Fanny Wiriaatmadja

My Deepest Apology For The Sales Girl

Posted on: October 10, 2014

marah

Sumber

I feel horrible few days ago.

Ceritanya sederhana aja, tapi rada panjang, jadi hampir bisa dipastikan kalian akan bosen. Jadi mending ga usah baca. Saya aja ngetiknya penuh perjuangan, jadi mending (mestinya) juga ga usah ngetik, cuma merasa tetep perlu menumpahkan curahan hati karena itu hak dari blog ini juga.

Okeh, ceritanya saya lagi engage dengan satu orang sales cewek untuk suatu acara di sebuah hotel. Awalnya sebenernya kami udah dateng ke hotel itu dan kontak dengan orang restorannya, yang menerangkan segala sesuatu dengan sangat mantap dan jelas, and we’re so impressed. Dari situ, si orang restoran itu janji akan mengarahkan kami ke orang Sales-nya, karena kan itu memang tugasnya orang Sales untuk follow-up.

Nah sedikit keterangan dari titik ini : sekarang bakal ada 2 tokoh, yakni tokoh si orang restoran dan tokoh si sales -> sekedar informasi untuk memperjelas dan mempermudah pengertian akan keseluruhan cerita.

Jadlah setelah itu kami dikontak sama orang salesnya, yang kemudian mengirimkan beberapa proposal. Baca punya baca, kami jadi bingung karena semua penjelasan yang tertulis itu kok totally different dengan penjelasan si orang restoran kemarin yah.. Salah satu perbedaannya adalah paket yang dijelasin orang restoran kemarin cuma 90 juta, sementara paket yang tertulis ini 120 juta. Jadi ya kami perlu nanya-nanya dan make sure dong. Teleponlah saya ke orang salesnya. During the call, saya udah ngerasa sedikit ga nyaman dengan the way she responded to my questions. Gatau ya, mungkin cuma perasaan aja. Ga bisa dijelasin dengan gamblang, tapi I felt that she didn’t even trying to solve the problem, malahan kalimat dan nada bicaranya seolah-olah kayak kami tuh pathetic banget gitu karena expect such a very cheap package. Aaaah, susah deh jelasinnya. Tapi I know it’s just my first impression, which is not always true. Anggap aja lagi sensi.

Ya sudah setelahnya si orang sales bilang dia akan klarifikasi dengan orang restoran itu.

Kemudian sorean datenglah email dari dia, “Saya sudah klarifikasi dengan orang restoran. Dia bilang, 90 juta nett yang dia sebut itu bukan paket, tapi minimum revenue.” Udah. Gitu doang isinya.

Jadi agak bingung sih bacanya karena :

1. Sangat jelas kami rame-rame waktu itu denger bahwa si mbak restoran bilang ada paket dengan harga 90 juta nett. Tapi ini si mbak mengaku tidak pernah ngomong kayak gitu. Kami 4 orang ga mungkin salah denger dan salah cerna, apalagi kami udah berkali-kali tanya tentang detail paket itu dan si mbak restoran bisa menjelaskan dengan sangat detail.
2. Oke deh lupakan point (1) ya, mungkin orang bisa bikin salah atau mungkin ada miskoordinasi or miskomunikasi antara orang sales dan orang restoran, dan okelah walaupun kami kecewa, kami bisa terima gitu. Cuma, yang bingung, isi email di atas itu loh. Oke kalo’ si sales udah klarifikasi, terus solusinya apa? Masak isi emailnya cuma satu statement : “Saya sudah klarifikasi dengan orang restoran. Dia bilang, 90 juta nett itu bukan paket, tapi minimum revenue.” Yang notabene ga menyelesaikan masalah apa pun, dan kami tuh ga butuh penjelasan akan what happened internally among them, yang kami butuh adalah : Jadi sekarang gimana?

Setelahnya saya nunggu lagi beberapa lama, in case ada email susulan, tapi ga pernah ada email lagi and no follow-up.

So I sent her email lagi bilang, bahwa kami tidak akan mempermasalahkan miskomunikasi yang terjadi, walaupun kami yakin orang restoran waktu itu bilang ada paket yang harganya 90 juta nett. Intinya di email ini saya mau nanya, jadi sekarang gimana? Apakah paketnya beneran cuma ada yang harganya 120 juta nett atau gimana?

Setelahnya ada beberapa korespondensi, tapi jawabannya tidak begitu memuaskan, jadi akhirnya kami mutusin dateng lagi ke sana untuk ketemu si sales ini.

Sampe’ di sana, ketemulah kami langsung dengan si sales, ngomong sana-sini dll., saya sudah catet segala macam, sudah ngerasa agak puas, terus pulang dong. Ga lupa tadi setelah mendengar penjelasan detailnya, kami minta dikirimin beberapa soft-copy file yang memang kami perlukan informasinya.

Namanya abis pulang, kadang ada pertanyaan yang tau-tau nongol atau orang lain nanya dan kami ga bisa jawab karena ga terpikir untuk nanya hal itu sebelumnya. Jadi besoknya, saya kirim lagi email, isinya adalah mengingatkan sang sales untuk mengirimkan file-file seperti yang dijanjikan kemarin, dan kedua adalah untuk nanya beberapa pertanyaan yang baru kepikir kemarin.

Ga lama kemudian, email dateng. Isinya hanya attachment 1 atau 2 file dari sekian banyak file yang saya minta. Kedua, isi file itu setelah saya cek, tidak sesuai lagi dengan penjelasan si sales kemarin pas kita ketemu.

Jadi akhirnya saya nanya by email dong plus juga mengingatkan dia untuk mengirimkan sisa file yang belum dikirimkan. Dia cuma jawab seadanya, tapi ga terlalu menjawab semua pertanyaan kami. Akhirnya saya telepon dia untuk nanya ini-itu termasuk untuk klarifikasi lagi penjelasan dia yang tidak sesuai dengan informasi di file yang dia kirim. Dia udah jelasin juga, tapi saya bingung kenapa penjelasan itu tidak dia cantumkan di file yang dia kirim, padahal disebut-sebut kemarin. Akhirnya kan jadi menimbulkan banyak pertanyaan dan inkonsistensi, padahal namanya customer kan kita pinginnya dapet informasi yang akurat dan detail..

Kemudian saya juga sudah cek file yang dia kirimkan tadi itu (sebut saja namanya file A) dan saya bingung lagi. Saya pribadi udah punya file sejenis lain bernama file B, dan saya perlu file A karena saya mau compare isinya dengan file B sebelum mengambil keputusan. Nah pas saya cek file A, ternyata isinya sama persis sama file B. Jadi saya tanya dia juga, kok file A sama file B sama persis ya? Dia bilang, “Oh yang saya kirimkan itu file B..” Saya jadi bingung lagi, karena saya bilang saya kan butuhnya filenya yang A. Yang B mah saya udah punya. Dia bilang ya udah nanti dia kirimin. Hadeuh!

Setelah puas (dan tidak puas) nanya-nanya lewat telepon, saya remind dia lagi lewat email untuk mengirimkan sisa file yang belum dikirimkan. Terakhir dia ada kirimin lagi beberapa file yang memang saya perlu, tapi belum semuanya. File terpenting yang saya butuh, yakni File A itu, yang sudah saya mintakan dari KEMARIN itu belum dikirim-kirimkan. Jadi saya email dia lagi untuk remind, dan tidak pernah ada response apapun. Apakah dia ga punya filenya? Atau dia sedang in process? Whatever it is, I need explanation! But we never got it.

Kemudian baca punya baca file-file yang dia kirimkan lagi, kami ketemu lagi perbedaan penjelasan antara apa yang tertera di file yang dia kirim dengan yang tadi dijelaskan. Deuh, kenapa sih ga pernah ada inkonsistensi? Ini asli bikin frustrasi loh!

Jadi saya email dia lagi, untuk confirm. Sekali email, ga dibales. Besok saya email lagi, tapi dia malah jawabnya pertanyaan yang lain. Jadi saya remind lagi. Akhirnya dia jawab, tapi cuma jawab “Pokoknya sesuai yang saya kirimkan sebelumnya.” TITIK ga pake’ penjelasan apapun. OMG.. Akhirnya saya email dia lagi, saya masih ngomong baik-baik, bahwa saya perlu dia meresponse segera karena saya butuh informasi yang detail, supaya bisa mutusin dengan cepat, and bahwa saya akan appreciate if she can help us. Saya sampe pake kata Please berkali-kali. Sampe’ siang, masih ga ada response juga akan pertanyaan saya, padahal saya cuma butuh jawaban IYA/TIDAK.

Jadi in short pattern-nya, kronologisnya SELALU seperti ini :
Kami bertanya sesuatu -> Sales menjelaskan –> Kami mengerti dan request file sesuai yang dia jelasin –> (1) dia kirim file tapi salah, OR (2) dia ga kirim file sama sekali -> kami kasih feedback -> (1) dia tetap ga meresponse / tidak mengirimkan file OR (2) akhirnya dia mengirimkan file yang benar -> Kami membaca filenya dan menemukan penjelasannya ternyata tidak sama dengan yang ada di dalam file -> Ulangi lagi pattern-nya

Akhirnya saya ga tahan lagi dengan semua korespondensi tak berujung dan tak bersolusi ini, serta penjelasan yang sering kali berbeda antara ketemu langsung dengan yang tertulis. I tried to search who’s her boss, and I called her boss directly, asking politely that I want to switch to another sales person. I didn’t want to mention the sales name awalnya, karena ga mau reputasinya jadi rusak. Takutnya kan saya aja yang sensi dan ga sabaran, tapi begitu si boss bilang no problem untuk ganti, mau ga mau saya terpaksa ngomong dong namanya, dan si boss tanya apa sebabnya, jadi saya jelasin secara garis besar bahwa saya merasa sang sales tidak responsive dan lambat, juga seringkali ada perbedaan penjelasan. I also asked the boss not to disclose this to other sales persons, ceritanya biar orangnya ga demotivated gitu. Jahat-jahat gini, aku masih berhatilah sedikit.

Ya sudah intinya akhirnya saya ganti orang. Tadinya saya bingung apakah saya harus ngomong langsung ke orang Salesnya atau nggak, because I felt so bad doing that. Sisi hati saya yang satunya bilang bahwa I’m doing nothing wrong dan itu hak saya sebagai customer yang tidak puas untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, and I should be happy because I get what I want. Tapi tetep ada rasa ga enak dan rasa bersalah, karena seakan I cut the blessing for her. Sesuatu yang seharusnya jadi incomenya (dari komisi), gara-gara saya akhirnya batal dia dapetin pastinya, walaupun itu bisa dibilang “gara-gara dia sendiri” sih. Tapi kan tetep aja saya berkontribusi menyebabkan hal itu and I’m not fine with it. I was doing something bad to other.

I couldn’t sleep that night, and could only pray semoga sales itu next nya ga ketemu orang kayak saya lagi. Saya pribadi ngerasa bahwa I’m not a demanding people to others; bahwa so far yang saya request itu sangatlah normal dan dalam batas kewajaran (dia belum pernah ketemu my 2nd sister yang high-demanding!), tapi kan bisa aja menurut si sales, saya customer yang menyebalkan dan ga sabaran. Whatever it’s, it’s clear enough that no chemistry di antara kami sejak awal (sejak bertelepon ria pertama kali).

Oh ya, ga lama habis saya call si boss itu untuk minta ganti orang, ternyata si sales call saya. Gatau untuk apa, tapi saya ga bisa angkat waktu itu. Ga lama kemudian SMS nya masuk, berisi nama sales lain koleganya yang di-assign untuk nanganin saya selanjutnya.

Saya cuma reply say thank you for her support so far. I can’t say anything else. Dia bales lagi, bilang bahwa kalo’ memang ga cocok ya ga apa-apa, ga usah dipaksain. Gitu aja sih statementnya. I can’t felt anything on the text. Is she disappointed? Angry? Hurted? Or ngerasa biasa aja karena itu common? Entahlah..

Gatau sih apa maksudnya saya nyeritain hal ini. It’s just, this has bothered me for few days and I can only share it. Just pray the best for that sales girl. Dan, semoga saya baik-baik saja dengan sales yang baru 

Anyway berikutnya pas ketemu dan kenalan sama sales yang baru, saya diketemuin full team dengan orang restorannya dll. Hi-hi-hi, mungkin mereka menganggap saya customer yang demanding banget kali ya, dan supaya safe mereka mengikutsertakan as many person as they can, untuk bisa mengakomodir what I want. Kesannya jadi a very difficult customer yah :p I’m NOT! I’m NOT!

9 Responses to "My Deepest Apology For The Sales Girl"

Good for you yg bisa tegas! Dan tegas itu beda lho dengan tega. Km kan customer, byr mahal2. Klo trs udah coba sabar bbrp waktu tp gak mendapat layanan yg standar (ga muluk2 lah, sometimes ‘standar’ is enough) sdh sewajarnya klo minta ganti sales🙂 komplainmu jg bs jd pelajaran untuk si sales itu, kedepannya spy bs lbh pinter lg.

Huhuhu makasih Tyke..

Mbak Fanny.. dari ceritamu di atas kayaknya nggak ada yang salah kok dengan meminta sales person yang lain. Daripada Mbak Fanny pusing terus dengan segala inkonsistensi. Hehe.. Sepertinya lumrah ada perbedaan informasi ya kalau kita deal dengan lebih dari satu pihak. Win-win solutionnya emang dipertemukan tripartit sekaligus seperti follow upnya hehe.. Ibaratnya kalau email2an emang penting sih di-cc semua pihak yang terlibat. Biar semuanya keep updated.🙂
Semoga sukses acaranya yaa.

Iyah iyah setubuh banget! Thank you Maisya *hugs

Gua benci orang sales “yang ga jujur”. Hampir tiap minggu ada aja komplain nanyain kenapa yg ditawarin berbeda ama yg mrk dapat. Gila! Mrk untung, kita2 yg dilapangan yg buntung. Gua ngerti sih perasaan customer. 15 ribu dolar seminggu katanya dpt jacuzzi, la kalo emang ga ada jacuzzi masa mau dibangunin didalam? Sales itu mustinya dari orang lapangan, yg tau betul barang yg dijual. Huh *curhat

Iy yah posisi lo yg kena impact nya banget yah.. huuh semoga mreka ga cuma mulut manis doang tapi punya integrity gituh..

pernah ketemu sales hotel yang underestimate kl gw mampu utk ambil byk room dr dia, akhirny gw ambil dr source lain walau lbh mahal tp berasa lbh puas…hahaaa

Iyah.. typical bgt yah mreka itu huuuh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,732 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2014
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: