Fanny Wiriaatmadja

Book Review : The Various Flavours of Coffee

Posted on: August 12, 2014

Flavous

Saya beli buku ini di Bazaar Gramedia with only iDR 30K. Covernya cukup mentereng dan eye-catching, dan baca sekilas summary-nya, sepertinya ceritanya cukup unik walaupun saya jelas bukan penggemar kopi. Saya mulai baca buku ini di hari Kamis lalu kalau ga salah dan ga bisa berhenti melahapnya sampai habis. In total I spent 2 days to finish this book, and can’t say other than ‘I love this book’!

Ceritanya tentang Robert Wallis, seorang pemuda Inggris yang necis dan gemar bergaya hidup mewah dengan profesi penulis serta keuangan terbatas yang drop out dari universitas. Di sebuah kedai favoritnya, ia berjumpa dengan Samuel Pinker, seorang pedagang kopi; terjadi suatu percakapan aneh yang kemudian tak disangka-sangka mengubah seluruh hidup Wallis. Singkat kata, ia diminta bekerja untuk Pinker dengan tugas menyelesaikan satu kamus tentang bau-bauan kopi, supaya biji kopi yang dipesan bisa dibedakan dengan jelas berdasarkan pedoman itu. Misal Kopi Arabica, Wallis akan menuliskan deskripsi kata yang mencerminkan bau khas kopi tersebut. ‘Plum’, ‘Kayu Jati’, dll. Ketajaman penciuman dikombinasikan dengan kekayaan perbendaharaan katanya membuatnya menjadi asset berharga untuk perusahaan kopi Pinker. So setiap hari Wallis hanya memeriksa satu per satu biji kopi yang baru datang, menciuminya, merebus dan menyeduhnya, dan menyimpulkan keseluruhan aroma yang terasa baik di hidung maupun di lidah.

Di sini ia juga berkenalan dengan Emily, putra Pinker yang sangat keras, idealis, sekaligus pembela gerakan hak asasi wanita, dan sesuai dugaan keduanya jatuh cinta. Kasta sosial yang cukup berbeda membuat Pinker menolak rencana pernikahan mereka, dan Wallis dikirim ke Afrika untuk mengurus perkebunan kopi Pinker dengan iming-iming pernikahan dengan putrinya apabila Walis berhasil mengurus perkebunan tersebut dalam 4 tahun.

Dimulailah perjalanan Wallis ke Afrika; penuh pahit-manis dan suka-duka, dan sungguh seru pengalaman dan pertualangannya di sini! Pula ia berkenalan dengan seorang budak wanita yang sangat cantik yang kemudian dibelinya dengan harga sangat mahal, namun kemudian mengkhianati cintanya tanpa diduga.

Wallis kembali ke London dengan patah hati, bertemu kembali dengan Emily yang sudah menikah dengan seorang anggota parlemen dan sekarang didiagnosa menderita Histeria. Cerita berlanjut, masih tentang perusahaan kopi Pinker, hubungan Wallis dan Emily, perjuangan Emily membela kaum wanita, dan masih banyak lagi.

Selesai membaca buku ini, seperti Wallis yang bertugas menjabarkan aroma kopi dalam kata, saya tak bisa menemukan satu kata yang lebih tepat bagi cerita ini selain ‘kaya’. Novel ini sangat kaya dengan beragam cerita yang tidak biasa. Saya jadi mengenal sebuah sudut pandang baru mengenai kecintaan terhadap kopi yang dikaitkan dengan bebauan; kondisi Inggris dan negara-negara lain termasuk Afrika di jaman itu (akhir tahun 1800-an), sistem perbudakan serta kehidupan persukuan di Afrika, kisah tentang perjuangan kaum wanita Inggris di masa itu untuk mendapatkan kesamaan hak dengan pria, perputaran ekonomi terkait dengan bursa, saham, branding, dan lain-lain, dan masih banyak lagi. Banyak hal baru yang sangat tidak biasa ditemui di novel pada umumnya, dan membaca buku ini membuat kita dijungkir-balikkan dari berbagai macam keadaan dan latar belakang.

Selain cerita, banyak lagi kelebihan yang disajikan buku ini :

  • Karakteristik tokoh yang kuat; mulai dari Robert Wallis yang mudah jatuh cinta dan terkesan dangkal dengan gaya hidupnya, tapi somehow sangat mengundang simpati dengan kecerdasan dan ketajaman bau serta kemahirannya berbahasa, Emily yang keras dan senang berdebat serta sangat teguh menjaga prinsip-prinsipnya, Pinker yang lihai dan bersemangat, dan masih banyak lagi.
  • Gaya bahasa yang memikat; cerita berlatar belakang tahun 1800-an yang dibawakan dengan gaya modern tapi tidak menghapus sedikit pun sentuhan sastra jaman itu. Plotnya mengalir dengan sangat enak, belum lagi beberapa soft-joke yang manis, terutama dari karakter jenaka Robert Wallis.
  • Beberapa twist sederhana yang membuat kita cukup terkejut, walau di beberapa bagian terkesan dipaksakan. Dari awal, perjalanan Wallis mengundang banyak pertanyaan dan rasa ingin tahu, membuat kita ingin cepat membalik halaman untuk mengetahui kelanjutan cerita, dan twist-twist ini sukses menyajikan penyelesaian yang unik dan tidak biasa.
  • Sudut pandang penceritaan yang unik. Di awal, penulis menggunakan Robert sebagai pencerita, serta kata ‘kita’ sebagai kata ganti untuk mengajak kita pembaca terlibat langsung dalam cerita. Misal, “Nah, mari sekarang berbelok ke kiri dan kita akan melihat satu sudut kota London yang jarang tersentuh..” Jadi komunikasi di awal bersifat dua arah. Kemudian selain sudut pandang seperti itu, beberapa kali penulis mengganti perspektif ke beberapa tokoh lain, misal si dukun wanita di Afrika, atau ke Emily sebagai pencerita. Cukup unik dan cukup berhasil untuk tidak menimbulkan kebingungan, walau terkesan inkonsisten.

Intinya, buku ini recommended untuk dibaca. Beberapa pembaca akan mengatakan banyak pelajaran hidup didapat dari buku ini; tentang keteguhan hati, perjuangan hidup, cinta sejati, dll. Tapi saya pribadi belum merasa sampai sejauh dan sedalam itu. Tidak ada lesson of morale atau apapun sejenis itu yang mencolek hati ini pasca membacanya, please blame me for this, tapi jelas saya merasa novel ini manis dan dijamin membekas hangat di hati, apalagi bagi para pecinta kopi.

Score : 8.5 out of 10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,713 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Aimee's ritual every Lebaran - transjakarta . #lebaran #aimee #aimeelynn #busway
Buumi Playscape - ga terlalu recommended ya. Kecil dan ga banyak mainan. More pics and videos on story. . #buumi #buumiplayscape #pp #playground #aimee #aimeelynn #kids
Iiiiiy ini juga enak! 3 japanese food in 3 days and all is too good!! . #kimukatsu #japanese #food #lunch
Uenak!!! . #sushihiro #senopati #sushi #japanese #dinner
Happy eid mubarak 🤗
Finally... After some times craving for tonkatsu, apalagi semenjak Katsu Sei tutup 😍😍😍 Queued 45' ajah sambil mo mejret gendong Aimee yang lagi tidur siang. Worth it? Yessss absolutely!!! Now lg struggling trying to find affordable keisaki di Jakarta. Yg tau DM doong 😭😭😭 . #gempor #demi #porkkatsu #tonkatsu #porkforever #lunch #food #instafood #pork #porklover
❤ . #aimee #aimeelynn #teepee #daughter
Accompanied by slow rock songs : Queen, Mr. Big and so on (in accoustic mode!).. it's such a nostalgic sunday and couldn't be more perfect! . #coc #pluit #breakfast #slowrock #coffee
. ~The running clouds ~Sun is giving up ~Circus Ball giggling ~Comfort in color . #caption #nature #landscape #bali
Kalau sering lewatin sekitaran Sea Circus (deket Motel Mexicola) pasti aware sama Kim Soo presence. Biasanya mereka hampir selalu rame, keliatan dari area outdoornya. Cafenya ada semacam 'Ikea' kecil di dalamnya, jual perintilan rumah. Lucu-lucu juga sih.. Bisa belanja sambil ngopi. . #kimsoo #kayuaya #bali #home
😍😍😍 grande lobby, isn't it? . #renaissancehotel #renaissance #bali #uluwatu #interior #architecture
Kesayangan (dan kesebelan juga kadang2 🤣) . #alfalaval #bukber #lastworkingday #colleagues
Keringetan-day 😓😓 . #labrisa #bali #traveling #aimee
Saking enaknya, ngerasa perlu 1 dedicated post for this. Ini kue es teler mahakarya my multi-talented sister, alias mamanya @libbyandjamie and @libbymikaylen. Enaknya keterlaluan beneran. AMKC should be very worried now they're getting a serious competitor 🤣 even me myself aja plan to buy this cake from my sista' for me ALONE (husband and aimee jangan harap dibagi. Nehi-mehi-tahi) . Lagi convince her to start opening PO buat kue es teler ini. Super perfect! Makannya sambil pedih karena cuma dibagi seperempat bagian. Every bite is gold. . #estelercake #homemade #cake #sister
Si nyebelin yang ngangenin . #aimee #aimeelynn #daughter #cutenessoverload
The Slow - ada tempat ngopi, ada hotelnya juga. For me review yang saya baca mengenai interiornya is a bit overated sih . #theslow #bali #canggu #coffee #culinary
Pork Hainam Rice yang super uenak!! Nasinya enak, soy sauce-nya pas, babinya empuk, kulitnya garing dan rasanya mantap! Besok malemnya kami gojek lagi saking ngangeninnya. Malam berikutnya lagi, kami guojek nasi yang sama lagi! 2 days in a row! 🤣 total 3x makan dalam 3 hari. . Atlas ini tempatnya kecil dan sederhana tapi selain nasi babinya tadi, jusnya juga enak. Biasa kan kalo campuran jus macem2 rasanya suka jadi aneh dan bau. Tapi jus yang kami pesen enak dan seger! (Lupa pesen jus apa). Harganya juga affordable semua. . PS : Aimee aja doyan and abis lho 1 piring (tapi sharing a.k.a. agak2 rebutan sama emaknya) . #atlas #atlaskitchenandcoffee #bali #pork #culinary
Dari dulu seolah ga berjodoh sama Biku. Kali pertama, mereka tutup karena renovasi. Kali kedua, bener2 ga sempet dateng karena padatnya itinerary (tsah!). Kali ketiga yakni kini, mereka tutup 2 hari karena Galungan. Untung hari terakhir sempet mampir kemari karena udah buka lagi . Pesen nasi campur sama ribs mereka dan I like none of them 🙄 I know everybody recommend Biku, tapi for me memang sepertinya the destiny has tried to tell me something with all the prior coincidence but sometimes we urge to follow our own desire - and getting disappointed (tsah!) . #biku #bali #lunch #foodie #culinary
KAUM - after Biku, we went here for cemal-cemil. Tried their batagor and babi onyol (lupa namanya) and dua-duanya enak banget! The waiter gave us 'that' look when we refused to order wine and when we just ordered 1 drink, and when we didn't order any main course. Ya-ya-ya maaf deh masbro, abis kenyang gimana dong 😁 . Anyway ini satu tempat sama Potato Head. This Kaum has big windows allowing beach wind to gently wipe your face and where we can see Potato Head and all the bule crowd desperately trying to get tanned. . #kaum #foodie #instafood
Be kynd to people! . #kynd #kyndcommunity #coffee #bali #culinary

Blog Stats

  • 515,152 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2014
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Advertisements
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: