Fanny Wiriaatmadja

Bali Trip 2014 (3)

Posted on: January 30, 2014

Postingan ini adalah cerita terakhir dari rangkaian perjalanan ke Bali, dengan postingan pertama di sini dan postingan kedua di sini.

Hari ketiga ini temanya adalah Bali-agak-ke-utara.

Paginya, kami breakfast di Nasi Pecel Bu Tinuk, juga di Kuta. Maklum kami ga dapet breakfast di hotel. Nasi pecelnya lumayan enak, dan lagi-lagi harganya murah, sekitar Rp 15,000. Saya sendiri minum jus di sini, secara udah beberapa hari ga menyentuh buah di Bali. Untuk pemilihan menunya, metodenya seperti biasa, tinggal tunjuk sana-sini ke deretan sayur yang dipajang di etalase kaca gitu.

DSCN5371 DSCN5372 DSCN5373 DSCN5375

Selesai makan, kami mampir ke Krisna sebentar untuk belanja. Saya cuma bela-beli celana dan sandal Bali plus pai susu aneka merk.

DSCN5376

kami jalan ke Pura Taman Ayun di Mengwi. Jalannya lumayan jauh, 1 jaman. Sampe’ sana, kami beli tiket seharga Rp 10,000/orang, lalu masuk ke dalam kompleksnya yang ternyata ga ada apa-apa selain bangunan-bangunan dan danau gede yang  biasa-biasa aja. Karena ga berhasil nemu sisi menariknya, akhirnya kami balik lagi ke mobil. Sebenernya sih pasti secara histori bangunan ini pastinya punya suatu nilai, kalo’ nggak sepertinya ga mungkin tempat ini selalu masuk jadi salah satu objek wisata di setiap tour itinery yang saya pernah browse.

DSCN5383 DSCN5389  DSCN5385 DSCN5387  DSCN5390 DSCN5391 DSCN5393 DSCN5394 DSCN5402 DSCN5404 DSCN5406  DSCN5412 DSCN5413 DSCN5415 DSCN5416 DSCN5418  DSCN5423 DSCN5424

DSCN5420 DSCN5408

Again, hari itu Bali panasnya luar biasa, sementara denger kabar Jakarta hujan gila-gilaan sepanjang hari.

Dari Pura Taman Ayun, kami lanjut ke daerah Jatiluwih, karena saya mau lihat hamparan sawah bertingkat khas Bali yang tersohor cantiknya itu. Pak Komang tampaknya agak enggan ke sana, karena katanya jalan masuknya dalam, agak kecil, dan jalannya rusak. Sebagai ganti dia nawarin mampir di restoran deket gerbang masuk Jatiluwih aja, dimana kita bisa tetap lihat pemandangan sawah bertingkat itu. Ya sudah kami ngalah lagi. Kayaknya banyak yang kami agak ngalah ke supir satu ini.

Sampe’ ke restoran yang dimaksud, yang namanya Gunung Sari, ternyata sistemnya buffet, dan ya ampun makanannya secara tampang sangat jauh dari menafsukan dan menjanjikan. Mie goreng, nasi goreng, tahu kuah kecap, ayam asam manis, tuna cah, dll. Dan kita juga harus nambah beli minuman lagi. Pas dimakan, tampang ga bohong, makanannya kurang enak walaupun ga bisa bilang ga enak juga sih. Pokoknya kami cuma makan sekali doang, ga pake acara nambah-nambah lagi, dan harga all you can eat itu Rp 80,000/orang. Yah hanya sepiring nasi dan sedikit sayur seharga 80,000, rasanya lumayan nyesek sih, belum lagi minuman Rp 25,000-an. Jadi total per orang kira-kira 100,000. Huff..

IMG_20140118_115339 IMG_20140118_115518

Secara view sendiri, memang benar sih kita bisa lihat sawah bertingkat dari sini, tapi letaknya agak jauh, jadi viewnya ya kecil aja deh. Restorannya sendiri ga terlalu rame’, tapi ada beberapa turis di sini.

Setelah makan siang yang mengundang murka itu, kami jalan ke Bedugul. Itu loh, danau gede dengan pura di tengahnya, yang jadi pemandangan di lembaran duit 50,000-an kita. Perjalanan ke sini juga lumayan jauh, sekitar 1 jaman.

Sampai sana, masuk beli tiket Rp 10,000/orang, terus jalan deh ke kompleksnya. Ih dari jauh danau Bedugul dan puranya itu udah kelihatan. Cakep banget. Ga nyesel deh jauh-jauh kemari. Cuaca waktu itu udah mulai mendung, jadi langitnya pun agak berkabut dan gunung di belakangnya jadi ga keliatan, kalo’ nggak pasti view-nya tambah cantik. Tapi plus-nya, mendung-mendungnya itu jadi bikin view Bedugulnya jadi agak mistis. Orang-orang ramai berkumpul di sekitar spot pura untuk berfoto, dan sejumlah pemeluk Hindu bersiap naik perahu ke danau –mungkin part dari sembahyang mereka. Pemandangan yang menarik banget.

DSCN5467 DSCN5482 DSCN5492 DSCN5498

DSCN5454  DSCN5464

DSCN5430 DSCN5431 DSCN5435 DSCN5436 DSCN5438 DSCN5439 DSCN5441 DSCN5446

Setelahnya kami jalan agak memutar supaya bisa lihat puranya dari angle yang berbeda, dan ternyata dari belakang viewnya lebih cantik lagi karena ada tetanaman dan bunga-bungaan yang memperkaya view-nya saat difoto.

Habis itu, keliling-keliling sebentar dimana ada patung-patung kartun binatang, ada tempat burung hantu, kandang rusa, pura-pura dan gapura-gapura khas Bali yang cantik itu.

Setelahnya hujan mulai turun walaupun kecil. Untung juga kami sudah sempat berkeliling. Sampai mobil, kami melanjutkan perjalanan. Entah kenapa secara ajaib Pak Komang mengajak kami masuk lebih dalam ke Jatiluwih, tempat sawah bertingkat tadi. Dia bilang sekalian menghabiskan waktu, toh kita juga ga bisa turun ke bawah dengan cuaca seperti ini. Saya kurang ngerti sih maksudnya apa, tapi ya sudah saya sih seneng-seneng aja karena jadi bisa lihat Jatiluwih dari dekat.

Anyway kalo’ ternyata sekarang kami mau ke Jatiluwih beneran untuk liat sawah bertingkat, ngapain juga kami tadi harus makan di Gunung Sari demi liat pemandangan sawah bertingkat dari jauh dan ngabisin Rp 100,000? Grrrr.. Tapi ya sudahlah, kan ke Jatiluwih sekarang ini juga ga disengaja dan karena kebetulan hujan aja.

Perjalanan ke Jatiluwih lumayan menyeramkan. Pertama, karena kabut sisa hujan lumayan tebal, bener-bener membuat jarak pandang ke depan itu minim banget. Kedua, jalannya sempit, naik-turun dan berkelok-kelok dengan kiri-kanan banyak jurang. Ketiga, jalanannya rusak, sehingga banyak guncangan. Memang ga heran kalo’ tadi di awal Pak Komang agak enggan ke masuk lebih dalam ke Jatiluwih.

Yah anyway setelah perjalanan panjang, nyampe’ juga kami ke desa ini, dan ada beberapa spot kosong tempat banyak mobil parkir dan orang-orangnya turun untuk lihat pemandangan sawah bertingkat yang terlihat jelas dari situ. Saya dan yang lain pun melakukan hal yang sama, dan memang benar pemandangannya cantik sekali. Sebenernya kita bisa lihat lebih jelas lagi dengan terus masuk ke dalam Jatiluwihnya, tapi sepertinya Pak Komang sudah menyerah dan karena keterbatasan waktu juga, ya sudah kami setuju untuk tidak melanjutkan perjalanan ke dalam.

DSCN5530 DSCN5538

Setelahnya kami harus melalui perjalanan panjang lagi ke daerah Seminyak, tepatnya Potato Head. Tadinya mau mampir Tanah Lot dulu, tapi waktu ga memungkinkan juga dan yang lain lebih tertarik ke Potato Head, resto&bar terkenal ini. Ya sudah kami jalan ke sana. Padahal saya pingin juga ke Tanah Lot karena again dulu I was there with my father.

Sampe’ Potato Head untunglah antrian belum terbentuk sehingga kami bisa langsung masuk dengan lancar. Dari depan, desain eksterior tempat ini sudah lumayan menarik perhatian. Setelah masuk ke dalam, jujur saya agak kaget melihat hampir 75 % tempat ini semua dipenuhi oleh bule yang asyik bermalasan di kursi panjang maupun ranjang-ranjang yang  disediakan, belum lagi mereka yang berjemur di rerumputan beralas tikar. Benar-benar serasa bukan di Indonesia. Musik yang berkumandang juga membuat nuansa turisnya makin kental. Bener-bener tempat yang hippies banget.

DSCN5566 DSCN5572 DSCN5576 DSCN5582

DSCN5548 DSCN5551 DSCN5553 DSCN5556 DSCN5558 DSCN5559

Sampai sana kami ditawari mau makan atau minum doang. Karena kami cuma mau minum-minum aja, tempat yang disediakan pun berbeda. Seorang waiter bilang bahwa tempat untuk minum-minum sudah full, tapi mendadak seorang waitress yang tampaknya lebih senior langsung memboyong kami ke sebuah sofa santai yang nyaman dengan view langsung ke kolam renang dan pantai, mirip di Klapa Jimbaran, hanya saja crowd nya sangat berbeda di sini. Ah, perfect. Hanya silaunya matahari saja yang sedikit mengganggu.

Again kami pesan minuman dan enjoying sekitar 45 minutes dengan pemandangan bule berbikini lalu-lalang serta berbagai turis negara lainnya. Orang lokal sungguh jadi minoritas di sini. Setelah beberapa saat minum-minum dan sudah diusir secara halus oleh waitress yang menanyakan apakah masih akan pesan minuman lagi atau tidak, kami balik ke mobil dan lanjut ke Babi Guling Candra di Denpasar. Tadinya Pak Komang menawarkan Ayam Gilimanuk dengan alasan sore hari biasanya jalan di Denpasar agak macet, tapi sepertinya Pak Komang sudah agak keterlaluan hari itu dengan terus mencoba mengkompromikan semua tujuan yang mau kami datangi, jadi dengan tegas kami katakan bahwa kami tetap ingin makan di Candra. Ya sudah dia pun mingkem seribu bahasa.

Sampai Denpasar ternyata jalanan lancar-lancar aja kok. Makanlah kami di Candra, dimana menunya sama seperti di Warung Liku, langsung berupa nasi dengan sepiring babi guling dalam berbagai versi dan kombinasi. Setelah makan ya ampun berasa surga banget saking enaknya. Seingat saya, dulu saya pernah makan di sini tapi ga ada kesan apapun yang tertinggal, tapi kenapa kali itu makanannya enak banget ya, sampe’ mata merem-melek. Secara harga pun, ga mahal loh, tapi sayang saya lupa berapa duit.

Alamatnya : Jl. Teuku Umar 140, Denpasar.

DSCN5583 DSCN5585 DSCN5590

Dari Denpasar kami balik ke Legian untuk pulang hotel, dan kali ini hotelnya adalah 101 Legian. Letaknya dekat dengan dunia malam Legian, jadi enak buat jalan-jalan. Sayangnya pas udah nyampe’ hotel dan masuk kamar, kami malah berasa capek banget dan akhirnya tidur, ga jalan-jalan lagi. Sayang juga sih.

Anyway ini hari terakhir kami memakai jasa rental mobil, dan tiba saatnya berpisah dengan Pak Komang. Overall kami cukup puas dengan jasanya walaupun sesekali memang dia memperlihatkan dengan jelas keengganannya untuk pergi ke tempat yang agak jauh atau merepotkan. Tapi dilihat dari teknik menyetir mobil, saya pribadi puas banget. Nyetirnya kalem, jarang ngebut dan lumayan bikin safe. Selama hari-hari kami bersama, tiap diajak makan juga dia selalu menolak dengan sopan. Again, overall cukup OK.

Kemudian bahas hotelnya, lagi-lagi hotelnya juga OK, walaupun secara space, Grand Whiz kemarin lebih luas. Harganya juga mirip-mirip Grand Whiz, yakni Rp 400 ribuan. Pokoknya overall 3 hotel selama di Bali mulai dari Pop, Grand Whiz dan 101 Legian is recommended kok, ga nyesel banget stay di sini.

 DSCN5599 DSCN5601

DSCN5595

Hari Keempat

Ga dirasa, sudah saatnya untuk balik Jakarta. Pagi-pagi saya sendiri sengaja bangun lebih dini untuk jalan-jalan dulu di sekitar dan ngunjungin Ground Zero, monumen untuk mengenang peristiwa Bom Bali. Ada semacam tugu datar tinggi di sana, dan daftar nama-nama para korban. Saya hanya sempat foto-foto saja di sana, setelahnya lanjut jalan-jalan dan akhirnya makan di sebuah restoran bergaya tradisional dan memesan nasi goreng.

DSCN5607

Setelahnya saya balik hotel, check-out dan naik taksi ke bandara. Hanya Rp 30,000 saja dari Legian ke airport. Sengaja tidak memakai rental mobil karena harganya jauh lebih mahal.

Sampai airport yang ternyata sekarang sudah semakin bagus dibanding dulu dan setelah proses check-in yang ajigile ramenya, saya nunggu di gate yang sudah ditentukan dan makan Nasi Jinggo lagi. Terakhir nih, puas-puasin bersantap makanan Bali.

Sudah deh selesai trip 4 hari ke Bali. Berasa ga nyaman banget pas pulang karena terus-menerus kebayang menyenangkannya di Bali, terutama makanannya yang bener-bener bikin addicted. Rasanya saya taun ini pasti bakal balik ke sana lagi deh hanya demi makanannya. Enaknya ga ketulungan semuanya.

Bersyukur karena cuaca walaupun terik, masih cukup mendukung, ketimbang hujan terus-menerus dan ga bisa menikmati perjalanan.

Goodbye Bali, see you again😀

1 Response to "Bali Trip 2014 (3)"

kk bisa minta no hpx gak alx aku mau trip k bali buln 5 alx aq gak tau mw k mn n aku solo trip jd pusing
kalo kk mau kasih sms aja k no ini kk
085255698445

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,710 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: