Fanny Wiriaatmadja

Archive for the ‘Religious’ Category

pi5exLkLT
Lagi-lagi tampang murammu
Yang sengaja kau pasang jelas untuk mendapat seserpih perhatian
Namun maaf, aku tidak tertarik
Kau pikir aku mau menepukmu,
Memberi satu senyum penyemangat
Atau melempar satu tanya
Dan memberi wajah ikut prihatin
Mendengarkan segala curahan bebanmu
Merebut penghargaan sebagai orang paling baik hati sedunia

Bocah, aku tak sepeduli itu, asal kau tahu
Wajah piasmu juga tak akan sanggup membuka bibirku
Menanyakan kondisi kesehatanmu yang menyedihkan
Yang maaf kata, sama sekali bukan urusanku
Berdoa untuk diriku saja aku enggan, apalagi untuk dirimu

Jadi ketimbang berusaha meraih simpati, empati, atau apapun itu
Mending kau jumpai Tuhanmu
Yang sudah lama kau tinggalkan
Berhentilah mengandalkan manusia
Sebab mulut manis kami – kalaupun ada, tidak berarti tulus
Sebab di balik doa kami, belum tentu ada sejuta harap tercurah untukmu
Cinta kasih maksimal tanpa kondisi hanya ada dalam Dia
Pintarlah sedikit, berhenti jadi makhluk bodoh

Andalkan Tuhanmu
Itu yang kutahu
Dan hanya itu yang mampu kukatakan
Berhenti minta dikasihani
Aku malas lama-kelamaan, maaf

Advertisements

image

Tuhan,

Tanpa perlu selami hatiku, kemahatahuanMu menyingkapkan semuanya
Tak usah kukatakan selidiki aku, sebab sekilas tatapMu sudah telanjangiku
Kau tahu jelas, terpampang, raut hatiku
Rona dan gurat kecewa yang tersiar jelas dari setiap denyutnya
Aku pedih Tuhan
Dan aku benci masa lalu

Sebentuk penghargaan atas jerih payah yang lalu begitu saja karena perpaduan kompak ketidakberuntungan, kekuranglihaian dan keterbatasan serta nasib yang menyeringai dalam permainannya

Ditambah sesuatu yang selama ini dianggap persahabatan namun tak dihirau lagi dan luluh lantak dihantam perpisahan; sejarah canda tawa yang sirna seketika oleh alpanya sebuah “apa kabar” yang sederhana diikuti rasa tertolak

Dan banyak lagi gesekan kecewa yang datang menyerempet
Ujung-ujungnya kata tanya “kenapa??” pun dihujamkan padaMu..
Aku bertahan, sungguh, bungkam dalam tidurku dan gemeretak menahan bibirku untuk tidak lancang.
Tapi akhirnya aksara itu tak tertahan meluncur keluar dengan akselerasi yang di luar mampuku.
“Mengapa, Tuhan?”

Maka sadarlah aku betapa bayi dan rendahnya aku, karena mempertanyakan Engkau dan kebijakanMu.
Maka malulah pula aku, dan berasa kerdil campur picik.
Gagallah aku dan kini harus belajar lebih menempa diri
Untuk menertawakan masa lalu dan kepahitan, menegakkan kepala dan menginjak pedih serta getir
Supaya bisa ada spasi dan ruang untuk kelegaan dan bersiap menyambut bahagia berlandas rendah hati

Tuhan, cabut kata ‘mengapa’ yang laknat itu dari kamusku – dari kamus Kita
Gantikan dengan “Here I am Lord” ditambah bonus senyum tulus penuh penerimaan.
Maka barulah bisa aku memaknai arti kata hidup

Terima kasih atas pelajaran
Masih bergumul aku, tapi paling tidak teorinya aku belajar, dan kini saatnya menjalani sang praktik – saatnya sebuah praktikum ambil alih..
Tentunya dengan panduan dari Sang Guru sendiri
Ajari aku ya Tuhan, damaikan hatiku, boyong aku ke pelukMu yang sentosa
Bukankah hanya hadirMu yang penuhi semua bolong hatiku hasil gerogotan kecewa terhadap dunia?
Sebab tak ada yang menyamai Engkau..
Biarlah manusia terus mengecewakan – supaya Engkau dan kemahasempurnaanMu itu yang bersinar dan penuh

Amin

rejected

Belakangan ini pas kebetulan saya lihat-lihat Linked-In dan refresh my connection, saya surprise sendiri ngelihat betapa banyaknya kandidat yang pernah kami (company) tolakkin, ternyata udah pegang posisi yang quite high di company lain. And I imagined, seandainya orang itu diterima di company kami waktu itu, saya yakin posisinya ga akan naik dalam 1-2 tahun terakhir ini alias akan tetap sama dengan designationnya di awal.

Sontak teringat sama seorang kandidat yang waktu itu ga bisa masuk karena ada problem terkait hasil Medical Check Up-nya. Kandidat ybs. sudah provide rekomendasi positif dari dokter pribadinya dll. supaya bisa tetap keterima di tempat kami, tapi tetap waktu itu based on our internal discussion, kami tetap reject kandidat itu karena potensi dari kondisi kesehatannya.

Kamu tahu, waktu itu dia begitu marah dan kecewa, dan kata-katanya di email ke saya cukup menyakitkan. I don’t blame him at all for I know what he felt at that moment. It hurts, indeed, meskipun saya ga mengalami.

Anyway orang itu sekarang posisinya sudah sekelas GM atau head something, sementara dulu posisi yang di-apply nya di tempat kami hanya ‘sekelas’ Product Manager.

Dan itu baru 1 case saja. Masih banyak case-case lain, orang yang ditolak di sini karena ga lolos test, dan di tempat lain mereka bisa di-hire dengan posisi yang jauh lebih tinggi dan berkelas. Kalo’ mereka keterima di sini, percayalah pada case mereka, posisi mereka tetap akan stuck sampai saat ini. Bukan saya menjelek-jelekkan my company ya, tapi realita pada case posisi yang kebetulan mereka apply memang begitu karena kebetulan hierarki organisasi untuk posisi di departemen itu memang pendek di sini.

Anyway, my point of telling this is simple. God’s plan is better than yours. Sori kalo’ mungkin basi, standard dan ‘biasa’ banget statementnya, tapi mohon maaf, terimalah kenyataan bahwa realitanya memang seperti itu. Plan dari Dia memang selalu melebihi rencanamu. As simple as that.

Kalau ternyata kita ga diterima di suatu tempat yang mungkin begitu kita dambakan (misal, number 1 IT company di Indonesia) dan berasa banget hancur, pahit dan kecewanya pas ga keterima, just trust bahwa memang waktunya belum tepat. Atau memang kita memang ga belong di situ karena God has prepared for you in store, some place that is far better than what you think, dan tentu saja bagianmu adalah ‘Percaya dan Tunggu Saja’.

Kadang begitu kita mengalami rencana terbaikNya, baru kita bisa memandang ke belakang dan berbisik, “Thank you Lord, for now I understand..” Jadi ya mendingan sekarang kalo’ kejadian yang pahit-pahit tadi, better kita ga usah menghujat Yang Di Atas atau menyalahkan, atau mempertanyakan. Percaya saja bahwa pasti yang disediakan ke depannya lebih baik. Itu saja.

God bless & have a great day..

Denis Djjj

Waktu melihat gambar di atas, respons pertama adalah diam. Kemudian merenungi kebenaran dan kemutlakannya. Kemudian merasa bersalah. Kemudian membulatkan tekad untuk berubah. Kemudian akan melaksanakannya dengan bersemangat di hari-hari pertama. Kemudian akan tersita sejuta kesibukan lain di hari berikutnya, dan melupakan komitmen di awal. Kemudian setahun yang akan datang, menyadari bahwa dirinya tetap berada di titik yang sama.

Aaah, semoga pola tersebut hanya bercokol di pikiran saya saja dan tidak terealisasi ya..

Makna gambar di atas sangat sederhana –bahkan tanpa kita membacanya pun, alam bawah sadar kita sadar bahwa itu adalah nature alias sifat dasar seorang manusia. Tapi saat saya membacanya, tohokan yang ditimbulkannya ternyata lumayan ‘nampol’ juga. Benar-benar hard-core reminder buat saya –yang memang bukan seorang yang ‘setia’ dan konsisten, untuk merealisasikan suatu komitmen.

Maka pikiran saya pun melanglang buana berkelana sesaat ke janji-janji manis terhadap diri sendiri di masa lalu, dan kini saatnya mengucapkan kalimat di gambar di atas.

“Kalau beberapa tahun lalu saya setia belajar Bahasa Mandarin, maka sekarang mungkin saya sudah bisa berkomunikasi cukup lancar dengan President Director saya –atau idola saya, Mr. Sim Choo Kay, direktur di perusahaan lama. Atau mengerti dengan mudah lagu-lagu Mandarin yang saya gemari..”

“Kalau saya setia terus menghafalkan satu kosa kata baru dalam Bahasa Inggris setiap harinya untuk menambah vocabulary list saya, sekarang mungkin saya sudah bisa lancar bikin puisi dalam Bahasa Inggris, dengan kata-kata sastra khas puisi..”

“Kalau saya sudah mulai nulis blog sejak bertahun-tahun lalu saat saya menyadari passion saya, mungkin sekarang jejaring saya dalam berblogger-ria sudah lebih luas, pengalaman saya lebih banyak dan cara nulis saya lebih terasah..”

“Seandainya saya menekadkan diri dengan bulat untuk tidak membaca buku saat berkendara atau pun dengan posisi tidur, minus mata saya mungkin ga sedalam sekarang..”

“Seandainya saya rajin menggosok dengkul saya sejak beberapa tahun lalu, pasti sekarang dengkul saya bakalan kinclong kayak pake SKII..”

“Seandainya saya memenuhi tekad saya untuk belajar tentang jenis-jenis mobil yang ada di jalan sampai saat ini, mungkin sekarang saya sudah bisa bikin orang kagum dengan mampu menyebutkan spek-nya hanya dengan mendengar jenis/type-nya saja..”

Dan (lagi) berjuta-juta andai yang lain, yang hanya bisa disesali sekarang karena baru menyadari kedigdayaan waktu dan putarannya yang begitu cepat tak terdeteksi. Tahu-tahu tahun demi tahun berlalu, dan at the end saya hanya bisa menatap ke belakang dan menikmati rasa sesal.

“Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:16-17)

“Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.” (Mazmur 90:4-6)

“Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu.” (Mazmur 103:15-17)

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Sekarang saya bisa menulis seperti ini sekaligus untuk renungan terhadap diri sendiri, tapi intinya adalah bagaimana selanjutnya saya bisa memanfaatkan setiap detik hidup saya supaya kalimat-kalimat “seandainya..” di atas tidak keluar lagi, melainkan tergantikan oleh.. “Saya bersyukur karena saya telah…” Sama seperti misalnya saya katakan bahwa saya bersyukur saya sudah mati-matian belajar gitar sejak saya SMU. Sekarang saya jadi menikmati manis dan nikmatnya mendengar merdu petikan gitar.

Mari-mari kita merenung dan merevisi apa yang masih bisa diperbaiki, selama resource berupa waktu itu masih DIA berikan buat kita.

Salam komitmen..

Gambar Dari Vandanam.com

Gambar Dari Vandanam.com

Hai..

Sudah lama kita tidak bersua, apalagi berbicara dengan intim..
Tepatnya, aku yang tidak mempedulikanmu
Sering kausapa aku berkali-kali
Lewat melintas di hadapanku walau hanya sekejap

Kerap kulihat senyummu untukku
Kemunculanmu lewat semilir angin, lewat hirupan udara
Lewat langit senja yang kusuka,
Lewat hujan dan aromanya yang semerbak itu
Lewat segala keindahan dunia yang begitu intens

Dan di atas semua itu,
Aku memilih mengabaikanmu
Mengingkari eksistensimu yang sebenarnya tak terbantahkan

Terakhir aku ingat,
Saat aku sungguh perlu bertemu denganmu
Dan bagaimana aku akhirnya mengetuk pintumu
Rasa maluku membumbung tinggi
Merasa begitu kecil dan kerdil

Salah tingkah aku menunggu kau membukakan pintu
Kugesek-gesek kakiku satu sama lain dalam gelisah
Sebersit ragu melintas, dengarkah engkau ketukanku?
Sampai akhirnya jawabanku muncul dengan terbukanya pintu itu

Kulihat engkau menatapku dengan penuh rasa ingin tahu
Sampai bungkam mulutku karena tak tahu apa untuk dikata
Kau hanya mempersilakan aku masuk
Duduk diam menatapku dengan tenang
Sorot penerimaan yang ada di matamu itu
Yang akhirnya membuatku luluh lantak
Sujud aku minta ampun di hadapanmu
Air mataku membanjir, terisak aku dalam tangis
Semua menyembur bak puluhan tahun tak terucap
Di pangkuanmu aku tersungkur

Dan kau bangkit memelukku
Hanya mengusap-usap kepalaku
Mendengarkan semua curahan tak terucap itu
Membiarkan aku menerima damai dengan mengungkapkan semua

Bagaimana bisa hatimu seluas itu?
Mengapa lapangnya begitu tak terbatas?
Menerima dengan apa adanya diri seseorang
Bahkan saat kekecewaan dan penolakan kau terima,
Kau toh tetap bisa tersenyum dan mengangguk
Tanpa sebab, tanpa perlu alasan
Kau renggangkan lenganmu untuk sebuah penerimaan

Dan kini mengapa aku harus mencari yang lain lagi?
Kenapa aku harus mengandalkan manusia?
Padahal aku punya engkau yang lebih besar dari apa pun
Engkau yang identik dengan kasih tanpa batas?
Mengapa aku harus mengeraskan hati lagi
Saat cintamu berkali-kali melambai memanggilku?

Maka biarlah aku menyerah saat ini
Biarlah aku menikmati maaf dan ampunanmu
Ijinkan aku diam sujud membawa semua sesal
Semua masa lalu, penyesalan, kesombongan
Kekasaran, egoisme, tabiat yang menghancurkan

Juga membawa masa depan dan cita-cita serta impian
Menikmatimu memproses semuanya
Menggantikan yang tidak baik dengan kerendahan hati
Kelemahlembutan dan kesabaran
Pribadi baru hasil gubahan sang pencipta

Aku sungguh tidak tahu harus bicara apa lagi
Kata-kata denganmu serasa tiada arti
Sebab yang kaulihat juga hati
Ajari aku mengampuni, memaafkan dan menerima
Ajari aku berdamai dengan diri dan orang lain
Ajari aku bangkit dalam tatapanmu
Ajari aku belajar lagi dan lagi
Jatuh bangun berkal-kali tak apa
Tapi tak pernah terkapar kaubiarkan,
Itu janjimu
Biarkan aku menggapaimu terus

Terima kasih
Untuk yang baik maupun yang menurutku tidak baik
Untuk semua yang kau ijinkan terjadi
Untuk memperjuangkan seorang aku yang tidak berharga
Seperti seorang atasan memperjuangkan promosi anak buah
Seperti seorang pria memperjuangkan gadis yang dicintai di hadapan keluarga
Demikian kau lakukan itu
Sampai aku kembali jadi milikmu

*’ mu’ , ‘kau’ dan semua kata ganti penunjuk Tuhan lainnya sengaja ditulis dengan huruf kecil untuk menyejajarkannya dengan manusia, sesuai tujuan penulisan

Tags:

Old post @ Faceboook, by 2008

send-pictures-phone-facebook-1

Hari ini gw belajar dan semakin diteguhkan soal “percaya dan tunggu saja..”

Gw cuma kebetulan lagi bengong saja dan teringat akan seorang yang pernah gw sayang, begitu gw sayangi..

Gw ingat akan hubungan yang begitu dalam yang kami pernah jalani, dan sejarah detail itu pun muncul…

Satu hal yang mendadak muncul adalah mengenai SMS.. Gw ingat, setiap kali gw mengirimkan SMS, dia pasti membalas dengan cepat. Seakan HP selalu ada dalam genggamannya, dan seakan memang HP itu terdedikasi hanya untuk menerima SMS dari gw..

So everytime gw terbiasa dan dibiasakan untuk selalu menerima balasan SMS dengan cepat dari dia, atau jawaban telepon dari gw, pada dering kesekian. Dia tidak pernah menunda.. sampai akhirnya kebiasaan dimanja ini pun membuat gw ‘besar kepala’. Someday untuk yang pertama kalinya, dia tidak merespons dengan cepat, membuat hati gw menjerit, antara marah, kesal dan penasaran, tidak lupa dengan pikiran macam2.. Gw SMS berkali-kali lagi. tapi tetap tidak ada respons.

Setengah jam kemudian baru ada balasan.. simple, dia sedang menguras bak kamar mandi, berhubung tidak ada pembantu.. Tentu saja susah kalo sambil bawa2 HP ke kamar mandi.

Dan gw pun maklum..

Kejadian serupa berlangsung lagi sekitar 2-3 x, disertai respons marah yang sama dari gw. Kejadian ketiga, alasannya membuat gw tidak bisa marah sama sekali : saudaranya pingsan dan dia langsung bawa saudaranya itu ke RS.. panik, sehingga tidak ingat membawa HP.

Dan beberapa kali kejadian itu pun membuat gw berubah.. dia tetap sama.. dia tidak akan berubah.. kalau dia memang bisa, dia akan membalas dan merespon setiap SMS & telepon gw dengan cepat, saat itu juga.. tapi kalau ternyata dia tidak membalas dan tidak merespons, artinya memang ada sesuatu yang membuat dia tidak bisa menjawab dengan cepat.. bukan karena dia tidak mau.. bukan karena dia malas.. bukan karena dia sengaja menunda-nunda.. bukan…. Dia tidak akan melakukan itu karena gw tahu rasa sayangnya akan mencegah dia melakukan penundaan.. rasa sayangnya akan membuat dia selalu stand-by untuk menanggapi apapun ‘panggilan’ gw.. kalau dia tidak merespons, artinya cuma satu.. dia tidak bisa menjawab saat itu.. tapi yang pasti dia akan menjawab, dia akan merespons, sesegera mungkin begitu waktunya tepat..

Jadi tidak perlu marah, kesal, geram, penasaran… percaya saja.. dan tunggu saja… pasti ada suatu alasan..

Dan gw pun terhenyak.. Bukankah Yesus juga begitu?? Apapun doamu, kalau memang Dia bisa, Dia akan langsung mereponsnya.. tapi kalau memang Dia belum merespons, pasti ada sesuatu yang membuat seperti itu.. bukan karena Dia sengaja, bukan karena Dia jahat.. tapi pasti ada sesuatu alasan, yang belum bisa kita mengerti.. Entah itu waktunya.. atau yang lainnya.. Dia terlalu sayang pada kita untuk bisa melakukan penundaan.. jangan pernah berpikir macam2, yang negatif tentang Dia.. pasti ada sesuatu alasan…..

Percaya saja.. dan tunggu saja akan responsNya.. Niscaya kita akan diam dan mengerti begitu kita bisa melihat alasan Dia ‘menunda’ untuk merespons kita.. Dan kita akan mengangguk penuh rasa malu melihat alasan penundaan itu…. It surely the best for us..

My Old post @ Facebook, posted by 2010

TTS

Teman saya sedang mengisi TTS..
Itu juga hobi saya, kesukaan dan kegemaran saya..
Teman saya menanyakan beberapa jawaban atas pertanyaan di TTS itu..
Dan dengan mudah tanpa melihat, setiap jawaban yang saya lontarkan selalu tepat, pas, muat dengan ciamiknya di kotak
‘lelah?’ ‘penat??’
‘jerit’ ‘pekik??’
Sampai saya dibuat takjub dengan kegesitan kerjasama pikiran dan mulut saya dalam bermain dengan kata-kata..
Dan kemudian, ganti saya yang mengisi TTS, berbekal sedikit kepercayaan diri..
Dan saya dibuat termangu-mangu,
Karena ternyata hanya dua per tiga yang bisa saya isi..
Saya dengan standard yang sok tinggi, menilai ini sebagai kegagalan.
TTS itu seolah bersidekap meminta pembuktian diri dari saya..
Dan ini bukan sekali, tapi sering..
Pola sama yang terus berulang
Akhirnya sisi analitik saya menggeliat, tergelitik..
Menjerit minta jawaban dan penjelasan atas fenomena ini..
Mengapa berbeda mengisi TTS sendiri dan tidak?
Bagai bola bowling menggelinding mantap menghantam barikade pin yang berbaris patuh,
Jawaban itu bergulir indah ke pikiran saya
Itu adalah soal membatasi diri
Temanmu bertanya, kamu menjawab tanpa melihat kotak-kotak yang membatasi jawaban..
Kamu bebas, tanpa dibatasi.. No boundaries.. Semua kandidat kata-kata meluncur mulus dari sela lidahmu..
Berbeda dengan saat kamu bertemu muka sendiri dengan sang kotak
Tanpa sadar kamu membatasi diri..
Kamu sudah menetapkan batas fisik yang juga tak mau kalah turut membatasi pikiranmu..
Jawabanmu terbatas, kemampuanmu terbatasi
ini hanya efek psikologis yang bisa diatasi dengan sedikit kekuatan pikiran dan mental..

Saya kembali didera sebuah konklusi sederhana bahwa ini juga terjadi dalam kehidupan..
Bekerja bersama para top peformer membuat saya kadang membatasi diri dan kemampuan
Saya melecehkan diri saya dengan mencap diri saya tdak akan mampu mengimbangi mereka
Saya dengan sok rendah hatinya menempatkan diri saya selalu di posisi bawah mereka – ini seolah jadi posisi favorit saya

Dan TTS mengajar saya dengan gamblang : berhenti membatasi diri..
Kamu akan stuck..
Kemampuanmu, potensi dan hebatmu cuma akan keluar dua per tiga, bahkan kurang..
Padahal Tuhan tempatkan 150 % dalam dirimu, siap sedia diberdayakan dengan kekuatan poros dan putaran doa dan kerja keras

Berhenti ya Nak, kalau tidak kamu tidak jadi manusia yang utuh..

Dan saya mengangguk sadar..

Semoga saya bisa belajar dari Sang Guru, TTS.. Yang membuat saya juga makin menggemarinya..

Old post @ Facebook, posted by 2010

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tempat tinggal saya, Karet, selalu saya claim dengan bangga sebagai tempat elit karena ‘strategisitasnya’ yang memungkinkan saya mencapai banyak tempat dengan tingkat kemudahan yang cukup signifikan.

Satu lagi keelitannya adalah mengcover berbagai macam kebutuhan akan transportasi berbagai kalangan dengan merelakan dirinya dilalui rute mikrolet. Sebagai informasi yang mungkin berguna bagi Anda sekalian, nomor mikroletnya adalah M44.

Lanjut : setiap pagi saya jalan kaki menuju kantor di Sudirman dengan melawan arah arus kendaraan – alias setiap kendaraan yang lewat Karet bisa melihat saya berjalan kaki dengan posisi tampak muka, bukan tampak bokong, dan para supir yang punya kemampuan multitasking bisa menikmati cucuran keringat saya sementara berjalan di bawah terik surya pagi.

Itu adalah gambaran ruwet riuh lalu lintas di daerah elit ini di pagi hari saat semua kendaraan beradu-padu meramaikan jalan, tak lupa dengan segala klakson yang mungkin dianggap bunyi nan merdu sehingga seringkali dibunyikan tanpa ritme yang jelas.

Suatu pagi saya berjalan seperti pagi-pagi biasanya. Dan dalam perjalanan yang biasa itu, Tuhan memberikan saya gambaran soal iman.

Saya melangkah seperti biasa dan dari jauh melihat seekor mikrolet nangkring di pinggir jalan, dengan arah menghadap ke saya, seperti kendaraan2 lain yang memang berlawanan arah dengan arah jalan saya. Notes bahwa saya sedang berjalan di jalan di pinggirannya, bukan di trotoar, karena trotoarnya kebetulan agak kecil.

Kian mendekati mikrolet yang notabene menghalangi jalan saya itu, saya ancer2 untuk menepi ke trotoar di samping sang mikrolet, tapi nampaknya size trotoar itu tidak memungkinkan saya untuk melaluinya, dan dengan cepat otak saya membuat keputusan untuk lewat di sisi kanan mikrolet alias di sisi jalan raya yang penuh dengan kendaraan bermotor lalu-lalang.

Namun simultan dengan keputusan itu, satu fakta lain menyergap : sebarisan ganda motor2 dengan ketat melalui jalan di samping mikrolet, sehingga saya dipastikan tidak akan bisa lewat pula. Ke kiri ada motor, ke depan ada mikrolet menghadang, dengan enaknya mendekam menanti penumpang dan ke kanan ada trotoar nan kecil yang menuntut keseimbangan penuh dari saya untuk melaluinya, jelas membangkitkan keraguan saya.

Beberapa detik sebelum saya harus menghentikan langkah saya, di mana jarak saya hanya sekian puluh sentimeter dari si mikrolet, tiba-tiba mikrolet menderu dan kemudian ajaib mundur dengan mendadak. Saya yang tadinya sudah mau ngerem jalan karena takut dengan potensi menabrak sang mikrolet, otomatis tidak jadi menghentikan langkah dan terus berjalan ke depan seiring dengan mikrolet itu mundur. Di belakang nampaknya banyak pejalan kaki menuju ke mikrolet itu dan si mikrolet yang tidak sabar menanti para calon penumpang rupanya memutuskan untuk mundur, ‘menjemput’ para pengantinnya itu. Karena posisinya di tepi jalan, atraksi mundur ini dimungkinkan dan tidak mengganggu kendaraan lain. Yang ada saya malah diuntungkan sehingga tidak usah berhenti berjalan.

Sambil dengan takjub berjalan terus bersamaan dengan mundurnya mikrolet (adegan ini pasti bagus bila difilmkan – saya serasa aktris di film2 yang berjalan dengan gagah, sambil seolah sedang mendorong mundur mikrolet dengan kekuatan tak terlihat – ciamik!), tiba-tiba mikrolet berhenti mundur, dan… diam mendekam lagi, penuh kepuasan karena sebagian kursinya sudah terisi penumpang.

Saya sudah memutuskan untuk berhenti melangkah lagi ketika tiba-tiba mata saya melirik ke arah kiri dan anehnya barisan motor di sisi jalan raya, yang tadinya saling menempel ketat berebut tempat untuk melaju, sudah tidak ada! Asli sisi kanan mikrolet itu kosong dan muat untuk saya lalui.

Dari jauh saya sudah melihat lagi sebarisan motor siap lewat dan dengan kegesitan khas pejalan kaki, sebelum motor-motor itu kembali memporakporandakan kelancaran perjalanan saya, kaki saya yang nyaris sudah mau berhenti melangkah langsung berkelit ke kiri, berjalan di sisi jalan raya dengan lincah, sebelum motor2 itu mulai menghalangi jalan saya.

Aiiiih cantiknya rute perjalanan saya, lancar tanpa halangan..

Kemudian sambil menikmati perjalanan lancar itu, saya mulai berpikir bahwa iman dan beriman juga seperti itu. Tetap berjalan menatap ke depan meskipun di depan itu ada masalah (mikrolet) menghadang yang sebenarnya membuat kita ingin berhenti melangkah untuk menghindari ‘tabrakan’, untuk mencari safe. Tapi toh ajaib saat kita memutuskan melangkah terus, Tuhan buka jalan dengan ‘memundurkan’ si masalah (mikrolet), sehingga kita bisa jalan terus dengan mulus, tak lupa dengan takjub.

Saat si rintangan (mikrolet) kembali ngotot menghadang dan kita kembali siap menyerah dan berhenti melangkah, mendadak Tuhan buka jalan lain (sisi jalan raya yang mendadak kosong dari motor), sehingga kita bisa menyalip ke sisi lain untuk terus berjalan, tanpa berhenti.

So faith is terus berjalan sambil menanti Tuhan mempersiapkan jalan bagi kita dan membukakannya dengan cara2 yang cool banget yang ga pernah terpikir.

Mari-mari berjalan terus dengan mantap meskipun banyak mikrolet dan motor menghadang, siap membuat kita ragu dan menghentikan langkah kita. Mari-mari, tetap dengan gagah berjalan dan siap sedialah melihat tanganNya membukakan dan menyibakkan satu per satu jalan untuk kita.

Jangan pernah berhenti melangkah.

Amin..

kelereng2

Another old post at Facebook, written by October 2010

Jika ada lomba kelereng, trust me that God will become the champion. No doubt! Sebabnya sederhana : karena Dia sangat pandai menyentil…

Diiringi lagu lembut Have I Told Lately Rod Stewart, saya diajak merenung kembali tentang hari kemarin di mana saya sedang berada di sebuah mall yang sudah begitu mendarahdaging akhir2 ini karena bisa dikunjungi 2-3x dalam seminggu. Yang mengenal saya dengan baik akan tahu bahwa I am a quite-competitive guy – jadi saya menolak kalah dengan keterbatasan ingatan saya and I prefer to write this on sebelum sentilan ini terlupakan rasanya..

Ok, I was on the toilet at that time, tepatnya di tengah antrean panjang orang2 yang kebelet pipis maupun kebelet melakukan aktivitas lain yang sebaiknya tidak usah disebut di sini karena faktor tidak pentingnya.

Karena antriannya panjang, untuk mengisi waktu saya melakukan aktivitas mengamati sekitar. Daripada mengamati cewek2 cantik bergaya, entah mengapa saya lebih tertarik pada sosok seorang wanita muda sederhana berseragam yang jelas adalah penjaga toilet di situ. Dia berdiri di depan pintu, di sudut, dan ternyata matanya juga sibuk beraktivitas menatapi kerumunan orang2 dsitu..

Yang menarik adalah gayanya yang terkesan tidak percaya diri. Matanya sesekali menatap sesekali menunduk, dengan kaki yang digoyang2kan dengan kikuk. Dan saya pun mengerti dr sorot matanya, rona dan ekspresi wajahnya..

Mencoba menyelami pikiran si Mbak :

Kamu tahu rasanya setiap hari berada di suatu tempat dan dijejali pemandangan wanita2 cantik berpakaian indah dengan pipi merona hasil pulasan blush on serta high heel tinggi dan tas tangan bermerk?

Tahukah kamu rasanya, hanya bisa menatap bayangan cantik wanita2 gaya itu, mematut diri dengan percaya dirinya di depan cermin? Si mbak dicekoki pemandangan itu tiap menit..

Pahamkah kamu betapa semua pemandangan itu menaburkan benih iri sedikit demi sedikit dan menghasilkan mimpi bagi si mbak untuk menjadi seperti mereka?

Tapi mimpi itu dengan sadisnya toh dihancurkan oleh fakta, kenyataan bahwa mereka tidak dilahirkan dengan kekayaan dan kemampuan untuk tampil cantik seperti itu. Mereka hanya mampu berseragam seadanya dan berhadapan dengan jamban kotor dan tumpukan tissue bekas serta pembalut yang bahkan malas dibuang gadis2 cantik berpendidikan itu di tempatnya.

Saya sangat terpukul.. Adakah mbak2 itu sungguh berpikir dan merasa rendah seperti itu? Tatapan kagum dan merana mereka sungguh menyuarakan kerinduan terpendam untuk merasakan at least sekejap menjadi wanita2 itu.. Wanita yang anting kalungnya hanya bisa dilihat di majalah2…

Bagaimana caranya menyatakan kepada si mbak bahwa walaupun dia tidak seperti mereka, dia tetap sama berharganya? Bagaimana mengatakan bahwa kadang hati mbak lebih murni daripada kami para wanita yang berpakaian rapi dan penuh riasan? Bagaimana mengungkapkan pada si mbak bahwa sungguh kami menghargai pekerjaannya – menghargai jerih payahnya untuk mau berkotor2 dan berjijik2 dalam usahanya menjaga kebersihan wc ini??

Betapa saya ingin memeluknya dan meneriakkan bahwa kita sederajat.. Saya ingin memberikan gaun terindah saya, memberikan kesempatan padanya untuk mengenakannya, bermakeup dan merasakan menjadi Cinderella.. Merasakan tawa takjub dan bahagianya..

Siapa yang akan sungguh2 memikirkan nasib mereka kaum kecil itu??

Sore itu saya juga menuju ke tempat saya bekerja dulu untuk mengurus deposito dan alangkah terkejutnya saya mendapati mbak2 di wc tempat saya bekerja sekarang sudah menjadi operator telepon di situ.. Saya ternganga dan sungguh sungguh berterimakasih untuk siapapun yang mau memikirkan untuk memberikan kesempatan pada si mbak untuk lebih berkembang. Saya dengar pun performancenya bagus.. Terima kasih lkarena masih ada keadilan untuk orang kecil itu.. Terima kasih..

Sentilan kedua dari Tuhan datang dalam bentuk anak2 kecil yang menyewakan payung saat hujan deras. Berhujan2 ria dengan ceria mereka berlomba merebut pelanggan.

Umbrella

Saat saya menggunakan jasa mereka dan mengajak mereka berpayung bersama, mereka menolak. Dan selama perjalanan itu mata saya tidak hentinya mengamati mereka. Cuma ada 1 kata untuk menggambarkan saat itu.. Kasihan.. Ya, kasihan anak2 kecil ini.. Saat sampai di tujuan, saya tersenyum semanis dan sedalam mungkin untuk memberitahu mereka bahwa saya bersyukur atas keberadaan mereka, saya menghargai pertolongan mereka dan mereka berharga. Tapi senyum saya lenyap ditelan sebuah pemandangan : melihat sang bocah sibuk menghitung uang yang saya berikan dan cepat2 memasukannya ke kantong.

Ya.. Mereka tidak butuh senyumanmu, semanis apapun itu. Mereka butuh uang, butuh penghasilan untuk menghidupi mereka dan keluarganya..

Sedih lagi, kasian lagi.. Siapa ya yang sungguh2 memikirkan nasib mereka? Even saya pun jangan2 besok2 sudah lupa dengan sosok malaikat mereka dan kemungkinan besar besok2 pikiran saya sudah kembali dipenuhi pikiran tidak penting seperti mau nonton film apa ya hari ini atau keriting rambut saya belum hilang kan?

Adakah seseorang apalagi pemimpin2 bangsa yang benar2 menaruh segenap pikiran dan perhatiannya untuk orang2 kecil di negeri ini?

Saya tidak tahu

Terima kasih untuk Yang Di Atas atas sentilannya.. Untuk sebuah rasa pedas di hati hasil dari sentilan itu.. Sentil saya terus supaya hati saya ‘sadar’ dan tidak takabur…

Selamat disentil juga..


Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,713 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

It's a happiness to see new place with beautiful decor, lighting and ornament
.
#hotel
#grandswissbelhotel
#medan
#decor
#interior
#lighting
#breakfast Morning devil
.
#coffeetime 
#coffeewithme
#pik
#breakfast
#food Unyu-unyu 😘
.
@shellasoo - ternyata aku sudah pernah liat yang ini and emang cute tempatnya 😀
.
#coffeewithme 
#pik
#coffee
#cafe Carnivore time 🥓🥓 lebih suka side dish-nya daripada dagingnya 😶😶
.
#magal
#korean
#bbq
#food
#restaurant
#pik DISTRICT 7 - new coffee spot in PIK. Fresh from the oven. Feels like home.
.
@district7.coffee
#district7
#coffee
#cafe
#pik Tampangnya enegin banget 😂😂😂
.
#aimeelynn 
#aimee
#daghter
#coffee
#morning
#cafe
#pik
#district7 Short clip of our coy outing 15-16 Sept 😀
.

#pulauharapan
#kepulauanseribu
#alfalaval
#paradiso
#nature
#sea
#beach One of our favorite place for dinner
.
Recommended :
* nasi hainam campur
* nasi goreng yangchou
* bubur pitan babi
* cumi lada garam
* and all their yammie (tapi saya si udah bosen banget)
.
#topyammie
#yammie
#manggabesar
#restaurant
#review
#food
#dinner New cafè coming from Bangkok! Location : Lobby Arjuna - West Mall. Ex tempat Mad for Garlic.
.
Impressive decor and many-many menu selection that will take you super long time to decide.
.
They recommended Granita Thai Tea yang memang lumayan enak and Pink Journey yang sumprit I don't get it, it's only es serut pake strawberry dll which is (menurut saya) ga ada enaknya. I felt ga rela bayar hampir 60 rebu buat minuman gini.
.
Mango cakenya (70an rebu) penuh whipped cream gitu tapi surprisingly enak si whipped creamnya rasa mango pula.
.

Haven't got a chance to try the food but will do segera-segera.
.
Tips : booking dulu (like I did) as I've seen many groups coming and sadly rejected.
.
#greyhound
#greyhoundindonesia
#greyhoundjakarta
#cafe
#review
#grandindonesia We returned here simply because this is so so good. We love the broth and the soup!
.
#8treasures
#restaurant
#suki
#wagyu
#food
#lupafotomakanansakingkegirangan I remember during my biztrip to Spore last month, I saw lots of the flight attendance were preparing the wheelchairs for some senior passengers and my eyes were instantly full of tears.
.
10 years ago exactly this day my father should've been on the same wheelchair if only he could make it that night. Our chartered plane has been ready that night on Halim Perdanakusumah to bring our father to Spore when suddenly his condition dropped with no reason. And there he was with no opportunity to get a better medication and treatment. Everything was too late.
.
My father is truly my hero. I'm his and will always be his little princess. He sacrificed a lot by sending me to one of the best high school in Indonesia with unreasonable admission fee and monthly charge. We shared our love to words, Mandarin songs and Jay Chou and I learnt Mandarin from him. We listened all that CCTV mandarin shows and knew that it was our 'daddy daughter' moment. Our 'us time' is filling out Suara Pembaruan Teka Teki Silang everyday together and built our TTS dictionary for cheat. I will read my novel while he read the bible and made lots of notes. That's our silent and sacral moment but full of intimacy, not to mention our church session every Sunday morning.
.
No one will ever understand and cure the deep hole inside this heart after he's gone. Not even the presence of Aimee. My father is the strongest person I've ever known who've struggled the whole of his life with accute asthma.
.
His 'nose' will be forever with me, so does all the memory we've created before. I wish you're here with us but moreover I know it's best for you to be free from all the pain and hurt because your suffering broke our heart so bad.
.
We ❤ you
.
**those who still have your parents with you, cherish every noment with them because you'll never know. Stop saying "I'll do this and this and this.." stop delaying everything.. make it real before it's too late. In ❤ with this jutek girl 😁
.
Glasses by Ii @pingping.victory168
.
#aimee
#aimeelynn
#daughter
#kids
#ootd Silhouette of ❤
.
#daddydaughter
#silhouette
#loveyoupisan Welcoming autumn 🍁🍁
.
#aimee
#aimeelynn 
#kids
#daughter Situation. Restaurant / bakery / cafe plus a small spot for playground. Suitable for your lil' one. Cheap price
.
#broodenbooter 
#review
#restaurant
#food
#bakery
#cafe
#kidsrestaurant
#kidsplace
#daywellspent The more I stressed, the more I run into food.
.
#brunch
#broodenbooter
#cafe
#restaurant
#instafood
#food Being here for Lady Aimee
.
#seaworld
#fish
#ancol
#sea
#aquarium Balas dendam makan-minim di Pulau Harapan 🤣
.
#bakmiace
#ace
#bakmipontianak
#noodle
#food
#instafood Sky. Sea. Blue. Tree.
.
#pulaubirakecil
#pulauseribu
#outing 
#view
#nature
#beach Isn't it cute? 🤣
.
#ayammutiara
#doggy
#animal
#viewthismorning
#friendship

Blog Stats

  • 456,072 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

September 2017
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: