Fanny Wiriaatmadja

Music : Childhood Memory

Posted on: October 14, 2014

music-notes-1

Source

 

Anak yang dibesarkan bersama tiga genre musik yang berbeda, that’s me. Tumbuh besar dalam lingkungan keluarga besar membuat ketiga genre tersebut beradu kuat untuk mempengaruhi my music sense, and I choose to make a peace with all of them.

Pertama, slow rock music. Waktu kecil, hampir semua sepupu lelaki saya adalah slow rock maniac, dan dicekokkin musik ini selama bertahun-tahun, it turns out that I found myself loving the same things as them too. Just name it, Guns n’ Roses, Firehouse, Europe, Stryper, Eagle, Bon Jovi, I’m absolutely their fans. Bahkan sampai jaman sekarang, saya masih bisa nangis tiap kali denger Honestly-nya Stryper, or masih ngerasain ‘butterfly effect’ setiap kali denger paduan gitarnya Slash plus suara melengking Axl Rose, combined dengan gaya cool mereka. Slow rock never dies, it’s more than true. Mereka jugalah, para pemusik rock itu, yang membuat saya belajar gitar di usia SMU (one of my best decision ever in my life) dan bermimpi punya calon suami pemusik.

Kedua, lagu mandarin jaman baheula yang selalu di-stel bokap dan nyokap, mulai dari Teresa Teng sampai lagu Konghu, Hokkian, lagu mandarin model seriosa, lagu Mandarin model Tibetan yang berbau religious dan sangat sakral gitu atmosfer musiknya, sampe’ lagu mandarin normal model Nicky Wu, Emil Chow, Aaron Kwok, dll., dan lagi-lagi emosi kurang stabil saya bisa diporakporandain dengerin lagu-lagu Mandarin yang enak-enak banget itu. Sampe’ sekarang kaset-kaset mandarin bonyok masih lengkap tersimpan rapi di lemari. Sayang model laser-disc dll. itu udah ga ketahuan ada di mana. Sebenernya saya sendiri ga bisa nyebutin dengan pasti sih, apa nilai plus lagu-lagu mandarin. It’s just mungkin model nada mereka cocok dengan orang melankolis (macam saya). Saya inget jaman dulu, tiap bokap nyokap stel lagu Mandarin model seriosa, saya bisa ikut nyanyi dengan nada melengking dan berasa bangga diri banget karena bisa niruin suara penyanyi seriosa itu, sampe’ suatu pagi ketika saya sedang show-off di depan bokap, sepenuh hati menyanyi dengan nada melengking, my dad nengok bentar ke saya dengan wajah prihatin, terus bilang, “Jangan nyanyi lagi ya.. pusing..” Dan saya langsung diam membeku. Ternyata nyanyianku selama ini dianggap distraction dan selama ini bokap berusaha survive dengan suara dan nyanyianku. Ahhhh sedihnya. Tapi peristiwa itu ga mengurangi sedikit pun kecintaan saya pada lagu Mandarin. Bahkan saking cintanya sama lagu Mandarin, saya bela-belain mati-matian belajar Mandarin otodidak dari bokap. Bokap beliin saya beberapa buku, dan saya belajar sendiri plus nanya bokap kalo’ ada yang ngerti. Jaman dulu, kaset Mandarin itu ada lembaran teksnya, dan saya sampe’ terjemahin satu-satu huruf-hurufnya, dan tanya bokap apa arti syair lagu itu. That’s why sampe’ sekarang saya bisa ngerti sepotong-sepotong lagu Mandarin. Jaman lebih modern, muncul Jay Chou, yang saya cinta mati karena selain lagunya bernada super enak dan unik, liriknya asli high-class banget, dan klip-nya bikin hati meleleh. Beneran bisa (dan selalu) nangis tiap denger Qing Hua Chi-nya Jay Chou dan lagu dia yang lainnya. Oh tentu saja juga lagu non-Jay-Chou lain seperti Ta Hai-nya Chang Yi Shen, atau Sien Che-nya Lim Che Siang sama Sally Yip yang super romantis. Ngeliatin videonya Teresa Teng yang anggun banget itu dengan suaranya yang ga ada cela juga merupakan kesenangan tersendiri. Dan sekarang, tambahan tiap denger lagu Mandarin selalu muncul bayangan bokap, memori indah yang ga bakal tergores waktu. Pengalaman dengerin lagu bareng tiap di rumah atau pun di mobil waktu bokap nganterin kuliah, pengalaman barengan nonton Celestial pas artis-artis Mandarin itu nyanyi or show, pengalaman pas bokap ikutan aware dan jadi demen sama yang namanya Jay Chou, pengalaman Bahas bareng lirik lagu Mandarin, pengalaman baca bareng koran Mandarin di bagian gosip artis Mandarin, dan masih banyak lagi. So jelas genre yang satu ini adalah harga mati buat saya. Cinta sampe’ ke akar-akarnya, selalu dan akan selalu, sepanjang era.

Ketiga, lagu barat jaman 90-an yang selalu distel kedua cici saya. Model lagu Story Book Children sampe’ lagu-lagu Richard Marx, Kenny G, Starship, semua juga jadi makanan sehari-hari yang refleks nempel lekat di otak dan telinga. Sampe’ sekarang, saya masih selalu ngerasain euforia tiap denger Nothing’s Gonna Step Us Now yang megah dan nge-beat, or If Ever You’re In My Arms Again, or I Love How You Love Me-nya Bobby Vinton yang mendayu. Dengerin semua lagu itu selalu brings back the childhood memory.

Overall, I’m that oldies. I prefer lagu-lagu di atas ketimbang lagu modern model Bruno Mars, Maroon 5 atau sejenisnya, apalagi lagu Indonesia model Raisa (nulisnya aja gatau bener atau nggak), Afghan (yang katanya mukanya mirip koko saya) dan teman-temannya. I’m just not that into Indonesian songs. Bukan berarti mereka jelek or ga bagus ya, tentu saja. Cuma definitely beda selera aja. Waktu nonton Guardians of the Galaxy, saya langsung super hepi dengerin soundtrack-nya yang oldies banget. Rasanya seluruh indera langsung bereaksi dengerin lagu-lagu mereka, baik yang nge-beat maupun yang slow. Kenapa ya, selalu ada sesuatu dengan lagu-lagu jaman baheula itu yang nenangin ati banget dengan cara yang berbeda-beda. Bener-bener bersyukur banget bisa lahir di jaman dan di keluarga yang ngegedein saya beriringan dengan tiga genre oldies music itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,714 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Head, shoulder, knees and toes.. 🎵🎶
.
I do really hope that you will grow with a love of music within you, experience by yourself and be amazed always with the magical power and absolute beauty of chord, lyrics, and melody like Mommy always do.
.
#aimee
#aimeelynn
#music New place at PIK. Dessert and drinks only. Suitable mostly for supporter of healthy life. I supposed I shouldn't be here. Perhaps.
.
#ignasia
#ignasias
#pik
#cafe
#dessert Flowery
.
#aimee
#aimeelynn Smoothie Bowl ala @cakemeawaybyignasia 
#smoothies
#ignasia
#ignasias Ketawa macam apa ini 😫😪
.
#aimee
#aimeelynn
#laugh Kangen makanan Indo 🤗
.
#pandanbistro
#indonesianfood
#food
#instafood Hellow from Taiwan, Indonesia and South Africa!
.
#colleagues
#alfalaval
#malmo
#sweden Last lunch!
.
#qualityhotel 
#malmo
#sweden
#lunch
#salmon Kangen!
.
#aimee
#aimeelynn 
#missu All lunch is always babi. How come they know what I love the most? I felt so touched 😆
.
#lunch
#food
#instafood
#sweden Had our dinner in purple when in Malmo 
#dinner
#malmo
#sweden
#meeting
#decoration Best-option to stay at Malmo
.
#qualityhotel
#malmo
#sweden
#hotel Food!!
.
#copenhagen
#denmark
#sweden
#malmo
#food
#instafood 🖤🖤
.
#aimee
#aimeelynn Miss you baby 😭
.
#aimee
#aimeelynn 🛳🚣‍♀️🛶
.
#view
#landscape 
#nature
#canal
#copenhagen 
#denmark Strolling around..
.
#copenhagen 
#denmark
#littlemermaid 
#nyhavn
#cityhall
#strøget Since Lego is from Denmark of course exploring the store is a must! 
#lego
#legostore
#copenhagen
#denmark
#strøget All trees are born naturally-photogenic. Buildings built in the same way too!
#trees
#view
#nature
#building
#copenhagen 
#denmark
#landscape ~ Warna-warni
.
#nyhavn
#copenhagen
#winter
#traveling
#denmark

Blog Stats

  • 465,870 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2014
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: