Fanny Wiriaatmadja

Movie Review Jan 2014

Posted on: January 26, 2014

Wolf of Wall Street

TheWolfofWallStreet_iTunesPre-sale_1400x2100

Iiiy, seperti biasa Leonardo Di Caprio dapat peran sebagai sosok flamboyan yang gemar berfoya-foya, mirip dengan cast-nya di Gatsby something itu. Tapi memang dia cukup cocok sih berperan semacam itu.

Seperti judulnya, dengan mudah tertebak bahwa kisah ini adalah tentang seorang pialang saham dan kehidupannya, mulai dari awal ketika dia baru jadi seorang ‘cecunguk’ saja, sampai di masa akhir suksesnya dengan perusahaannya, dan segala jatuh bangun perjalanannya akibat transaksi illegal yang dilakukannya, yang membuatnya dikejar-kejar FBI. Tentu saja kehidupan pernikahannya pun diceritakan pula. Sangat menarik.

Film ini menganut metode penceritaan oleh diri sendiri, yang menurut saya lumayan mengasyikkan. Menontonnya serasa membaca buku autobiografi seseorang, belum lagi dengan adegan-adegan gokil khas film remaja yang disajikan terkait karakter Jordan Bredford something yang memang agak nyentrik ini. Berbagai pesta, obat-obatan, wanita dll. semua adalah bagian sehari-hari dari hidupnya dan kantornya. Dengan teman-teman andalannya, mereka membangun sebuah kantor dengan atmosfer play hard work hard, dengan suasana kebersamaan dan keluargaan yang kental.

FIlm ini berdurasi cukup lama, nyaris 3 jam seingat saya, dan saya sangat menikmati setiap menitnya. Kadang ada bagian yang berjalan cukup alot seperti misalnya pidato-pidato Jordan ke anak buahnya, tapi karena pidatonya pun menurut saya bagus dan memotivasi banget, saya pun bisa tetap enjoy menontonnya.

Scene-scene lain yang terkait teknikal saham sih jujur saya ga terlalu ngerti, tapi at least point besarnya bisa ditangkap deh.

Akting si istri sebagai model cantik yang manja dan sedikit egois lumayan bagus. Senang mengetahui ada orang cantik yang bisa akting.

Ah, pokoknya saya suka film ini. Menontonnya sedikit terasa seperti menyaksikan Richard Gere di Arbitrage.

Score : 8.5

Jack Ryan : Shadow Recruit

movies-jack-ryan-shadow-recruit

I don’t like this movie, seriously. Pertama, I’m not Chris Pine fans. Cenderung kurang suka, malahan. Kedua, ya ampun, kalo’ ada orang sejenius dan sepintar Jack Ryan, sepertinya segala masalah dunia bakal selesai dengan cepat deh. Ketiga, I hate Keira Knightley di film ini. Bitchy banget. Dan yang terparah dari semua point itu adalah point kedua.

Saya ga usah berpanjang lebar ya, pokoknya selama menonton film ini kamu akan menjumpai bahwa segalanya berjalan dengan sangat lancar dan mulus; Jack Ryan juga seorang yang sangat hebat, dengan berbagai analisa dan pemikirannya. Bayangkan, dalam hitungan menit hanya dengan modal bolak-balik mondar-mandir gelisah sambil berpikir, ia bisa menemukan lokasi bom yang dipasang oleh si penjahat. Jangan lupa ia juga bisa mengetahui dengan sangat mudah bahwa ada lokasi palsu sebelumnya, plus juga bisa tahu bahwa ada truk samaran yang sebenarnya bukan polisi, hanya dengan menatap truk itu dalam-dalam.

Ya ampun, beneran, film macam apa ini. Memang sih khas Hollywood banget dengan segala kejagoan pemeran utamanya, tapi sungguh isi film ini sangat tidak masuk akal. Belum lagi aksi pencurian data di kantor Cherevin si penjahat yang meliputi aksi pencurian kartu akses, pengelabuan penjaga, penerobosan, pemecahan kode dan password (sampai menelepon lintas negara), pentransferan data, dll. dan semuanya dikatakan hanya dilakukan dalam kurun waktu 10 menitan saja. Sangat ‘masuk akal’ super duper bukan??

Jika seorang Jack Ryan disandingkan dengan Sherlock, kemungkinan Sherlock akan bertekuk lutut karena malu. Sherlock perlu mengamati benda dan objek terlebih dahulu, perlu membuat induksi dll. terlebih dahulu, dan yang pasti perlu WAKTU untuk menyelidiki, sementara Jack Ryan seperti hanya berpikir dan ‘trans’ sesaat, kemudian bisa memecahkan semua masalah dengan mudah dalam hitungan menit. Jangan lupa juga bahwa dia yang tadinya hanya seorang analis alias bekerja di back-office, bisa pontang-panting lari sana-sini dan tembak-menembak dengan mahirnya demi menyelematkan kekasih, dengan mudah dan gampangnya.

Benar-benar, inilah film superhero sejati, Saudara-saudara.

Score : 6.5

Scary Movie 5

untitled

Tadinya saya pikir saya mau nonton yang ringan-ringan lucu seperti film ini, tapi yang ada malah lemas campur speechless karena sumpah film ini sampahnya ga ketulungan. Akut dan kronik.

Diawali dengan aksi ranjang Lindsay Lohan dan Charlie Sheen (diperankan oleh orangnya sungguhan) yang meaningless banget, film Scary Move ini dibuka, lengkap dengan sindiran-sindiran terhadap diri sendiri mengenai gelang pengatur kadar alkohol Lindsay, dll.

Seperti Scary Movie versi biasanya yang ceritanya adalah plesetan terhadap film lain, kali ini sekuel kelimanya mengkombinasikan film Mama, Cabin in the Woods, Planet of the Apes dan Black Swan, belum lagi sedikit Paranormal Activity dan Inception. Kebayang kan kacau-balaunya? Ga bisa diterima akal sehat deh.

Jadi sesuai film Mama, ada anak-anak (anaknya Charlie Sheen yang di awal dikisahkan bersama Lindsay Lohan) yang ditemukan di sebuah pondok di hutan, dan kemudian dirawat oleh adik dari Charlie Sheen, bersama pacar wanitanya.

Dimulailah hal-hal aneh yang terjadi, dimana di rumah itu sekarang ada bunyi-bunyian, listrik padam-hidup, dapur berantakan secara misterius, dll., dan anak-anak mengklaim bahwa semua itu adalah ulah dari Mama, sosok misterius yang tidak pernah tampak.

Maka khas Paranormal Activity, kemudian mereka memasang kamera di mana-mana, belum lagi mengundang ahli mimpi seperti Inception, yang berwajah mirip dengan Leonardo Di Caprio. Aiih konyolnya maksimum! *geleng-geleng

Selain keanehan-keanehan tadi, juga dikisahkan bahwa si pria berprofesi sebagai peneliti di sebuah lab yang mengembangkan kejeniusan seekor monyet, dan si wanita pacarnya sedang mengikuti kursus balet dan mengincar posisi Swan Queen di pertunjukan baletnya. Hadeuh aneh banget deh.. Ini nyeritainnya antara mau ketawa campur desperate.

Agak males mengisahkannya dengan detail, pokoknya at the end mereka berusaha mengusir sosok si Mama, dan happy ending deh jadinya.

Kalau kalian lagi pingin gila-gilaan dan buang duit serta ketawa-ketawa miris, boleh banget loh nonton film ini. Direkomendasikan banget.

Score : 4

The Secret Life of Walter Mitty

hero

Mendengar komen excellent terhadap film ini di berbagai jejaring social media ditambah iming-iming view yang menawan sepanjang film, saya sebagai pecinta travelling tentu saja merasa harus-kudu-mesti menonton film ini.

Anehnya di paruh pertama film saya malah merasa sangat bosan karena alur memang berjalan agak lambat. Dan maaf saya bosan dengan peran Stiller yang selalu menjadi tokoh yang diunderestimate, tokoh yang panik dan hidupnya so miserable (silahkan lihat film-film terdahulunya). Memang sih tampang dan perawakannya memang membuatnya cocok memainkan peran-peran tragical itu.

Anyway ceritanya sendiri berkisah tentang Walter Mitty, seorang manager di department Klise Film di sebuah majalah. Suatu saat untuk edisi terakhir dari majalah itu (saya lupa, kayaknya majalah itu akan dihentikan penerbitannya pasca merger/something/apa deh), Walter harus mengunduh sebuah klise film untuk cover majalah itu, dan masalahnya film yang dikirimkan oleh seorang fotografer  terkenal langganan mereka (Sean), justru hilang!

Maka dimulailah perjalanan Walter yang seorang pengkhayal itu ke berbagai negara untuk mencari keberadaan Sean demi mendapatkan foto yang dimaksud, mulai dari Islandia, Greenland dan daerah Himalaya. Nah pemandangan negeri-negeri inilah yang dijual di film ini, yang memang cantik dan indah sih, tapi buat saya ga sampe’ bikin megap-megap J

Terakhir, dengan ending yang cukup tertebak, kita akan menjumpai bahwa klise film yang dimaksud, yang super sakral untuk edisi terakhir yang bombastis itu, adalah…. (tebak sendiri yah :D)

At the end, saya coba menganalisa, bahwa mungkin yang membuat orang-orang memuji film ini setinggi langit selain view-view cantiknya adalah message/moral of story-nya, belum lagi pelajaran tentang hidup yang jadi semboyan majalah ini juga. Ceritanya sih beneran indah, cuma gatau kenapa, saya kok kurang tersentuh ya. Is it something problem with my heart, gatau juga J

Score : 7

Out of The Furnace

MV5BMTc2MTQ4MDU4NV5BMl5BanBnXkFtZTgwOTU1ODgzMDE@__V1_SY1200_CR83,0,630,1200_

Christian Bale si jagoan acting, kembali hadir lewat film ini. I remember peran-peran terakhirnya yang seperti biasa selalu impresif, baik sebagai Batman maupun sebagai seorang kakak di ‘The Fight’ atau apa gitu, film tentang petinju bersama Mark Wahlberg itu, dan hal itulah yang membuat saya memutuskan untuk nonton film ini walaupun sebenarnya saya ga gitu suka tema film-film kelam dan action semacam ini.

Anyway di awal aja acting Chris yang alami sudah menohok hati. Enak banget ngikutin setiap gerakan, mimik dan gayanya yang sangat natural.

Sayangnya menurut saya cerita film ini terlalu klise; tentang seorang kakak yang punya adik ex veteran perang yang terlilit banyak hutang. Si adik yang sekarang berprofesi sebagai petarung jalanan untuk menghidupi diri dan melunasi hutangnya, suatu saat memutuskan untuk ‘bertobat’ (setelah dinasihati Chris) dan menjalani pertarungan finalnya. Sayangnya di pertarungan terakhirnya itu, ia malah dikhianati dan kemudian dibunuh.

Nah selanjutnya tahu dong apa yang dilakukan Chris? Yap, dia memutuskan untuk membalas dendam. Jadi setelah setengah film, kisah akan bergulir di seputar usaha pembalasan dendam itu, sementara paruh pertama film akan sedikit mengisahkan tentang Chris dan keluarganya serta kekasihnya yang kemudian berpindah hati gegara Chris dipenjara pasca menabrak seseorang secara tidak sengaja.

Dalam usaha pembalasan dendamnya itu, Chris juga akan berurusan dengan kepala polisi setempat yang notabene ternyata adalah pacar dari mantan kekasihnya saat ini. Dilema banget kan?

Overall menurut saya film ini biasa saja sih dan cenderung agak membosankan. Hanya acting Chris yang membuat saya bertahan menjalani film ini sampai akhir.

Score : 7

The Police Story 2013

2014_01_02_21_19_21

Jujur pertama kali lihat trailernya, ga nafsu banget nonton film ini. Beda saat lihat trailer film Jackie Chen yang berjudul Zodiac something itu – itu bikin kita penasaran dan eager untuk nyaksiin filmnya (walaupun ternyata filmnya jelek).

Nah, intinya The Police Story ini kebalikan fenomenanya dengan si  Zodiac-Zodiac itu.

Jadi, kisahnya masih seputar Jackie Chen yang berprofesi sebagai seorang polisi. Janjian bertemu dengan anak gadisnya yang pemberontak (disebabkan karena alasan klise : kehilangan ibunya di usia muda, dan kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya yang polisi tidak pernah punya waktu untuknya dan keluarga, bahkan di detik-detik terakhir kematian ibunya) di sebuah pub, Jackie terperangkap dalam suatu upaya pembalasan dendam seorang pria yang ingin mencaritahu siapa pembunuh adiknya.

Setting film ini sebagian besar terjadi di dalam pub tersebut. Sekian banyak sandera termasuk Jackie dan putrinya harus menghadapi seorang bos mafia berdarah dingin yang sudah merencanakan penyekapan ini sekian lama. Maka Jackie pun harus mengusung tugas sebagai negosiator untuk mengetahui apa pastinya yang diinginkan si pria, sementara para polisi dan sniper di luar sana ready berjaga untuk persiapan penerobosan dan penangkapan.

Seru, tegang, dan penasaran, itu sensasi yang dimunculkan oleh film ini. Dengan metode flash-back, kita diajak menyusuri sekian kasus penyelidikan Jackie (yang jujur saya at the end kurang ngerti, apa kaitannya dengan si penjahat) dan kisah hidup si penjahat. Menonton film ini serasa membaca live kisah Detective Conan atau Kindaichi, dimana para saksi saling bicara, merunut satu demi satu peristiwa yang terjadi sampai menjadi satu puzzle utuh yang mengungkapkan apa yang terjadi pada malam kematian adik perempuan si penjahat.

Selain cerita yang keren menurut saya, aksi berantem Jackie masih bisa diacungi jempol. Miris banget saat melihat dia harus bertarung mati-matian dengan pembunuh bayaran si penjahat untuk mengeluarkan beberapa sandera dari pub itu. Bikin napas tertahan menyaksikan semua adegan pukul-memukul dan darah-berdarah yang terjadi.

Untuk minus point-nya, tentu saja ada, misal ketidakmasukakalan bahwa si biang kerok dari semua peristiwa ini at the end ternyata ada di pub yang sama. Tapi semuanya cukup bisa diterima, dan tetap saat keluar ruang teater saya masih takjub sendiri dengan film ini.

Score : 8.5

Dark Skies

Film horror adalah spesialisasi saya😀 Apalagi kalo’ ga salah yang ini diiming-imingi label producer yang sama dengan Insidious dan Sinister, tentu saja ini jadi film wajib.

Sedikit berbeda dengan film horror pada umumnya, ternyata film ini mengusung tema Alien. Sedikit ga tertebak sih, termasuk dari judulnya yang sangat general. Tapi di film ini ternyata alien pun menimbulkan fenomena yang sama dengan hantu-hantu macam di Paranormal Activity, yakni ruang makan dan dapur yang dbuat berantakan di tengah malam, suara-suara menyeramkan, luka memar yang tidak ketahuan darimana asalnya, dan banyak lagi, dan tentu saja yang ‘ditargetkan’ korban utamanya adalah para anak-anak.

Dari hasil google-google dan berdasarkan petunjuk dari gambar si anak, didapatkanlah kesimpulan sementara bahwa semua yang terjadi itu terkait dengan makhluk luar angkasa. Jadilah si orang tua berkonsultasi pada seorang ahli yang ternyata memang sudah sering didatangi alien juga, yang sebenarnya tidak menghasilkan solusi apapun selain hanya menjelaskan apa yang terjadi dan seperti apa mereka, para alien itu.

Lalu di akhir, tibalah puncak di mana Alien akan membawa salah seorang anggota keluarga, seperti pada kebanyakan kasus hilangnya orang secara misterius di dunia. Menurut saya film ini tadinya mau memberikan sedikit twist dengan menyajikan secara jelas korban yang akan dibawa si Alien dan kemudian berusaha mengejutkan kita dengan siapa yang akhirnya dibawa. Tapi menurut saya dari banyak hal yang dijabarkan di film, sudah ketebak kok sebenarnya siapa yang akan dibawa. Jadi twistnya kurang nendang.

Secara tegang dan kaget-kaget, lumayan juga sih film ini cukup berhasil menghadirkan nuansa horror. Tapi karena kita at the end tahu bahwa ini ‘hanya’ alien, akhirnya tingkat keseraman kita berkurang. Beda kan tingkat horror tokoh alien dengan hantu-hantu yang serem itu. Tapi again dari sisi ketegangan, filmnya lumayan kok.

Saya juga anyway suka quote di awal film : Either we’re alone or not in this universe, both are horrible (mmm kira-kira gitu deh bunyinya, haha). It implicitly tells us about alien.

Score : 7.8

Paranormal Activity : The Marked Ones

Paranormal_Activity_-_The_Marked_Ones_2014_poster

Ini versi apalagi dari Paranormal Activity ya? Kok ga bernomor urut seperti sebelumnya? Yah apapun itu, yang pasti versi ini adalah yang the worst dari semua Paranormal Activity.

Seperti biasa, film serian ini selalu menyertakan kamera di setiap sudut ruangan kamar, dan kali ini ceritanya adalah seorang remaja dan sahabatnya yang berusaha memasang kamera tersembunyi untuk mengintip kamar tetangganya yang misterius. Belakangan tahu-tahu tetangganya meninggal secara tiba-tiba, dan mereka pun berusaha menyelidiki sebabnya dengan menyusup masuk ke kamar tetangganya itu. Tentu saja sesuai dugaan terjadi hal-hal yang menyeramkan.

Kemudian mereka juga ‘punya’ sebuah alat yang sepertinya berisi roh, sehingga bisa berkomunikasi dengan mereka melalui lampu-lampu yang menyala. Bila jawaban dari pertanyaan yang diajukan adalah ‘Ya’, lampu warna tertentu akan menyala dan demikian pula dengan ‘Tidak’. Sebenarnya tampilan alat komunikasi semacam ini ga membuat filmnya jadi lebih bermakna sih.

Yah pokoknya intinya film ini mengecewakan dan ‘ga asyik banget’. Klise, sedikit membosankan dan kurang masuk akal.

Score : 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,710 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: