa aku berkali-kali
Lewat melintas di hadapanku walau hanya sekejap

Kerap kulihat senyummu untukku
Kemunculanmu lewat semilir angin, lewat hirupan udara
Lewat langit senja yang kusuka,
Lewat hujan dan aromanya yang semerbak itu
Lewat segala keindahan dunia yang begitu intens

Dan di atas semua itu,
Aku memilih mengabaikanmu
Mengingkari eksistensimu yang sebenarnya tak terbantahkan

Terakhir aku ingat,
Saat aku sungguh perlu bertemu denganmu
Dan bagaimana aku akhirnya mengetuk pintumu
Rasa maluku membumbung tinggi
Merasa begitu kecil dan kerdil

Salah tingkah aku menunggu kau membukakan pintu
Kugesek-gesek kakiku satu sama lain dalam gelisah
Sebersit ragu melintas, dengarkah engkau ketukanku?
Sampai akhirnya jawabanku muncul dengan terbukanya pintu itu

Kulihat engkau menatapku dengan penuh rasa ingin tahu
Sampai bungkam mulutku karena tak tahu apa untuk dikata
Kau hanya mempersilakan aku masuk
Duduk diam menatapku dengan tenang
Sorot penerimaan yang ada di matamu itu
Yang akhirnya membuatku luluh lantak
Sujud aku minta ampun di hadapanmu
Air mataku membanjir, terisak aku dalam tangis
Semua menyembur bak puluhan tahun tak terucap
Di pangkuanmu aku tersungkur

Dan kau bangkit memelukku
Hanya mengusap-usap kepalaku
Mendengarkan semua curahan tak terucap itu
Membiarkan aku menerima damai dengan mengungkapkan semua

Bagaimana bisa hatimu seluas itu?
Mengapa lapangnya begitu tak terbatas?
Menerima dengan apa adanya diri seseorang
Bahkan saat kekecewaan dan penolakan kau terima,
Kau toh tetap bisa tersenyum dan mengangguk
Tanpa sebab, tanpa perlu alasan
Kau renggangkan lenganmu untuk sebuah penerimaan

Dan kini mengapa aku harus mencari yang lain lagi?
Kenapa aku harus mengandalkan manusia?
Padahal aku punya engkau yang lebih besar dari apa pun
Engkau yang identik dengan kasih tanpa batas?
Mengapa aku harus mengeraskan hati lagi
Saat cintamu berkali-kali melambai memanggilku?

Maka biarlah aku menyerah saat ini
Biarlah aku menikmati maaf dan ampunanmu
Ijinkan aku diam sujud membawa semua sesal
Semua masa lalu, penyesalan, kesombongan
Kekasaran, egoisme, tabiat yang menghancurkan

Juga membawa masa depan dan cita-cita serta impian
Menikmatimu memproses semuanya
Menggantikan yang tidak baik dengan kerendahan hati
Kelemahlembutan dan kesabaran
Pribadi baru hasil gubahan sang pencipta

Aku sungguh tidak tahu harus bicara apa lagi
Kata-kata denganmu serasa tiada arti
Sebab yang kaulihat juga hati
Ajari aku mengampuni, memaafkan dan menerima
Ajari aku berdamai dengan diri dan orang lain
Ajari aku bangkit dalam tatapanmu
Ajari aku belajar lagi dan lagi
Jatuh bangun berkal-kali tak apa
Tapi tak pernah terkapar kaubiarkan,
Itu janjimu
Biarkan aku menggapaimu terus

Terima kasih
Untuk yang baik maupun yang menurutku tidak baik
Untuk semua yang kau ijinkan terjadi
Untuk memperjuangkan seorang aku yang tidak berharga
Seperti seorang atasan memperjuangkan promosi anak buah
Seperti seorang pria memperjuangkan gadis yang dicintai di hadapan keluarga
Demikian kau lakukan itu
Sampai aku kembali jadi milikmu

*’ mu’ , ‘kau’ dan semua kata ganti penunjuk Tuhan lainnya sengaja ditulis dengan huruf kecil untuk menyejajarkannya dengan manusia, sesuai tujuan penulisan

Tags:

Old post @ Faceboook, by 2008

send-pictures-phone-facebook-1

Hari ini gw belajar dan semakin diteguhkan soal “percaya dan tunggu saja..”

Gw cuma kebetulan lagi bengong saja dan teringat akan seorang yang pernah gw sayang, begitu gw sayangi..

Gw ingat akan hubungan yang begitu dalam yang kami pernah jalani, dan sejarah detail itu pun muncul…

Satu hal yang mendadak muncul adalah mengenai SMS.. Gw ingat, setiap kali gw mengirimkan SMS, dia pasti membalas dengan cepat. Seakan HP selalu ada dalam genggamannya, dan seakan memang HP itu terdedikasi hanya untuk menerima SMS dari gw..

So everytime gw terbiasa dan dibiasakan untuk selalu menerima balasan SMS dengan cepat dari dia, atau jawaban telepon dari gw, pada dering kesekian. Dia tidak pernah menunda.. sampai akhirnya kebiasaan dimanja ini pun membuat gw ‘besar kepala’. Someday untuk yang pertama kalinya, dia tidak merespons dengan cepat, membuat hati gw menjerit, antara marah, kesal dan penasaran, tidak lupa dengan pikiran macam2.. Gw SMS berkali-kali lagi. tapi tetap tidak ada respons.

Setengah jam kemudian baru ada balasan.. simple, dia sedang menguras bak kamar mandi, berhubung tidak ada pembantu.. Tentu saja susah kalo sambil bawa2 HP ke kamar mandi.

Dan gw pun maklum..

Kejadian serupa berlangsung lagi sekitar 2-3 x, disertai respons marah yang sama dari gw. Kejadian ketiga, alasannya membuat gw tidak bisa marah sama sekali : saudaranya pingsan dan dia langsung bawa saudaranya itu ke RS.. panik, sehingga tidak ingat membawa HP.

Dan beberapa kali kejadian itu pun membuat gw berubah.. dia tetap sama.. dia tidak akan berubah.. kalau dia memang bisa, dia akan membalas dan merespon setiap SMS & telepon gw dengan cepat, saat itu juga.. tapi kalau ternyata dia tidak membalas dan tidak merespons, artinya memang ada sesuatu yang membuat dia tidak bisa menjawab dengan cepat.. bukan karena dia tidak mau.. bukan karena dia malas.. bukan karena dia sengaja menunda-nunda.. bukan…. Dia tidak akan melakukan itu karena gw tahu rasa sayangnya akan mencegah dia melakukan penundaan.. rasa sayangnya akan membuat dia selalu stand-by untuk menanggapi apapun ‘panggilan’ gw.. kalau dia tidak merespons, artinya cuma satu.. dia tidak bisa menjawab saat itu.. tapi yang pasti dia akan menjawab, dia akan merespons, sesegera mungkin begitu waktunya tepat..

Jadi tidak perlu marah, kesal, geram, penasaran… percaya saja.. dan tunggu saja… pasti ada suatu alasan..

Dan gw pun terhenyak.. Bukankah Yesus juga begitu?? Apapun doamu, kalau memang Dia bisa, Dia akan langsung mereponsnya.. tapi kalau memang Dia belum merespons, pasti ada sesuatu yang membuat seperti itu.. bukan karena Dia sengaja, bukan karena Dia jahat.. tapi pasti ada sesuatu alasan, yang belum bisa kita mengerti.. Entah itu waktunya.. atau yang lainnya.. Dia terlalu sayang pada kita untuk bisa melakukan penundaan.. jangan pernah berpikir macam2, yang negatif tentang Dia.. pasti ada sesuatu alasan…..

Percaya saja.. dan tunggu saja akan responsNya.. Niscaya kita akan diam dan mengerti begitu kita bisa melihat alasan Dia ‘menunda’ untuk merespons kita.. Dan kita akan mengangguk penuh rasa malu melihat alasan penundaan itu…. It surely the best for us..

My Old post @ Facebook, posted by 2010

TTS

Teman saya sedang mengisi TTS..
Itu juga hobi saya, kesukaan dan kegemaran saya..
Teman saya menanyakan beberapa jawaban atas pertanyaan di TTS itu..
Dan dengan mudah tanpa melihat, setiap jawaban yang saya lontarkan selalu tepat, pas, muat dengan ciamiknya di kotak
‘lelah?’ ‘penat??’
‘jerit’ ‘pekik??’
Sampai saya dibuat takjub dengan kegesitan kerjasama pikiran dan mulut saya dalam bermain dengan kata-kata..
Dan kemudian, ganti saya yang mengisi TTS, berbekal sedikit kepercayaan diri..
Dan saya dibuat termangu-mangu,
Karena ternyata hanya dua per tiga yang bisa saya isi..
Saya dengan standard yang sok tinggi, menilai ini sebagai kegagalan.
TTS itu seolah bersidekap meminta pembuktian diri dari saya..
Dan ini bukan sekali, tapi sering..
Pola sama yang terus berulang
Akhirnya sisi analitik saya menggeliat, tergelitik..
Menjerit minta jawaban dan penjelasan atas fenomena ini..
Mengapa berbeda mengisi TTS sendiri dan tidak?
Bagai bola bowling menggelinding mantap menghantam barikade pin yang berbaris patuh,
Jawaban itu bergulir indah ke pikiran saya
Itu adalah soal membatasi diri
Temanmu bertanya, kamu menjawab tanpa melihat kotak-kotak yang membatasi jawaban..
Kamu bebas, tanpa dibatasi.. No boundaries.. Semua kandidat kata-kata meluncur mulus dari sela lidahmu..
Berbeda dengan saat kamu bertemu muka sendiri dengan sang kotak
Tanpa sadar kamu membatasi diri..
Kamu sudah menetapkan batas fisik yang juga tak mau kalah turut membatasi pikiranmu..
Jawabanmu terbatas, kemampuanmu terbatasi
ini hanya efek psikologis yang bisa diatasi dengan sedikit kekuatan pikiran dan mental..

Saya kembali didera sebuah konklusi sederhana bahwa ini juga terjadi dalam kehidupan..
Bekerja bersama para top peformer membuat saya kadang membatasi diri dan kemampuan
Saya melecehkan diri saya dengan mencap diri saya tdak akan mampu mengimbangi mereka
Saya dengan sok rendah hatinya menempatkan diri saya selalu di posisi bawah mereka – ini seolah jadi posisi favorit saya

Dan TTS mengajar saya dengan gamblang : berhenti membatasi diri..
Kamu akan stuck..
Kemampuanmu, potensi dan hebatmu cuma akan keluar dua per tiga, bahkan kurang..
Padahal Tuhan tempatkan 150 % dalam dirimu, siap sedia diberdayakan dengan kekuatan poros dan putaran doa dan kerja keras

Berhenti ya Nak, kalau tidak kamu tidak jadi manusia yang utuh..

Dan saya mengangguk sadar..

Semoga saya bisa belajar dari Sang Guru, TTS.. Yang membuat saya juga makin menggemarinya..

Old post @ Facebook, posted by 2010

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tempat tinggal saya, Karet, selalu saya claim dengan bangga sebagai tempat elit karena ‘strategisitasnya’ yang memungkinkan saya mencapai banyak tempat dengan tingkat kemudahan yang cukup signifikan.

Satu lagi keelitannya adalah mengcover berbagai macam kebutuhan akan transportasi berbagai kalangan dengan merelakan dirinya dilalui rute mikrolet. Sebagai informasi yang mungkin berguna bagi Anda sekalian, nomor mikroletnya adalah M44.

Lanjut : setiap pagi saya jalan kaki menuju kantor di Sudirman dengan melawan arah arus kendaraan – alias setiap kendaraan yang lewat Karet bisa melihat saya berjalan kaki dengan posisi tampak muka, bukan tampak bokong, dan para supir yang punya kemampuan multitasking bisa menikmati cucuran keringat saya sementara berjalan di bawah terik surya pagi.

Itu adalah gambaran ruwet riuh lalu lintas di daerah elit ini di pagi hari saat semua kendaraan beradu-padu meramaikan jalan, tak lupa dengan segala klakson yang mungkin dianggap bunyi nan merdu sehingga seringkali dibunyikan tanpa ritme yang jelas.

Suatu pagi saya berjalan seperti pagi-pagi biasanya. Dan dalam perjalanan yang biasa itu, Tuhan memberikan saya gambaran soal iman.

Saya melangkah seperti biasa dan dari jauh melihat seekor mikrolet nangkring di pinggir jalan, dengan arah menghadap ke saya, seperti kendaraan2 lain yang memang berlawanan arah dengan arah jalan saya. Notes bahwa saya sedang berjalan di jalan di pinggirannya, bukan di trotoar, karena trotoarnya kebetulan agak kecil.

Kian mendekati mikrolet yang notabene menghalangi jalan saya itu, saya ancer2 untuk menepi ke trotoar di samping sang mikrolet, tapi nampaknya size trotoar itu tidak memungkinkan saya untuk melaluinya, dan dengan cepat otak saya membuat keputusan untuk lewat di sisi kanan mikrolet alias di sisi jalan raya yang penuh dengan kendaraan bermotor lalu-lalang.

Namun simultan dengan keputusan itu, satu fakta lain menyergap : sebarisan ganda motor2 dengan ketat melalui jalan di samping mikrolet, sehingga saya dipastikan tidak akan bisa lewat pula. Ke kiri ada motor, ke depan ada mikrolet menghadang, dengan enaknya mendekam menanti penumpang dan ke kanan ada trotoar nan kecil yang menuntut keseimbangan penuh dari saya untuk melaluinya, jelas membangkitkan keraguan saya.

Beberapa detik sebelum saya harus menghentikan langkah saya, di mana jarak saya hanya sekian puluh sentimeter dari si mikrolet, tiba-tiba mikrolet menderu dan kemudian ajaib mundur dengan mendadak. Saya yang tadinya sudah mau ngerem jalan karena takut dengan potensi menabrak sang mikrolet, otomatis tidak jadi menghentikan langkah dan terus berjalan ke depan seiring dengan mikrolet itu mundur. Di belakang nampaknya banyak pejalan kaki menuju ke mikrolet itu dan si mikrolet yang tidak sabar menanti para calon penumpang rupanya memutuskan untuk mundur, ‘menjemput’ para pengantinnya itu. Karena posisinya di tepi jalan, atraksi mundur ini dimungkinkan dan tidak mengganggu kendaraan lain. Yang ada saya malah diuntungkan sehingga tidak usah berhenti berjalan.

Sambil dengan takjub berjalan terus bersamaan dengan mundurnya mikrolet (adegan ini pasti bagus bila difilmkan – saya serasa aktris di film2 yang berjalan dengan gagah, sambil seolah sedang mendorong mundur mikrolet dengan kekuatan tak terlihat – ciamik!), tiba-tiba mikrolet berhenti mundur, dan… diam mendekam lagi, penuh kepuasan karena sebagian kursinya sudah terisi penumpang.

Saya sudah memutuskan untuk berhenti melangkah lagi ketika tiba-tiba mata saya melirik ke arah kiri dan anehnya barisan motor di sisi jalan raya, yang tadinya saling menempel ketat berebut tempat untuk melaju, sudah tidak ada! Asli sisi kanan mikrolet itu kosong dan muat untuk saya lalui.

Dari jauh saya sudah melihat lagi sebarisan motor siap lewat dan dengan kegesitan khas pejalan kaki, sebelum motor-motor itu kembali memporakporandakan kelancaran perjalanan saya, kaki saya yang nyaris sudah mau berhenti melangkah langsung berkelit ke kiri, berjalan di sisi jalan raya dengan lincah, sebelum motor2 itu mulai menghalangi jalan saya.

Aiiiih cantiknya rute perjalanan saya, lancar tanpa halangan..

Kemudian sambil menikmati perjalanan lancar itu, saya mulai berpikir bahwa iman dan beriman juga seperti itu. Tetap berjalan menatap ke depan meskipun di depan itu ada masalah (mikrolet) menghadang yang sebenarnya membuat kita ingin berhenti melangkah untuk menghindari ‘tabrakan’, untuk mencari safe. Tapi toh ajaib saat kita memutuskan melangkah terus, Tuhan buka jalan dengan ‘memundurkan’ si masalah (mikrolet), sehingga kita bisa jalan terus dengan mulus, tak lupa dengan takjub.

Saat si rintangan (mikrolet) kembali ngotot menghadang dan kita kembali siap menyerah dan berhenti melangkah, mendadak Tuhan buka jalan lain (sisi jalan raya yang mendadak kosong dari motor), sehingga kita bisa menyalip ke sisi lain untuk terus berjalan, tanpa berhenti.

So faith is terus berjalan sambil menanti Tuhan mempersiapkan jalan bagi kita dan membukakannya dengan cara2 yang cool banget yang ga pernah terpikir.

Mari-mari berjalan terus dengan mantap meskipun banyak mikrolet dan motor menghadang, siap membuat kita ragu dan menghentikan langkah kita. Mari-mari, tetap dengan gagah berjalan dan siap sedialah melihat tanganNya membukakan dan menyibakkan satu per satu jalan untuk kita.

Jangan pernah berhenti melangkah.

Amin..

kelereng2

Another old post at Facebook, written by October 2010

Jika ada lomba kelereng, trust me that God will become the champion. No doubt! Sebabnya sederhana : karena Dia sangat pandai menyentil…

Diiringi lagu lembut Have I Told Lately Rod Stewart, saya diajak merenung kembali tentang hari kemarin di mana saya sedang berada di sebuah mall yang sudah begitu mendarahdaging akhir2 ini karena bisa dikunjungi 2-3x dalam seminggu. Yang mengenal saya dengan baik akan tahu bahwa I am a quite-competitive guy – jadi saya menolak kalah dengan keterbatasan ingatan saya and I prefer to write this on sebelum sentilan ini terlupakan rasanya..

Ok, I was on the toilet at that time, tepatnya di tengah antrean panjang orang2 yang kebelet pipis maupun kebelet melakukan aktivitas lain yang sebaiknya tidak usah disebut di sini karena faktor tidak pentingnya.

Karena antriannya panjang, untuk mengisi waktu saya melakukan aktivitas mengamati sekitar. Daripada mengamati cewek2 cantik bergaya, entah mengapa saya lebih tertarik pada sosok seorang wanita muda sederhana berseragam yang jelas adalah penjaga toilet di situ. Dia berdiri di depan pintu, di sudut, dan ternyata matanya juga sibuk beraktivitas menatapi kerumunan orang2 dsitu..

Yang menarik adalah gayanya yang terkesan tidak percaya diri. Matanya sesekali menatap sesekali menunduk, dengan kaki yang digoyang2kan dengan kikuk. Dan saya pun mengerti dr sorot matanya, rona dan ekspresi wajahnya..

Mencoba menyelami pikiran si Mbak :

Kamu tahu rasanya setiap hari berada di suatu tempat dan dijejali pemandangan wanita2 cantik berpakaian indah dengan pipi merona hasil pulasan blush on serta high heel tinggi dan tas tangan bermerk?

Tahukah kamu rasanya, hanya bisa menatap bayangan cantik wanita2 gaya itu, mematut diri dengan percaya dirinya di depan cermin? Si mbak dicekoki pemandangan itu tiap menit..

Pahamkah kamu betapa semua pemandangan itu menaburkan benih iri sedikit demi sedikit dan menghasilkan mimpi bagi si mbak untuk menjadi seperti mereka?

Tapi mimpi itu dengan sadisnya toh dihancurkan oleh fakta, kenyataan bahwa mereka tidak dilahirkan dengan kekayaan dan kemampuan untuk tampil cantik seperti itu. Mereka hanya mampu berseragam seadanya dan berhadapan dengan jamban kotor dan tumpukan tissue bekas serta pembalut yang bahkan malas dibuang gadis2 cantik berpendidikan itu di tempatnya.

Saya sangat terpukul.. Adakah mbak2 itu sungguh berpikir dan merasa rendah seperti itu? Tatapan kagum dan merana mereka sungguh menyuarakan kerinduan terpendam untuk merasakan at least sekejap menjadi wanita2 itu.. Wanita yang anting kalungnya hanya bisa dilihat di majalah2…

Bagaimana caranya menyatakan kepada si mbak bahwa walaupun dia tidak seperti mereka, dia tetap sama berharganya? Bagaimana mengatakan bahwa kadang hati mbak lebih murni daripada kami para wanita yang berpakaian rapi dan penuh riasan? Bagaimana mengungkapkan pada si mbak bahwa sungguh kami menghargai pekerjaannya – menghargai jerih payahnya untuk mau berkotor2 dan berjijik2 dalam usahanya menjaga kebersihan wc ini??

Betapa saya ingin memeluknya dan meneriakkan bahwa kita sederajat.. Saya ingin memberikan gaun terindah saya, memberikan kesempatan padanya untuk mengenakannya, bermakeup dan merasakan menjadi Cinderella.. Merasakan tawa takjub dan bahagianya..

Siapa yang akan sungguh2 memikirkan nasib mereka kaum kecil itu??

Sore itu saya juga menuju ke tempat saya bekerja dulu untuk mengurus deposito dan alangkah terkejutnya saya mendapati mbak2 di wc tempat saya bekerja sekarang sudah menjadi operator telepon di situ.. Saya ternganga dan sungguh sungguh berterimakasih untuk siapapun yang mau memikirkan untuk memberikan kesempatan pada si mbak untuk lebih berkembang. Saya dengar pun performancenya bagus.. Terima kasih lkarena masih ada keadilan untuk orang kecil itu.. Terima kasih..

Sentilan kedua dari Tuhan datang dalam bentuk anak2 kecil yang menyewakan payung saat hujan deras. Berhujan2 ria dengan ceria mereka berlomba merebut pelanggan.

Umbrella

Saat saya menggunakan jasa mereka dan mengajak mereka berpayung bersama, mereka menolak. Dan selama perjalanan itu mata saya tidak hentinya mengamati mereka. Cuma ada 1 kata untuk menggambarkan saat itu.. Kasihan.. Ya, kasihan anak2 kecil ini.. Saat sampai di tujuan, saya tersenyum semanis dan sedalam mungkin untuk memberitahu mereka bahwa saya bersyukur atas keberadaan mereka, saya menghargai pertolongan mereka dan mereka berharga. Tapi senyum saya lenyap ditelan sebuah pemandangan : melihat sang bocah sibuk menghitung uang yang saya berikan dan cepat2 memasukannya ke kantong.

Ya.. Mereka tidak butuh senyumanmu, semanis apapun itu. Mereka butuh uang, butuh penghasilan untuk menghidupi mereka dan keluarganya..

Sedih lagi, kasian lagi.. Siapa ya yang sungguh2 memikirkan nasib mereka? Even saya pun jangan2 besok2 sudah lupa dengan sosok malaikat mereka dan kemungkinan besar besok2 pikiran saya sudah kembali dipenuhi pikiran tidak penting seperti mau nonton film apa ya hari ini atau keriting rambut saya belum hilang kan?

Adakah seseorang apalagi pemimpin2 bangsa yang benar2 menaruh segenap pikiran dan perhatiannya untuk orang2 kecil di negeri ini?

Saya tidak tahu

Terima kasih untuk Yang Di Atas atas sentilannya.. Untuk sebuah rasa pedas di hati hasil dari sentilan itu.. Sentil saya terus supaya hati saya ‘sadar’ dan tidak takabur…

Selamat disentil juga..


Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,713 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Kokumi, enak juga kamu ❤ gemesh pula gambar packagingnya 🦄 . #kokumi #beverage
Am kurumi-ing these days. Love to see the dust layer generated after series of attempts. And falling in love with the rosegold color . #kurumi #rosegold #dust
I have decided that Cozy Spa is a mandatory agenda when you're in Bali. The best spa so far. Ga pernah ngerasa seenak ini pas dipijit (kepala, tangan, kaki). Manuver pijatnya unik, pola pergerakannya ga seperti pijat di tempat lain, tekanannya pas banget even sejak dari awal. Bisa dibilang selama pijat hampir ga ada sakitnya . Tempatnya si biasa aja, malah cenderung kecil. Ga ada kesan modern atau mewah. Selama pijat kita akan dikasi ipod dan bisa pilih jenis lagu yang kita mau (sayang ga ada lagu mandarin 🤣) . Di Jakarta juga ada nih cabangnya di daerah Kramat Pela. Kemarin itu bela-belain ke sini saking ngidamnya, tapi ternyata beda banget ya. Jauh, ga seenak cabang Bali. Tapi mungkin kebetulan aja dapet orangnya yang kurang OK . If you're a massage-addicted person, you should try Cozy. Dan harus yang di Bali yah 🤗 . Cozy Spa I'm longing for you banget d.. . #cozyspa #bali #spa
Boogie Doggie 🐕🐕 . #animal #dog #cafe #boogiedoggie #mkg
🐕🐕🐕 . #boogiedoggie #mkg #dog #cafe
Malam yang seperti biasa. Gila. Penuh canda tawa. Meriah. Ceria. Pecah . #bukber #alfalaval #ramadhan #raffles #dinner #artscafe
Happy bday Libby and Jamie 😍 . . #libbyjamiebday #niecenephew #11may #bday
This kid also want a sexy thigh #aimee #aimeelynn #gym
Ini recommended banget nih. Packaging cantik dan rasa OK ❤❤ @gouw.id . #gouw #jajananpasar #kuebasah
Laat post from HK on behalf of food reminiscence! We didn't have so much time to explore HK culinary, but managed to try 1 michelin star resto - Trusty Congee King, terus Sun Kee, and Dim Dim Sum. All are in Wanchai area . * Trusty Congee King - mayan enak buburnya tapi ga spesial2 banget * Sun Kee - basically ini cuma mie instant dipakein keju. Aku si agak eneg makannya. Menurut pengamatan mata elang suami, dia melihat kardus2 Indomie di belakang ruangan. Harga seporsi hampir 100 ribu. Jika benar mereka memakai Indomie, hoaaa cuan-nya berapa ituh * Dim Dim Sum - enak!!! Kayake semua dimsum di HK emang ga ada yang ga enak ya, termasuk di hotel breakfast 😍😍 Dimsumnya juga murah2. Ini aja kami pesen 6-7 macem cuma 200-300 ribuan. Tim Ho Wan and Kam's Roast juga katanya murah meriah kan di sini. Di Indo aja harganya jadi selangit 😊 . Kalo oleh2 aku cuma tau Kee Wah cake. Tokonya ada di Wan Chai dan ada di airport juga. Variasinya lumayan banyak, cuma katanya yang paling terkenal wife cakenya, which I don't really like . Overall pingin banget balik HK lagi karena banyakkk resto yang belum dicobain, terutama those michelin star restos . #trustycongeeking #hk #food #wanchai #michellinstar #sunkee #dimdimsum #keewah #wifebiscuit #wifecake
Some tips for Disneyland : . * install apps Disneyland. Lumayan ni bisa lihat wahana apa aja yang tutup (btw Castlenya lagi tutup ya - under renovation currently, jadinya ga ada kembang api). Di apps ini juga bisa liat semua atraksi dan estimated queue timenya masing. Jadi bisa ancer2 mau main yang mana dulu, ga usah cek on the spot. Time to queuenya ga selalu akurat sih. Misal tulisnya 5 menit, padahal realnya 15-20 menit. Tapi tetep berguna buat panduan. Misal atraksi A 5 menit, atraksi B 30 menit. Nah kan jadi ada gambaran kira2 perbandingannya. Trus di apps ini juga ada exact time buat ngantri meet and greet sama princess (di today brosur/map mah ga ada). Jadi ga usah nanya2 orangnya . * Untuk antri princess, saran datenglah 45 menit sebelum show startnya karena percayalah banyak anak2 cewek ambisius (emaknya sih - termasuk aku) yang mau ketemu princess. Hari pertama kami gagal total mau ketemu princess karena selalu ketinggalan antrian . * Setau gw ga bole bawa makanan minuman tapi kami lolos si. Gelas aimee ada di paling luar dan keliatan banget tapi lolos pemeriksaan. Kalo mau aman, umpetin makanan di dasar tas yang ga keliatan 😅 selfie stick ga boleh dibawa ya.. . * Ati2 book di Trave*oka. Aku pesen 2 days ticket and 3-in-1 meal (lunch, snack, dinner) dengan expectation 2 hari itu bakal dapet 3-in-1 meal tapi ternyata cuma 1 hari dapet mealnya dan itu ga ter-state dengan jelas di vouchernya . * kalo nginep di Disneyland bakal dapat 1 voucher fast-pass yang bisa digunakan 1x untuk atraksi tertentu (biasanya yang populer) supaya ga usah antri panjang . * biasain pelajarin map dulu jadi pas hari H dari awal masuk udah tau mau ke area mana duluan. So ga wasting time baca peta dll dulu pas nyampe. Juga kalo yang satu ke toilet, yang lain sebisa mungkin pipis juga walaupun ga kepengen, jadi bisa 'sama' cycle pipisnya and nanti ga satu-satu pingin ke toilet and ga waste time nyari2 toilet, saling nunggu dll . Btw we're so lucky karena bisa main 2 hari di Disneyland tanpa ujan, padahal ramalan cuacanya tiap hari ujan badai. Hari pertama agak panas, hari kedua gerimis paginya tapi siangan brenti dan hawanya jadi lumayan enak . Lanjut comment . #disneyland #hk
Traveling is about being happy and enjoy all the moments. Paling males kalo' traveling sama orang yang suka complain, ngeluh, dan betean. Back to the past I was a bit like that but now day by day I think traveling is a leisure for me in-between all the hecticness and workload so even though the trip might have unpredictable thing like luggage issue, bus schedule sudden change and so on, I couldn't be ungrateful because the whole trip is too valuable to be contaminated with negative feelings. Eventually I'm wiser now ☺ . So the only option to take when dealing with all the 'apes-ness' is to laugh or to have a deep 'sigh', then bring it on with the rest of the trip, what else? 😉 . Do not ruin your trip (or someone else) by your attitude. Be grateful and enjoy every second. For me, being in a daily life with quite negative environment both in personal and work life, traveling is a very effective lesson to learn to be positive again, because you have no choice other than being grateful for the jalan2 opportunity . Ke tempat wisata salju2an tapi saljunya jelek? Rather than ngoceh "ngapain ke tempat kayak gini, buang2 waktu aja" ya dienjoyin aja karena ga ada spot or itinerary yang perfect. Bisa juga jelek buat kita, tapi buat orang lain bagus. Plus ga semua orang lho bisa punya kesempatan ngunjungin tempat ini. Anggap aja nambah pengalaman biar bisa kasitau orang nextnya . Makan di restoran yang ternyata mahal and ga enak? Ya sudahlah namanya juga nyobain. Makanan ga enak ga bikin koit kan 🤣 harga juga ga selalu berbanding lurus dengan rasa. Kadang alignnya sama lokasi, brand, dekor, dll . Yah segala sesuatu yang ga sesuai ekspektasi ya diketawain aja sebisa mungkin daripada capein diri sendiri lah ya, yay or nay? 😉 kalau kamu expect segala sesuatu perfect dalam traveling waaah people will be so scary to accompany you lho . Back to this trip, Disneyland might be the happiest place in the world but it depends on your self belief. Happiness is a choice of act, not a sugar-coated statement ☺ . Happy traveling . #traveling #essence #sharing #thought
Di balik semua foto2 bahagia bersama para princess, ada anak 3 taun yang menangis meraung2 dan jadi tontonan di Disneyland selama kurang lebih setengah jam karena boneka Rapunzelnya ketinggalan di koper. Ada orang tua yang super frustrasi karena bocahnya ga doyan makan. Ada emak bapak yang gempor gendongin anak karena seumur2 ga pernah pake stroller dan masih banyak lagi asem2 dalam perjalanan ini 🤣 . Jadi jangan menilai foto dari yang terpampang gamblang saja karena behind the scene-nya belum tentu seindah yang tersaji :) dan kalaupun ternyata luar-dalam sama indahnya, yuk ikutan happy aja dengan kegembiraan orang lain, tul'? 😉 . #princess #disneyland #aimee #hk
-> aku semua <- PS - tidak hamil, hanya berlebih massa tubuh. Cukuplah sudah diduga hamil di busway gegara baju ini, jangan ditambahkan lagi PS2 - mata bukan disayu2in tapi silo bener pagi itu . #hk #auberge #aubergediscovery #hotel
Maaf jorok masi ngotorin feed kalian - last hotel review. Ini OK pake banget ya buat stay nearby Disneyland. Mengingat Disneyland Hotel harganya rada2 sadis, malam kedua dan ketiga kami pindah ke sini karena : . * area di Lantau Island juga, sama kayak Disneyland * harga bisa dibilang hampir separuh harga Disneyland Hotel, tapi quality OK banget! * mereka punya shuttle bus gratis ke Disneyland dan ke/dari Sunny Bay MTR station. Perfect banget! But ensure book dari jauh2 hari ya karena pas malem kami check-in habis dari Disneyland, shuttle bus mereka buat besoknya ke Disneyland (lagi) ud full. Btw kalau shuttlenya full, ada bus umum dengan frekuensi cukup sering to bring you to Sunny Bay MTR station. Tinggal naik MTR aja dari situ cus langsung sampe Disneyland. Busnya juga bisa langsung bayar dengan tap Octopus card * room biasa aja tapi berasa homey. Kayak lagi di kamar/ruang tamu sendiri. Nyaman banget * view kamar bisa pilih ngadep hutan or laut. Harga laut sekitar IDR 500k lebi mahal jadi terpaksalah kami puas dengan view hutan aja. Untungnya kamar kami somehow dapet view separuh hutan, separuh laut yeayyy! * pool bagus (walaupun ga sempet brenang). Kids club juga lumayan. Banyak aktivitas buat adult juga, misal basket (kayak di Timezone itu), bilyar dll * dari tempat breakfast keluar dikit bisa ngeliat laut. Bagus banget viewnya * bisa naik kereta kuda tapi bayar, kalo ga salah 300-400 ribuan * sekeliling lumayan, enak buat jalan explore2. Ada coffee shop and seven eleven deket banget . Overall OK banget asli ni hotel buat jadi opsi seandainya ga stay di Disneyland Hotel . #auberge #aubergediscoveryhotel #hotelreview #hk
Continuing prev post : Ini Kids Club sama kamarnya ya di Disneyland Hotel ❤ . * Kids Club biarpun ga gede, designnya bagus banget! Kombinasi gambar dan warnanya ya ampun cantik banget. Sayang kemarinya telat karena udah pas 15' sebelum jam tutup gara2 kelamaan di pool sebelumnya. Besoknya bukanya siang dan kami bakalan ud check-out. So be careful buat yang mau ke sini untuk lebih perhatiin waktunya . * Kamar karena book yang standard aja, berasa biasa aja si. Tapi masi OK kok, kerasa ornamen2 Disneynya di sekeliling kamar mulai dari ranjang sampe cermin di kamar mandi. Muat untuk tidur 4 orang. Dapet slipper Disney yang lucu, termasuk buat anak. Amenity juga lucu, ditaruh di kaleng Disney yang cute. Yang bener2 favorite buat gw adalah shower di kamar mandinya, gileeee pake apaan sih tuh, airnya keluarnya kayak dalam bentuk uap and angin gitu, jadi mandinya berasa enak banget kayak kaga pake aer 😁😁 . #disneyland #disneylandhotel #hk #disneylandhk #hotelreview
Few years back, we stayed at Disney Hollywood Hotel and felt that it's a bit lack of 'disney' touch. There's also Disney Explorer Lodge but this time after desperately waiting for discount period from the online travel web, we finally decided to stay at Disneyland Hotel and it seems a right choice! . The castle hotel is stunning since we entered the gate and what's inside is even greater. They have a maze outside, a sea-view, a green and colorful garden plus a nice pool. Everywhere you can find beautiful Disney painting on the wall and all corners are a perfect photo spot.They also have Babbidi Bobbidi salon here and the Disney store. I ended up at the store and spent an hour just to be so dizzy of what to buy as everything is so cute. This is a usual phenomena btw everytime we're at their store . Breakfast variety is awesome and the signature dish is the dimsum (for me) ❤👍. Disney characters will be approaching your table and surprised the kids. Take as much photo as possible, greet and hug them as it'll be once in a lifetime opportunity ☺ . *Kids club and room will be shared later . #disneyland #disneylandhotel #disneylandresort #hk #hotelreview
One of this trip highlight is to get her dresses as a princess - something she always wants since quite a while ago. Too bad the available time is exactly her nap time, so she's a bit sleepy and the energy level is extremely low. She's also not used to have a complete make-up on her face so I know it's a bit uncomfortable for her but she managed to get it done and survived the whole process which is a big wow from my side . I brought the dress from Jakarta to minimize the cost 🤣 of course the quality and the material is incomparable with Disneyland original dress but she still looks pretty so who cares? . Bibbidi, Bobbidi, here's our lil' Rapunzel 👸 . #bibbidibobbidi #bibbidibobbidisalon #disneyland #aimee #princess
The best kids room ever, Ocean Suite room @dorsettwanchaihotelhk 😍😍 . . * wallpaper cantik banget dengan tema under the sea. * carpet juga bear-themed * bisa book mobile storybook. Dikasih satu rak buku anak lengkap, bagus banget!! Bukunya banyak dan mostly kondisinya baik. Ada buku princess, Peppa The Pig, dll. Buat anak yang suka baca, ini heaven banget! Asli ini bener2 amazing * ada ranjang anak terpisah, bisa santai2 dan leha2. Nyaman banget. Teve juga ada dua * ada lollipop-themed tea-table yang supercute * pas check-in langsung dapet boneka bear dan welcome-snack box (chocolate, biskuit, susu, jus dll.) * ada candy time di jam tertentu di lobby * 26 hours check-in (yes 26 hrs!l) kalau book via website mereka. Jadi misal check-in jam 2 siang, check-out bisa jam 4 sore the next day * provide shuttle bus ke HK airport express station dan MTR station. Ada 4 different route yang bisa dipilih. Jadwalnya lumayan banyak. * kamar mandi ada bath tub dan shower * selain ocean suite room, mereka juga ada suite khusus penggila game dan suite khusus Osim. Cek sendiri ya, gokil banget * view malam hari cakep banget dengan pemandangan gedung2 tinggi di central HK. Request high floor d, keren viewnya * lokasi memang ga tlalu deket sama MTR tapi walkable (7-10 menit) dan mereka juga ada shuttle as mentioned above. Enak banget jalan sekitaran sini, banyak Michellin Star restaurant. Ga jauh juga sama Toy Street dan Wan Chai market * dikasih satu booklet lengkap tentang Wanchai area and panduan belanja, makan, sightseeing etc. Gileee membantu banget ini!! . Kekurangannya, ga ada pool dan ga ada kids club. AC juga somehow dingin banget padahal ud dikecilin. Lokasinya di belakang cemetery tapi ga efek apa-apa kok 😆 . Overall seneng banget stay di sini. Ga pengen ke mana-mana begitu ud nyampe kamar saking bagusnya. Bela2in korbanin ga ke Macau demi stay di sini . #dorsett #dorsettwanchai #hotelreview #hongkong #hotel #cosmopolitan
Not sure it's me or aimee who was happier 😀 . #disney #disneyland #mickey #minnie #goofy

Blog Stats

  • 550,109 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

May 2019
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Advertisements
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Akar Pikiran Besar Mengawali dan Mengawal Evolusi Besar

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Sindy is My Name

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

The Naked Traveler

Journey Redefined

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: