Fanny Wiriaatmadja

Cerita Tentang Mr. Ajaib

Posted on: October 10, 2014

Speechless

Source

Mau cerita nih tentang Mr. Ajaib, salah seorang petinggi regional di kantor yang ajaib dan super kece aksi-aksinya, dan kali ini GW akan menggunakan kata “gw” sebagai kata ganti orang pertama, tidak lagi “Aku” yang puitis atau “Saya” yang formal dan sopan, karena kali ini kisahnya akan berbau sedikit kurang ajar.

Pertama tau beliau hanyalah dari nama bekennya yang tersohor se-Asia Pacific, yang tentu saja tidak gw pedulikan, secara kenal juga kagak. Anyway gw di Jakarta dan Mr. Ajaib waktu itu di Hong Kong. Jarak memisahkan kami dengan hangatnya.

Pertama ‘bersentuhan’ dengan aura ajaibnya adalah ketika gw harus mengcover satu interview antara kandidat dengan dirinya, dan di hari yang sama, sekretaris si Mr. Ajaib ngabarin bahwa Mr. Ajaib baru saja meng-cancel interview session itu. Itu adalah tepat 1.5 jam sebelum schedule. Dan gw terpana dengan eloknya. Terus buru-buru gemeteran telepon kandidat. Ga nyambung-nyambung. Frustrasi neleponin sampe’ 15 menit, untung akhirnya berhasil, dan thank God dia masih OTW dan ga bete sedikit pun dengan aksi cancellation itu.

Reschedule berikutnya, gw udah kirim reminder sehari sebelumnya ke Mr. Ajaib, plus wanti-wanti nih ke sekretarisnya. “Bilangin Mr. Ajaib ya, besok ada interview jam 10.” Si Sekretaris bilang, apapun keputusan si Mr. Ajaib, hanya dia dan Tuhan yang tahu, jadi si sekretaris dengan pasrah berkata bahwa dia pun tidak bisa me-makesure interview besok akan berlangsung.

Gw saat itu percaya bahwa ga ada orang sedablek itu, yang udah diremind pun tetep mengabaikan. Jadi gw percaya teguh dan beriman, bahwa besok interview akan berjalan lancar.

Besokannya, kandidat udah datang pagi-pagi. Gw ud masukkin dia ke ruang Showcase, tempat video-conference dengan Hong Kong bakal berlangsung. Jam 10 teng, si Mr. Ajaib ga nongol. Langsung gw call sekretarisnya untuk nanya, dan sekretarisnya bilang dia juga gatau Mr. Ajaib ke mana. Diteleponin pun ga diangkat-angkat. Karena ga percaya, gw juga coba nelepon handphone si Mr. Ajaib dari Jakarta ini. Beneran, ga diangkat. Langkah selanjutnya adalah SMS dan send email ke Mr. Ajaib. 15 menit, tetep ga ada response. Entah, menjelajah ke tempat-tempat ajaib mana Mr. Ajaib ini.

Baliklah ke ruang showcase, senyum manis dengan muka meminta maaf tulus untuk ngabarin kandidat bahwa Mr. Ajaib akan sedikit telat. Merasa berdosa karena membohongi orang tak bersalah.

Setengah jam berlalu. Mr. Ajaib tetap raib seperti sediakala. Akhirnya gw nyerah, ga tega sama kandidat yang terkunci di ruang tertutup showcase. Gw bilang bahwa Mr. X lenyap dari muka bumi berhalangan dan sudah titip sent apology to the candidate (bohong banget secara Mr. X sepertinya adalah orang tanpa rasa sesal).

Ya sudah kandidatnya pulang.

I sent email to Mr. Ajaib cc to sekretarisnya, nerangin bahwa we better reschedule dan kapan dia available. And he never replied it.

Case kedua :

Kali ini, masih interview session bersama Mr. Ajaib.

Udah kirim invitation nih untuk interview dia di showcase Hong Kong dengan kandidat di Jakarta (which means showcase di Jakarta).

Di hari H, gw udah pasrah, siap-siap kemungkinan terburuk bahwa dia akan raib lagi ditelan bumi karena sepertinya dia menikmati ditelan oleh bumi. Eh ternyata bin ternyata, dia nongol loh! Mata berkerjap bahagia dan sebersit rasa bersalah hinggap di hati. Ah, Mr. Ajaib tidaklah seajaib itu. Dia hanyalah makhluk biasa yang sedikit ajaib.

Kandidat sudah siap rapi duduk manis berpose keren untuk interview via video conference di showcase, ketika tahu-tahu Mr. Ajaib email gw.

Katanya showcase Singapore ga ke-connect sama Jakarta.

Gw bilang, gw bookingnya Hong Kong, secara Mr. Ajaib kan Hong Kong based. Jelas banget bukan??? Waktu itu sedikit merasa ingin mencubit setulus hati pipi ajaib Mr. Ajaib. Atau menampar kilat pipinya empat kali untuk memastikan that he’s sober.

Dia bilang dia udah pindah ke Singapore dari dua bulan lalu.

DUENG.

Gw terkesiap dengan indahnya. I never knew it. I never knew it. I, really, never knew it.

And I have sent invitation before to him, clearly stated that the venue is TP Hong Kong. And he accepted it. And his secretary yang juga menerima undangan itu pun tidak ngomong apa-apa. Dan gw tetap membeku sampai beberapa jam setelahnya. Eh nggak deng, gw langsung cari IT personel di kantor untuk manually connect-in showcase Jakarta ke showcase Singapore, yang notabene adalah TEMPAT NGANTOR DIA YANG SEKARANG ITUH. Tapi IT Personelnya ga ada. Ga bisa book lewat system pula karena minimal booking time harus 1 jam sebelum sesi. Untunglah ada IT Singapore yang setelahnya membantu connect-in showcase Singapore dengan showcase Jakarta.

Ah syukurlah.

Yang ini anggap deh gw berkontribusi punya salah juga, KARENA GA MAKE SURE DIA SEKARANG UDAH PINDAH KE NEGARA BELAHAN BUMI MANA.

Case Ketiga :

Lagi-lagi interview session sama Mr. Ajaib. Kali ini ajaibnya, dia lagi maen-maen nyantai di Jakarta. Enggak deng, maksudnya kerja. Biztrip.

Mumpung dia di sini, dia mau ketemu sama satu kandidat yang juga Jakarta-based. Ya udah gw aturin dong. Dengan beribu doa dan sujud syukur sebelumnya untuk kelancaran sesi yang unpredictable ini.

Ternyata ada satu orang lagi VP dari Singapore yang mau ikutan interview, tapi dia masih di Singapore, jadi posisinya memang ga di Jakarta. Kita udah email-emailan tuh tek-tok-tek-tok bertigaan. Mesra. Janjian mau sesi interview bareng-bareng. Jadi si kandidat dateng ke kantor, trus bakalan face to face session sama si Mr. Ajaib parallel video conference sama si VP dari Singapore. Jadi langsung satu sesi gitu, di showcase Jakarta. Clear banget kan ya? Ya? Ya?

Invitation pun kemudian dikirimkan. Lagi-lagi dengan ribuan doa dan sujud syukur. Mandi kembang 2 malam sambal menatap nanar langit-langit kamar mandi.

Besokannya pagi, gw udah sibuk setting showcase Jakartanya, siapin minum dll. Jam 9 teng, gw cek ke receptionist, kandidatnya belum dateng katanya. Terus gw cek juga, si Mr. Ajaib di mana? Udah kelihatan belum batang hidung ajaibnya? Kata Receptionist, Mr. Ajaib lagi di ruang meeting.

Mengingat sebelumnya Mr. Ajaib agak kurang bertanggung jawab dengan segala sesi interview yang dia miliki, gw merasa maklum kalo’ si Mr. Ajaib masih aja sibuk meeting sementara jam 9 itu mestinya dia punya janji interview.

Jadi gw email si Mr. Ajaib dan si VP Singapore, ngasihtahu bahwa kandidatnya belum dateng, kemungkinan telat.

Paralel, gw teleponin si kandidat untuk nanya posisinya di mana, tapi ga diangkat-angkat. Udah setengah jam, gw udah agak panik, ini kandidat ke mana? Kenapa semua orang yang gw arrange interview selalu menghilang tanpa jejak di jam yang sudah dijanjikan? Apakah undangan gw berbau kutukan?

VP Singapore juga katanya udah nunggu di showcase Singapore (sambil kerja di depan notebook), dan mukanya udah agak bete (kelihatan dari layar di showcase Jakarta). Gw juga saat itu udah pengen ngamuk ke kandidatnya karena gak ngabarin sama sekali.

Akhirnya 1 jam berlalu tanpa kabar, duduk, berdiri, dan bolak-balik dengan gelisah tingkat tinggi, dan akhirnya gw memutuskan untuk email ke Mr. Ajaib dan ke VP Singapore, untuk mereschedule saja interview ini karena kandidatnya ga dateng-datang dan ga bisa dihubungin sedari tadi.

5 menit abis ngirim email itu, si Mr. Ajaib dengan ajaibnya me-reply, “I’ve finished the interview with the candidate..”

Gw terpaku lagi dengan indahnya sambil menggigiti bibir tipis gw yang malang. Mencoba mencerna dalam-dalam makna kalimatnya, lalu benak merekonstruksi ulang semua yang terjadi sedari pagi.
1. Bukannya kandidatnya belum dateng daritadi, kata si Receptionist?
2. Bukannya si Mr. Ajaib katanya lagi meeting?
3. Bukannya mestinya Mr. Ajaib tahu bahwa interviewnya mestinya berlangsung di showcase Jakarta bersama dengan si VP Singapore?
4. Ada di manakah mereka sekarang? Apakah mereka interview di negeri khayangan yang tidak terdeteksi?
5. Dan beribu pertanyaan lain

Lalu gw mencari ke seluruh ruang meeting, di manakah si Mr. Ajaib dan si kandidat berada? Memori masa kecil bermain Hide-And-Seek berseliweran di benak sambil mulut komat-kamit memaki dan mencaci perlahan.

Ternyata setelah gali info dan menginterogasi orang-orang satu kantor, mereka berdua ditemukan ada di bawah, di Starbucks. Abis ngupi-ngupi manis sambil interview. Dan gw satu jam-an berusaha menelepon si kandidat (yang tidak dijawab, tentu saja, kini jelas karena dia sedang interview)! Jangan lupakan efek samping aktivitas itu : Telepon kantor gw penyok sisi pinggirnya, hasil cengkeraman penuh rasa frustrasi dan kemarahan dari tangan gw selama berkali-kali men-dial nomor si kandidat.

Oh, gw ngerasa pingin melumat Mr. Ajaib. Tidak dengan cara yang romantis, melainkan dengan cara yang buas dan tidak beradab. Betapa teganya dia langsung menemui kandidat dan memboyongnya ke Starbucks tanpa sepengetahuan gw, padahal di email DAN invitation, jelas-jelas gw sudah state bahwa interview ini adalah BERSAMA dengan VP dari Singapore, dan itu seharusnya di ruang showcase?? Mengapa dia begitu tidak berperasaan??

Gw ga ngerti gimana mereka berdua bisa tau-tau nge-klik begitu saja pada pandangan pertama (setau gw mereka ga pernah kenal sebelumnya) dan ke Starbucks tanpa sepengetahuan gw dan si receptionist yang notabene jaga di depan. Dan si kandidat mestinya tau bahwa interview ini bukan dengan Mr. Ajaib doang, tapi it’s fine, ini bukan salah si kandidat. Masa’ dia mau berontak saat diculik ke Starbucks? Apalah dayanya selain mengikuti dengan pasrah Mr. Ajaib yang sesat itu? Oh, ada apakah dengan semesta??

Ya sudah habis itu gw email si Mr. Ajaib dan dengan keras menegur dia, mengingatkan bahwa interview ini seharusnya bertiga dengan si VP Singapore, yang sudah nunggu dengan bete satu jam di showcase Singapore. BWAHAHA. Seneng rasanya bisa ngomelin dia walaupun tetep aja dia ga reply.

Sekian teman-teman, seserpih keajaiban dari Mr. Ajaib. Selama gw masih menjadi kuli kucrit di kantor ini, selama itu pula gw akan tetap terkoneksi intim dengan Mr. Ajaib. Oh yeah, I love you Mr Ajaib! I surely do!

Tags:

4 Responses to "Cerita Tentang Mr. Ajaib"

😆 super ajaibbbb!

Ci it looks like you need to edit the story soalnya ada cerita yang keulang dan nimpa gitu. Padahal gua sangat menikmati bacanya😛
Hahaha kalo gua jadi elu udah resign dari kapan tau kaliiii. Bos sih bos tapi kok ga mau diajak kerja sama. Ngerepotin.

Hoaaa baru ngeh.. ud diedit.. thank youuu😀 Iyah untungnya bukan boss langsung :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design Yg masak mau kawin tampaknya.. #bintanggading #pik #elanglaut #noodle #bakmi #pork #porknoodle #asinbangetyangdisini 😲😝😖😕 Tryin' this just now.. Agak kecewa.. rasanya flat banget dan ga ada wangi2nya.. istilah gw : rasanya cuma di lidah dan ga nyampe' ke hidung 😅

However teksturnya bener lembut dan agak basah, jadi gak seret kayak kue bolu.

Suggestion : mending rasa matcha-nya ketimbang original cheese cakenya. Rasanya lebih intense.

#fuwafuwa #cheesecake #pik #elanglaut #kue #cake #dessert #japan Kemasannya lutjuuu 😄 #samyang #samyangcheese #instantnoodle #korea #mieinstant #mujigae #pluitvillage #bulgogi #koreanfood #kimchi #chicken #dinner #food #instafood #tiramitsu ala my sister 
#cake #handmade #baileys #dessert Lunch batch 1, diikuti nasi padang #kalimantan #noodle #bakmi #pontianak -> supercool ❤😶😶😶❤ #tyrionlannister #tyrion #gameofthrones #georgerrmartin #series #lannister #biarceboltapikece Happy playin' with the new playmat and fence *for only 10-15' and then yellin' askin' to get out

All is rented via @gigel.id

#playmat #fence #cobyhaus #baby #aimee 🐳🐋🐬🐟🐠🐡 #sulawesi #megakuningan #seafood #parape #ricarica #dinner #squid #crab #soka #makassar 🐷🐖🐽 #babipanggang #pork #pig #food #brunch #asemka #gataunamatempatnya 😶😶😶 #halloween #latepost #gardin #bali  #green #greenery #traveling Coffee? No, please.. #gadoyan #inipunyasuami #coffee #seniman #senimancoffee #bali #ubud #cafehopping #wisatakulinerbali #wisatakuliner #traveling 🌙🌛🌜☁⭐ #selfie
#smile 
#goodnite
#seeyoundari May our path cross again in the future @alicia_tibob 
#farewell #sundari #alfalaval #hrd #teamwork 🐷🐖🐽 #porkbelly #pork #porkneverdies #bali #slipperystone #greek #food #instafood #travelling #dinner #cafehopping

Blog Stats

  • 404,271 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2014
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: