Fanny Wiriaatmadja

Friend VS Partner (/Family)

Posted on: August 27, 2014

aa

Lagi ngerenung singkat aja di tengah siang bolong yang mengantukkan dengan kondisi perut sedikit sakit maag karena kemarin malam dinner super banyak dan langsung hajar yoghurt lagi tanpa jeda.

Teman dan Partner, adalah dua kubu yang tidak-bisa-tidak, entah-mengapa, hampir selalu berada di dua kutub yang berlawanan, yang pada akhirnya membuat posisi seseorang tidak mengenakkan – prioritas pada temankah atau partnerkah (dalam hal ini pacar/suami/istri)? Jangan bicara diplomatis dengan mengedepankan ‘balance’, karena kalo’ ‘balance’ bisa selalu tercapai dengan mudah, topik ini tidak perlu diangkat.

First, I’m writing this from my own perspective.

Masuk lebih dalam, sebut saja A, kini berpacaran dengan B. Dengan dengan berpacarannya kedua insan tersebut, otomatis waktu A dengan teman-temannya berkurang atau bahkan bisa dibilang pupus sama sekali. Apakah teman-teman A berhak marah? Jelas. Tentu saja. Pasti. Tapi, kalo’ saya temannya A, saya pikir saya perlu berpikir pikiran-pikiran seperti di bawah ini :

Seandainya A jadi begitu karena pacarnya : Menurut saya sah-sah saja kalo’ A mengorbankan waktunya bersama dengan teman-temannya, demi sang pacar. Pertama, karena saya ga tahu backgroundnya seperti apa. Bisa saja pacarnya A punya histori yang ga enak, sehingga pacarnya itu either ga mengijinkan A bertemu teman-temannya, atau ga suka kalo’ A ngumpul sama teman-temannya, atau apapun itu. I will not judge A. A pasti punya pertimbangan sendiri; entah dia mengerti reason pacarnya yang ga ngasih dia ngumpul sama teman, atau either A-nya yang ‘bego’ karena mau aja nurut sama pacaranya atau takut kehilangan pacaranya itu. Again apapun itu, I will appreciate it and I won’t judge him.

Seandainya A jadi begitu karena dirinya sendiri alias ‘cepet’ ngelupain temen : Ya ga apa-apa juga kan? Ilang satu temen kayak gitu, ga masalah toh? Berkah juga..

Jadi intinya saya sih ga pusing.. Kehilangan mungkin aja, tapi kalo’ itu yang terbaik buat A, I won’t say anything. Apalagi kalo’ dia sudah married, yang bikin situasi lebih kompleks karena udah ada komitmen jangka panjang. Kalo’ dia lebih pilih keluarga (istri dan anak) baik itu terpaksa maupun dengan rela/kesadaran sendiri, ya udah just let it go. Hilang satu temen ngumpul tapi sepanjang dia hepi dengan keluarganya, I think it’s worth it. We call ourselves his/her friend, right? I think that’s what friends do one each other.

Kemudian, case berikutnya : Kalo’ mendadak A tau-tau (setelah sekian lama ‘ngilang’) ngajak jalan lagi temen-temennya, either karena pacarnya lagi di luar kota atau pacarnya lagi gatau, dll., pasti bakalan banyak temen-temennya yang ‘ogah’ diajak ngumpul karena dianggap ban serep. Saya pribadi sih dalam hal ini lebih milih untuk ‘nrima-nrima’ aja. Maksudnya, saya sih hepi-hepi aja kalo’ dia tau-tau ngajak jalan, dan saya sepertinya bukan tipe yang bakalan ngomel atau nyindir atau mempermasalahkan hal ini. Seeing from the positive perspective, saya malah seneng karena dia masih inget sama kami dan dia masih mau meluangkan waktunya untuk kami atau nyari kami. I will still appreciate him, bahwa dia masih punya good intention dengan nyari kami di tengah segala ‘derita’nya jalan sama pacar yang ga mengijinkannya ngumpul sama kami.

Btw kalo’ dibalik situasinya – misal kita yang punya pacar baru, bisa aja kita jadi orang yang bakalan ninggalin temen juga. Jadi mending jangan ‘judge’ duluan kalo’ kita memang ga ngerti dan ga ngalamin. Belum tentu kita lebih baik kok kalo’ kita ada di posisi mereka.

Cerita lain, saya pribadi termasuk orang yang jarang ngajak ngumpul temen – baik itu lagi punya pacar maupun ga punya pacar. Gatau kenapa, kayaknya saya lebih demen berkutat sama buku atau game favorite di HP. Someday seorang temen, sebut saja A, ngajakkin jalan. Jadi I passed this to other friend, sebut saja B. Maksudnya kan kalo’ mau ngumpul mendingan rame-rame. Kebetulan waktu itu kondisi lagi single. Pas jadi ngumpul, si B, si temen yang saya ajak itu, langsung nyindir, “Kalo’ lagi butuh aja baru lo nyari kita..” and man, it hurts, somehow, tapi I choose to silent that time. Males ngejelasin bahwa bukan saya kok yang ngajak ngumpul. Saya cuma nerusin ajakan si A aja ke si B, yang notabene membuat point tuduhan B jadi ga valid dong ke saya. It’s not ME who ask them to hang out. Kalo’ A ga ngajak ngumpul juga saya ga bakalan ngajak ngumpul duluan, means that saya ga jadiin mereka ban serep dong? Tapi ya sudahlah terserah juga sih mau ngomong apa.

Hal kedua yang saya alamin adalah I’m family-oriented person. Ajakan apapun yang dateng barengan dengan acara keluarga, hampir pasti ditolak. Pacar aja sering complain 🙂 Sabtu hampir seharian and sometimes on Sunday, I will spend my time with family – including para ponakan yang saya sayang banget (I’m a ‘children-maniac’). Not to mention, kami sekeluarga cukup doyan makan. Ada yang birthday, biasanya makan. Ada event special tertentu, biasanya makan juga. Lagi pengen makan karena iseng aja, ya keluar makan juga. Jadi intinya kami sekeluarga lumayan hobi makan deh. So seringkali ajakan teman saya tolak karena saya memang ada acara keluarga. Namanya orang yang ditolak berkali-kali, ngerti juga sih bahwa mereka pasti super kesel. Jadilah saya dituduh ngibul karena tiap kali nolak ajakan mereka, alesan saya selalu ‘mau makan ama keluarga’ atau ‘ponakan ultah’ dll. Harus gimana ya kalo’ memang kenyataannya begitu?

Erm intinya, posisi dengan teman sometimes bikin jadi serba salah.

One day temen ngajakkin karaoke, terus saya bilang belum tentu bisa karena rencananya ntar malem mau nginep di rumah cici. Nanti saya kabarin. Terus si temen bilang “Ga usah ngabarin deh, kalo’ memang ga bisa bilang aja sekarang..” -> intinya jangan ngasih harapan palsu kali ya. Eh pas mood saya lagi ga bagus, kesulut juga digituin. Jadi saya bales, “Oh ya udah kalo’ gitu, ga bisa deh ntar!” Trus dia bales lagi dengan sama sengitnya, “Nah gitu dong!” Deng-deng… jadi agak-agak perang deh. Pengen sih rasanya marah dan ngamuk dan bilang, “Kalo’ lo memang ga punya satu keluarga besar yang hubungannya sebegitu intense seperti my family, that’s not my fault!” tapi ya ditahan-tahan aja.

Ah, begitulah dilema antara teman dan pasangan (or keluarga).

Anyway apapun itu, semoga yang jadi pasangan bisa ngertiin, yang jadi temen juga bisa ngertiin. Ideal dan bakalan indah banget sih kalo’ semua saling ngerti, bisa balance antara keluarga, pacar, teman, dll., tapi saya sih ga pernah ngarepin itu terjadi. You must choose at the very-end.

Pernah denger cerita orang yang udah married dan punya anak, tapi masih bisa ngumpul sama gank-nya : clubbing, nginep di tempat temen, hang-out sampe’ subuh, dll. Wah itu sih one of a kind ya, either pasangannya super percaya ama dia, atau pasangannya kalah dominan dan ga berani ngambek. Apapun itu, yang pasti jangan dijadiin patokan dong bahwa semua orang bisa punya ‘luck’ kayak gitu.

Ya sudah sekian renungan panjang tanpa solusi yang meleber ke mana-mana siang hari ini. Selamat menikmati jam-jam mendekati pulang kantor.

Advertisements

5 Responses to "Friend VS Partner (/Family)"

Taun lalu aku kaya begini nih :/ banyak yang ngajak jalan tapi gak bisa karena selain sibuk juga si pacar gak demen kalo aku pergi kebanyakan sama temen. Dia takut di lupain gitu. Jadilah temen2 satu persatu mulai pada ngilang 😦 sekarang mau memperbaiki dengan ngajakin satu2 main lagi

Semangat ya mbak 😀 aku juga ada temen yang emang lbh sering spend time sama keluarga. Cuma gak masalah karena di kamus ku family first juga hehe

Hoaaa kita jadi saling curhat 😀 Thank you Aikoooo.. *hug..

Sama2 mbak hehe *hug balik* ♡♡

salam kenal Fanny 🙂 I like your blog!
anyway setuju sama semua poin diatas, saya juga family oriented girl banget, apapun acara yg bentrok sama acara keluarga udah pasti ditolak, dan temen2 saya jadinya ga terlalu banyak akibat jarang ngikut ngumpul2 hehehe

Salam kenal Clarissa 🙂
Hoaa senangnya senasib hehe.. Hidup family!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,714 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Felt so yellow here. Somehow don't really feel like homey.
.
#cafemilano
#caffemilano
#gi
#coffee With Aimee and Kuku @ye_23ly 😎
.
#aimee
#aimeelynn
#family 
#temukangen
#greyhound 
#gi Selalu berjodoh dengan tempat ini. 3rd time in a month
.
#greyhound 
#gi
#coffee
#mangostickyrice Ayam tulang lunak 🍗🍗
.
#ayamtulanglunak
#hayamwuruk
#greenville
#lunch
#food Natural disaster is my kind of movie
.
#geostorm
#movie
#fridaynite
#cinemaz
#cineplex
#grandparagon Kids mode ini kece banget! I've been Samsung loyal customer but never realized of this feature before.
.
#baruexplore
#samsung Yummy!!
.
#cassis
#cassiskitchen
#marshmallow
#gulali
#food
#instafood Tutor Time trial
.
#tutortime
#pluit
#aimee
#aimeelynn 
#preschool
#toddler
@tutortimepluit Topic of the day : Anak n cruise 😁
.
#reunion
#greyhound
#aciauvinnie
#friends Come back here because this is lumayan enak
.
#gopek
#gi
#indonesian
#restaurant
#lunch Situation : classic place plus little playground in the form of pirates ship. Usually rame and sering di-reserved buat acara so better call first before you come
.
#harlequinbistro 
#kemang
#restaurant
#classical
#cafe Nice place tapi banyak nyamuk
.
#harlequinbistro
#kemang
#restaurant
#cafe
#breakfast
#classic Freak out of bubbles 🤣
.
#littlejack
#trial
#aimeelynn
#emporium
#bubbles Closest comparison with be with #magal. Side dish perspective I'd prefer Magal but the rest, @seoseogalbi_id is the champion. Nice and quite spacious place, friendly waitress, super juicy pork belly and of course their superb Seo Seo Galbi. Suka!
.
#seoseogalbi
#korean
#koreanbbq
#pik
#food
#instafood #zoomov time! Anak ini tegang banget tiap nyobain mainan baru 🤣
.
#aimee
#aimeelynn
#daughter
#kids
#kidsplay Just can't resist their mango flavor cheese cake
.
@chizukek
#cheesecake
#somplak
#chizukek
#mango
#mangocheesecake Nasi Krucil @district7.coffee 
#nasikrucil
#district7coffee
#pik
#camilan
#nasi Minutes of serenity - I want to spend more time here in silence. Felt so relax and refreshed. Don't go for food here. Seek for peace, you will find it. 
#thepier 
#thepierbykalaha 
#pier
#serenity
#evening
#windy
#relax 🥞🍽
.
#foodie
#pancake
#dessert
#seafoodplatter
#seafood
#earlydinner Napak tilas peristiwa bersejarahnya @stefanielaurensia 😄😄
.
#thepier 
#thepierbykalaha 
#pier
#weekend

Blog Stats

  • 459,938 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2014
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: