Fanny Wiriaatmadja

Archive for the ‘Info’ Category

Recently Like : How often I create such list, I even amazed with myself! Easy to get interested, easy to get bored, perhaps?

* Battle Camp – I have known this Iphone game for so long and this has been succeeded in frustrating me a lot, damn it! Game-nya ‘mirip’ dengan model Candy Crush dan game sejenisnya itu, tapi arah gerak puzzlenya (jauh) lebih fleksibel. Jadi ‘gems’-nya bisa dibawa dan diputer ke segala arah. So you can really apply your visual ability and creativity here. Putar ke sana kemari sesuka kita untuk menghasilkan combo sebanyak mungkin. Dan inilah kelemahan saya yang kadang bikin frustrasi, as I mentioned before. I was so stupid muter-muter ginian. Liat orang main dengan sangat mudahnya muter sana-sini, sampe takjub sendiri, kok mereka bisa jago banget ya. Ah ya sudahlah.. Mungkin terlalu complicated aja mikirnya padahal this’s just very simple. Anyway ini bukan sekedar game puzzle biasa. As its name, it has ‘battle’ background using some cute creatures called monsters. You will have to battle on your own to accomplish all the goals or join your troops to defeat the enemies. The avatar are also very cute, you may love it as I do, so does the interface and the game plot. You can create your own monster list and combine them. Sekarang game online ini sudah muncul di Android just a few weeks ago dan saya langsung download just for the sake of curiosity; am I really that stupid? Jawabannya ternyata nggak banget-banget. Sekarang saya udah mulai biasa (jago) muter-muter puzzlenya walaupun sometimes sering failed to create a row as what I want. Try this, but warn you, it’s addicted!

_battlecamp01   Screenshot_2014-08-06-17-00-12

battlecamp     battlecamp03

   * Heavenly Blush Yoghurt – Yang saya maksud di sini adalah Yoghurt botolan yang dijual di supermarket, bukan yoghurt di kedainya Heavenly Blush. I once tried this based on my niece recommendation, and I just loved it instantly! My favorite flavour is Peach Mango and Strawberry Pome. It’s not sour as ordinary yoghurt, and the sweetness is unique, not to mention the nice fruit pulpy inside. The price is a bit expensive (IDR 22K) compared for the size, but I think it’s still acceptable.

heavenly

* Remboelan Indonesian Soulfood – restoran ini ada di Plaza Senayan, Pondok Indah, dan Kota Kasablanka lantai GF. Seinget saya, saya pernah coba yang di PS tapi waktu itu somehow ga gitu berkesan. Gatau kenapa pas coba di Ko-Kas, makanannya tasted very good! Tempatnya juga nice, terutama yang di PS. Sesuai namanya, menunya kebanyakan Indonesian food seperti soto, pindang, dll. Jadi teringat sedikit sama Seribu Rasa kalo’ makan di sini. Anyway I’ll make the food review separately, tapi yang pasti recommend Nasi Bakar Roa dan Nasi Goreng Cabe Ijo-nya. Both are spicy. Dessert recommended is Malkis Tape-nya. Simply delicious.

Openrice.com

* Nasi Goreng Ujung Pandang – Bakmi Bintang Gading. Ada di Muara Karang, ada juga di Kelapa Gading. Nasi gorengnya pake’ saus tomat i/o kecap. Bisa pilih ayam or pork. Porsinya cukup gede, dan karena rasanya juga cukup ‘monoton’, mending sharing berdua daripada nanti berasa enak kemudian turns into eneg like happened to me. But refer to the taste, it’s very nice!

IMG_20140803_184516

* Pisang Ijo Pemuda – Ada di Tanjung Duren dan Pantai Indah Kapuk (PIK). Awal makan beberapa tahun lalu, kayaknya esnya biasa-biasa aja. Enak, tapi ga special. Someday pas makan lagi di Tanjung Duren, herannya berasa enak dan seger banget makan es pisang ijo ini. Jadi mulai rutin ngemil ke sini deh. Belakangan cobain juga burgernya. Duh ternyata enaknya juga ga ketulungan. Rotinya lembut, dagingnya ga kerasa abal-abal, dan ada rasa crunchy-crunchynya. Harga esnya sekitar IDR 25K, burgernya kayake IDR 25-30K. Suka!

pisang      pisang-ijo-pemuda

Selamat nyobain.

Advertisements

2330_1

Ini adalah beberapa petuah ber-email yang saya kumpulin based on my own experience. I understand exactly the theory, tapi tetep aja daily-nya kadang saya missed u/ berpedoman ke personal guideline ini.

  1. Di penghujung hari when we’re about to leave the office, always spare some time (it’s less than 5 minutes!) to go through our email list that day once again to ensure that we don’t miss any (important) email. Emang sih kalo’ udah pulang bawaannya mau cabut secepet mungkin, meninggalkan dunia kantor yang hitam kelam, tapi gpp lah cek-cek dikit.
  2. Luangkan beberapa detik untuk ngecek list recipient sebelum meng-klik tombol Send. Ga ada ada ruginya spent some little time to ensure kita ga salah kirim email ke pihak yang ga terkait, apalagi kalo’ emailnya confidential. Ga lucu kan kalo’ email gaji/salary orang eeeeh salah ngirim ke koleganya yang notabene namanya mirip-mirip.. Ih fatal gila!
  3. Ketika hendak mem-forward suatu email correspondence ke pihak lain, pastikan tidak ada informasi yang irrelevant/confidential di email-email sebelumnya. So, sebelum mengirim biasakan diri untuk scroll email ke bawah untuk memastikan bahwa semua informasi yang diforward ini relevant dan sifatnya common.
  4. Ketika hendak men-draft suatu email terutama yang sedikit berbau complain/kurang positif, selalu gunakan kata-kata yang netral dan sepositif mungkin. Ini adalah untuk menghindari, in case email kita diforward ke pihak terkait. Kebayang kan kalo’ isi email kita isinya complain/jelekkin seseorang bernama A, dan tanpa sengaja email tersebut somehow besok-besoknya/after setelah beberapa email berikutnya, terforward ke si A? Kayake nih muka mending di-delete aja deh dari dunia. Kebayang deh malu dan tengsinnya.
  5. Selalu cc/tujukan email ke pihak terkait saja. Saya pribadi paling ga suka cc banyak orang apalagi yang ga terkait. I’ve met few people who somehow likes so much to cc as many people as he/she can in the loop. Whether to implicitly share/show off something, or to explicitly telling the whole world that someone is making mistake. I personally avoid it as much as I can. When dealing with people committing a mistake,  what I do is personally email him/her – no cc to supervisor unless it’s crucial that the supervisor is involved. But when I found someone with great achievement, what I do is cc as much people involving as I can. Like I mentioned earlier, sebel-sebel bin greget dikit sih kalo’ ketemu kolega yang cc semua orang kalo’ kita bikin salah, kayak kita bikin dunia kiamat aja kayak Scatch di Ice Age.
  6. When you’d like to forward one long email correspondence to somebody new (who doesn’t involved previously), instead of just forwarding, let’s make a summary of what the email contains of and what is expecting from the recipient. Kasihan kan kita hanya forward sekian panjang email ke seseorang dengan ‘FYI’ instruction, dan orang itu harus baca dari awal keseluruhan emailnya untuk mengerti case/masalahnya. A bullet of summary will help. Daripada email kita dicuekkin karena si recipient males ngikutin sinetron elektronik, mending spent some time untuk bikin penjelasan sederhana.
  7. Masih terkait email yang sangat panjang dengan topik yang sudah melebar ke mana-mana, sebisa mungkin ganti subject untuk mempermudah pencarian dan bikin recipient lebih aware dan tertarik untuk membuka email yang dikirimkan. Misal awalnya topik email cuma untuk ngecek grade karyawan tertentu dengan judul/subject ‘Cek’ dan kemudian berkembang jadi ngomongin promosi, bonus, salary increment, dll., kan akan lebih baik kalo’ topiknya diubah daripada terus-menerus under topik ‘Cek’. Tapi again soal subject ini balik lagi ke preferensi orang, so silahkan berekspresi sesuai kebutuhan.
  8. Ketika mengirimkan email yang benar-benar urgent dan top priority, better to write that in the subject supaya recipientnya lebih aware. Misal – “Offering Karyawan X – Urgent”. Mau tulis “Offering Karyawan X – Urgent Gila Bales Lo Ya Cepetan Kalo Nggak Gw Hajar Dikit Lo” juga gpp sih, terserah aja sepanjang sopan (!).
  9. Hati-hati dalam bcc orang; orang di-bcc bisa aja baik sengaja/tidak sengaja me-reply balik dan ‘ketahuanlah’ kalo’ kita sebagai pengirim sudah mem-bcc email itu ke orang lain. Kalo’ emailnya general sih gpp, tapi’ kalo’ emailnya agak sensitif, orang yang terkait bisa mempertanyakan kenapa emailnya itu di-bcc ke orang lain (apalagi kalo’ orangnya ga terkait) – kesannya kan sembunyi-sembunyi menyebarkan informasi kepada orang lain.

Sekian tips-tips sederhana mengenai email ala saya 🙂 Hope it helps.

 

Akhir-akhir ini lagi suka banget :

Avocado Cocoa Rock Salt and Cheese – Share Tea. Rasanya unik banget.. Don’t think it’s just ordinary avocado. First sip, you’ll see how different it is.. Share Tea punya counter cukup banyak, misal di Lotte Avenue, Emporium Mall, Baywalk Pluit, Taman Anggrek. Minuman yang lain saya juga sempet cobain beberapa tapi rasanya so-so. Harga Avocado Cocoa Rock Salt and Cheese ini Rp 25,000 yang large. Yang lebih kecil lupa harganya berapa. Biasanya ga semua Share Tea mencantumkan minuman ini di menunya. Tinggal tanya aja, biasanya mereka ada kok.

Gambar dari Openrice

Gambar dari Openrice

Vibe-Z Lenovo phone + Garskin. Maklum deh, baru beli dan masih sayang-sayangnya JPertama-tama beli, saya memang ngincernya Samsung seperti orang-orang kebanyakan (I don’t really like IPhone). Tapi setelah lihat-lihat bahwa Lenovo punya spec yang ga kalah dari Samsung dengan harga lebih murah, akhirnya saya confirm ambil ni hape. Dari awal liat bentuknya, saya udah suka.. Iteeeem banget, jadi elegannya berasa banget. Layarnya juga gede, jadi ngebantu buat orang dengan mata siwer kayak saya, apalagi buat main game. Fitur lain juga semua so far so good. Ada beberapa Android application yang sudah diset default dalam HP ini, misalnya Voice Search, dimana kita bisa instruct apapun dengan ngomong langsung (via voice). Awal-awal karena masih norak, saya selalu pake aplikasi ini, mulai untuk nelepon orang, nyari sesuatu di Google, sampe’ kirim message dll. Enak kan jadi ga usah ngetik. Tinggal ngomong dan perintah sana-sini, this handphone will do all for you. It’s really fun! Aplikasi lain yang saya suka adalah CamCard dimana ni aplikasi bisa langsung transfer foto name card ke contact list di HP. I’ve tried few times dan so far semuanya tertransfer dengan mulusnya. Hal kedua yang saya suka adalah my Garskin cover untuk hape ini. Saya pesan di counter Garskin di Grand Indonesia (ada juga di Lotte Avenue) dengan harga around Rp 120 ribuan dan menurut saya worth it banget. Setelah nunggu 3 hari kerja, begitu si mbak bantu tempelin stickernya ke hape saya, saya langsung takjub ngeliat jadinya.. Cakep banget.. Plus untuk hape bagian depannya pun dapat bonus sticker lagi, jadi bener-bener full skin complete dari depan sampe’ belakang. Akurasinya juga keren, stickernya bisa dibolongin sedemikian rupa sampe’ huruf Lenovo di badan belakang hape-nya bisa tetep kelihatan. Trus kata si Mbak kalo dicabut sih stickernya ga nyisain bekas. Kemarin dia sempet praktikkin dan bener sih so far badan hapenya tetep mulus. Semoga di realita beneran kayak gitu.

 IMG-20140620-00353 IMG-20140620-00354

Hayday.. Beberapa bulan terakhir ini saya lagi getol banget main nih game. Gamenya tentang farm gitu loh, dimana kita harus panen-panen dll. Intinya sih time management. Awalnya sih cuma iseng-iseng aja, lama-lama jadi kecanduan. Hampir tiap hari saya bisa tidur sampe’ jam 12 malem cuma demi main game ini : penuhin pesenan boat, truck, dll. Bener-bener addictive deh ni game. Sebenernya sih banyak game semacam ini, cuma yang bikin Haday cukup menarik adalah (menurut saya) sistem yang cukup fair dalam game ini. Misal, cukup mudah dapetin berlian. Plus kalo’ ga sengaja kepencet berlian untuk digunakan, kita bisa setting supaya ada confirmation lagi. Jadi berlian kita ga abis kepake’ tanpa sengaja. Selain fair, tentu saja interfacenya cukup menarik, challengenya juga sangat ‘pas’, ga terlalu sulit, ga terlalu gampang. Pokoknya beneran menarik deh.. Dare to try?

 hay-day-4  nexusae0_HayDay1

‘All I Am’, lagunya John Legend. Ih bagus bener ni lagu. Nadanya juga enak lagi. Seneng karena liriknya ga pasaran dan ‘murahan’, dan ‘dapet’ banget pesan yang tersirat dari lagu ini dan kita sebagai pendengar bisa ngerasain rasa cintanya si penyanyi terhadap pasangannya. Nice!

Ramen Sumoboo, di PIK (akan segera buka di Kota Casablanca). Awal makan di Sumoboo, karena cuma cobain esnya, saya ga terlalu gimana-gimana, malah cenderung kurang suka. Tapi pas cobain ramennya, saya langsung suka banget. Ramennya ini ga kayak ramen kuah biasa. Justru bentuknya ramen goreng dengan mie berukuran kecil dan agak sedikit berminyak. Topping bisa pilih, ayam, babi, dll. Saya selalu pilihnya babi sih. Babinya dicincang kecil-kecil, kayak samchan gitu. Rasanya unik dan pedasnya bisa diatur sampe’ 25. Makan dengan standard 10 aja biasanya udah mulai berasa pedesnya dikit. Yuk monggo dicoba. Harganya saya lupa, kalo’ ga salah 30-40 ribuan.

Gambar dari thisgirleattheworld.blogspot.com

Gambar dari thisgirleattheworld.blogspot.com

Lagu-lagu soundtrack jaman jebot. Akhir-akhir ini selain main Hayday, kerjaan saya cuma downloadin lagu-lagu lama seperti OST Ksatria Baja Hitam, Saint Seiya, Pendekar Harum, Putri Huan Zhu, dll. Everlasting song yang keren banget buat saya 🙂

Refleksi – belakangan kok jadi nagih banget ya sama refleksi. Seminggu sekali biasanya saya selalu refleksi. Kebanyakan saya cobainnya di daerah Pluit. Nanti referensi tempat-tempatnya akan dishare later ya di postingan terpisah. Kadang refleksi emang sakit sih, tapi setelah selesai biasanya badan lumayan enak. Tinggal bilang ‘pelan-pelan ya Mbak’ biasanya si pemijat cukup tau diri kok untuk ga mijat kaki kita kenceng-kenceng. Rata-rata harga refleksi sekitar 50-100 ribuan per 90 menit. Nulis gini, jadi kepingin refleksi lagi J

Hi..

Mau berbagi beberapa hal yang lagi saya suka akhir-akhir ini – random things aja sih.. Siapatau ada yang tertarik nyobain juga :

Leivy Replenishing Smooth Shower Cream – harga Rp 78,500 kalo’ ga salah. Biasanya saya termasuk pengguna sabun standard – misal Biore, Lifebuoy, dll. Sesekali nyobain Body Shop dll., tapi ga pernah nemu sabun yang bener-bener T-O-P dan bikin nagih gimanaaa, gitu. Someday mama saya beli sabun Leivy ini di Sogo (bisa dijumpai juga di Metro/Guardian juga, sepertinya), dan sejak itu saya jadi lumayan demen mandi loh (bukannya biasanya ga mandi ya, heh!!), soalnya asli abis sabunan pake’ ni merk, kulit beneran jadi alus loh. Sampe’ saya jadi suka gesek-gesek tangan ke kulit mulu, kayak orang dodol. Gatau sih apakah semua merk Leivy ini akan menghasilkan ‘efek’ yang sama atau hanya jenis yang ‘Replenishing’ ini aja (nanti saya cobain deh yang lain), tapi yang pasti ni sabun beneran enak dan bikin berasa cantik banget (ga usah sirik ya). Anyway jenis yang ‘Replenishing’ ini terbuatnya dari beras gitu (rice brain). Sebagaimana kita tau, si beras-beras itu kan memang konon katanya bikin kulit cakep ya (kayak SKII juga kan). Wanginya sih biasa aja, yang pasti ga bau kecoak deh, dijamin. Seperti yang sempet saya mention tadi, jenisnya ada juga yang lain seperti Nourishing (terbuat dari Royal Jelly), dll. Monggo silakan dipilih.

Leivy%20Revitalising%20Shower%20Cream%20Rice%20Bran-600x600

De Crunch Factory – ini adalah restoran agak berbau jepang dan western. Tadinya saya memandang sebelah mata restoran ini karena saya pikir palingan ini resto buat snack-snack ga jelas doang, eh ternyata saya kemakan ucapan sendiri loh. Pas acara birthday lunch di kantor, kita pesen makan dari sini, dan ternyata enaknya bukan kepalang, aselik! Waktu itu saya cobain Grilled Teriyaki Chicken-nya pake nasi (bisa pake’ kentang goreng), dan ya ampun udah porsinya banyak, ayamnya wangi dan enak banget, saladnya juga cakep lagi rasanya. Ini nulisnya aja sampe lidah kelelep sama air liur loh. Terus waktu itu saya cobain lagi Aglio Olio Spaghettinya. Rasanya lumayan, tapi teksturnya agak sedikit oily. Tapi tetep enak lohh.. Terakhir sempet juga cobain Hell’s Chicken-nya, yang ternyata juga enak! Sesuai namanya, si Hell’s Chicken ini bisa dipakein cabe bubuk yang katanya sih superpedasamatsangat. Gatau juga deh, karena waktu itu saya cuma taburin dikit aja. Terus atasan saya sempet juga pesen saladnya, yang ternyata super gede porsinya dan tampangnya ciamik banget, bikin sayang ngabisinnya. Ih demen banget deh.. Harganya sendiri juga ga mahal loh, cuma 30-40 ribuan aja. Sungguh, kalo’ demen makanan beginian, cobain deh, dijamin kaga nyesel. Kalo’ nyesel ya sudah sebodo teuing.. Oh ya lokasinya ada di Plaza Indonesia, di sampingnya Mie Tarik Leikker. Selain itu, saya gatau lagi lokasinya. Google aja dih..

Gambar dari plazaindonesia.com
Gambar dari plazaindonesia.com
Gambar dari foodspotting.com
Gambar dari foodspotting.com

Woku – Masih restoran nih.. resto makanan Sulawesi ini juga aselik sedep dan enak banget. Sebagian besar dia nyediain makanan Manado dan Makassar juga. Jadi ada Panada (kalo’ ga salah inget), es pisang hijau, dll. Saya waktu itu pesen Ayam Woku, Cumi Woku, sama Kangkungnya, dan semuanya enak, pedes lagi, bikin lidah melet-melet ketagihan. Kekurangannya adalah porsinya kecil (paling pas buat makan 2 orang) dan harganya lumayan mahal, satu sayur kecil sekitar 40-60 ribuan. Tapi rasanya pokoknya enak banget deh bikin nagih. Selain di Plaza Indonesia, ni resto juga ada di Plaza Semanggi.

Gambar dari Openrice.com
Gambar dari Openrice.com

SkinzIndo or RuggedSkin something – ini adalah stand kecil tempat kita bisa nempelin gambar ini-itu di HP, Tablet, Notebook or even camera kita. HP-nya pun segala macam bisa loh, mulai dari yang model basic, flip, slide, dll. Demen banget deh jadinya karena gadget kita jadi terlihat cantik dan unik. Gambarnya bisa dipilih sendiri (dari koleksi pribadi) atau bisa juga lihat di album koleksi dia atau di computernya. Sering kan, lihat casing HP di toko-toko tapi mupeng ga bisa beli karena HP-nya ga sesuai atau karena kita ga punya Samsung, Iphone dan sejenisnya? Nah, masalah ini bisa terselesaikan dengan sticker ini. Again, tinggal pilih aja gambar yang kita suka, dan simsalabim, HP kita depan belakang bakal berubah. Lokasi stand-nya yang waktu itu saya datengin adalah di Central Park, di lantai Gramedia, deket toko ChibiLand. Biaya untuk stickerin (full) handphone/gadget lain kalo’ bagian belakang doang adalah 100,000 dan kalo’ depan-belakang 150,000 atau 175,000 gitu, saya lupa. Engko-nya lumayan rapi bikinnya, dan udah memperhitungkan banyak faktor seperti casing (supaya tetep bisa dibuka dengan mudah walaupun tuh gadget udah ditempelin sticker seluruh bodynya), faktor lubang-lubang seperti lubang earphone, lubang charger, lubang idung (eh), ukuran & jenis gadget kita, dll. Terus kalo’ kita mau taruh banyak gambar dan disatuin, dia juga bisa bantu design-in. Jadi overall sih saya cukup puas sama hasilnya. Websitenya ada di http://www.skinzindo.com/

HP Acer saya setelah ditempelin sticker
HP Acer saya setelah ditempelin sticker

Pustaka Kalyana – ini adalah tempat jualan buku/novel/komik-komik tua/lama/oldies. Ih pasti banyak deh yang kangen sama serial-serial Enid Blyton, Goosebumps, komik-komik Marichan, dll. Memang sih banyak juga novel yang sudah dicetak ulang kayak Tintin atau serial Mallory Towers di toko buku, tapi ngedapetin edisi bersampul lama pasti jadi kepuasan sendiri, apalagi buat kolektor. Nah si Pustaka Kalyana ini ada di Plaza Semanggi. Silahkan mampir ke tempat ini, pasti bakal kalap kayak saya. Oh ya website lain untuk dapetin buku lama adalah http://www.almarideki.wordpress.com, bisa dicoba juga, mbak mimin-nya mau loh cariin buku lama yang kita request. Tapi waktu itu saya cari buku The Babysitters Club karangan Ann M. Martin sih gagal di website ini, dan baru berhasil pas main ke Pustaka Kalyana di Plaza Semanggi. Seneng banget bisa ketemu buku lama favorit.

IMG01909-20131225-1636

Sekian sharingnya, semoga bisa ngebantu buat yang tertarik nyobain.

Hari ini saya cobain perpanjang passport dengan daya usaha sendiri alias online alias ga pake calo-caloan, apalagi lewat travel agent. Sebenernya sih sebelumnya udah niat mau pake calo, eh apa daya nomor telepon calonya raib, udah ga ada di phonebook entah mengapa dan bagaimana. Udah book perpanjangan lewat travel agent juga, eh travel agentnya di tengah jalan ‘nyerah’ dengan alasan sekarang perpanjangan passport lewat agent lagi agak dipersulit – ceritanya sih mungkin pemerintah mau meng-encourage orang supaya langsung perpanjang passport sendiri (seperti tindak heroik yang saya lakukan hari ini) sehingga lewat travel agent sekarang prosedurnya dibuat lebih berbelit-belit (gatau bener/ga).

Jadi OK deh saya ngaku, sebenernya saya perpanjang passport sendiri/online adalah karena terpaksa alias keadaan tidak mendukung dan bersahabat seperti disebutkan di atas. Tapi at the end, ga nyesel loh jalanin semuanya sendiri dari awal. Malah ada kepuasan sendiri.

Kira-kira langkah-langkah awal yang saya lakukan :

1. Browsing – saya agak anti nanya, jadi pengennya segala sesuatu serba sendiri termasuk nyaritau cara perpanjang passport sendiri. Kebanyakan website yang saya baca biasanya menginformasikan bahwa kita akan butuh berhari-hari untuk perpanjang passport sendiri alias online : Yang pertama setelah daftar online, kita harus datang ke Kantor Imigrasinya untuk bawa form pendaftaran online tadi + terima jadwal. Kemudian kedua kali harus datang untuk wawancara, foto dll. Terakhir ketiga harus datang lagi untuk ambil passport barunya. Itu pun daftar onlinenya harus scan dokumen-dokumen seperti Akta Lahir dll. Waktu itu saya pikir, ribet juga ya mau ngurus online, terutama in terms of timing yang dibutuhkan, dimana kita tetep aja harus datang berkali-kali which is justru meribetkan banget untuk kuli kantoran seperti saya, apalagi kalo’ jatah cutinya udah minus di awal kuarter 4 ini (tragis). Jangan lupa biaya transport dll. untuk bolak-balik beberapa kali itu. Anyway kemudian ga sengaja saya nemu sebuah website yang bilang bahwa perpanjang passport bisa cuma 1 hari langsung jadi. Baca punya baca, sepertinya ini asli beneran ga pake bolak-balik terlalu banyak, dan websitenya juga agak beda + ga usah scan-scan dokumen seperti website yang biasanya. Setelah baca lebih teliti, ternyata yang 1 hari langsung jadi ini katanya baru bisa di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat (Kemayoran) dan Jakarta Barat (Beos, Mangga Dua). Jadi boleh juga loh kalo’ kalian bikinnya di sini untuk ngejar 1 hari passport jadi.

2. OK jadi kalo’ sudah berpuasa tujuh hari tujuh malam dan sudah memantapkan hati serta decide akan perpanjang di kedua Kantor Imigrasi di atas, silahkan masuk ke website ini : https://onlinedpri.imigrasi.go.id/
• Pilih Pendaftaran Personal (langsung, abaikan login dll)

F2
• Akan masuk ke page baru, isi data sesuai tampilan. Yang jenis passport, isi aja EPassport 48H sesuai default (gatau ini arti/maksudnya apa, kayaknya ini untuk personal deh). Untuk beberapa combo option yang ada anak panahnya, kalo’ ternyata ga bisa di-click silahkan pakai tombol anak panah ke bawah di keyboard untuk menampilkan pilihan/opsinya. Kemudian untuk tanggal, formatnya adalah DD-MM-YYYY (Indonesia). Untuk pemilihan opsi, ini juga mengakomodir bikin passport untuk pertama kalinya (bukan sekedar perpanjang).

F11

 F13

 • Pas tekan button LANJUT, biasanya loadingnya agak lama. Tungguin aja yang sabar, karena kalo’ lo coba-coba pencet lagi, nanti dia akan ke-reset dan minta submit data ulang, itu pun harus pakai email address yang berbeda lagi, karena email address yang sudah pernah dimasukkan ga bisa digunakan lagi. So better agak-agak sabar aja nunggu loadingnya.

3. Setelah isi data di atas, page akan pindah lagi ke data keluarga dan alamat yang harus diisi (maaf ga printscreen ya)

4. Terakhir, akan muncul page untuk pemilihan waktu kedatangan. Biasanya ada tabel yang berisi kuota limit jumlah pendaftar di masing-masing jam dalam seminggu itu. Kalo’ kolomnya kosong atau terblok, ya berarti kuota pendaftarnya di waktu itu sudah habis. Tinggal pilih aja deh kolom waktu yang sesuai.

5. Akan ada notifikasi yang dikirimkan lewat email. Jangan lupa print dokumen yang terlampir di email itu untuk dibawa ke Kantor Imigrasinya.

Hari H Kedatangan dan selanjutnya :

1. Siapkan dokumen sebagai berikut :
* Paspport lama yang asli (+copynya satu lembar)
* Dokumen pendaftaran online (+copynya 2 biji yah jangan lupa karena satu akan diminta pas beli map dan satunya lagi dipake buat disubmit pas pemeriksaan dokumen)
* Copy KTP (+ aslinya juga untuk verifikasi)
* Copy Akta Lahir (+ aslinya juga untuk verifikasi)
* Copy Kartu Keluarga (+ aslinya juga untuk verifikasi)

Kalo’ buat anak :
* Passport lama anak yang asli (+copynya satu lembar)
* Copy Akta Lahir (+ aslinya juga untuk verifikasi)
* Copy Kartu Keluarga (+ aslinya juga untuk verifikasi)
* Copy KTP kedua orang tua dan harus difotokopi dalam lembar yang sama (fotokopi gandeng) (+ aslinya juga untuk diverifikasi)
* Copy passport kedua orang tua dan difotokopi dalam lembar yang sama (fotokopi gandeng) (+ aslinya juga untuk diverifikasi)
* Surat pernyataan orang tua yang dapat diperoleh di koperasi dengan gratis. Harus ditandatangani keduanya di atas materai ya.. Kalo’ ga bawa materai, bisa beli langsung di Koperasi.

Udah sih.. Tadinya untuk saya pribadi, saya udah bawa surat sponsor juga dari perusahaan dll., tapi ternyata ga dibutuhkan.

2. Dateng ke Kantor Imigrasi (iya lah). Waktu itu saya datangnya ke Kemayoran, naik taksi dari Thamrin ke situ Rp 40,000-an. Pulangnya juga segituan. Alamatnya Jl. Merpati Blok B12 No. 3, Kemayoran, Jakarta Pusat. Telepon : (021) 6541209, 6541211. Kalo’ alamat Kantor Imigrasi yang di Beos Mangga Dua : Jl. Pos Kota No. 4, Jakarta Barat. Telepon : (021) 6904795.

3. Sampe’ sana, langsung ke belakang gedung, ke Koperasi, untuk beli map (ini wajib). Sebenernya males banget sih kita dipaksa beli map-nya mereka yang mending kalo bagus atau ada gambar bintang filmnya/dekor cantik-cantik, wong ini cuma map warna kuning biasa. Anyway harganya ajaib loh, cuma Rp 500 aja.. Dari tadinya keberatan beli map sampe’ akhirnya miris hati sendiri. Sungguh takjub dan sempet “Hah?? Lima ratus RUPIAH??” beberapa kali pas si Mbak nyebut harganya.

4. Masukkin semua copy dokumen yang mau disubmit (point 1) ke map yang baru dibeli tadi (jangan masukkin ke dalam celana atau kutang karena pasti ga muat dan dapat menusuk-nusuk kulit tubuh), kemudian bawa ke meja verifikasi di deket pintu masuk sebelah kanan (dalam) untuk diperiksa.

5. Setelah pemeriksaan selesai, naik ke lantai 2 dan satronin Loket Nomor 1, 2 atau 3 di depan tangga. Di situ dokumen akan diperiksa lagi dan dicap-cap something. Masalahnya untuk Loket 1, 2, 3 ini ga ada nomor antrian. Saya juga bingung gimana cara ngantrinya. Tapi pas hari itu sih saya nekat aja langsung terobos ke salah satu loket walaupun yang nunggu di situ lumayan banyak (ih aku kan spesial loh, daftar online).

IMG_20131003_120820

6. Dari situ, kita akan diminta ke lantai bawah lagi untuk mendaftar nomor urut pembayaran di sebuah mesin. Akan ada satu orang petugas di situ yang bantu mendaftarkan.

7. Dari si mesin plus bantuan si petugas, kita akan dapat kertas bertuliskan nomor urut untuk pembayaran.

8. Naik lagi ke lantai 2 (puji syukur ini daritadi hanya bolak-balik lantai 1 & 2 aja, kalo nggak mungkin bisa emosi pingin obrak-abrik satu kantor imigrasi ini – kalo punya nyali) untuk antri pembayaran di Kasir. Perhatikan layar televisi yang terpampang di lantai 2 yang menunjukkan urutan yang dipanggil/current order.

???????????????????????????????

9. Begitu sudah nomor kita, tinggal bayar deh di kasir. Biayanya kemarin itu hanya Rp 255,000 saja. Bandingkan dengan ongkos calo-calo kesayangan kalian, Saudara-Saudara..

IMG_20131003_131552

10. Setelah bayar, tunggu lagi sesuai nomor antrian tadi (dipegang baik-baik ya nomornya) untuk menunggu proses berikutnya yakni proses wawancara.

11. Pas udah dipanggil/ nama kita sudah terpampang di layar televisi lagi, langsung masuk aja ke loket dalam ruangan kaca sesuai nomor loket yang sudah ditentukan.

12. Wawancara deh basa-basi ga jelas dengan petugasnya. Waktu itu saya ngomong ngalur ngidul sama si Mbak, sampe ngomongin contact lense segala, asli maksa banget topiknya. Intinya sih si Mbak berusaha ramah-ramah cari topik, saya juga berusaha seramah mungkin menjawab walau dalam hati udah histeris, “Mbaaak diem lima detik aja bisa ga yah..” Sekalian di sini akan ada cap jari juga.

13. Terus pindah tempat duduk ke sebelah untuk pemeriksaaan data final + foto dan tanda tangan elektronik. Kalo’ fotonya atau tanda tangannya masih jelek, si petugas akan nawarin foto/tanda tangan ulang, baik banget. Untung saya (ga) fotogenik jadi sekali foto langsung tau kira-kira hasilnya bakal gimana dan udah pasrah sehingga ga perlu buang waktu foto ulang. Terakhir dikasih selembar kertas berisi detail data kita.

14. Bawa kertas itu ke Loket Pengambilan Dokumen (di luar ruangan kaca, masih di lantai 2) untuk semacam proses verifikasi (belum bisa ngambil ya karena kan ga langsung jadi). Di situ akan ada cap-capan lagi, dan form tadi akan dipulangin ke kita sebagai pengantar untuk ambil passport baru + form untuk pengambilan passport lama. Biasanya dia akan kasihtau perkiraan tanggal jadi passport barunya. Karena waktu itu saya perginya siang jam 1-an, passport baru akan jadi besokannya jam 3 sorean. Tapi kalo’ perginya pagi, biasanya siang/sore passport bakal udah jadi (cici saya udah pernah). Pengambilan passport bisa diwakilkan oleh anggota keluarga yang satu Kartu Keluarga dengan kita. Tapi kalo’ nggak satu Kartu Keluarga, bisa aja diwakilkan tapi harus ada surat kuasa yang bermaterai.

16. Udah deh, besokannya cici saya ambilin passport baru dan lama saya dengan surat kuasa dari saya. Jadilah passport dalam waktu 1 hari saja.

Nah, mudah kan? Total proses itu hanya dari jam 13.00 sampai 14.05 saja loh, alias cuma 1 jam-an saja. Itu pun siang yang notabene ud lumayan rame, apalagi kalo’ datengnya pagi sekitar jam 8-an, pasti bakal lebih sepi dan lebih cepet. Kebetulan aja pas saya daftar online, jadwal terdekat itu hari Kamis jam 1 siang, jadi akhirnya karena memang mau ASAP prosesnya, saya terpaksa pilih waktu jam 1 siang itu. Tapi jangan lupa, semua proses ini bisa cepat karena saya sudah daftar online dulu. Om-om di samping saya yang ga ngantri online masih harus nunggu berjam-jam lagi dengan tampang udah kayak piring bekas makan nasi padang yang belum dicuci alias udah kucel berantakan ga berbentuk. Itulah keuntungannya daftar online.

Waktu nunggu sih sempet kebat-kebit agak frustrasi juga karena asli yang nunggu banyak banget, sampe berjubel. Deg-degan karena berharap saya yang udah daftar online bisa dapat treatment spesial gitu, so selama nunggu hati saya ga tenang banget, sibuk memandangi sekeliling kiri dan kanan, bak competitor intelligence gitu. Tiap ada yang dateng lagi dan lagi, saya makin depresi karena ngerasa antrian bakal makin panjang. Begitulah orang yang mengharapkan sesuatu alias set high expectation. Untunglah hari itu ekspektasi saya ga dikecewain, karena terbukti status ‘daftar online’ itu canggih banget dan proses bisa langsung instan. Misal nomor urut antri pembayaran, itu nomornya spesial dan cepet banget. Antri wawancara pun nomornya masih sama spesialnya dan cukup cepet. Pokoknya bolehlah pasang tampang agak pongah dikit kalo kita daftar online. Serasa para pejabat penuh arogansi yang punya otoritas dan privilege khusus, HUAHAHHAHA (membahana).

Monggo mari dicoba bikin passport online.

IMG_20131003_120741

 openrice

Beberapa minggu lalu, setelah kira-kira dua tahun, saya diundang gathering lagi oleh Openrice. Jadi membangkitkan sedikit kenangan sih saat saya lagi super rajin nulis review makanan.

Eh pada tau Openrice ga ya? Itu tuh, website tempat kita bisa dapet rekomendasi restoran/makanan di Indonesia. Check deh websitenya http://www.openrice.com. Di sini kita bisa baca review-review dari berbagai restoran, meliputi suasana/atmosfer tempatnya, taste makanan, harga, de-el-el.

Nah, sekitar 2011, waktu Openrice mulai ‘buka’ di Indonesia (kalo’ di negara lain seperti Singapore, HK dll, mereka sudah cukup settle – sudah kayak FB/Twitter dimana web mereka biasanya udah jadi default program di Android dll – gatau sih bener/ga), saya ga sengaja dapat email dari Openrice, yang ngadain program dimana kalo’ kita nulis review 3 restoran dan submit + dimuat di Openrice, kita akan dapet 1 tiket nonton bioskop. Ih siapa yang ga tergoda liat iklan gini? 1. Saya doyan makan 2. Saya doyan nulis 3. Saya doyan nonton, hahaha.. Serasa memancing dan dapat 3 ikan sekaligus. Serasa hattrick. Serasa disodorin emas batangan di depan muka. Serasa.. serasa.. serasa.. Pokoknya serasa keajaiban deh. Kebayang kan waktu itu wajah saya berbinar-binar ceria mendapat peluang ini *kerjap-kerjap haru mengenang moment breakthrough itu.

Openrice Malaysia

Nah trus saya langsung coba nulis tuh. Iseng review pertama cuma review seadanya, ga pake foto apa-apa dan info harga makanannya juga cuma pake perkiraan doang. Eh ga disangka, dimuat! Mungkin karena mereka masih baru kali ya waktu itu, jadi preferencenya lebih ke kuantitas daripada kualitas.

Gara-gara dimuat itu, langsung dong saya ngebut nulis sana-sini, agak ngasal dikit, pokoknya yang penting submit sebanyak mungkin, dan mulailah saya dapet tiket-tiket nonton itu. Ada ga sih kebahagiaan lebih besar lagi dari ini? Huahahaha (ketawa menggelegar). Abis itu saya juga mulai serius submit review lengkap pake foto makanan. Keluarga sampe hafal kebiasaan foto-foto makanan setiap kali kami makan di luar. Pokoknya semua diam dan nurut, ga berani sentuh makanan dulu kalo kamera HP saya belum beraksi. Emang Indonesia banget sih, kerjaannya moto-moto makanan. Tapi waktu itu tujuannya ‘mulia’ loh, demi dapet tiket gratis. Jadi bukan sekedar difoto terus buat dipajang/dipamer-pamerin.

Begitulah, bulan-bulan itu saya bener-bener bergelimpangan tiket bioskop, sampe dapet kalo ga salah 30-an lebih tiket. Kebayang ga sih aktivitas hura-hura saya di bioskop? Seminggu bisa nonton 5x, dan itu GRETONGAN loh, yuhuu (goyang pantat kiri-kanan ikutin irama musik). Trus yang lebih menyenangkan, karena saya superaktif nulis di Openrice waktu itu, saya dinobatkan jadi Best Openricers (secara berkala mereka memilih posisi ini)! Dapet 1 Blackberry deh saya. Seneng kan?

Terus yang menyenangkan lagi dan lagi dan lagi, kadang saya juga diundang ikutan gathering di restoran baru bareng para Openricers lain (biasanya yang diundang itu yang aktif2 nulis), jadi sekalian kenalan juga sama yang lain, dan yang namanya gathering gini tentu aja namanya makan gratis. Waktu itu saya pernah diundang gathering di Hotel Atlet Century Senayan, terus di Kemang, terus dimana lagi ya lupa.. Terakhir diundang di Yumm Thai tuh di Senopati. Asyik kok, ngerasain makanan baru, dengerin owner2nya itu presentasi dan promosi tentang restoran mereka dan menunya, plus abis itu nulis review restorannya juga (ini ‘bayarannya’ dari makan gratis tadi :p). Pokoknya kayak test-food gitu. Serasa jadi kritikus makanan.

Omo%20web%20resolution%20copy

Pernah juga ada yang baca review saya, terus dia suka dan dia ngundang saya dan partner untuk makan di restoran milik dia (+ mereview tentunya). Itu loh, Omo Chicken (waktu itu di Gandaria City – www.omochicken.com). Seneng dan bangga banget rasanya. Keluarga besar juga sampe geleng-geleng campur surprise juga ngeliat karir nulis review makanan saya.

Oh ya pernah juga tau-tau Openrice ngirim permintaan maaf ke saya. Saya pikir ini apaan sih? Baca punya baca, ternyata ada seorang Openricer lain yang plagiat dan copy paste review-review saya dan submit ke website lain! Ga nyangka banget, saya berasa kayak artis gitu dicopycat-copycat orang. Ga lama kemudian orangnya sendiri kirim email minta maaf ke saya plus nawarin tiket gratisan yang pernah dia terima ke saya. Saya sih maaf2in aja, orang yang ada saya malah bangga kok hihhihi.. Cuma ya tawaran tiketnya saya kaga ambil, gengsi ah. Si plagiat ini juga ternyata pernah ketemu sama saya pas gathering Openrice.

Sekali itu saya juga pernah dikontak sama Openrice, disuruh isi beberapa pertanyaan by email, terus ternyata masuk ke suatu rubrik di majalah mereka. Aaaah seleb banget deh saya! Wkwkwk..

logo_detikfood

Saya juga kadang suka kirim artikel ke Detik Food, dan dua kali dimuat loh.. Waktu itu saya dapet hadiah voucher makan di Black Cat di Arcadia Senayan sama voucher makan di Food Hall Restaurant (ini beberapa paragraf isinya ajang pamer semua ya, bikin pingin sentil sepenuh jiwa raga ga si? :D)

Nah setelah itu saya masih aktif nulis tuh di Openrice, dan makin banyak juga Openricer lain yang nulis. Kompetisi juga makin ketat, hadiah tiket udah ga ada. Sekarang lomba banyak-banyakkan nulis. Jujur waktu itu saya agak ‘kecewa’ juga sih, karena demi ngejar hadiah, semua nulisnya ‘ngasal’ banget. Bayangin, ada review Seven Eleven, si reviewer ini cuma moto Seven Elevennya dari seberang jalan, itupun burem dan ketutupan mobil-mobil, dan isi reviewnya kira-kira cuma “Seven Evelen menjual banyak makanan.. Semuanya cukup lengkap, harga cukup bersaing.. Ada juga tempat nongkrongnya.. Pokoknya TOP deh Seven Eleven!” trus kasih score sana-sini sesuai template review scoringnya Openrice. Dan yang lebih parah, review ini diaplikasikan ke semua cabang Seven Eleven!!! Which is dia submit berbelas-belas review dengan isi sama persis, cuma saja untuk Seven Eleven cabang berbeda!! Ih najong biang gengges banget ga sih, hanya demi mencapai kuota jumlah review dan dapat hadiah, dan ‘resenya’ review sampah semacam ini selalu dimuat Openrice!

Lama-lama saya kan keki dan kecewa juga. Kecewanya serasa karyawan yang dijanjiin naik gaji tapi ga naik2 (aaaww). Atau kayak ud nyapu rumah bersih2, eh nyokap dan geng arisan kesayangannya lenggak-lenggok jalan nyusurin ruangan rumah dengan sepatu berlumpur sambil ketawa-ketawa ala emak-emak tanpa rasa bersalah. Intinya, saya aja sengasal-ngasalnya, tetep aja selalu lengkap dan niat kalo nulis review. Ga pernah separah (atau securang) review di atas itu. Demikianlah background kemunduran saya dari Openrice, sampai sekarang dimana saya udah ga pernah aktif nulis lagi di sana walaupun saya masih dong demen makan, nulis dan nonton (eh ada kaga yang mau ngasih saya tiket gratis lagi kayak Openrice? Lalalalalalala.. yuk, yuk, kasih yuk..).

Itulah sejarah saya nulis makanan. Saya sendiri sih pribadi ngerasa saya ga begitu ahli review makanan. Banyak terms dan istilah culinary yang saya ga gitu familiar secara backgroundnya memang ga di situ, sehingga kadang susah untuk mendeskripsikan bentuk dan rasa makanan yang dimakan. Saya juga ga demen masak, apalagi ngendon di dapur bantu Nyokap masak, super boro-boro deh. Jadi banyak bahan makanan yang saya gatau (lebih tepatnya ‘buta’), sehingga kadang kalo nyantap suatu makanan, saya sering bingung deskripsiin isi/bahan makanan tersebut. Rasanya enak, tapi bingung ngejabarin ini terbuat dari apaan aja sih? Tau bahwa rasanya asem manis, tapi ini terbuat dari apa ya (blank)? Gitu deh susahnya.. Wong jahe aja sering saya kira bakso ikan atau isi ayam.

Trus untuk mendeskripsikan ruangan/restorannya sendiri juga saya kurang jago di terms/istilah arsitektur/gaya ruangan. Beda banget kalo baca review professional dimana isinya sangat konstekstual dan kaya akan istilah (baik istilah makanan maupun arsitektur). Jadi kayaknya saya kurang strong untuk ngereview makanan. Lebih jago sapubersih makanan (my pleasure).

Nah kemarin itu sempet baca-baca lagi review saya di Openrice, ih tulisan saya 2 tahun lalu cupu juga ya 😀 Gambarnya juga masih pake HP biasa, jelek dan burem banget, ga menarik. Tapi gitu-gitu itu usaha banget tuh, karena harus makan di luar terus (bikin kantong bobol juga), nyobain makanan baru, foto-foto, nulis, upload de-el-el. Kagum juga sama diri sendiri, kok dulu saya jagoan juga ya? (tangan tolak pinggang, natap langit dengan pandangan nanar)

Buat yang punya hobi nulis dan makan, silahkan join di Openrice. Mereka banyak banget program dan hadiahnya, dan semuanya menarik. Modalnya cuma rajin makan dan nulis aja, dan saya yakin setelah 2 tahun ini pasti mereka sudah banyak perubahan dan perbaikan terutama dari sisi kualitas review yang dimuat.

Ini profile saya nih di Openrice : http://id.openrice.com/gourmet/userdetail.htm?userid=7441

Sekedar berbagi info bagi para pengidap miopia maupun silinder, semoga info berikut bisa berguna.

Mungkin banyak yang gatau kalo mata saya tergolong langka karena punya minus sangat tinggi. Seinget saya, terakhir saya cek beberapa tahun lalu, minus saya ud nyampe 20-an. Kaget kan? Kaget kan? Untuk di LASIK pun saat ini mata saya belum memungkinkan karena syaraf matanya agak nyentrik alias lain daripada yang lain. Semoga teknologi di masa depan bisa mengakomodir kelainan mata saya ini.

Saya juga gatau darimana asal muasalnya, yang pasti pas TK ibu guru manggil mama saya karena saya ga pernah mau perhatiin segala sesuatu yang ditulis di papan tulis. Plus kalo jalan, saya sering banget nabrak pintu kaca, mulai dari sekolah sampai di mall. Kasian banget ya..

Karena curiga ada sesuatu yang ga beres dengan mata saya, diperiksakanlah saya ke dokter mata, dan ternyata beneran saya ud punya minus cukup tinggi saat itu untuk ukuran anak TK. Minusnya juga gatau asalnya darimana, katanya sih genetik. Aneh juga, padahal mama saya kayaknya sehat-sehat aja saat mengandung saya. Anyway pokoknya habis itu mulailah penderitaan saya dimana saya harus pake kacamata yang cukup tebal dan berat. Kalo’ pada inget film Carousel di jaman dulu itu, saya dijuluki si Valerie hihihi.. Kalo buka kacamata, saya beneran hampir ga keliatan apapun, semua samar-samar aja.

Kemudian di SMP, cici saya married, dan karena cici saya juga berkacamata, dia rencana mau pake contact lense untuk hari pernikahannya. Entah gimana dia bisa dapat rujukan untuk menggunakan Hard Lense, bukan Soft Lense. Waktu itu karena saya jadi pengiring pengantin (seinget saya), tau-tau cici saya nawarin juga untuk saya ikutan pake Hard Lense. Saya sih mau-mau aja secara saya bisa bebas dari kacamata yang tebel ini.

Nah mengenai karakteristik Hard Lense, berikut point-pointnya :

1. Hard Lense ini, sesuai namanya, adalah contact lense yang terbuat dari kaca. Jadi memang dia totally different dari Soft Lense yang empuk-empuk dari plastik gitu. Bentuknya bulat dan warnanya agak biru.

HardLense

2. Dilihat dari sisi ukuran, Hard Lense juga lebih kecil, hanya seukuran bola mata saja (yang hitam), jadi secara pemakaian sebenarnya lebih mudah masukkin Hard Lense ke mata ketimbang Soft Lense yang secara size lebih gede

3. Hard Lense bisa mengcover silinder

4. Hard Lense katanya lebih bagus untuk peredaran darah mata dan bisa mengurangi minus (kalo dalam case saya karena minusnya udah dalem banget, sepertinya advantage ini ga bisa diitung deh).

5. Hard Lense bisa dipakai dalam jangka waktu tahunan. Contohnya saya, saya sudah pake Hard Lense selama kurang lebih 15 tahun sampai saat ini tanpa pernah ganti (kecuali karena hilang). Pokoknya asal maintainnya bagus, Hard Lense ini awet dan tahan lama kok. Pernah ada yang pake sampe 28 tahun.

HL

Nah balik ke cerita, mulailah penderitaan saya kemudian, dimana sebulan-dua bulan pertama saya harus melalui masa penyesuaian memakai Hard Lense. Asli ‘nyakitin’ banget karena setiap hari mata saya harus kesakitan dan harus terus berlinang air mata saking sakitnya. Namanya mata dimasukkin suatu benda dari kaca, kebayang dong sakitnya kayak apa? Sampe sempet loh saya mau nyerah di tengah-tengah. Mendingan ga usah pake gini-ginian deh, udah biarin pake kacamata aja. Untung akhirnya saya bisa survive juga.

Penyesuaian ini juga berlangsung secara bertahap dan ada programnya. Hari pertama, pakai Hard Lense setengah jam. Hari kedua satu jam, dan begitu seterusnya sampai nanti di minggu-minggu kedua atau ketiga, kita sudah full day harus pake Hard Lensenya. Ga boleh bolong ‘latihannya’ karena kalau bolong, kita harus mulai dari awal lagi. Bener-bener ini masa ospek untuk mata saya.

Sebelum mulai masa latihan, bahkan saya nekad latihan memegang bola mata dengan jari. Setelah berkali-kali coba dan terus gagal karena mata terus berkedip (refleks otomatis dari mata ketika ada benda ‘mencoba’ masuk), akhirnya someday saya berhasil menyentuh bola mata dengan jari tanpa berkedip (hebat kan :p), yang sampe sekarang tetep bisa saya lakukan. Sekarang kalau ngelihat mata saya, pasti keliahatan ada pendar bulat di sekeliling bola mata saya. Itulah Hard Lensenya.

Setelah masa pencobaan selesai, mulailah saya biasa pakai Hard Lense. Hard Lense ini punya dua komponen wajib, yakni sabun dan lem. Saat mau memasang Hard Lense, Hard Lense harus dibersihkan dengan sabun. Setelah itu dibilas dengan air matang, kemudian harus diberi lem untuk dipasang di mata, supaya selalu terjaga tingkat kelembabannya. Saat mau copot, kita biasanya menggunakan pipet. Tinggal tempelkan pipet ke mata, dan Hard Lense akan otomatis tersedot di pipet. Copotin deh Hard Lense dari pipet, kemudian bilas dengan sabun lagi, dan taruh di tempatnya. Itu kira-kira untuk prosedur pemakaian atau pencopotan Hard Lense.

Selain dengan pipet, bisa juga mencopot langsung Hard Lense dengan tangan, tapi tentu saja lebih susah, karena harus ‘mengorek’ Hard Lense dari mata. Cara lain adalah dengan merendam mata dalam air sambil mengedip-ngedipkan mata, sampai Hard Lense copot sendiri.

Pipet

Untuk sabun dan lemnya, kita bisa beli di Klinik Lensa Mata (kontaknya nanti saya jelasin di bawah). Biasanya biar lebih murah, saya beli di Singapore, karena banyak dijual secara komersil di Watson dll, which is ga dijual di Indonesia.

boston_cleaner_30ml

Nah sehari-harinya sampai sekarang yang harus dijaga adalah kuku harus pendek, supaya pada saat mencuci Hard Lense, permukaan lensa tidak tergores. Kemudian setiap hari lensa harus dicopot (ga boleh pake terus) karena mata juga perlu bernapas. Saat menggunakan Hard Lense, kita juga tidak boleh pake obat mata, karena kristal yang ada di obat mata bisa menghimpit Hard Lense di mata. Banyak kan pantangannya? 🙂

Sehari-hari juga karena saya naik bus, challenge saya lebih besar lagi, karena kalo’ ada debu masuk ke mata, sakitnya bisa luar biasa, bisa sampe nangis-nangis ga henti saking sakitnya. Jangan heran makanya kalo tau2 saya kucek-kucek mata dan mulai menangis. Itu pemandangan biasa di keluarga saya. Mestinya sih saya pake kacamata tanpa minus sebagai pelindung dari debu sekaligus antisipasi biar ga kesenggol tangan dll (bisa jatuh Hard Lensenya), tapi kadang saya suka malas sih. Waktu outing di Bali, ada angin berhembus kenceng dan masuklah pasir ke mata saya. Wadoooow sakitnya ga ketulungan, dan terus menangislah saya sepanjang acara outing itu. Hard Lensenya ga bisa dicopotin juga, secara kalo nyopotin Hard Lensenya, terus tuh Hard Lense mau ditaruh dimana? Itu kan kaca, jadi ga bisa sembarang taruh juga. Terus kalopun dicopotin, terus saya ngeliatnya gimana? Buta dong? Hehe.. Ribet yah :p

HL2

Nah karena Hard Lense ini terbuat dari kaca, hati-hati juga karena kalo’ jatuh dia bisa pecah. Saya sendiri jujur cukup sering jatuhin Hard Lense, tapi untunglah sampai saat ini masih bertahan. Tapi saya pernah 2x hilangin Hard Lense 😦 Pertama pas di eskalator GI, mata saya kesenggol tangan mantan saya secara ga sengaja, akhirnya Hard Lensenya copot dari mata kiri saya (sebelah), jatuh dan ga ketemu. Waktu itu kita sampe berhentiin eskalator (suruh petugasnya) dan sampe nyariin ke sela-sela eskalator sampe ditontonin orang banyak, tapi ga berhasil ketemu. Nyesek banget rasanya waktu itu. Terpaksa bikin lagi.

Kedua kali adalah pas di Taiwan, dan saya lagi nyuci Hard Lense saya di Wastafel, terus kepeleset dari tangan saya dan sukses nyebur ke lubang wastafel. Masalahnya waktu itu airnya lagi mengalir, jadi bisa dipastikan Hard Lensenya langsung hilang tersedot. Tapi saking desperatenya, saya waktu itu sampe panggil orang Hotelnya (untung Mama saya bisa bahasa Mandarin), dan teknisinya sampe copotin pipa-pipa wastafelnya untuk nyari Hard Lense saya (ih asli itu pipa isinya jorokkkk banget) tapi ya sudah pasti ga ketemu. Jadilah di 2 hari terakhir tour itu saya pake kacamata, which is sangat berat dan bikin tulang kuping saya sakit sampe sakit kepala (resiko minus tinggi, kacamatanya pasti super tebel). Pengen juga sih nekat pake Hard Lense sebelah saja, tapi bisa kan kamu bayangin, sebelah mata normal, sebelah mata lagi ‘buta’ (saking tinggi minusnya)? Jadi daripada saya pusing dan mata saya juga tambah rusak karena diforsir melihat hanya dengan 1 mata, akhirnya ya sudah no choice selain pake kacamata. Begitu pulang Jakarta, bikin lagi deh sebelah Hard Lense itu.

Harga Hard Lense sendiri karena memang lebih permanen dan lebih awet tentu lebih mahal dari Soft Lense. Satu bijinya harganya sekitar 1,5 – 2 juta. Kalo sepasang berarti around 3 – 4 juta. Buat yang tertarik mau pesen Hard Lense, bisa telepon ke : 021-390 8884. Klinik Lensa Mata ini ada di Plaza Adorama di Menteng (di sebelahnya Satay Khas Senayan). Di sini ada dokternya juga, tinggal janjian aja sesuai jadwal dokternya. Setau saya namanya Dokter Yudowati.

Dari Klinik ini, orderan akan dioper lagi ke Lab mereka di Bandung, namanya Inned, dan takes time bikinnya sekitar 3 hari sampai seminggu, kecuali kalo kita mau ngambil langsung ke Lab nya di Bandung itu. Untuk pembuatan, yang pasti pertama kali pasti minus/silinder mata kita akan diukur, termasuk kelengkungan bola mata kita, supaya Hard Lensenya nanti ‘klop’ pas dipasang di mata. Jadi memang customize banget. Hard Lense juga bisa digunakan oleh anak kecil, tapi pasti upaya penyesuaian/latihannya agak sangat challenging karena (seperti yang saya cerita tadi) bakalan menyakitkan mata.

Untuk perawatan, klinik ini juga menerima proses pembersihan Hard Lense (secara berkala alangkah baiknya kalo kita service Hard Lense kita supaya permukaannya dipoles dan dibersihin dari kotoran-kotoran dan guratan kuku). Tentu saja Hard Lensenya sendiri harus dioper lagi ke lab di Bandung itu, dan kita harus pake surat pengantar yang hanya bisa didapat dari Kilinik Lensa Mata di Plaza Adorama itu.

Untuk pembuatan Hard Lense, saya belum tau lagi klinik/lab lain yang bisa membuat Hard Lense ini. Yang pasti Optik Melawai, Optik Tunggal dll itu sih ga menyediakan service pembuatan Hard Lense (saya pernah tanya).

So monggo dianalisa kebutuhannya, apakah lebih prefer pake Soft Lense atau Hard Lense 🙂


Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,714 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Sumprit this is so good! #chickenkaraagesambelkecombrang @morningvillejkt
.
#morningville
#chickenkaraage 
#kecombrang
#eatery
#coffee
#food
#cafe
#restaurant
#culinary
#wisatakuliner My strength and booster
.
#aimee
#aimeelynn
#daughter
#ilusm Fell in love with the name first, followed by the food. New place in Wahid Hasyim, Tanah Abang. Nice place, good food, small portion, a bit pricy but very recommended! @pardonmyfrench.jkt
.
*brb, need to go to Mcdonald
.
#pardonmyfrench
#pardonmyfrenchjakarta
#review
#restaurant
#cafe
#lunch Can u believe it? The traffic was mad. Lady Ai2 was sleeping aaand.. I opened the app and playin' this again the whole time from Jelambar to Karet! I know it's pretty embarassing but 8 new monsters caught in 40' and they're super cute. No regret! I really miss the euphoria!
.
#pokemon
#game Felt so yellow here. Somehow don't really feel like homey.
.
#cafemilano
#caffemilano
#gi
#coffee With Aimee and Kuku @ye_23ly 😎
.
#aimee
#aimeelynn
#family 
#temukangen
#greyhound 
#gi Selalu berjodoh dengan tempat ini. 3rd time in a month
.
#greyhound 
#gi
#coffee
#mangostickyrice Ayam tulang lunak 🍗🍗
.
#ayamtulanglunak
#hayamwuruk
#greenville
#lunch
#food Natural disaster is my kind of movie
.
#geostorm
#movie
#fridaynite
#cinemaz
#cineplex
#grandparagon Kids mode ini kece banget! I've been Samsung loyal customer but never realized of this feature before.
.
#baruexplore
#samsung Yummy!!
.
#cassis
#cassiskitchen
#marshmallow
#gulali
#food
#instafood Tutor Time trial
.
#tutortime
#pluit
#aimee
#aimeelynn 
#preschool
#toddler
@tutortimepluit Topic of the day : Anak n cruise 😁
.
#reunion
#greyhound
#aciauvinnie
#friends Come back here because this is lumayan enak
.
#gopek
#gi
#indonesian
#restaurant
#lunch Situation : classic place plus little playground in the form of pirates ship. Usually rame and sering di-reserved buat acara so better call first before you come
.
#harlequinbistro 
#kemang
#restaurant
#classical
#cafe Nice place tapi banyak nyamuk
.
#harlequinbistro
#kemang
#restaurant
#cafe
#breakfast
#classic Freak out of bubbles 🤣
.
#littlejack
#trial
#aimeelynn
#emporium
#bubbles Closest comparison with be with #magal. Side dish perspective I'd prefer Magal but the rest, @seoseogalbi_id is the champion. Nice and quite spacious place, friendly waitress, super juicy pork belly and of course their superb Seo Seo Galbi. Suka!
.
#seoseogalbi
#korean
#koreanbbq
#pik
#food
#instafood #zoomov time! Anak ini tegang banget tiap nyobain mainan baru 🤣
.
#aimee
#aimeelynn
#daughter
#kids
#kidsplay Just can't resist their mango flavor cheese cake
.
@chizukek
#cheesecake
#somplak
#chizukek
#mango
#mangocheesecake

Blog Stats

  • 460,161 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2017
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: