Fanny Wiriaatmadja

West Europe Trip Sept 2016 (2)

Posted on: September 22, 2016

HARI 2

Lanjutan dari postingan sebelumnya di sini

Pagi hari Anda akan berkesempatan mengunjungi Mt. Titlis, pegunungan yang memiliki ketinggian 10.000 kaki dengan melalui Engelberg, tempat stasiun Cable Car berada. Tiba di Puncak Mt. Titlis dengan Revolving Cable Car (kereta gantung berputar pertama didunia). Dipuncak Mt. Titlis, Anda dapat bermain salju, berfoto atau berbelanja aneka souvenir serta mengunjungi Ice Grotto (Goa Es). Kemudian kita akan menuju kota Lucerne untuk mengunjungi Lion Monument, yang di dedikasikan kepada tentara yang gugur di Perang Revolusi Perancis.

Bangun dengan terkantuk-kantuk karena ga bisa tidur, terus mandi dan breakfast. Breakfastnya standard aja tapi masih lumayan variasi deh. Ada scrambled egg, sosis, pancake dll.

Rute hari ini adalah menuju desa Engelberg untuk selanjutnya naik cable car ke Mt. Titlis, salah satu gunung salju terkenal di Swiss. Kalo’ ga salah ada beberapa gunung yang biasanya dijadikan objek wisata di Swiss ini. Mt. Titlis, Glacier 3000, Jungfrau, sama Matterhorn, gunung yang ada di bungkus cokelat Toblerone.

Pagi ini gw sengaja pake long john buat antisipasi aja karena katanya suhu di atas bisa 0 – 5 derajat. Plus ga lupa bawa 1 light jacket.

Perjalanan sekitar 45 menitan ke Engelberg. Pemandangannya lumayan cantik dalam perjalanan. Ada danau cantik yang warnanya intense banget.

20160911_102307

Turun dari bus, pemandangan udah lumayan cakep sih, gunung batu yang shadowingnya bagus banget, di atas barisan rapat pohon-pohon hijau. Suhunya juga enak. Cable car udah mulai keliatan naik turun. Sambil foto-foto, kami nunggu 1 rombongan peserta yang baru nyusul hari ini karena ada tante yang baru keluar rumah sakit. Setelah cukup lama nunggu, akhirnya rombongan tsb. datang dan baru deh kami masuk bareng-bareng ke stasiun cable car-nya.

20160911_102442

20160911_104244

20160911_104343

20160911_104014

20160911_104956

Boneka ga penting yang entah kenapa tetep perlu difoto dan ditampilkan

20160911_103148

Kami akan naik 2 x cable car yang berbeda, dengan sekuens yang berbeda pula. Cable car pertama cukup kecil, untuk ukuran 4-6 orang saja. Naik ke atas dengan cable car pertama sekitar 15 menitan dengan pemandangan (lebih banyak) hehijauan, kami akan ngelewatin 1 stasiun (ga turun karena memang tujuannya ga ke situ) dan baru turun di stasiun kedua. Stasiun pertama itu lebih untuk resort tempat tinggal dan tempat main ski. Di perjalanan, selama di cable car pertama, kami bingung kok ada kayak bunyi kecapi or gamelan gitu di dalam cable car nya. Gw mendadak baru inget (pernah baca) bahwa itu adalah bunyi klenengan sapi.

dscn7266

dscn7267

dscn7281

20160911_102145

dscn7280

20160911_141624

20160911_100813

dscn7291

20160911_135548

img_20160911_164043

Di stasiun kedua kami turun dan berganti naik revolving cable car/cable car yang bisa muter dan muat orang banyak banget, sampe’ puluhan orang. Ini ga ada kursinya, jadi semua harus berdiri. Dindingnya kaca semua jadi bisa bebas liat view ke pegunungan. Viewnya lumayan sih tapi ga impressive menurut gw. Di sini mulai saljunya kelihatan. Jadi putih lebih mendominasi.

dscn7311

20160911_130021

20160911_135943

dscn7317

dscn7319

20160911_135514

Akhirnya kami tiba di pemberhentian akhir yang merupakan satu bangunan kayu (semacam rumah) yang terdiri dari beberapa tingkat. Tiap tingkat beda-beda, ada restoran, tempat foto dengan baju tradisional Swiss, toko oleh-oleh, gua es, dan puncaknya di tingkat paling atas adalah outdoor tempat main salju atau main ski.

dscn7325

Mumpung belum terlalu ramai, kami mutusin untuk makan dulu di restoran self service. Tempatnya cukup nice, dengan lantai kayu dan jendela super gede tempat kita bisa melihat pemandangaan salju di luar. Masih agak pagi, tapi restorannya udah mulai crowded dengan para turis.

dscn7328

20160911_121022

Selain western food, ada makanan India juga loh di sini. Gw pernah baca bahwa ada orang India yang punya resort di Mt. Titlis ini, sehingga ‘masuk’ jugalah makanan India. Mama pesan spaghetti biasa, sementara gw pesen makanan India yang kebanyakan terdiri dari kuah-kuah kental khas India yang super sedap. Untuk makanan India, makanannya ditimbang dulu, baru dicharge sesuai beratnya. Sepiring makanan India gw itu harganya EUR 12.5. Hampir 200 ribuan deh. Makanan Mama kayaknya lebih mahal, tapi gw lupa berapa. Everything’s expensive here in Switzerland.

20160911_120931

Spaghetti yang sangat biasa rasa dan tampilannya

20160911_120929

Ini enak banget. Kuahnya sedep pula. Seinget gw habis dalam tempo waktu less than 5 minutes.

20160911_121008

20160911_121037

Bangkunya gambar-gambar binatang ^^

Setelah cari bangku kami duduk dan makan. Makanan India punya gw lumayan enak loh. Cepet banget abisnya, saking lapar, doyan dan enak. Spaghetti punya Mama bisa dibilang ga enak.

Ga lama setelah makan, gw dan Mama langsung naik ke lantai tertinggi untuk liat salju. Begitu buka pintu, kami disambut hawa dingin dan pemandangan serba putih. Ada deretan bangku-bangku dulu tempat orang bisa duduk. Kiri kanan sekelilingnya ada semacam pagar tinggi sebagai batas, dimana kita bisa liat open view dari situ. Jalan jauhan dikit, langsung terbentang salju putih. Ada jembatan pula yang katanya lumayan sereem (kata peserta lain). Apesnya, karena gw pake boat yang somehow alasnya licin, gw lumayan setengah mati jalan di atas salju. Hampir tiap langkah gw nyaris kepeleset, sementara gw perhatiin orang lain fine-fine aja. Kayaknya memang sol sepatu gw yang kurang cocok digunakan di atas salju. Berasa pengen nyeker aja jadinya.

dscn7336

dscn7337

20160911_122834

20160911_123021

20160911_123220

Selfie dulu karena celingak-celinguk ga nemu temen sesama tour untuk minta tolong fotoin.

img_20160911_164244

20160911_123019

dscn7331

Ya udah akhirnya gw ga berani jalan jauh. Cuma foto-foto dikit aja, abis itu balik dan liat-liat pemandangan. Hirup udara dalem-dalem, nikmatin segernya hawa pegunungan. Suhu ternyata ga gitu dingin juga. Adem aja gitu kayak di Bandung. Untung ga heboh pake winter coat segala (walaupun udah bawa di koper, hasil malak cici).

Sambil gw jalan-jalan di salju tadi, Mama duduk aja di kursi-kursi di deket sana dan malah di-pedekate-in sama beberapa orang rombongan turis dari Taiwan dan China. Gw dari jauh udah ngawasin aja sih. Agak-agak worried ya, takut si Mama diapa-apain, plus ngiri juga, gw yang kece gini aja ga ada yang pedekate-in, eeeh Mama yang udah tua-tua keladi malah laku pisan.

Akhirnya cepet-cepet gw samperin mereka dengan langkah gagah dan galak. Ternyata mereka lagi ngobrol-ngobrol heboh pake’ bahasa Mandarin (yang tidak gw mengerti) dan Mama lagi diramal tangannya (katanya Mama orangnya beruntung, nasib baik, anak-anak baik, dll. -> diterjemahkan dengan bangga oleh Mama). Halahh.. Gw masih agak curigaan sih, tapi dipikir-pikir sepertinya ga mungkin ada modus apa-apa sih secara mereka satu rombongan tour juga dari negeri lain, sama kayak kami-kami. Ya udah gw cuma liatin aja sambil terus lirik-lirik tangan-tangan mereka, siapa tau ada yang mendadak-copet. Soalnya aneh aja gitu, kok bisa semua ‘ngeroyok’ Mama yang tadinya lagi duduk manis-manis sambil nunggu anaknya yang juga manis.

Akhirnya ga lama-lama juga sih di situ karena ga ada aktivitas yang dilakukan juga secara sepatu gw licin dan ga bisa mainan salju. Kerjaan selanjutnya adalah explore lantai demi lantai di bangunan itu. Buntut-buntutnya kami pesan es krim Movenpick seharga 3.8 CHF.

20160911_131258

Es Krim Movenpick. Rasa? Biasa banget.

Habis makan es krim (yang rasanya biasa banget, beda banget sama es Italy kemarin), Mama belanja dark chocolate di toko cokelat (iyalah ya, masa belanja cokelat di toko semen). Gw absen belanja cokelat di situ karena kata TL cokelat lebih murah dan banyak di Belgia nanti. Mamanya loyar, anaknya pelit.

Setelah itu, kami ke toko souvenir liat-liat, dan gw mampir ke goa es di lantai dasar. Lagi-lagi gw ga bisa jalan karena sepatu yang licin, dan baru beberapa langkah masuk goa es, gw nyerah dan jalan balik lagi.

dscn7344

Terakhir sebelum kami ngumpul untuk berangkat, gw ke lantai tertinggi lagi untuk once more captured the view di sana, sekalian farewell gitu. Gw mah orangnya romantis. Lahap deh tuh semua, salju everywhere yang seolah nyatu sama awan dengan langit biru yang juga seolah ga mau kalah, pingin ikutan exist; danau cantik warna biru turqoise yang kecil tapi berusaha banget eye-catching di kejauhan sana, pepohonan hijau menjulang gagah dan cable car jalan anggun bolak-balik under seutas tali yang meragukan banget. What a nice view, walaupun not the best one.

20160911_122947

dscn7323

20160911_130148

20160911_124518

20160911_122730

20160911_122917

20160911_125257

dscn7338

Habis itu gw ke WC untuk copotin long john karena setelah ini kami bakalan ‘turun gunung’ dan ngunjungin kota lain di Swiss, yaitu Lucerne or Luzern.

Baliknya kami naik cable car yang sama lagi, 2 kali. Pemandangannya masih lumayan bagus dan free kabut.

dscn7302

dscn7329

20160911_140826

dscn7322

20160911_142316

Naik bus, setelah itu kami lanjutin perjalanan sekitar 1 jam-an ke Lucerne. Sampai sana kami diturunin di satu area pertokoan, kayaknya si pusat kotanya Lucerne ya, semacam Old Town nya. Toko pertama yang kami masuki adalah Casa Grande, toko souvenir. Di sini gw cuma belanja magnet dan pisau Victorinox buat adik, plus numpang pipis. Banyak dijual jam kukuk di sini, tapi rasanya ga guna ya beli jam kukuk biarpun jamnya cantik-cantik banget.

20160911_152757

Gambar ga penting tapi too cute to be ignored

20160911_153146

Habis ke Casa Grande, kami masuk lebih dalam lagi ke lorong-lorong toko di situ. Karena hari itu hari Minggu, hampir sebagian besar toko di tutup. Di Eropa emang gitu. Jalan-jalan-jalan, Mama kepo mau liat-liat toko jam, Tissot and Tag Heuer. Nyaris gw mau beli juga, battling between heart and mind. Sayang akhirnya akal sehat yang menang. Walaupun hati gw yang ngebet ini mati-matian bilang, “Gw sudah lama banget ga beli jam bagus..”, akhirnya tetep loh my mind kekeuh bilang bahwa gw saat ini gak butuh jam. Biarpun itu jam bagus. Apalagi jam jelek. And I nodded dengan berat badan. Eh berat hati. Well, my mind is true. Biarpun gw tahu beli di sini lebih murah dan belum tentu keulang lagi bisa beli dengan harga cheaper, akhirnya toh tetep ga beli jam tangan itu. I won. Horrayyyy.. *padahal hati nyesek.

20160911_152715

View kota Lucerne

20160911_152338

Abis itu kami nemu satu café dan numpang duduk plus makan di situ. Biasa aja sih makanannya; satu pizza, satu cake manis dan satu roti. Semua mahal, inget itu. Mama minum Aqua botol hasil bawa dari hotel, eh ketahuan dan langsung ditegur sama pelayannya. Ih mata elang betina banget wanita ini. Ya udah abis itu kita ga berani minum dan keluar dari café itu langsung habek-habek air Aquanya dengan buas.

20160911_163251

20160911_162742

Habis makan kami mampir ke satu toko gede Bucherer yang isinya jam tangan semua kebanyakan, untuk tukerin 1 kupon yang dikasih sama TL kami dengan sebuah sendok perak gitu. Sendoknya kecil aja sih, tapi namanya gratisan, apa daya, kami tak bisa tahan.

20160911_174233

Habis ke Bucherer, karena masih ada waktu, gw ajak Mama nyebrang jalan dikit dan liat-liat danau di situ. Banyak orang lagi duduk-duduk ataupun jalan-jalan di sana. Viewnya biasa aja sih, cuma menyenangkan aja suasananya. Rileks, santai, sangat tourisy. Rasanya ga ada ya spot macam gini di Jakarta. Di situ gw dan Mama beli es krim lagi. Ini kedua kali beli es krim hari itu, dan rasanya udah mulai eneg makan es krim. Terus coba cari WIFi, eh hoki, nemu.. sambil coba main Pokemon deh, tapi karena Pokemon-nya butut semua, akhirnya gw mogok main lagi.

20160911_172647

20160911_172734

20160911_171428

Ga lama kemudian kami balik ke tempat janjian, terus jalan kaki ke objek wisata berikutnya, yakni Lion Monument. Gw baca sendiri sih sejarahnya via internet. Patung singa berwajah sedih dengan tombak tertusuk di badannya ini adalah untuk mengenang jasa para tentara bayaran Swiss yang mati ngelindungin kerajaan Perancis. Jadi jaman dulu ternyata memang di Swiss ada yang namanya tentara bayaran yang di-hire oleh negara-negara lain. Tentara ini dilatih oleh keluarga bangsawan, sebagai sumber income gitu. Kenapa perjuangan para tentara bayaran ini patut dikenang sampe’ dibikinin monumen segala? Ya bayangin aja itu tentara Swiss kan bisa dibilang cuma ‘belain’ negara lain, bukan negaranya sendiri, tapi mereka mau loh bener-bener dedicated nyawanya sendiri buat negara lain. Itu yang namanya commitment and loyalty kali ya. Monumennya sih sederhana aja gitu, tapi sizenya gede. Kalo’ liat tampang singanya emang berasa sedih dan miris banget sih. I meant, muka singanya itu udah bicara banyak, more than words. Biarpun semua orang ngerasa ga guna ngunjungin ni patung, tetep aja gw seneng bisa jadi someone yang ikutan ngenang sejarah luar biasa ini. Berasa I was the part of the history, menurut gw.

img_20160913_071309

Udah deh habis ke Lion Monument, kami balik ke hotel.

Balik hotel (masih hotel yang sama), handuk semua ga ada dan ga diganti baru. Langsung deh call ke housekeeping dan minta handuk baru. Orangnya bilang, “Did you order a new towel?” Well nggak sih, tapi ini handuk yang lama aja juga ga ada. Untung orangnya ga banyak cingcong, ga lama diambilin lah handuk baru.

Untuk dinner kali ini gw dan Mama bikin Pop Mie gitu. Inget kan kalo’ di hotel ini ga bisa bikin air panas? Akhirnya gw dan Mama turun ke bawah untuk beli air panas. Kata peserta lain yang kemarin udah beli sih kita akan dikasih sepoci air panas. Sampe’ restoran di bawah, kami malah ditolak dan disuruh ke bar. Jalanlah ke bar untuk minta air panas. Bartendernya bilang, kami harus bawa wadah. Waduh bingung juga ya, wadah apaan. Akhirnya gw naik lagi, prepare langsung Pop Mie nya dan bawa 2 Pop Mie itu turun ke bar. Maksudnya air panasnya mau langsung dituang aja ke Pop Mie-nya. Bartendernya kelihatan kurang seneng sih, tapi akhirnya dia tuangin air panas ke masing-masing Pop Mie itu. Pas gw mau bayar, dia sempet mikir sebentar, terus dia nolak. Iiiih jutek-jutek tapi baik juga. Cium juga lo..

Pas gw jalan balik ke kamar, rombongan peserta tour lain ada yang jalan ke bar, bawa Pop Mie juga, hihihhi.. Pasti minta air panas juga. Ga kebayang deh, pasti si bartender agak bete.

Di kamar, pas mau makan Pop Mie, kami baru ngeh bahwa ternyata tuh Pop Mie ga dikasih garpu plastiknya. Kayaknya emang ga ada deh di paketan Pop Mie itu. Waduh langsung deh muter otak gimana cara makan Pop Mienya. Kalo’ minjem sendok garpu ke restoran rasanya sih males banget ya, mengingat ni hotel kayaknya ga terlalu user friendly gitu. Mikir punya mikir, tau-tau si Mama keingetan bahwa tadi di Bucherer kita dapet souvenir sendok silver kecil. Hoaaaa.. berasa bego banget dan ‘kalah’ sama Mama untuk problem solving, bwahaha.. Siapa dulu dong anaknya..

20160911_195826

Akhirnya cepet-cepet kami cuci tuh sendok, terus makan deh Pop Mie nya pake sendok itu. Tetep aja susah sih, tapi at least mendingan lah bisa makan.

Abis makan lagsung mandi terus tidur. Kayaknya ga gitu bisa tidur lagi deh malam itu.

Bersambung ke sini.

2 Responses to "West Europe Trip Sept 2016 (2)"

Huahahaha sendok ajaib ya Ci. Kayanya kalo ke EU musti siapin makanan kotak banyak2 deh secara makanan di sana mahal2 bgt ya -_-

Iya betul kudu bw popmie dll yah banyak2 hehehe.. nyesel cuma bawa dikit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

<<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplusteh70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? #aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella Aimee 1st cake 🎂 🎂 @colettelola

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #cake #coletteandlola #chocolate Happy Birthday Aimee 🎂

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #changthien #keluargakaret #perayaanbatchpertama #greendresscode Happy birthday sweetheart 😀

Even the power of words (whom I trust the whole of my life) can't describe how I feel for this 1 year journey. 
It's a mixed of rollercoaster jaw-dropping, calming and peaceful feeling from rain and soil smell, soap opera laugh and tears, and so on.. Oh, and one thing for sure I know now what is heavy backpain and sleepless night, lol.. Mommy and Daddy woof you berry berry munch, sweet lil' monster.. Thank you for making me a better person, someone I never knew I could be.. ❤👪 #aimee #birthday #1yearold #baby #perayaanbatchpertama #chsngthien #bihunikanpalingenaksedunia #celebration #dinner #family Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design

Blog Stats

  • 405,266 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

September 2016
M T W T F S S
« Jun   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: