Fanny Wiriaatmadja

Kenzo dan Phobia Maut

Posted on: August 19, 2014

VanGogh_Depression

Namanya panjang, hasil kolaborasi ayah yang menggilai bola dan ibu yang sangat feminis. Dia bahkan sedikit malu akan namanya. Sebut saja dia Kenzo untuk mudahnya.

Kenzo lupa seperti apa asal-muasal semuanya ini, tapi yang pasti kematian orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis di usia remajanya seakan membuka lebar matanya akan sosok makhluk bernama maut, membuatnya berpikir, menimbang-nimbang dalam tahunan hidupnya, bagaimana dia harus menyikapi dan memperlakukan seorang maut. Sebagai temankah atau sebagai musuh. Sebagai sesuatu yang harus dihindari, ditakuti, atau disambut dengan tangan terbuka dan senyum terkembang lebar.

Rasanya dihitung-hitung dalam perjalanan hidupnya, pikirannya lebih banyak terserap untuk tetek-bengek kematian ini, dan dia masih belum bisa memutuskan dengan mantap, seperti apa dan bagaimanakah seorang maut itu, dan apakah dirinya sendiri aliran pendukung atau oposisi. Tapi paralel dengan itu, yang dia lakukan sebenarnya jelas menunjukkan bahwa dia cenderung menghindar dan menakuti sosok kematian.

Sedikit demi sedikit dia mulai memikirkan cara untuk menghindari peristiwa yang sama dengan orang tuanya. Dia berharap kematian datang dengan bersahabat, tidak dengan cara non-manusiawi atau cara yang biadab. Kenzo tidak keberatan kematian datang menjemputnya tanpa ijin sepanjang itu lewat sapaan sewaktu ia tidur atau apapun yang lebih lembut.

Lalu dia mulai membuat daftar penyebab kematian yang mungkin terjadi dalam hidup, dengan membaca banyak surat kabar dan berita, berusaha mendapat sebanyak mungkin ide datangnya kematian dan memikirkan ribuan cara untuk meminimalisir potensi terjadinya. Awalnya sederhana, dia berlatih menahan napas secara teratur setiap harinya, untuk mengantisipasi bila suatu saat dia (harus) tenggelam. Dia belajar membuat simpul, mempelajari cara bertahan hidup dari berbagai sumber bacaan. Dia belajar berenang, walaupun air mungkin makhluk kedua yang paling dia benci setelah maut. Dia berolahraga dengan teratur untuk menjaga staminanya dan menghindari semaksimal mungkin berpergian dengan pesawat atau kendaraan bila tidak diperlukan. Dia membaca persentase tingkat kecelakaan berbagai kendaraan publik untuk menentukan mana yang paling aman. Dia menilik berbagai topik mengenai penanganan pertama untuk berbagai keadaan darurat seperti serangan jantung atau stroke. Nomor-nomor darurat seperti ambulance atau polisi sudah dihafalnya luar kepala.

Kemudian dia mulai semakin serius dan belajar statistik; mengkombinasikannya dengan persentase aktivitasnya sepanjang hari untuk melihat probabilitas angka kematian yang mungkin terjadi dalam kesehariannya. Berapa persen yang dihabiskannya di dapur – dengan potensi kompor meledak, potensi luka bakar yang tak tertangani dengan baik atau semacamnya; berapa persen dihabiskannya dalam tidur sehingga berpotensi meminimalisir kesadaran dan kewaspadaannya akan hal-hal yang mungkin terjadi (pencuri? Kebakaran? Korslet listrik?), dan lain sebagainya; semuanya didatanya dan dia membuat semacam daftar solusi untuk mengatasi semua potensi kematian yang ada. Dia mengurangi waktunya sedikit demi sedikit di tempat-tempat yang beresiko membunuhnya. Berada dalam keadaan aman selalu lebih baik, bukan begitu?

Dia mempelajari tentang kesehatan, pola hidup dan cara berpikir manusia. Cara menangani stress dan tekanan hidup, semua diadopsinya. Dia tahu ketakutan akan kematian juga bisa membunuhnya perlahan, tapi targetnya adalah meniadakan atau paling tidak mengeliminasi segala ketakutan dan tekanan dari aspek hidup yang lain supaya fokusnya bisa terarah pada satu jenis tekanan saja. Selain berolahraga teratur, dia menjaga pola makannya, berusaha tetap gembira dan menjaga suasana hati untuk memelihara kesehatan dan kewarasannya. Dia tahu ada banyak hal yang kontradiktif antara ketakutannya sekaligus usahanya untuk menikmati hidup sekaligus mencoba merasa bahagia untuk mengatasi ketakutannya. Dia belajar mengendalikan pikirannya dan menerapkan pola pikir yang positif, walaupun maut adalah satu dan satu-satunya pengecualian. Buku-buku motivasi adalah salah satu langganananya.

Dia bekerja lebih keras untuk mendapatkan kehidupan finansial yang terjamin – suatu hal yang dibutuhkannya untuk mendapatkan makanan berkualitas dan fasilitas hidup yang lebih baik untuk mendukung semua pola hidupnya, walau di satu sisi berusaha keras menekan segala kekuatiran akan proporsi kerjanya yang cukup gila. Bicara soal pekerjaannya, tentu saja itu dilakukan berdasarkan riset mendalam sebelumnya, pekerjaan apa yang paling beresiko rendah, dan dia menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajari dan memodali dirinya dengan berbagai kompetensi sebelum terjun dalam bidang tersebut. Tentu dia terus berpatokan pada angka maksimum stress yang dapat ditanggung seseorang dalam hidupnya.

Teman? Kehidupan sosial? Dijalaninya tentu saja, tapi dia mengurangi berpergian dan interaksi langsung. Berusaha tampil normal untuk menghindari ketakutan dari kolega maupun lingkar sosialnya, dan sejauh ini culup berhasil. Banyak pengetahuan mengenai hidup membuatnya cukup disukai teman-temannya walaupun mereka juga berbisik-bisik di belakangnya, menggunjingkan keanehan dirinya. Pula dia membaca banyak buku tapi dengan taraf wajar untuk menjaga kondisi matanya dan mencegah kelelahan berlebih. Hidupnya berjalan dengan sangat teratur sesuai dengan kalkulasi dan pola yang telah dia rancang.

Keluarga? Dia hanya punya orang tuanya – yang sekarang sudah meninggalkannya – dan tidak pernah tertarik membangun tali silaturahmi dengan kerabat yang lain. Dia sudah melakukan analisa bahwa memutuskan tali kekeluargaan membuat hidupnya lebih aman dan merendahkan tingkat resiko akan kejadian, peristiwa atau insiden apapun yang tidak diharapkan sebelumnya.

Mencari pasangan hidup jelas bukan prioritasnya. Pertengkaran, putus cinta, tangis-menangis, ratap-meratap dan segala masalah dramatik lainnya jelas bukan bagian dari rencana hidupnya. Hidup sendirian membuatnya lebih hidup, menurutnya.

Agama juga dipelajarinya. Semuanya. Satu demi satu ditelaahnya namun di akhir dia memutuskan agama tidak cukup baik untuk menolongnya. Apalah guna sebuah kepercayaan yang hanyalah menimbulkan perselisihan dan saling saing antar sesama pemeluknya? Dia mencoret kata itu dari kamus hidupnya sesegera mungkin.

Dia juga menulis. Banyak ahli berkata menulis menolongmu melupakan luka hati dan melegakan rasa. Dia setuju dan sampai dia tua dia menyimpan seluruh catatannya sebagai pembelajaran sekaligus gugus kenangan.

Begitulah hidupnya.. hari demi hari, tahun demi tahun.

Sekarang usianya 65 tahun. Di biliknya, dia masih rajin membaca berbagai buku. Dia tidak tahu asal-muasalnya kenapa dia bisa berakhir di tempat ini. Kadang dalam masa-masa sadarnya, dia mengerti kegilaan sudah datang padanya, merayap perlahan tapi berhasil mendahului kematian. Tapi dia tidak keberatan. Pikirnya, kegilaan merupakan salah satu cara kematian yang cukup dapat diterimanya. Dia toh tidak akan sadar lagi dan kewarasannya mungkin akan semakin lenyap, sehingga dia tidak perlu merasakan detik-detik kesengsaraan atau kematian. Palingan orang akan menatapinya dengan rasa iba mendalam atau mencemoohnya – apapun itu, dia toh tak akan merasakannya, bukan begitu adanya?

Jadi dia memutuskan bahwa dia bahagia dengan kegilaannya dan bahwa hidup cukup adil mencabut kewarasannya, guna mempersiapkan kematian.

Dia terkekeh-kekeh – terus, sepanjang hari itu. Gembira atas penemuannya. Para petugas hanya geleng-geleng melihatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

<<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplusteh70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? #aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella Aimee 1st cake 🎂 🎂 @colettelola

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #cake #coletteandlola #chocolate Happy Birthday Aimee 🎂

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #changthien #keluargakaret #perayaanbatchpertama #greendresscode Happy birthday sweetheart 😀

Even the power of words (whom I trust the whole of my life) can't describe how I feel for this 1 year journey. 
It's a mixed of rollercoaster jaw-dropping, calming and peaceful feeling from rain and soil smell, soap opera laugh and tears, and so on.. Oh, and one thing for sure I know now what is heavy backpain and sleepless night, lol.. Mommy and Daddy woof you berry berry munch, sweet lil' monster.. Thank you for making me a better person, someone I never knew I could be.. ❤👪 #aimee #birthday #1yearold #baby #perayaanbatchpertama #chsngthien #bihunikanpalingenaksedunia #celebration #dinner #family Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design

Blog Stats

  • 405,266 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2014
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: