Fanny Wiriaatmadja

West Europe Trip Sept 2016 (6)

Posted on: September 27, 2016

HARI 6

Nikmati Canal Cruises dengan menelusuri kanal-kanal didalam kota menggunakan perahu kaca.Dilanjutkan dengan city tour melewati objek wisata terkenal seperti Windmolen, Dam Square, Royal Palace yang dulu merupakan tempat tinggal Ratu Beatrix dan Rijksmuseum yang memiliki koleksi terbesar di Netherlands. Setelahnya Anda akan mengunjungi Volendam, sebuah desa Nelayan. Anda mempunyai kesempatan untuk berbelanja aneka cinderamata dan berfoto dengan memakai pakaian tradisional khas nelayan Belanda (Optional). Anda akan diajak menuju Zaanse Schans, desa tradisional yang banyak kincir angin.

Sambungan postingan di siniΒ dan tenang, ini postingan terakhir bwahaha..

Bangun, mandi, dan breakfast. Tempat breakfastnya di lantai 17 dengan kaca di kiri kanan sehingga kami bisa menikmati pemandangan kota Amsterdam.

20160915_072759

Hari ini kami bakalan explore Belanda hampir satu harian full sebelum balik ke airport Schipol untuk kembali ke Jakarta.

Rute pertama adalah ke Desa Zaanse Schans, desa kincir angin, sekitar 1 jam perjalanan dari kota Amsterdam. Desanya lumayan cantik sih, asri dan hijau, hawanya juga segar dan masih terasa atmosfer tradisionalnya. Sesuai namanya, banyak kincir angin yang memang masih digunakan di sini.

20160915_090123

20160915_09573420160915_09295220160915_085812img_20160916_003553

Acara pertama di sini adalah ngeliat cara pembuatan sepatu clog, sepatu khas Belanda, yang bentuknya cantik tapi lumayan buat nyambit jambret. Kami masuk ke sebuah rumah, terus duduk di deretan bangku yang disediakan, dengan deretan mesin-mesin untuk membuat sepatu tersebut. Keren juga sih cara bikinnya, diperagakan oleh seorang bule.

img_20160919_215840

img_20160916_005646

20160915_091236

20160915_090448

Setelah itu kami keliling-keliling (masih di dalam rumah itu) liat souvenir yang lucu-lucu banget. Ada kelinci yang muncul berulang-ulang dalam bentuk berbagai souvenir. Lupa nama kelincinya, tapi sepertinya dia lumayan tenar di sini karena di airport pun gw sering liat si kelinci ini. Keliling demi keliling, gw hebat loh, masih bisa menahan diri belanja, hanya membeli magnet saja.

img_20160916_235928

Next activity adalah berpindah ke rumah lain, untuk melihat pembuatan keju. Ini juga lumayan menarik, diperagakan oleh seorang ibu-ibu yang keibuan banget dengan baju tradisional Belanda. Setelahnya, sama seperti di rumah sepatu clog tadi, kami keliling-keliling rumah tersebut untuk beli keju. Cici gw yang ke Belanda tahun sebelumnya udah titip keju terkenal asal Belanda tersebut, yang rasanya memang enak sih, even untuk someone yang ga terlalu ‘into’ cheese seperti gw.

img_20160919_215637

Selain itu, cici gw pernah bilang ada juga rumah tempat pembuatan minyak, tapi mungkin karena keterbatasan waktu, kami ga ke sana. Bagus deh, siapa juga yang tertarik liat cara buat minyak?

Setelah puas beli souvenir dan keju, kami keliling area desa Zaanse Schans. Ada danau gede yang cantik, rumah-rumah tradisional, kincir angin everywhere, dan masih banyak lagi. Areanya lumayan gede, hampir nyasar untuk balik ke bus. Lumayan menyenangkan sih di desa ini.

20160915_100022

20160915_100202

img_20160916_005853

img_20160916_003001

img_20160916_002814

Nextnya, perjalanan dilanjutkan ke Desa Volendam alias desa Nelayan, sekitar 45 menit dari Zaanse Schans. Di sini angin lebih kenceng, hawa lebih dingin, karena sesuai namanya, desa ini letaknya di pinggir pantai. Begitu sampe’ pun dan kita harus menyusuri jalan menuju desanya, di sebelah kiri sudah ada hamparan pantai yang… cantik. Enggak deng, biasa aja sih.

20160915_105241img_20160917_195518

20160915_105150

Nyampe desanya kami dibawa ke satu toko souvenir gede, tepatnya ke satu ruangan kecil yang temaram, untuk nonton film tentang histori negeri Belanda. Menarik sih, jadi tau bahwa dulu karena Belanda letaknya beberapa meter di bawah permukaan laut, maka kenalah mereka banjir hebat di tahun 1950-an sampe’ bisa dikatakan mereka itu tenggelam. Dari situ negeri ini langsung berbenah dan bangun dam untuk menahan air laut. Ga maen-maen loh, bukan sekedar bendungan untuk nahan danau atau semacam itu, tapi air laut. And it works, after sekian banyak effort, waktu dan komitmen. Makanya kalo’ ga salah Ahok kemarin-kemarin itu ada ke Belanda kan untuk belajar soal ini, karena Jakarta pun diramal bakalan tenggelam parah kayak Belanda kalo’ ga berbenah diri, dengan segala pengikisan garis pantai, pemanasan global dan apalah semua itu. Semoga apa yang dibuat oleh Belanda bisa diadaptasi di Indonesia soon ya.

20160915_105929

20160915_110749

Setelah nonton film, kami langsung belanja souvenir di toko itu. Tokonya lumayan gede dan barangnya OK-OK juga. Gw belanja gantungan kunci buat temen-temen kantor di sini.

Habis itu kami keluar toko dan jalan-jalan di sekeliling, kiri-kanan toko dengan background pantai, enak juga suasananya. Karena ini desa nelayan makan untuk lunch gw dan Mama mutusin makan Fish n’ Chips di salah satu restoran sederhana di sana. Rasanya OK banget, tapi sepertinya beda-beda tipis sama FIsh & Co Jakarta. Harganya kalo’ ga salah 9 EUR-an.

20160915_113832

Habis makan, kami keluar masuk toko-toko lagi. Gw sempet beli selai dan kaus lagi di sini. Di Volendam ini kita juga bisa foto pake’ baju khas Belanda gitu, tapi gw dan Mama mutusin untuk ga moto. Abis komersil dan kayaknya standard banget ya. Ga worth it pula menurut gw. So kami skipped foto-memoto ini.

img_20160917_195748

Setelah selesai, kami balik ke bus untuk jalan ke kota Amsterdam.

Sampe’ Amsterdam, next agenda adalah ke tempat pengasahan berlian. Ada 2 perusahaan gede yang paling terkenal di sini, salah satunya Coster Diamond yang kami datangi ini. Seneng sih liat-liat berlian (cewek!!), tapi ya ga seneng sih liat harganya. Selain seneng liat berlian, seneng juga dengerin penjelasan tentang gimana menilai berlian yang bagus. Menarik banget. Abis itu semua peserta liat-liat berlian termasuk gw, sayangnya ga ada yang beli, bwahaha.. orang tokonya mupeng. Langsung deh kami keluar.

20160915_14074220160915_145404

Ngoomong-ngomong soal berlian, katanya kualitas yang paling bagus adalah berlian dari Afrika Selatan. Catat ya.

Balik ke trip kami, area Coster Diamond ini deket sama Rijkmuseum, museum terkenal di kota Amsterdam yang kalo ga salah populer dengan huruf-huruf gede I AM STERDAM merah putihnya itu. Sayangnya karena keterbatasan waktu (soalnya ga main-main, kami berurusan dengan flight pulang kami nanti) kami ga sempet ke situ, dan ga sempet foto-foto pula. Sedih dan kecewa juga sih, soalnya itu kan salah satu trademarknya Amsterdam gitu.

img_20160916_010801

20160915_133027

Jadi dari tempat pengasahan berlian tadi kami langsung jalan untuk naik kapal lagi menysusuri kanal-kanal Amsterdam selama 1 jam. Inipun udah ngebut banget karena waktunya super mepet. Untungnya masih keburu sih jadwal kapalnya jam 3.15 siang.

20160915_151516

Ya sudah naiklah kami ke kapal kayu tersebut, dengan kaca-kaca di kiri kanan dan atas. Beda dengan kapal di Paris yang terbuka, kapal Amsterdam ini tertutup, tapi ya dengan lapisan kaca. Bangkunya juga beda. Kalau bangku kapal di Paris berderet rapi baris demi baris tanpa meja, bangku-bangku di kapal Amsterdam ini ada mejanya. Jadi kayak di restoran gitu, 1 meja dengan bangku panjang berhadapan. Ada earphone yang bisa kita pakai untuk mendengarkan recorded guide explanation dengan pilihan belasan bahasa, tapi boro-boro dengerin, gw malah ngobrol sama TL-nya saking membosankannya penjelasannya dan pemandangannya. Asli 1 jam rasanya lamaaa banget. Overall menurut gw sih kurang OK ya view-nya. Gatau juga, apa ini gara-gara gw asyik ngobrol sama TL dan Mama.

20160915_154416

20160915_133230

20160915_153812

20160915_151919

20160915_151550

Di seberang ferry port-nya ada pabrik Heineken tampaknya, dengan antrian panjang calon pengunjung.

Selesai naik kapal kami langsung ngebut ke airport karena pesawat kami jam 7.30 malam. Jalanan macet pula, bikin semua dag dig dug. Untung supir kami agak nekat juga, manuver kiri-kanan dan akhirnya bisa lolos dari kemacetan.

Sampe’ airport, peserta berpisah; sebagian melakukan tax refund, sebagian langsung check-in. Karena ga beli barang branded apa-apa, gw dan Mama langsung check-in. Ada sih tax refund yang kami terima, tapi cuma 10 EUR. Itu pun juga sudah mepet banget waktunya, jadi ga usah tax refund lah. TL juga udah wanti-wanti bahwa Schipol Airport ini merupakan salah satu bandara terbaik di dunia dan pemeriksaannya super ketat. Eh bener loh, gw ud nyobain beberapa airport di Eropa, and this one is insane. Kita masuk ke bilik kaca gede berbentuk oval gitu untuk di-scan badannya selama beberapa detik. Petugasnya pun rigid dan tegas banget. Ah bener-bener deh. Ga ada tuh pemeriksaan ngasal-ngasal atau birokrasi doang. Semuanya bener-bener detail dan menyeluruh. Agak nakutin sih.

20160915_183139

Setelah pemeriksaan dll. akhirnya kami berhasil nyampe gate tempat nunggu dan 10 menitan kemudian langsung boarding. Bener-bener mepet waktunya.

Peserta yang tax refund pun akhirnya batal semua karena ga keburu. Daripada ketinggalan pesawat mendingan ga usah tax refund kan. Ada peserta yang tax refund nya nyampe 10 jutaan loh, lumayan banget. Nyesek deh.. keluar deh statement dari beberapa peserta, “Mendingan tadi ga usah naik kapal di kanal Amsterdam.. waktunya buat ke airport aja untuk tax refund..” heheh no comment deh ya. Sejelek-jeleknya kapal tadi, rasanya sayang juga kalo’ nggak naik.

Flight kami berangkat agak telat tapi somehow we manage to make it on time loh pas nyampe Jakarta. Perjalanan lancar, transit Istanbul dulu seperti perginya.

Nyampe’ Istanbul gw buka hardlense dan berganti dengan kacamata, nunggu setengah jaman terus lanjut terbang lagi ke Jakarta sekian belas jam. Susah tidur banget, jadinya nonton terus, dan somehow karena duduk terus tulang ekor gw sampe’ sakit banget sehingga gw harus berganti posisi duduk terus-menerus. Duduknya jadi gelisah, padahal biasanya fine-fine aja.

Nyampe Jakarta jam 5.50 sore dan langsung dijemput suami dan Aimee. Aaaaaaakkkkh akhirnya ketemu my babyπŸ™‚

Intermezzo :

* Jadi-jadi, gw itu agak-gila-banget belanja pernak-pernik dan souvenir gitu. Tiap travelling pasti duit abis buat belanjain gituan. Nambahin koleksi terus. Udah satu lemari tuh di rumah. Nah, di trip kali ini karena pas lagi banyak pengeluaran juga, gw bertekad ga mau belanja aneh-aneh. Surprisingly gw berhasil loh, entah kenapa.. Sepertinya time has somehow changed me into someone different. Gw ga lagi tertarik dan kalap liat pernak-pernik lucu-lucu dan bisa nahan diri dengan mudah. Contoh kalo’ dulu misal ke Eropa Timur, satu negara gw bisa beli magnet sampe 4-5 biji, sekarang gw bisa loh cuma beli 1 magnet 1 negara, or maksimum 2 magnet lah gitu untuk 1 negara. Atau kalo’ dulu gw bisa beli oleh-oleh berlimpah buat semua orang, sekarang gw bener-bener batesin seadanya aja. Kesannya jadi pelit sih, tapi emang beneran sih gw belajar untuk pergi itu buat diri sendiri, bukan buat ‘nyenengin’ orang dengan bawain ini-itu apalagi melimpah-ruah. Yah at the end buat gw pribadi ini pencapaian banget loh karena bisa menghemat pengeluaran, apalagi tau sendiri harga di sini juga ga murah, apalagi di Swiss yang kejamnya maksimal. In summary, dari duit yang gw bawa selama trip ini, gw cuma pake 45 % aja, dan itu pun sebenernya banyak abis buat makan, secara gw kan ga dapet lunch and dinner di tour ini. Jadi beneran, I’m so proud of myself. Kayaknya gw bisa gitu put priority on the expense, mana yang penting and ga penting. Aaaaakhh senang!!

* Kalo’ keabisan Aqua, supir kami jualan Aqua botol kecil dengan harga 1 EUR.

* TL pernah cerita bahwa katanya Prudential pernah bikin incentive trip sekitar 3000-4000 orang ke Eropa. Mereka ‘membatikkan’ Euro Disney (karena ke sana dengan baju batik semua) dan bikin heboh Colloseum dengan maen angklung di sana. Sekian ribu orang. OMG keren banget!

* Selama di pesawat berhasil nonton:
– Money Monster (George Clooney and Julia Roberts) – Bagus tapi ga make sense.
– Me Before You – drama tentang cewek yang jadi ‘nanny’ buat cowok kaya ganteng yang jadi cacat karena kecelakaan, terus falling in love. Picisan banget sih menurut gw (tapi tetep aja ditonton).
– X + Y – cerita tentang anak jenius matematika dengan perjuangannya ikut olimpiade matematika dan permasalahan keluarga. Standard, tapi selalu menyenangkan nonton film tentang orang jenius.
– Water Diviner (Russel Crowe) – inspired by true story, tentang perjuangan seorang Bapak yang nyari 3 anaknya yang hilang during perang Turki gitu. Mengharukan dan bikin bercucuran air mata sambil makan di pesawat.
– Hunger Games Mockingjay yang terakhir, yang waktu itu ga sempet nonton di bioskop. Baru beberapa menit, udah ngerasa boring abis. Akhirnya shut it down.
– Film tentang pecatur (kayaknya kisah nyata tentang Bobby Fischer) dengan background Perang Dunia kayaknya – tapi nontonnya sambil tidur-tidur, akhirnya ga ngerti sama sekali.

* Untuk copet, gw pribadi lumayan worried kali ini karena gw bawa tas yang bener-bener terbuka, no zipper. Cuma satu kancing tempel gitu. Modelnya bawa di bahu gitu. Kenapa ‘maksa’ pake tas ini? Soalnya tasnya gede and lebar, jadi bawa apapun semua masuk, mulai dari payung, jaket. Aqua, dll. Perfect deh. Resikonya yah gw kudu extra hati-hati, karena dikepit di ketek aja tasnya masih tetap terbuka gitu, saking lebarnya. Mancing banget deh. Di sisi dalam tas, ada risleting gitu. Nah di dalamnya gw simpen dompet passport dll. yang penting-penting. Harapan gw sih semoga copetnya ga bisa buka risleting di dalam tas itu, tapi namanya copet kan banyak akal ya. Akhirnya solusi desperate gw adalah naruh dompet kosong di dalam tas. Jadi kalopun si copet ngeliat atau ngincer tas gw yang notabene terbuka lebar itu, yang pertama dia liat bakalan dompet kosong itu. My expectation sih dia bakalan nyopet dompet kosong itu aja gitu, dan lantas berpuas diri. Jadi ga kepikir untuk explore lebih lanjut buka-buka risleting keramat yang isinya ajigile pentingnya itu. Itu aja sih trik gw. Untungnya sampe’ akhir semua baik-baik aja, dan even si dompet pancingan itu juga aman-aman aja. Anyway dompet kosong itu gw pinjam sama ponakannya suami gw, dan ponakannya itu ga tau bahwa dompet itu digunakan sebagai umpan aja bwahaha..

* Untuk peserta tour semuanya enak-enak aja sih :

1. Sepasang tante yang suaminya adik kakak, yang selalu ceria, ramai, dan modis. Total 4 orang.
2. Sekeluarga oom-tante dengan dua anak cowok cewek yang ganteng dan cantik tapi berempat ini selalu agak ‘menyendiri’ dan ga terlalu socialized sama peserta lain.
3. Olive sama Alvin yang lagi honeymoon dan bikin mupeng (bwahaha)
4. Pak Fauzan yang pergi sendirian tanpa istri-anak dan setiap detik selalu selfie dengan tongsisnya. I almost never find him without posing in front of his tongsis haha..
5. Pak Lukman yang super kocak dengan istrinya yang super baik dan sabar bak angel banget dan 4 anaknya, 2 perempuan dan 2 lelaki.
6. Tante dan oom dengan dua anak cowok-ceweknya yang kompak banget
7. Dion dengan GoPro-nya sama Ryan adiknya, bocah kecil kelas 4 SD yang jadi hopeng gw selama tour ini dan bisa ngobrolin Pokemon berjam-jam selama cruise di Paris (mereka sama papa mamanya – si tante baru keluar RS)

Udah deh.

Okeh sekian deh tentang trip West Europe ini. Berkesan ga? Errrr sejujurnya kurang. Mungkin karena sebelumnya gw udah ke Eropa Timur yang notabene menurut gw lebih bagus, tournya lebih full dan lengkap, durasinya lebih lama. Jadi begitu ke West Europe ini, rasanya kok jadi ‘kebanting’ banget ya. Tapi anyway yang namanya travelling mah gw hepi-hepi aja. Selalu ada plus minusnya kan during the trip. Yang pasti pas trip gw enjoy, pulang trip juga bahagia karena bisa ketemu Aimee. Everything’s perfect-perfect aja jadinyaπŸ™‚

Untuk Dwidaya Tour nanti gw ceritain terpisah ya, pengalaman gw pake’ mereka. Itupun kalo’ lagi rajin ngetik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak πŸ„πŸ΄πŸ½ #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo πŸ˜‚

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design Yg masak mau kawin tampaknya.. #bintanggading #pik #elanglaut #noodle #bakmi #pork #porknoodle #asinbangetyangdisini πŸ˜²πŸ˜πŸ˜–πŸ˜• Tryin' this just now.. Agak kecewa.. rasanya flat banget dan ga ada wangi2nya.. istilah gw : rasanya cuma di lidah dan ga nyampe' ke hidung πŸ˜…

However teksturnya bener lembut dan agak basah, jadi gak seret kayak kue bolu.

Suggestion : mending rasa matcha-nya ketimbang original cheese cakenya. Rasanya lebih intense.

#fuwafuwa #cheesecake #pik #elanglaut #kue #cake #dessert #japan Kemasannya lutjuuu πŸ˜„ #samyang #samyangcheese #instantnoodle #korea #mieinstant #mujigae #pluitvillage #bulgogi #koreanfood #kimchi #chicken #dinner #food #instafood #tiramitsu ala my sister 
#cake #handmade #baileys #dessert Lunch batch 1, diikuti nasi padang #kalimantan #noodle #bakmi #pontianak -> supercool ❀😢😢😢❀ #tyrionlannister #tyrion #gameofthrones #georgerrmartin #series #lannister #biarceboltapikece Happy playin' with the new playmat and fence *for only 10-15' and then yellin' askin' to get out

All is rented via @gigel.id

#playmat #fence #cobyhaus #baby #aimee πŸ³πŸ‹πŸ¬πŸŸπŸ πŸ‘ #sulawesi #megakuningan #seafood #parape #ricarica #dinner #squid #crab #soka #makassar πŸ·πŸ–πŸ½ #babipanggang #pork #pig #food #brunch #asemka #gataunamatempatnya 😢😢😢 #halloween #latepost #gardin #bali  #green #greenery #traveling Coffee? No, please.. #gadoyan #inipunyasuami #coffee #seniman #senimancoffee #bali #ubud #cafehopping #wisatakulinerbali #wisatakuliner #traveling πŸŒ™πŸŒ›πŸŒœβ˜β­ #selfie
#smile 
#goodnite
#seeyoundari May our path cross again in the future @alicia_tibob 
#farewell #sundari #alfalaval #hrd #teamwork πŸ·πŸ–πŸ½ #porkbelly #pork #porkneverdies #bali #slipperystone #greek #food #instafood #travelling #dinner #cafehopping

Blog Stats

  • 404,271 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

September 2016
M T W T F S S
« Jun   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: