Fanny Wiriaatmadja

Archive for the ‘Food/Place’ Category

Just want to share list cemilan favorite yang lagi sering dibeli/ dipesan belakangan ini, terkait derajat kapasitas makan yang semakin bertambah hari demi hari :

* Pastel Wawa
Pastel ini ada di daaerah Muara Karang. Alamatnya : Jl Muara Karang Blok BB 5 Timur No 7, Jakarta Utara. Patokannya Super Indo, supermarket yang lambangnya kayak anjing Ceberus di Harry Potter. Pastelnya sebenernya biasa aja sih, ga special-special banget, layaknya pastel lain di dunia ini, tapi sambal kacangnya itu mantep banget dan bikin nagih. Kalo’ bisa saya sih pengen cuma makan sambelnya doang, ga pake’ pastelnya (boong ding). Ukuran pastelnya sendiri juga sedeng-sedeng aja, tapi harganya luar biasa, Rp 11,000/piece. Biasanya saya cuma beli pastel ini kalo’ lagi kaya dan berkelimpahan abis gajian. Kalo’ mau pesen mending telepon dulu sebelumnya. Saya pernah datang ke gerainya di Muara Karang itu, dan box berisi pastel itu bertebaran di mana-mana alias yang mesen kayaknya buanyak banget. Sepertinya harga ga jadi masalah buat banyak orang di Jakarta yang seringkali mengeluhkan kenaikan BBM.

20151027130554

* Risol Sotoria
Mungkin sebagian besar pernah tahu Kedai Ria yang menjual soto di deket gedung BNI 46 dan jadi favorite para karyawan yang kerja di daerah situ. Terakhir lokasinya pindah ke Karet Belakang. Alamat lengkapnya :

Jl. Karet Pasar Baru Timur IV / 27 – Karet Kubur – Jakarta Pusat
( Samping Apartemen Sudirman Park / London School )
Telp. : 0816 1960 071
021 9326 2271

Website : http://kedairia.blogspot.se/

Kata orang, sotonya enak banget, walaupun pas saya makan, saya ngerasa biasa aja, malah cenderung kurang enak karena dagingnya menurut saya keras, entah gigi saya yang lapuk dan bapuk atau memang dagingnya bermasalah. Tapi yang pasti, risol jualan mereka itu bikin nagih banget. Modelnya risol smoked beef dengan saus mayonaise, dan di dalamnya udah built-in pake saus tomat yang rasanya pedes. Jadi isinya itu agak basah, ga kering seperti risol mayonaise pada umumnya. Ukurannya juga gede dan lumayan nampol, dan walaupun kedai ini cukup sederhana dan letaknya agak di pinggiran, tampilan risolnya tetep representatif kok dan kayak risol mahal gitu (padahal saya juga gatau sih risol mahal kayak apa). Harganya Rp 6,000/pieces. Pesen siang, sampe sore/malem biasanya rasa dan teksturnya masih enak tanpa harus diangetin. Kalo’ males nyari tempatnya, silahkan pake Gojek, feature Go-Food, dengan nama Kedai Ria. Jangan lupa telepon dulu u/ make sure risolnya masih ada karena biasanya cepet banget abis.

* Dough Darlings
Donat yang satu ini lumayan enak. Teksturnya lembut banget dan variasi rasanya super menarik. Setahu saya di Jakarta ini jualannya masih online. Silahkan cek website mereka di http://www.doughdarlings.com/ dimana kita bisa lihat jadwal penjualan donat mereka dan gambar-gambar donat yang nerbitin selera banget, plus nama-nama yang keren. Saya aja cari nama anak susah dan lama banget, ini nama-nama donat kayaknya jauh lebih keren daripada nama calon anak saya nanti Cek juga deh Instagram mereka @doughdarlings.

Waktu awal mereka baru ‘buka’, saya sempet kecewa karena jam pengantarannya sangat ngaret, sampai di suatu hari Jumat saya harus nunggu mereka datang sampai jam 6.30 malam di kantor. Tapi saya yakin sekarang pasti service mereka lebih baik. Berikut saya capture product di website mereka.

Dough1

* Creamy Comfort
Cemilan yang satu ini adalah salah satu favorite saya walaupun harganya ga bisa dibilang murah. Website mereka bisa dilihat di http://www.creamycomfort.com dan Instagram mereka di @creamycomfort. Jadi sebenernya cemilan ini lebih kayak kombinasi puding+cake+agar gitu sih yang disusun dalam komposisi berlapis sedemikian rupa dalam sebuah gelas/jar sehingga rasanya jadi enak banget. Variasi yang berbeda, komponennya bisa beda juga, jadi jujur saya bingung menentukan jenis productnya. Yang pasti rasanya enak dan unik. Ada Black Russian, Banoffee, English Triffle, dan nama-nama menarik lainnya. Komponennya bisa terdiri dari Coffee, Oreo, Baileys, Tiramitsu, Green Tea, dan masih banyak lagi. Tinggal pilih aja. Salah satu favorite saya adalah Banoffee. Kontak mereka bisa dilakukan via nomor ini +62816 186 8060 atau email creamycomfort@gmail.com. Anyway mereka juga buka cafe di daerah Kerobokan, Bali.

Berikut saya capture product di website mereka. Dijamin bingung deh menentukan mau pesan rasa apa.

Creamy

* Kue Ijo (Fin’s Recipe)
Biasanya saya bukan penggemar kue tradisional, tapi kue yang satu ini lumayan bikin kangen. Sesuai namanya, kuenya berwarna hijau, dalam packaging yang cute sekaligus elegan. Makannya dengan taburan bumbu kelapa yang rasanya nikmat banget sampe’ udah mau abis pun masih pingin jilatin kelapanya (jangan ditiru). Karena ga pake’ pengawet, mereka cuma tahan beberapa hari aja, which is a good value for me. Saat ini, mereka buka gerainya di Jl. Pantai Indah Selatan, Ruko Elang Laut Blok B16 – Pantai Indah Kapuk. Jakarta Utara, dan bisa dihubungi via nomor 0857 7071 7273. Kabarnya juga mereka udah buka di Food Hall Plaza Indonesia, so silahkan dicek.

Berikut juga capture-an dari website mereka :

KueIjo

* Nasi Kucing – Gerobak Betawi
Ini sih makanan jadul di restoran yang juga udah lama cukup populer, Gerobak Betawi. Salah satu cabangnya adalah di Green Ville dan Pantai Indah Kapuk (PIK). Di restoran ini, selain makanan Indonesia seperti Gado-Gado, Ketoprak, Soto, Mie Nyemek dll., ada juga Nasi Kucing yang bikin nagih. Porsinya sangat kecil, 3-4 caplok bisa habis untuk orang tamak. Pilihan rasanya ada ayam, cumi, peda, teri (kalo’ ga salah), dan yang pasti rasanya pedas nikmat. Satu porsi harganya Rp 6,000. Note aja bahwa sebagian besar Nasi Kucingnya mengandung petai, kecuali Nasi Kucing Ayam. Jadi bisa dibilang Nasi Kucing itu terdiri dari nasi, cabe, serta suwiran/ daging ayam/cumi/peda/teri. Pokoknya selalu bikin nagih, walaupun kadang teksturnya agak oily dan perut saya kadang ga bisa mencerna rasa pedasnya yang cukup tajam dengan baik sehingga pulang-pulang selalu mulas boker-boker. Tapi percayalah itu bukan karena makanannya kotor atau semacam itu, tapi karena perut saya yang tidak kooperatif.

Website Gerobak Betawi : http://www.gerobakbetawi.com/
Alamat gerai Gerobak Betawi :
Gerobak Betawi
Taman Ratu
Jl. Taman Ratu indah Blok BB1 No. 1D-E
Telepon: (021) 5698-0648

Gerobak Betawi
Pantai Indah Kapuk
Ruko Cordoba Blok F No 15
Bukit Golf Mediterania
Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara

Gambar Diambil Dari www.pesona.co.id

Gambar Diambil Dari http://www.pesona.co.id

* Poponest – Bird Nest
Gara-gara hamil, saya jadi rajin konsumsi sarang burung yang satu ini biarpun gatau beneran berkhasiat atau nggak. Instagram mereka bisa dicek di @poponest. Mereka punya beragam rasa dan ukuran, termasuk opsi packaging yang cantik banget yang bisa dijadikan alternatif hadiah or kado untuk orang lain (saya pribadi juga terbuka menerima hadiah ini kok). Biasanya saya pesan yang ukuran kecil sebanyak 5 porsi @ Rp 68,000. Kalau pesan 5 porsi, order fee-nya gratis, ke alamat mana saja. Biasanya satu cup sarang burung ini akan dilengkapi dengan cup kecil gula pandan. Lokasi mereka di Kelapa Gading dan silahkan dikontak ke nomor +62 812-9029-0816 untuk pemesanan. Responsenya dijamin cepet.

IMG_20151002_193744

* Pisang Goreng Madu Bu Nanik
Gara-gara sesi katekisasi di Tanjung Duren dimana snacknya adalah pisang goreng madu ini, saya jadi lumayan ketagihan, walaupun sekarang sih bisa dibilang udah bosen :p Sesuai pisang goreng madu pada umumnya, warna pisangnya agak hitam, jadi sedikit beda dengan pisang goreng pontianak yang biasa dijual dan bertebaran pasaran di daerah Tanjung Duren. Harganya kalo’ ga salah Rp 5,000 atau 6,000/piece. Silahkan langsung datang ke toko mereka di Jl. Tanjung Duren Raya No. 67 dan nomor telepon (021) 92828900 atau (021) 70777900. Selain pisang goreng madu, mereka juga menjual beragam pisang lain serta cemilan seperti keripik dan minuman seperti Thai Ice Tea (yang rasanya juga seger bin enak dan lumayan recommended!)

* Bacang Mini Cemara (Medan)
Bacang yang satu ini adalah makanan khas Medan, yang namanya mengambil nama lokasi tokonya, yakni Perumahan Cemara di kota Medan. Silahkan dikontak nomor telepon (061)77439111 atau (061) 6642759 atau 0821 6661 6662. Bacangnya asli enak banget, dengan isi daging plus telur dan cabe rawit. Sesuai namanya, ukurannya memang mini; sekali caplok habis. Biasanya dalam kondisi normal saya bisa makan 10-15 biji saking enaknya. Kemudian karena pesannya langsung dari Medan, better pesen dari jauh-jauh hari. Biasanya paling cepet pemesanan takes time 1 atau 2 hari. Kalau pesan untuk daerah Jakarta Utara biasanya ongkos kirimnya lebih murah. Harganya saya agak lupa, kalo’ ga salah Rp 6,000 – 8,000/piecesnya, tapi sangat worth it kok. Oh ya jangan lupa kalau makanan yang satu ini tidak halal.

IMG_20150701_175923

* Warung Nasi Babi Bu Ayu
Errr ini bukan cemilan sih ya, tapi saya masukkin aja deh.. Sempet ngidam nasi babi ala Bali model Dobiel dan Malen, dan coba google berhari-hari, akhirnya saya cuma bisa ‘puas’ dengan nasi babi Bu Ayu ini, secara resto sejenis ini di Pluit dan Kelapa Gading sudah tutup semua. Alamatnya di Komplek Pura Adityajaya Rawamangun – Jl. Daksinapati Raya 10, Jakarta Timur. Nomor teleponnya (021) 478 669 63. Jadi Nasi Babi Bu Ayu ini adalah salah satu kedai yang buka di dalam pura, yang biasanya ramai oleh para pengunjung yang baru selesai beribadah. Daripada saya pusing nyari lokasinya, saya prefer pesen via Gojek, menggunakan fitur Go-Shopping mereka karena setahu saya kedai ini belum terdaftar di Go-Food. Pas datang, porsi, harga dan rasanya tidak mengecewakan sih. Kalau ga salah harganya masih di bawah Rp 30 ribu kok. Soal rasa tentunya beda dengan Nasi Babi Dobiel atau Malen favorite saya di Bali, tapi at least nasi babi ini cukup mengobati kekangenan saya.

Hari Sabtu Minggu, mereka punya babi guling Australia, sedikit beda dengan standard di weekdays, jadi saya selalu pesen di hari Sabtu atau Minggu pagi hari jam 10-an, saat mereka mulai buka. Selain nasi ini, mereka juga menjual cemilan-cemilan ala Bali.

IMG_20150823_091432

* The Halal Boys

Kalo’ suka makanan timur tengah or kambing or bryani or sejenisnya, pasti bakal suka dengan makanan ini. Setau saya, Halal Boys ini inspirasinya dari The Halal Guys di USA, dimana makanan ini cukup booming di sana. Nah kemudian bukalah di sini dengan sedikit modifikasi nama dari Guys menjadi Boys – menunjukkan derajat senioritas dan kerendahan hati, dan ternyata booming juga. Jadi intinya ni cup isinya nasi model bryani ditambah daging yang porsinya lumayan murah hati plus selada, terus disiram saus model mayo gitu. Bisa pilih jenis daging yang dimau; ayam, kambing atau campur. Waktu itu saya pesan mix alias campur. Bumbunya sendiri cukup pedas dan porsinya lumayan banyak menurut saya. Harganya lupa, either Rp 55,000 or 65,000. Makan sekali, saya ketagihan. Makan dua kali, saya agak eneg, jadi setelah itu saya ga pernah pesen lagi :p

Alamatnya : Jalan Hang Lekir II No. 4, Jakarta 12290, nomor telepon +62 21 7230094 begin_of_the_skype_highlighting 

IMG_20150730_163737

Demikian sekilas list makanan di tengah siang hari bolong ini, semoga bisa melelehkan iler dan menerbitan inspirasi penyemangat perut.

Advertisements

Makanan India/Arab/Middle-East itu punya nilai eksotisnya sendiri, bukan sekedar dari sisi style/ ‘gegayaan’-nya belaka, tapi nilai eksotis dari sisi rasa yang authentic dan orisinil, terutama dari paduan rempah dan bumbu yang kuat dan berani.

Biasanya kalo’ lagi pingin makanan model begini, saya bakal pergi ke Semmy Curry (ada di Pacific Place dan Setia Budi, seinget saya) atau Martabak Har di bilangan Hayam Wuruk. Sekarang – senangnya – dapet lagi tambahan 1 resto, yakni Al-Jazeerah. Dari namanya aja udah ketahuan banget ya model makanannya.

Lokasinya cukup gampang di Cikini, tinggal cari Taman Ismail Marzuki di sebelah kiri, jalan terus sampai ketemu satu belokan ke kiri, nah beloklah ke kiri itu, karena apalah gunanya saya kasihtahu ada belokan ke kiri, kalau tidak untuk dibeloki. Setelahnya, lurus aja dengan sabar, dan selamat, Anda telah menemukan Al-Jazeerah di sebelah kiri!

Saya baru dua kali saja ke sini. Tempatnya cukup bagus, full AC dan lengkap dengan private room pula. Pelayannya sebagian berdarah Arab dan sebagian local, tapi mampu berbahasa Arab. Ramah dan professional setengah mati. Saat saya menyingkirkan vas bunga dari tengah ke sudut pinggir karena mengganggu proses pembabatan makanan di tengah meja, dengan sigap si pelayan langsung menyingkirkan vas bunga tiada guna itu. Ah, kau sangat mengerti perasaan dan kelaparanku, wahai pelayan! Beberapa kali hal ‘indera keenam’ semacam itu terjadi. Saat celingak-celinguk seperti sedang membutuhkan sesuatu, si pelayan langsung dalam sekejap muncul. Atau masalah rekomendasi menu pun, mereka sangat bisa diandalkan. Juga berbagai suggestion yang mereka berikan. Ah, pelayanan OK banget sungguhan!

20141130105904  20141130105919  20141130110044

20141130110115

20141130105956

Inilah vas bunga tak diinginkan itu

Tamu pun sebagian besar orang non-lokal, dan atmosfer serta design restoran juga sedikit berbau timur tengah. Penerangan cenderung agak remang.

Setelah liat-liat menunya, dijamin kita bakalan bingung karena ragamnya banyak banget, terus semua namanya ga’ pake bahasa Indonesia atau Inggris, walaupun ada penjelasan dalam bahasa Inggris juga. Plus, jangan lupakan, gambar-gambarnya menarik semua. Kalo’ sampe’ ga kepingin semua, kebangetan deh beneran. Selera makanmu patut dipertanyakan seutuhnya.

Beberapa makanan yang kami coba :

Mandi Latham – model nasi arab dengan berbagai rempah dan pernak-pernik, di antaranya kismis (sisanya saya ga tau, pokoknya enak, titik). Ada dua/tiga potong kambing di tengahnya. Ukurannya big size, bisa buat makan 2 – 3 orang. Paling tepat sih 2.5 orang, karena kalo’ 2 orang masih agak kebanyakan dan kalo’ 3 orang kedikitan. Kambingnya enak-enak aja, empuk dan lumayan lembut. Tapi saya bukan penggemar kambing, jadi kayaknya ya gitu-gitu aja. Highlight paling penting dari sepupu-sepupu yang makan adalah kambingnya ga ada baunya sama sekali.

20141205202033

Ruz Bryani Lamb – model nasi bryani gitu. Seperti biasa, enak-enak aja rasanya. Tampil mirip dengan Mandi Latham, ada dua/tiga potong kambing di tengahnya. Saya pribadi merasa nasi bryani si Semmy Curry sedikit lebih wangi, tapi siapalah aku, yang mengenali rempah-rempah saja tiada mampu tapi bersombong diri mengatakan nasi bryani di sini kurang wangi. Jadi, abaikan penilaian saya barusan, dan lanjutkanlah makan atau memesan menu ini.

20141130111306-1

Kedua nasi di atas (dan nasi-nasi lain sepertinya) disajikan bersama dengan dua teko kecil mirip teko Aladdin itu. Isinya saus berwarna hijau dan saus berwarna merah, masing-masing dengan perintilan-perintilan yang tak berbentuk dan terdefinisi, tapi rasanya unik dan enak. Mirip sama bumbu makanan Mexico or tacos-tacos gitu.

Arayes Lamb – Ini semacam appetizer yang bentuknya kayak roti isi. Sesuai namanya, isinya adalah kambing. Ngarepnya sih rasanya kayak kebab gitu, tapi ternyata.. polos hampa tiada rasa, Saudara-saudara. Ada saus-sausnya gitu sih, yang disajikan terpisah dalam teko mini super kecil, mirip kayak nasi-nasi di atas. Ah, salah pesan rupanya. Tidak sesuai ekspektasi. Tapi satu piring porsinya cukup banyak dan tampangnya cantik banget.

20141130110955

Sambusak Lamb – Nah, ini baru mirip kebab, Saudara-saudara. Roti berbentuk segitiga dengan isi kambing yang lezat sekali menurut saya. My cousin malahan kurang suka karena rasanya terlalu tajam, katanya. Tapi buat saya ini menu paling enak sepanjang makan di Al-Jazeerah.

20141205201332

Shish Kebab Lamb – Yang ini namanya jelas-jelas Kebab, tapi rasanya tidak mirip kebab yang dijual commercial di Indonesia (macam Doner Kebab atau Kebab Turki di gerobakan di depan Alfamart gitu). Tampil dalam bentuk daging kecil-kecil mirip susis yang ditutupi oleh roti raksasa warna krem (model kayak roti burger). Rotinya bisa dicabik-cabik kemudian dimakan bersama si daging yang bersembunyi malu di balik si roti. Ada juga french fries di sampingnya. Rotinya enak dan lembut, demikian juga dengan dagingnya, asli rasanya enak. Sayangnya, dagingnya liat banget. Gigi berkontraksi maksimal untuk mengunyahnya, effort luar biasa. Dari lapar, kenyang, menuju lapar lagi karena digunakannya energi secara berlebih untuk melumatkan daging. Akhirnya kami cuma habis setengah porsi.

20141205202454

Meat Soup – alias sup kambing. Saya ngerasa biasa aja. Kuahnya berlada, jadi agak pedes-pedes gitu, dan daging kambingnya gede-gede bener. Semua penggemar kambing di meja saya mengatakan kambing itu enak sekali dan bahwa menu ini adalah one of the best.

20141205201302

Chicken Honey – dipesan oleh seorang sepupu yang sedang sakit leher dan puasa makan kambing. Saya cobain secomot, dan ngerasa kurang suka karena memang bukan penggemar rasa manis.

20141205201513

Jus Kurma – Baca-baca review sebelumnya, katanya jus kurmanya enak. Tapi saya ga gitu suka. Rasanya mirip kacang ijo dicampur gula aren walaupun saya gatau gula aren itu apaan. Tau-tau muncul aja di kepala dan sepertinya keren untuk disebut.

20141205201107

Kata orang, ada daging unta juga di sini, cuma yang ga biasa tentunya bakal ngerasa kebauan, belum lagi rasa yang tertinggal awet di mulut.

Setelah makan di Al-Jazeerah, tentu saja saya jadi belajar bahasa baru. Mandi = nasi; Latham = kambing. Semoga bener. Dan semoga Anda memaafkan saya karena informasi bernada bangga tadi rasanya tidak penting.

Overall Al-Jazeerah OK, sedikit pricy tapi kalo’ melihat ukuran dan sizenya, sepertinya masih worth it.

Untuk pembanding, saat makan berdua, kami habis 200 ribuan, dan pada saat makan berlima, kami habis 800 ribuan. Semua dalam kondisi kenyang di atas rata-rata.

20141205212505 20141130114759

Selamat mencoba!

   20141123124553   20141123124459   20141123124508

Few weeks ago, we visited my brother cousin’s new restaurant at Greenville, Burgerous. We came at lunch time, during their soft-opening in November.

Burgerous, the name is very explicit, right, so I don’t think an explanation of the food variety is really required, but they do have various rice package as well, other than burger. Both are tempting. It happened to me.

Hungry, I lose my mind instantly that time and forgot to take any pictures – or any qualified pictures. Erm this is an excuse, I know. The problem is I am not a good photographer, I admit, so when I was able (finally) to take few pictures, the result was not really impressive.

All I could think that time is ordering a food as fast as I can, which makes my adrenaline jumping as usual, when dealing with new, interesting food. You feel like you want to grab everything, but the diet-part of myself whispering slowly to me, reminded me not to lose my control, which I regret so much, and I ended up ordering burger package only while my mouth cursing half part of myself. BURGER ONLY. I repeat, Where’s the interesting rice package? Where’s the other eye-catching side dishes? It’s gone. Because of noble intention and a diet madness that haunt me these few months. Which left me with no choice as always. Oh stop discussing, it hurts.

Back to Burgerous, after ordering (and paid It with 15 % discount as it’s soft opening as I mentioned), the food came not too long. It’s a within a yellow-white small box which can automatically open itself when you raise the top of the box. It’s kinda cute.

20141123122226-1

The burger itself comes in medium size, which I think can satisfied a woman but not a man (or a starving woman – like me). Oh and it has also a ‘B’ stamped right on the top of the bread, which is kinda cute again. If Superman can have its own ‘S’, why not with Burgerous? It’s kinda elegant and shows us some significant seriousness degree, in my opinion, which is good, of course.

20141123122458

Now, entering the taste part. I simply love it. I ordered Juicy Lucy, which is a very cute name. Oh this is the 3rd time I mentioned ‘cute’, which I don’t really care actually. As per its name, it’s juicy and melt in your mouth. And I love the sensation. I love the taste and how the ingredients mixed together perfectly. The meat, you will find it different from other commercial burger spread out in Jakarta. Seriously, if you’re a burger lover who wants to find something different from just ordinary burger sold easily out there, then try Burgerous. It talks about quality. If you are a ‘Man VS Food’ television program fans, I think Burgerous will match exactly to your category. Not in size-matter, but more to taste.

20141123122306-1

 20141123122413-1  20141123122433-1

The potatoes – is more to wedges, which I didn’t mind at all. It has a small, red ‘powder’ in its surface, which made the taste even more delightful. It has also dipping sauce, but I didn’t try it. I’m too focus to my lovely Juicy Lucy. The mashed potato (sold separately from burger package) comes in the form of ice cream cup, and it’s less creamy I think. I was hoping it’s more wet and creamy.

Move to the drink, they had some series of drink which you’re gonna like it, but do you understand how starving I was that time, and I even forgot (again) to remember the name? It’s Banana Colada, I’m quite sure. It tastes quite good, but a bit sweet and more feel like pineapple..

I heard from my sister as well, that Burgerous kitchen is sophisticated. She meant the tools, utensils, etc, which makes me more sure that it’s quality that they prioritize. What else can you expect from a new restaurant? It might be a bit expensive compared to other similar burger, but trust me it’s worth it. Burger lover would agree.

The place is simple-designed; 2 floors and upper floor has balcony which is great on night where you can have your burger together with Greenville nite view. Place indeed is not extremely comfy but who cares about it when you can get extra-ordinary burger?

Check http://www.burgerous.com/ to check their menu, gallery, schedule, and so on, not to mention their cool Instagram, with puzzles of small picture forms their logo perfectly.

20141123124637

20141123124620

20141123124609

Went accidentally for Jember Fashion Carnival last week in Taman Ismail Marzuki.

Awalnya cuma nyatronin rumah cici di Gading untuk refleksi-ria, sebelum terpekur mendengar ajakannya untuk join nonton Jember Fashion Carnival. Sebagai pecinta seni yang patut dipertanyakan derajat kecintaannya terlihat dari minimnya aktivitas mengunjungi acara pertunjukan seni atau sejenisnya, akhirnya setelah ngecek keberadaan tiket, saya dan Mama (Mama dengan terpaksa) akhirnya memutuskan untuk ikutan.

Karena cici saya (dan suami serta anaknya) sebelumnya sudah beli tiket kelas 1 sebesar 300 ribu dan tiket sudah di tangan, maka saya sebagai tanda loyalitas mengikutinya pula (padahal cuma terpaksa supaya tempat duduknya deketan). Pengennya sih yang 100 ribu aja, tapi karena katanya dibayarin ya udah dengan rela dan tulus, terpaksa saya menuruti kemauannya dengan senang hati untuk memesan tiket Rp 300 ribu.

Kami tiba sangat on time, tepat jam 7 malam, dan untungnya acara dimulai 7.15. Sempet kesulitan menemukan loket tiket, untungnya atas petunjuk orang-orang, baik yang akurat maupun yang menyesatkan, kami berhasil menemukan loket itu dan membeli tempat duduk yang cukup berdekatan dengan seat yang sudah dipesan cici sekeluarga sebelumnya.

Dalam antrian masuk, dua orang petugas memeriksa barang bawaan karena makanan dan minuman tidak diperbolehkan. Saya tertegun lagi. Ada Ultra Milk 3 dus kecil di dalam tas, hasil merampas di kulkas rumah cici tadi siang. Tadinya bukan minum-minum cantik sambal nonton acara. Dengan cerdik, saat memperlihatkan tas, saya hanya memperlihatkan belahan isi tas yang tidak terdapat susu di dalamnya. Sayangnya, petugas itu (kemungkinan) sudah tahunan jaga di situ dan sudah menemukan berbagai karakter dengan kelicikan masing-masing untuk menyembunyikan makanan dan minuman. Dengan sigap, dirogohnya belahan tas yang mati-matian saya tutupi. Ah, tampaklah tiga kotak susu Ultra tak berdosa yang kemudian diambilnya. Saya hanya bisa pasang wajah terkejut, seolah baru tahu bahwa ada susu Ultra di dalam tas saya. Petugas memandang saya dengan wajah prihatin.

Masuk ke dalam ruangan, kami disambut para usher berkostum keren dengan nuansa warna hijau. Ah cantiknya. Ruangannya tidak terlalu besar, demikian juga dengan panggungnya. AC nya cukup dingin, dan saya masih terbayang-bayang susu Ultra tadi.

Tak lama kemudian lampu mati, dan mulailah suara-suara typical pembukaan acara. Welcome speech oleh suara bergema yang tak terlihat dari seorang pria, dalam bahasa Indonesia dan kemudian terjemahan dalam bahasa Inggris oleh seorang wanita (yang juga tidak kelihatan). Bahasa Inggrisnya, maafkan saya, saya juga kalo’ ngomong belepotan, tapi yang ini asli ga berbentuk sama sekali. Saya jadi gerah dikit. Kenapa sih ga pilih seseorang yang pronounciationnya lebih jelas? Kan lebih bagus dan berkesan buat para bule atau turis yang nonton.

Kemudian acara dimulai. Jadi Jember Fashion Carnival ini mirip-mirip kayak karnival di Rio, Brazil itu loh, di mana orang jalan-jalan di jalanan sambil pake kostum. Kayak parade gitu. Cuma ini dibikin di indoor, dan ini bukan dari Brazil, tapi dari Jember, Jawa Timur. Keren banget yah! Jember Fashion ini katanya nomor 4 di dunia loh.. which is suatu prestasi sangat membanggakan banget, di mana orang Indonesia bisa bikin kostum sedemikian megah, unik, dan keren, dengan detail-detail yang amazing.

Tema fashion carnival tahun ini adalah Triangle, yang saya ga ngerti maksud, tujuan dan latar belakangnya. Seri fashion nya dibagi dalam kategori-kategori subtema. Ada tema 0 derajat celsius, menampilkan kostum-kostum musim dingin yang super keren dengan model anak-anak kecil yang cute banget, yang berjoget ria mengikuti irama musik, juga para orang dewasa dengan kostum sama kerennya. Ada tema Tambora yang terinspirasi dari meletusnya Gunung Tambora, ada tema Layangan, Borobudur, Hutan Pinus, Rusa, dan masih banyak lagi. Banyak yang saya ga gitu ngerti filosofi dan kaitan antara tema dengan tampilan fashionnya. Kalo’ Borobudur kan jelas banget ya, kostumnya bener-bener menampilkan replika Borobudur yang super keren, tapi beberapa tema bikin saya menelengkan kepala dengan bingung. Ah apapun itu, yang pasti semua kostumnya keren. Dari jauh aja udah terlihat keren, apalagi kalo’ dari deket. Para model setelah berlenggak-lenggok atau berjoget di panggung, akan turun dan berjalan di jalur kiri-kanan bangku penonton, jadi kita bisa melihat kostumnya dengan lebih jelas.

Ada juga kostum yang dikenakan peserta Indonesia di Miss World atau Miss Universe gitu loh, dan kalo’ ga salah itu menang best costume atau semacam itu. Ah benar-benar membanggakan.

Di akhir-akhir, tema terakhir diiringi lagu Indonesia Pusaka. Wah langsung hati dibikin trenyuh dan terharu banget. Tau aja bahwa saya paling demen lagu ini, sampe‘ kalo‘ karaoke aja kudu nyanyi lagu ini biarpun dihina-dina semua teman. Ah, pokoknya bikin kita jadi pingin menitikkan air mata karena haru yang membuncah; kebanggaan terhadap karya anak bangsa yang diakui dunia internasional.

 

Selesai acara, para model dengan kostumnya sudah menunggu di aula, dan kebayang dong suasananya, dimana orang adu cepet mau minta foto sama mereka? Luar biasa, para penonton lari sana-sini, berlomba berebut foto, berteriak satu sama lain, dan masih banyak lagi. Riuh, ramai, termasuk saya yang ikutan melesat kilat ke sana ke sini untuk berfoto. Dan dari dekat, baru kelihatan detail kostum-kostum yang menawan itu. Beneran keren!

Acara show nya tadi berlangsung sekitar 1 jam lebih, dan sesi fotonya sekitar.. 45 menit saja, haha.. terlalu banyak yang mau difoto!

Masukan saya untuk acara ini :

  1. Bahasa Inggris yang diperbaiki untuk penerjemahnya (mohon maaf sekali ya Mbak, bukan maksud menghina, sungguh..)
  2. Lampu yang terlalu terang di beberapa sesi, bikin kita buta sesaat, berkali-kali. Asli super annoying.
  3. Musik yang terlalu keras, jadi kadang penjelasan si MC-tak-terlihat ga terlalu kedengeran
  4. Music transition yang ga smooth. Dari music super nge-beat, tau-tau langsung berubah jadi a very slow one. Harus lebih aware untuk nge-bridge nya supaya bagus perpindahan irama/lagunya.
  5. Marketing kurang strong. Pengennya acara kayak gini dapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Minimal mirip kayak Java Jazz. Kalo’ udah ‘sekelas’ itu, panggung dan tempat bisa lebih ditingkatkan.

Sampai jumpa tahun depan di acara yang sama 🙂

IMG-20141129-00435

IMG-20141129-WA006 IMG-20141129-WA007 IMG-20141129-WA008 IMG-20141129-WA005 IMG-20141129-WA003 IMG-20141129-WA004 IMG-20141129-WA002 IMG-20141129-WA001 IMG-20141129-00458 IMG-20141129-00456 IMG-20141129-00455   IMG-20141129-00450 IMG-20141129-00447 IMG-20141129-00446 IMG-20141129-00445 IMG-20141129-00444 IMG-20141129-00443 IMG-20141129-00442 IMG-20141129-00441 IMG-20141129-00440 IMG-20141129-00439 IMG-20141129-00438  1417272046220  1417272361721 1417272280206 1417272220182

1417272031889 1417271899344 IMG-20141129-00437

 

Went to SanaSini – Pullman Thamrin last week to celebrate Nyama’s birthday. I love the place.. low ceiling, but has a simple yet elegant interior design. Food is not really impressive on taste-perspective. Dessert variety is less than ordinary buffet in my opinion. Food categories are Western, Chinese, Japanese and Indonesian. Overall rate 7.5. Still worth it to try.

 

 20141018203805 20141018203757 20141018203743  20141018203710 20141018203704 20141018203642 20141018203611 20141018203551 20141018203542 20141018203501 20141018203342 20141018203309 20141018203259 20141018203250 20141018203243 20141018203225 20141018203216 20141018203211 20141018203203 20141018203150  20141018203057 20141018203044 20141018203035 20141018203012 20141018203004 20141018202955 20141018202946  20141018202920 20141018202855 20141018202837  20141018202802 20141018202756 20141018202747 20141018202722 20141018202717 20141018202709 20141018202655 20141018202633 20141018202608  2014101820255020141018202541

20141018203726 20141018202934 20141018203120 20141018202824

Recently Like : How often I create such list, I even amazed with myself! Easy to get interested, easy to get bored, perhaps?

* Battle Camp – I have known this Iphone game for so long and this has been succeeded in frustrating me a lot, damn it! Game-nya ‘mirip’ dengan model Candy Crush dan game sejenisnya itu, tapi arah gerak puzzlenya (jauh) lebih fleksibel. Jadi ‘gems’-nya bisa dibawa dan diputer ke segala arah. So you can really apply your visual ability and creativity here. Putar ke sana kemari sesuka kita untuk menghasilkan combo sebanyak mungkin. Dan inilah kelemahan saya yang kadang bikin frustrasi, as I mentioned before. I was so stupid muter-muter ginian. Liat orang main dengan sangat mudahnya muter sana-sini, sampe takjub sendiri, kok mereka bisa jago banget ya. Ah ya sudahlah.. Mungkin terlalu complicated aja mikirnya padahal this’s just very simple. Anyway ini bukan sekedar game puzzle biasa. As its name, it has ‘battle’ background using some cute creatures called monsters. You will have to battle on your own to accomplish all the goals or join your troops to defeat the enemies. The avatar are also very cute, you may love it as I do, so does the interface and the game plot. You can create your own monster list and combine them. Sekarang game online ini sudah muncul di Android just a few weeks ago dan saya langsung download just for the sake of curiosity; am I really that stupid? Jawabannya ternyata nggak banget-banget. Sekarang saya udah mulai biasa (jago) muter-muter puzzlenya walaupun sometimes sering failed to create a row as what I want. Try this, but warn you, it’s addicted!

_battlecamp01   Screenshot_2014-08-06-17-00-12

battlecamp     battlecamp03

   * Heavenly Blush Yoghurt – Yang saya maksud di sini adalah Yoghurt botolan yang dijual di supermarket, bukan yoghurt di kedainya Heavenly Blush. I once tried this based on my niece recommendation, and I just loved it instantly! My favorite flavour is Peach Mango and Strawberry Pome. It’s not sour as ordinary yoghurt, and the sweetness is unique, not to mention the nice fruit pulpy inside. The price is a bit expensive (IDR 22K) compared for the size, but I think it’s still acceptable.

heavenly

* Remboelan Indonesian Soulfood – restoran ini ada di Plaza Senayan, Pondok Indah, dan Kota Kasablanka lantai GF. Seinget saya, saya pernah coba yang di PS tapi waktu itu somehow ga gitu berkesan. Gatau kenapa pas coba di Ko-Kas, makanannya tasted very good! Tempatnya juga nice, terutama yang di PS. Sesuai namanya, menunya kebanyakan Indonesian food seperti soto, pindang, dll. Jadi teringat sedikit sama Seribu Rasa kalo’ makan di sini. Anyway I’ll make the food review separately, tapi yang pasti recommend Nasi Bakar Roa dan Nasi Goreng Cabe Ijo-nya. Both are spicy. Dessert recommended is Malkis Tape-nya. Simply delicious.

Openrice.com

* Nasi Goreng Ujung Pandang – Bakmi Bintang Gading. Ada di Muara Karang, ada juga di Kelapa Gading. Nasi gorengnya pake’ saus tomat i/o kecap. Bisa pilih ayam or pork. Porsinya cukup gede, dan karena rasanya juga cukup ‘monoton’, mending sharing berdua daripada nanti berasa enak kemudian turns into eneg like happened to me. But refer to the taste, it’s very nice!

IMG_20140803_184516

* Pisang Ijo Pemuda – Ada di Tanjung Duren dan Pantai Indah Kapuk (PIK). Awal makan beberapa tahun lalu, kayaknya esnya biasa-biasa aja. Enak, tapi ga special. Someday pas makan lagi di Tanjung Duren, herannya berasa enak dan seger banget makan es pisang ijo ini. Jadi mulai rutin ngemil ke sini deh. Belakangan cobain juga burgernya. Duh ternyata enaknya juga ga ketulungan. Rotinya lembut, dagingnya ga kerasa abal-abal, dan ada rasa crunchy-crunchynya. Harga esnya sekitar IDR 25K, burgernya kayake IDR 25-30K. Suka!

pisang      pisang-ijo-pemuda

Selamat nyobain.

Gambar Dari Refleksikaki.org

Gambar Dari Refleksikaki.org

Beberapa bulan belakangan saya lagi demen nyobain beragam tempat refleksi. Berikut beberapa pengalaman nyobain tempat-tempat itu. Suasana tempat refleksi yang remang, alunan musik yang mendayu dan pijatan yang bikin melayang sukses berkombinasi untuk bikin saya jadi nagih sama aktivitas satu ini. Emang sih banyak yang bilang refleksi itu sakit, tapi asal kita bilang ‘pelan-pelan aja ya Mbak’ biasanya mereka cukup nurut kok. Lagian sebenernya refleksi yang ‘sakit’ itu kan yang bener ya, supaya tahu titik-titik mana yang memang problem. Jadi ga sembarang cuma mijit untuk ngerasa enak sekejap aja.

Note bahwa my experience ga bisa dijadikan acuan begitu saja dan digeneralisasi untuk menjudge tempat refleksinya, karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti pemijat yang bersangkutan, waktu kedatangan, dll. Jangan terlalu percaya kalo’ ada orang yang jelek-jelekkin atau muji-muji-muji satu tempat refleksi. Saya pribadi lebih memilih untuk nyobain sendiri.

Juga yang saya bahas di sini adalah refleksi kaki, jadi ga termasuk massage badan ya. Saya orangnya gelian, jadi suka ga tahan kalo’ dipijat bahu/punggungnya. Mungkin someday saya bakakalan coba (dan ketagihan) juga.

Bintang

Tempat yang satu ini terletak di Muara Karang, sebelum Pizza Hut. Dari luar tempatnya memang ga terlalu representatif dan agak terhimpit banyak tempat seperti apotek dan mini market. Tempatnya sendiri ada di lantai dua. Ada ruangan terbuka yang langsung menampilkan deretan bangku-bangku refleksi, ada juga ruang-ruangnya. Teve ada di atas dengan default suara pelan/off. Kebetulan saya dapat pemijat yang cukup OK walaupun ga komunikatif. Overall pijatan OK, tempat sederhana, suasana cukup tenang cenderung ga ramai. Tempat cuci kakinya terpisah dengan tempat refleksinya, berbentuk semacam wastafel kaki gitu dimana kaki direndam sambil bahu kita dipijit-pijit.

Nano

Tempat yang satu Ini terletak di Pluit. Alamatnya di Jl. Pluit Selatan Raya No. 24 – 30. Tempatnya sangat nice, berbentuk ruang terbuka yang luas dengan nuansa elegan. Televisinya semacam built-in dengan bangkunya dan tersedia headset, jadi bisa nonton private dan ga mengganggu yang lain. Colokan pun tersedia in case diperlukan. Rendam kaki di awal dan akhir dilakukan dengan baskom air yang dibawa langsung ke bangku, jadi dari awal kita ga usah pindah-pindah. All-in-one service. Pijatannya sendiri asli beneran ‘niat’ dan bener-bener pijat ‘kesehatan’ banget. Ini pertama kali saya dipijat sampe’ beneran sakit semua (padahal kata mbaknya dia udah pelan-pelan) dan kelar mijit badan langsung enak banget rasanya. Selesai dipijit kaki bakal dibungkus dan dibasuh handuk hangat yang rasanya nyaman banget. Selain di Pluit, Nano juga buka di MOI Kelapa Gading, di lantai khusus di atas tempat mainan anak-anak. Tempatnya lebih bagus lagi (dan lebih gede) daripada Nano di Pluit. Bagus banget deh intinya. Waktu cobain di Kelapa Gading, saya ga ditanya apakah mau pijat kaki aja atau tangan atau gimana. Orangnya langsung otomatis mijat kaki 1 jam dan mijat tangan/bahu setengah jam. Pijatannya lumayan enak dan ga ngasal. Bener-bener fokus di titik-titik tertentu di kaki. Wifi tersedia di cabang Kelapa Gading ini, tapi pas saya coba connect berkali-kali, saya ga berhasil masuk tuh.

Zhen Kung Fu

Tempat ini juga berlokasi di Pluit. Alamatnya Jl. Pluit Karang Timur Blok O8 No. 36-37. Tempatnya ada di lantai dua. Di bawahnya ada tempat makan dan karaoke. Di atas, sekelebatan ngeliat sih tempatnya ga gitu gede. Konsepnya sama, ruang terbuka dengan deretan kursi berjejer. Di lantai bawah di depan kursi ada sepetak ubin yang bisa digeser dan bisa diisi air, jadi kaki kita langsung direndam di situ. Sama kayak Nano, televisinya juga langsung nempel di bangku, jadi bisa langsung nonton di situ. Karena di lantai bawahnya ada tempat karaoke yang saya sebut tadi, kadang suaranya kedengeran sampe’ ke atas dan cenderung menimbulkan kesan berisik. Trus waktu saya datang itu hari udah lumayan malem, mungkin mbak-mbaknya udah pada mau pulang semua kali ya.. So pas udahan mijat, kita ga dibilas, ga dilap, ga diapa-apain. Mereka langsung pergi aja gitu, sampe’ kita bingung ini udah selesai atau belum.

Ericson

Again, tempat refleksi ini juga bertempat di Pluit. Alamatnya Jl Muara Karang Timur Bl B/70-80 . FYI aja, Zhen Kung Fu dan Ericson ini sederetan letaknya. Tempat cuci kakinya ada di deket pintu masuk, berbentuk wastafel kaki, kemudian baru deh kita digiring ke ruangan-ruangan kecil bertempat duduk sekitar 4 buah. Televisinya ada di atas, jadi ga built-in di masing-masing bangku. Waktu pertama saya ke sana, saya keburu bilang ke mbaknya, ‘Mbak, pelan-pelan aja.. sepelan mungkin deh..’ sehingga efeknya kaki saya cuma kayak dielus-elus doang. Kedua kali dateng, pijatannya lumayan enak. Wifinya anyway lumayan kenceng loh di sini.

 

So far kalo’ disuruh pilih mana yang the best, saya juga bingung sih. Masing-masing ada plus-minusnya. Suasananya pun hoki-hokian, kalo’ pas dapet pengunjung yang berisik, ya pasti jadi terganggu. Kalo’ pas dateng sepi, suasana ya lumayan tenang. Jadi tergantung ya.. Sama halnya dengan pemijat. Kadang bisa dapat yang sadis, dapat yang lemes, dapet yang bawel, dapet yang ga komunikatif, dll. Kalo’ dilihat dari tempat memang sih yang paling bagus itu Nano. Kedua mungkin Zhen Kung Fu.

Saya penasaran pingin cobain Yuyuanthang, tapi sepertinya harganya lebih mahal. Jadi sementara cukup deh 4 tempat di atas.

Harga refleksi rata-rata Rp 60,000/1,5 jam.

Sekedar tips aja buat cewek-cewek yang mau refleksi

  1. Pake celana yang cukup nyaman dan kalo’ bisa ga panjang, karena biasanya paha bagian bawah juga akan dipijit. Agak susah kalo’ pake celana panjang. Terus karena kaki juga akan diangkat-angkat, hindari pake’ rok.
  2. Entah kenapa sebagian besar signal biasanya agak susah dapet di tempat refleksi. Kalo’ ga mau mati gaya, bawa aja modem in case wifi di sana juga ternyata ga hidup/lemot. Kalo’ sering males sama orang yang berisik/ngobrol dengan suara keras, bahwa earphone aja.
  3. Biasanya kalo’ dateng malam, tempat refleksi cukup rame. Saya pernah 2x berturut-turut niat refleksi dan kudu muter di 4 tempat di atas, baru terakhir bisa dapat tempat refleksi. Itu pun kadang pemijatnya sisa cowok doang. Jadi kalo‘ memungkinkan mendingan booking dulu aja.
  4. Beberapa tempat nyediain membership. Kalo’ memang sering refleksi, mending bikin membership card biar lebih murah.
  5. Katanya refleksi ga boleh sering-sering. Saya gatau sih kenapa, padahal rasanya nikmat banget. Tapi ya udah biar aman terpaksa diikuti. Biasanya palingan saya refleksi sekali seminggu.

 

Sekian dan terima kasih ngomongin tempat refleksi.

Akhir-akhir ini lagi suka banget :

Avocado Cocoa Rock Salt and Cheese – Share Tea. Rasanya unik banget.. Don’t think it’s just ordinary avocado. First sip, you’ll see how different it is.. Share Tea punya counter cukup banyak, misal di Lotte Avenue, Emporium Mall, Baywalk Pluit, Taman Anggrek. Minuman yang lain saya juga sempet cobain beberapa tapi rasanya so-so. Harga Avocado Cocoa Rock Salt and Cheese ini Rp 25,000 yang large. Yang lebih kecil lupa harganya berapa. Biasanya ga semua Share Tea mencantumkan minuman ini di menunya. Tinggal tanya aja, biasanya mereka ada kok.

Gambar dari Openrice

Gambar dari Openrice

Vibe-Z Lenovo phone + Garskin. Maklum deh, baru beli dan masih sayang-sayangnya JPertama-tama beli, saya memang ngincernya Samsung seperti orang-orang kebanyakan (I don’t really like IPhone). Tapi setelah lihat-lihat bahwa Lenovo punya spec yang ga kalah dari Samsung dengan harga lebih murah, akhirnya saya confirm ambil ni hape. Dari awal liat bentuknya, saya udah suka.. Iteeeem banget, jadi elegannya berasa banget. Layarnya juga gede, jadi ngebantu buat orang dengan mata siwer kayak saya, apalagi buat main game. Fitur lain juga semua so far so good. Ada beberapa Android application yang sudah diset default dalam HP ini, misalnya Voice Search, dimana kita bisa instruct apapun dengan ngomong langsung (via voice). Awal-awal karena masih norak, saya selalu pake aplikasi ini, mulai untuk nelepon orang, nyari sesuatu di Google, sampe’ kirim message dll. Enak kan jadi ga usah ngetik. Tinggal ngomong dan perintah sana-sini, this handphone will do all for you. It’s really fun! Aplikasi lain yang saya suka adalah CamCard dimana ni aplikasi bisa langsung transfer foto name card ke contact list di HP. I’ve tried few times dan so far semuanya tertransfer dengan mulusnya. Hal kedua yang saya suka adalah my Garskin cover untuk hape ini. Saya pesan di counter Garskin di Grand Indonesia (ada juga di Lotte Avenue) dengan harga around Rp 120 ribuan dan menurut saya worth it banget. Setelah nunggu 3 hari kerja, begitu si mbak bantu tempelin stickernya ke hape saya, saya langsung takjub ngeliat jadinya.. Cakep banget.. Plus untuk hape bagian depannya pun dapat bonus sticker lagi, jadi bener-bener full skin complete dari depan sampe’ belakang. Akurasinya juga keren, stickernya bisa dibolongin sedemikian rupa sampe’ huruf Lenovo di badan belakang hape-nya bisa tetep kelihatan. Trus kata si Mbak kalo dicabut sih stickernya ga nyisain bekas. Kemarin dia sempet praktikkin dan bener sih so far badan hapenya tetep mulus. Semoga di realita beneran kayak gitu.

 IMG-20140620-00353 IMG-20140620-00354

Hayday.. Beberapa bulan terakhir ini saya lagi getol banget main nih game. Gamenya tentang farm gitu loh, dimana kita harus panen-panen dll. Intinya sih time management. Awalnya sih cuma iseng-iseng aja, lama-lama jadi kecanduan. Hampir tiap hari saya bisa tidur sampe’ jam 12 malem cuma demi main game ini : penuhin pesenan boat, truck, dll. Bener-bener addictive deh ni game. Sebenernya sih banyak game semacam ini, cuma yang bikin Haday cukup menarik adalah (menurut saya) sistem yang cukup fair dalam game ini. Misal, cukup mudah dapetin berlian. Plus kalo’ ga sengaja kepencet berlian untuk digunakan, kita bisa setting supaya ada confirmation lagi. Jadi berlian kita ga abis kepake’ tanpa sengaja. Selain fair, tentu saja interfacenya cukup menarik, challengenya juga sangat ‘pas’, ga terlalu sulit, ga terlalu gampang. Pokoknya beneran menarik deh.. Dare to try?

 hay-day-4  nexusae0_HayDay1

‘All I Am’, lagunya John Legend. Ih bagus bener ni lagu. Nadanya juga enak lagi. Seneng karena liriknya ga pasaran dan ‘murahan’, dan ‘dapet’ banget pesan yang tersirat dari lagu ini dan kita sebagai pendengar bisa ngerasain rasa cintanya si penyanyi terhadap pasangannya. Nice!

Ramen Sumoboo, di PIK (akan segera buka di Kota Casablanca). Awal makan di Sumoboo, karena cuma cobain esnya, saya ga terlalu gimana-gimana, malah cenderung kurang suka. Tapi pas cobain ramennya, saya langsung suka banget. Ramennya ini ga kayak ramen kuah biasa. Justru bentuknya ramen goreng dengan mie berukuran kecil dan agak sedikit berminyak. Topping bisa pilih, ayam, babi, dll. Saya selalu pilihnya babi sih. Babinya dicincang kecil-kecil, kayak samchan gitu. Rasanya unik dan pedasnya bisa diatur sampe’ 25. Makan dengan standard 10 aja biasanya udah mulai berasa pedesnya dikit. Yuk monggo dicoba. Harganya saya lupa, kalo’ ga salah 30-40 ribuan.

Gambar dari thisgirleattheworld.blogspot.com

Gambar dari thisgirleattheworld.blogspot.com

Lagu-lagu soundtrack jaman jebot. Akhir-akhir ini selain main Hayday, kerjaan saya cuma downloadin lagu-lagu lama seperti OST Ksatria Baja Hitam, Saint Seiya, Pendekar Harum, Putri Huan Zhu, dll. Everlasting song yang keren banget buat saya 🙂

Refleksi – belakangan kok jadi nagih banget ya sama refleksi. Seminggu sekali biasanya saya selalu refleksi. Kebanyakan saya cobainnya di daerah Pluit. Nanti referensi tempat-tempatnya akan dishare later ya di postingan terpisah. Kadang refleksi emang sakit sih, tapi setelah selesai biasanya badan lumayan enak. Tinggal bilang ‘pelan-pelan ya Mbak’ biasanya si pemijat cukup tau diri kok untuk ga mijat kaki kita kenceng-kenceng. Rata-rata harga refleksi sekitar 50-100 ribuan per 90 menit. Nulis gini, jadi kepingin refleksi lagi J

Hong Tang dan Sumoboo.. Para penggemar PIK dijamin hafal mati kedua nama itu.

Chinese/Japanesse dessert model begini memang sedang booming. Seperti biasa, keberhasilan menuai sukses di suatu tempat akan membuat yang lain pun terinspirasi untuk membuat hal yang sama – menyontek, menjiplak, apapun itu. Dan itulah prinsip dari ‘menjamur’. Tumbuh satu, tumbuh seribu.

Oke jadi awalnya itu saya udah denger tentang Hong Tang dan lewatin berkali-kali tempatnya, tapi selalu super rame dan ngantri. Ngantri minimal setengah jam untuk dessert yang ga terlalu saya doyan kok rasanya ga worth it ya? Jadi setelah berbulan-bulan, saya konsisten aja mengabaikan kepopuleran Hong Tang.

Ga lama kemudian pas someday saya main di Baywalk, eh baru lihat ternyata ada Hong Tang, dan baru buka hari itu tepatnya jam 5 sore! Kaget dong, dan berhubung masih agak sepi langsung deh saya cobain. Berasa jodoh banget rasanya.

Karena memang ga doyan model cincau, mochi, jelly dll. saya cuma pilih dessert yang base nya itu pudding. Jadi isinya itu 3 jenis pudding (cokelat, mocha/coffee/ dan mangga – 3 jenis itu udah pasti defaultnya) kemudian disiram santan, sedikit es serut, plus es krim (bisa pilih 1 rasa, either green tea, vanilla atau mocha/coffee).

Pas dateng dan cobain, ya ampun ternyata rasanya enak banget! Es-nya enak, 3 macam pudingnya juga masing-masing rasanya kental banget dan ga pelit, dan yang pasti santannya juga enak. Pokoknya perfect banget. Langsung happy banget karena bisa cobain dessert seenak ini.

hong

Jadi deh habis itu Hong Tang jadi pilihan nomor 1 untuk snack time.

Nah setelahnya, tersiarlah lagi kabar bahwa ada Sumoboo yang sekarang ngantrinya super parah dan ngalahin Hong Tang. Sementara itu sepertinya Hong Tang biarpun tetep rame, udah ga ada tuh model antrian lagi di depannya. Intinya Hong Tang sekarang udah lebih ‘settle’deh.

Berkali-kali coba ke Sumoboo, ngantrinya selalu super parah dan kami juga ditolak berkali-kali sama mbaknya dengan alasan udah kebanyakan yang ngantri.

Someday pas dateng agak pagian, surprisingly antriannya agak mendingan. Jadinya kami ngantri deh. Total waktu ngantri 1 jam 15 menit, OMG kaki udah super pegel.

Tempatnya sendiri biasa aja sih, mirip kayak Hong Tang tapi sedikit lebih cute dan girlie dengan banyak ornament lucu-lucu. Tapi karena rame, kesannya jadi agak sumpek.

Setelah masuk dan liat-liat menu, sebagian besar model dessertnya memang mirip dengan Hong Tang walaupun ragam di Sumoboo sepertinya lebih banyak, belum lagi mereka menyediakan makanan juga seperti ramen.

Katanya sih yang enak di Sumoboo itu mochi-nya. Sayang mochi satu itu udah sold-out pas kami pesan.

Karena motifnya memang mau coba-coba, kali itu saya pesen Sumoboo yang isinya macem-macem, mulai dari red bean, grass jelly, pudding, mochi, dll. Tentunya pake es krim dan kuah santannya.

IMG_20140430_202227

Setelah dateng dan cobain, ternyata.. saya merasa Hong Tang lebih enak. Dan dilihat dengan effort ngantri yang ga sebentar, semakin terasalah Hong Tang is the best.

Pendapat saya sih, es krim di Hong Tang lebih enak. Kedua, pudding di Hong Tang rasanya enak banget, sementara pudding di Sumoboo ini totally tawar. Kalo’ soal grass jelly, red bean dll., karena saya memang bukan penggemar printilan kayak gitu, I couldn’t make any judgment. So, intinya sebenernya balik lagi soal selera sih. Yang ngerasa Sumoboo lebih enak, jelas bakal rela ngantri setengah mati untuk ngerasain kelezatannya, sementara saya, sudah sangat puas dengan Hong Tang dan akan selalu memilih Hong Tang 🙂

Untuk harga basically mereka mirip-mirip walaupun Sumoboo sepertinya sedikit lebih murah. Kisaran harga adalah 30-40 ribuan untuk satu jenis dessert.

Hong Tang ada di PIK, di Baywalk Pluit, di Muara Karang, di Central Park, di Serpong (kalo’ ga salah).

Sumoboo ada di PIK, di deretan seberang Hong Tang, dan akan segera buka di Kota Casablanca.

Selamat mencoba!

 IMG_20140331_165620

Gara-gara liat Instagram CommonGrounds, saya jadi penasaran sama resto satu ini. Untung juga tempatnya deket, di Citywalk Sudirman, jadi bisa langsung koprol ke situ.

Pas sampe sana, tempatnya sendiri biasa aja, tapi cukup nice kok. Letaknya di deket lobby sebelah kanan dan ternyata mereka terbilang lumayan baru. To be honest, pas nyampe sini dan liat menunya, langsung kebayang Koultoura yang di Taman Ratu itu. Agak-agak sejenis gitu tipe makanannya, walaupun Common Grounds menunya lebih unik

IMG_20140331_165559

IMG_20140331_165626

IMG_20140331_165747

IMG_20140331_165800

Yang pertama dipesen, sesuai gambar Instagram yang bikin ngeces, adalah Huevos Rancheros Con Rendang. Sebenernya sih saya bukan penggemar rendang, cuma sepertinya kekurangsukaan itu masih bisa dikompromiin (terbayang-bayang gambar yang bikin napsu itu).

Pas datang, ga mengecewakan, porsi dan tampangnya sama persis sama di gambar. Jadi 1 porsi Huevos Racnheros con Rendang ini terdiri dari satu pan tomato puree dan daging rendang dengan dua telur mata sapi di atasnya, yang pas diaduk akan ngebentuk kombinasi rasa super rendang banget; terus ada semacam nasinya, tapi bukan nasi putih biasa. Ga ngerti ini nasi apaan, tapi rasanya mirip nasi briyani. Ada juga semacam nachosnya gitu (lupa istilah mexiconya apaan), yang bisa dicocol ke bumbunya. Makannya sendiri jadi bikin bingung karena komponennya banyak begitu. Silahkan lihat gambarnya sendiri deh, penjelasan saya kayaknya agak ngawur.

IMG_20140401_203120

Satu lagi pesenan adalah ..Two Eggs Any Style; pokoknya macem breakfast full gitu deh. Ada scrambled egg (bisa diganti telur mata sapi), jamur, toast, dll. Yang ini standard aja sih.

IMG_20140331_174631

Minumannya saya sempet pesen Ice Chocolate, tapi rasanya lebih mirip minuman dengan gula jawa menurut saya.

IMG_20140331_170431

Secara harga, hampir semua makanannya dibandrol dengan harga menengah ke atas deh, around 60-100 ribuan. Masih affordable, apalagi porsinya cukup gede.

Overall, OK banget! Penasaran pingin cobain menu lainnya kayak Tunisian Breakfast atau Truffle Salmon Scrambled Egg nya.

Monggo silakan cobain. Instagramnya @commongroundsjkt, nomor teleponnya 021-25558963.


Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,714 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

Blog Stats

  • 465,872 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

November 2017
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: