Fanny Wiriaatmadja

Bali Trip 2014 (2)

Posted on: January 26, 2014

Lanjutan dari postingan Bali Trip 2014 sebelumnya di sini

Hari kedua Masih di Pop Hotel, pagi-pagi kami bangun, terus jalan kaki ke depan, ceritanya kan mau ke pantai. Sampe’ pantai  ya ampun itu sampah semua berserakan sepanjang pasir. Kotor banget, bikin semangat main air langsung menguap seketika. Duh, kok bisa ya sekotor ini Pantai Kuta yang tersohor ini. Dari jauh kelihatan seorang anak sibuk memunguti sampah satu demi satu. Berdasarkan formula matematika, saya ga kebayang berapa waktu yang akan dia butuhkan untuk membersihkan pantai ini sepanjang hari. Mengerikan.

DSCN5052

DSCN5060

Setelah tanya-tanya, katanya sih ni pantai kotor begini karena musim hujan, jadi anginlah biang kerok terbawanya sampah-sampah ini sampai ke tepi pantai. Saya tapinya kok agak ga percaya ya?

Ya sudah pokoknya karena udah ga napsu sama pantai, kami jalan balik ke hotel untuk sarapan. Sebenarnya di voucher hotel sih tertulis ga dapet breakfast, cuma kemarin kami disuruh breakfast, ya kami yang rendah hati ini sih mau aja disuruh makan gratis, apalagi ternyata itu Nasi Jinggo, nasi khas Bali yang lumayan saya suka. Biasanya dia terdiri dari nasi, tempe, mie, ayam suwir, dan apalagi deh gitu. Porsinya kecil dan rasanya agak pedas. Biasanya juga kita bisa jumpai nasi-nasi ini di pinggir jalan, tapi hanya di daerah tertentu aja, dengan harga super murah, misal Rp 5,000. Susah-susah gampang deh dapet Nasi Jinggo menurut saya.

DSCN5069

DSCN5067

Setelah sarapan di tepi kolam renang, kami beres-beres dan mandi, terus lanjut jalan untuk breakfast lagi (perut kami memang sedikit di atas rata-rata kapasitasnya) di Nasi Pedas Andika di Kuta, tepatnya di seberang Supernova/Joger. Modelnya sih kayak kantin gitu, dengan deretan makanan dipajang di meja bin etalase gitu dan kita bisa pilih sayur yang kita mau. Seperti biasa harganya murah meriah, kalo’ ga salah Rp 15,000-an aja. Rasanya sih menurut saya biasa aja.

DSCN5071

DSCN5070

Setelah makan, perjalanan lanjut ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kalau di hari pertama kami menjelajah Bali Utara, sekarang giliran Bali Selatan yang bakal dijamah. Duh, sebenernya sih di GWK ini asli ga ada apa-apa ya, cuma ya sudah deh jalan-jalan aja plus biar si temen yang belum pernah ke Bali tau kayak apa sih GWK itu. Ongkos masuknya Rp 40,000. Pada prinsipnya sebenernya GWK cuma menjual view tebing-tebing berderet aja yang kadang kalo’dilatarbelakangi langit biru bersih, jadinya memang cantik juga sehingga sering dijadiin tempat buat foto pre-wedding. Selain view tebing-tebing itu, tentu saja sesuai namanya, ada patung gede Wisnu naik Garuda, yang sayangnya setelah 10 tahun lebih ga selesai-selesai sehingga baru berbentuk patahan badan Wisnu dan kepala Garudanya. Entah kenapa penyelesaian pembuatan patung ini mandek begitu, either masalah dana atau apalah.

DSCN5075

DSCN5091

Selain keliling-keliling liat patung dan tebing, sebenernya ada juga tempat untuk melihat view Bali dari kejauhan. Ada teropong pula yang ditaruh di tempat ini, dengan mengisi koin kita bisa lihat view pantai dan Bali itu. Katanya kalo’ langit pas lagi cerah, kita juga bisa lihat Pulau Jawa dari kejauhan.

DSCN5120

Menjelang pintu keluar, ada show tari-tarian gitu di situ (free), di tempat berbentuk arena melingkar dengan tempat duduk tersusun bertingkat dari atas ke bawah. Dan di luar tentu saja ada sederet kios-kios yang menjual souvenir Bali seperti biasa.

DSCN5141

Selama jalan-jalan ini, matahari itu teriknya menakjubkan. Peluh keringat membanjiri dahi dan badan, komplit. Dari GWK, kami ke Uluwatu yang tersohor itu, tempat kita bisa melihat pemandangan samudra yang cantik banget dari tebing. Sepandang mata memandang, yang ada adalah sapuan dan deburan ombak. Ya ampun berasa ‘kecil’ banget pas melihat semua itu. Dibanding samudra yang megah dan begitu akbar, berasa meaningless banget sebagai seorang manusia. Bermenit-menit ga bosan rasanya melahap abis pemandangan laut warna turquoise yang cantik itu. Kadang pas suara angin dan ombak berbaur, sedikit membisingkan telinga, pingin rasanya berteriak kencang-kencang, “Papaaaaaaa!!” karena saat itu teringat  bahwa dulu saya juga pernah di sini, di tempat yang sama ini, bersama beliau. Ada sedih, pahit, sendu dan haru saat itu. Uluwatu ini bukan sekedar Uluwatu buat saya.

DSCN5148

DSCN5158

DSCN5161

DSCN5165

DSCN5169

DSCN5178

Oh ya jangan lupa juga bahwa daerah ber-view indah ini juga dihuni oleh monyet-monyet nakal bertampang busuk tukang mencuri yang reseh itu, jadi hati-hatilah dengan semua barangmu. Singkirkan kacamata, kalung, dan pernak-pernik yang mencuri perhatian lainnya. Sandal Crocs keponakan saya aja pernah jadi sasaran seekor monyet nakal, sampai ponakan saya itu nangis histeris karena ketakutan saat si monyet dengan bengisnya berusaha menarik sandal itu dari kakinya. Jangan lupakan ribuan turis lain yang kameranya, kalungnya, kacamatanya jadi korban kenakalan si monyet. Setelah dari Uluwatu, kami lunch di Warung Iiga. Tadinya saya blank mau lunch di mana, soalnya semua itinery kan sudah dirombak sehingga tempat lunch akhirnya juga berubah dan kami jadi blank mau makan di mana yang deket/searah dengan rute Bali Selatan ini, dan Pak Komang akhirnya merekomendasikan Warung Iiga ini.

DSCN5180

Sesuai namanya, restoran satu ini menawarkan iga seperti Warung Nuris. Begitu kami sampai, ada sebentuk antrian di pintu, dan setelah melongok sedikit ke dalam, kelihatan bahwa memang restorannya lumayan full dan para waiter-waitressnya terlihat agak kewalahan dan super sibuk. Setelah menunggu kira-kira 15 menit akhirnya kami berhasil dapat tempat. Hampir separuh restoran itu diisi oleh turis, mulai dari Korea, Cina, dll. Jadi penasaran, apakah restoran ini cukup ternama? Setelah memesan iga dan dikira turis Malaysia, cepat kami bersantap, dan ternyata walaupun rasanya not bad, jelas Nuris lebih unggul. Untuk harga sendiri, harganya mirip-mirip dengan Nuris.

DSCN5185

Ngomong-ngomong soal turis, di awal-awal we had fun playing a game ‘act like tourist’ dengan pura-pura tidak fasih berbahasa Indonesia, dan cukup menyenangkan karena semua orang seems believe that we are tourist –mungkin karena kulit putih dan mata sipit kami semua, tapi lama-kelamaan I felt so pathetic about this. Rasanya berbuat seperti itu serasa mengerdilkan identitas pribadi sebagai orang Indonesia, and then I stopped playing it. Walaupun (seperti yang kita tahu) kadang para waiter-waitress di Bali itu suka sekali mengunderestimate orang Indonesia dibanding para turis, rasanya tetap lebih ‘damai’ menjadi diri sendiri ketimbang berusaha berlaku sok turis sekalipun itu atas nama ‘iseng belaka’. Berlagak menjadi turis dan menikmati treatment super dihormati oleh para waiter-waitress itu seperti menerima senyum dan kebaikan palsu, tidak nyaman rasanya. Small thing tapi ‘matters’ juga. Setelah lunch, kami ke daerah Jimbaran, tepatnya ke Klapa, semacam resort di Jimbaran. Untuk masuk, kita harus bayar Rp 100,000/orang sebagai admission ticket yang kemudian di dalam bisa digunakan untuk membeli makanan dan minuman (tapi tidak berlaku refund). Nyesel juga sih kenapa tadi makan di Warung Iiga. Mendingan makan sekalian di Klapa dari biaya 100,000 itu. Tapi ya sudah, sudah terlanjur juga.

Klapa ini di dalamnya ada restoran, kemudian di depannya langsung kolam renang kecil (bisa berenang gratis sepanjang sudah membayar si 100,000 tadi, jadi kalau sudah plan ke sini, jangan lupa bawa baju berenang dan perlengkapannya).

DSCN5191

DSCN5200

DSCN5201

DSCN5207

DSCN5212

Kemudian di bawah kita bisa ke pantai Jimbaran. Beda dengan Kuta, pantainya lebih bersih dan halus. Lumayan menyenangkan. Ada pula penjual-penjual di pantai ini, menawarkan payung, tempat duduk, pijat, dll. Satu bangku panjang berpayung dihargai Rp 50,000.

DSCN5213

DSCN5219

DSCN5225

Pertama masuk, kami stay di restoran dulu untuk minum-minum, karena di luar masih panas terik luar biasa. Tempatnya quite nice, dengan ceiling tinggi sehingga terkesan lega dan lapang. Dari restoran kita juga bisa menikmati view ke kolam renang dan pantai. Anyway di sini restorannya ada beberapa, tapi setahu saya menunya sama. Jadi hanya lokasi tempat yang beda, dimana tiap restoran punya view masing-masing.

DSCN5203

DSCN5230

Setelah minum-minum, kami jalan-jalan ke kolam renang, kemudian turun ke pantai lihat-lihat. Masih terlalu panas untuk bisa enjoy main air. Setelahnya, karena masih ada sisa dari voucher 100,000 itu, kami minum lagi di restoran lain, dengan view yang sedikit berbeda. Anginnya kenceng banget, selain kembung minum sumpah kami juga kembung angin. Alamatnya Klapa :

Jalan Raya Uluwatu Gang Kahuripan 69 Ungasan, Kuta Selatan, Badung Bali. Tel: +62 361 708199 Fax: +62 361 708168

Selesai minum-minum hanya karena ga rela voucher 100,000 terbuang sia-sia, kami lanjut jalan ke Rock Bar di Ayana (ex Ritz Carlton Hotel). Pasca bom di Jakarta, nama hotel itu langsung diubah ke Ayana. Ceritanya sih ke Rock Bar buat enjoying the sunset.  Sesuai namanya, ni tempat bentuknya kayak karang raksasa yang sedikit menjorok ke laut. Di situ kita bisa makan-minum sambil menikmati view ke laut. Pastinya cantik dan romantis. Sampe’ hotelnya, kami masuk ke dalam, kemudian keluar lagi ke taman tengahnya untuk menuju Rock Bar. Pemandangannya cantik-cantik juga. Sampai sana sudah terlihat antrian, dan kami ditanya, “penghuni hotel bukan?” karena yang stay di Ayana ini akan dapat privilege khusus untuk masuk tanpa antrian. Karena memang ga stay di hotel itu, kami pun mulai ngantri, tapi sepertinya agak desperate dan males sih ya nunggu antrian. Siapa juga yang udah di dalam, yang mau ninggalin tempat saat sebenernya lagi pingin lihat sunset? Jadi kami ngerasa kayake bakal lama deh nih antrian, wong semua juga mau lihat sunset di sini.

DSCN5242

DSCN5232

DSCN5239

Ya sudah akhirnya kami cancel ngantri, dan kami malah diarahin ke bar outdoornya di luar, dan dari situ kita bisa lihat sunset juga karena viewnya langsung super open ke laut. Ya sudah, daripada sia-sia. Anyway karena waktu itu baru jam 4-an, mataharinya masih konsisten terik, sampe’ kami harus minjem payung gede dari restoran untuk berteduh di bar outdoor itu. Kemudian mulai pesen minum deh. Saya agak lupa harganya berapaan per minum, kalo’ ga salah yang termurah Rp 60-80 ribuan deh. Maklum beli suasana dan view.

DSCN5283

DSCN5273

DSCN5296

DSCN5281

Satu demi satu tempat di bar outdoor-nya mulai terisi oleh orang-orang yang rupanya desperate dan males ngantri ke Rock Bar kayak kami, sehingga akhirnya pilih minum-minum di tempat terbuka itu aja. Dan percayalah matahari itu lama banget turunnya. Kami sampe’ bulukan nungguin sunset. Bayangin jam 6.15 aja matahari masih baru turun setengah aja, belum nyenggol batas cakrawala gitu. Akhirnya karena udah ga sabaran dan udah mulai boring juga plus sunsetnya kayaknya bakalan ga bagus-bagus amat, kami keluar deh dan lanjut makan ke Jimbaran. Alamatnya si Rock Bar/Ayana ini :

Jalan Karang Mas Sejahtera, Bali 80364, Indonesia +62 361 702222

Tadinya kami mau makan di Menega, salah satu yang tersohor di Jimbaran. Sampe’ di dalam restorannya kami minta buku menu tapi dioper sana-sini. Suruh ke luar untuk ambil buku menu, pas sampe’ luar kami disuruh ke dalam. Sampe’ dalem, kami disuruh ke luar lagi. Hanya untuk sebuah buku menu loh.. Ajaib banget kan. Karena kami isinya orang-orang arogan yang ga sabaran, akhirnya kami keluar dari Menega dan jalan ke restoran sebelah-sebelahnya. Saya lupa akhirnya kami masuk ke restoran mana, kalo’ ga salah namanya ada ‘xxx Sari’ nya gitu, tapi yang pasti pelayanannya jauh lebih ramah. Kami makan di outdoornya, di tepi pantai, khas semua restoran di sepanjang Jimbaran. Duh viewnya cantik luar biasa, sampe’ ga pingin pergi deh dari sana. Pesawat-pesawat yang take-off juga terlihat jelas dari sana. Isengnya kami sampe’ ngitungin, dan ternyata sepanjang 1 jam-an lebih makan di situ, ada sekitar 11-12 pesawat yang take-off. Ihh lumayan sering ya.

DSCN5313

Nah, karena kami duduknya kan di bangku beralas pasir, kebetulan bangku saya kayaknya masalah sehingga miring sebelah. Si mbak baik banget, dia bantuin beresin posisi bangku saya, kemudian gantiin saya bangku lain yang kakinya lebih stabil sampe’ 2 x, dan setelahnya bantuin benerin posisi bangku saya lagi di pasir yang lebih rata. Setelahnya, dia masih dengan sabar make sure bahwa duduk saya udah nyaman. Ih nice banget deh.. Kemudian makanan pun mulai keluar satu per satu : cumi, kangkung, udang, kerang, dll. Ih semuanya super enak! Sayang aja udah agak kembung karena dari siang terus dihantam minuman sana-sini. Yah pokoknya at the end puas banget sama restoran satu ini, baik dari sisi makanan maupun servicenya. Kelar dari Jimbaran, kami lanjut ke hotel. Kali ini hotelnya adalah Grand Whiz, masih di Kuta juga. Hotel ini letaknya deket sama Kartika Plaza Discovery Hotel/Mall, jadi memang strategis banget. Harga per kamarnya Rp 400,000-an saja, dan hotel serta kamarnya nice banget. Cukup lega dan bersih serta modern. Pokoknya memuaskan deh, dan tentu saja ada kolam renangnya.

DSCN5323

DSCN5315

DSCN5317

Setelah beres-beres hotel, karena periode rental mobil sudah 10 jam, kami jalan kaki lagi sendiri. Ceritanya sih mau nyatronin Bubba Gump, resto yang terinspirasi dari kisah Forrest Gump yang tersohor itu. Karena memang pecinta novelnya, saya tentu saja semangat banget ke sini. Dari hotel, jalannya lumayan juga ternyata. Mungkin around 15-menitan. Sampe’ sana, tempatnya cukup unik, dan ternyata tema restorannya adalah Shrimp alias udang. Saya baru ngeh dan keinget bahwa Bubba, si temennya Forrest itu memang usaha ternak udang kan kalo’ ga salah. Pantes tema makanannya udang, maskotnya pun berbau-bau udang gitu.

DSCN5324

DSCN5338

Dari luar, akan ada bangku taman dan beberapa properti Forrest Gump dalam bentuk kotak-kotak dan peti di atas bangku, kemudian di bawahnya ada sepatu gede yang sepertinya milik Forrest Gump gitu. Bangku ini tentu saja jadi spot populer untuk berfoto.

DSCN5331

DSCN5326

DSCN5352

DSCN5351

DSCN5346

 DSCN5336

DSCN5335

Di dalam, setelah duduk, kita akan dijelasin sistem order di restoran ini oleh waiter/waitressnya. Jadi di setiap meja ada papan bolak-balik bertuliskan Run Forrest Run dan Stop Forrest Stop warna merah dan biru. Kalo’ kita perlu memanggil si waiter/waitress, kita tinggal taruh tuh papan di status Run Forrest Run, dan akan ada pelayan yang lari-lari samperin kita. Nah kalo’ keperluan kita udah selesai, kita harus balikkin lagi si papan ke status Stop Forrest Stop, it means bahwa kita tenang damai dan ga membutuhkan bantuan apapun saat itu. juga kan? Ide ini kayaknya terinspirasi dari Forrest yang sempet jadi primadona football (kalo’ ga salah), dimana larinya kenceng banget, dan yang hanya bisa dia lakukan adalah lari secepat-cepatnya supaya musuhnya ga bisa ngejar dia. DSCN5348

DSCN5347

Yang bikin agak takjub adalah seberapa sigap seorang pelayan bisa aware bahwa ada salah satu meja yang pasang status Run Forrest Run. Maksud saya, masak sih setiap pelayan harus ngawasin tiap meja setiap detiknya supaya aware dengan perubahan status itu? Ajaib juga kan.. Anehnya, pas saya iseng ganti status ke Run Forrest Run, beneran loh langsung ada satu pelayan yang langsung heboh lari-lari dan menghampiri meja kami. Hoaaaa, hebatttt.. Di sini, karena udah kenyang makan di Jimbaran, kami cuma minum aja. OMG bener-bener deh tema hari ini itu minum, minum, dan minum.. Kami cobain minum signature dishnya yang namanya Mango something, tapi kurang enak ternyata. Ada yang cobain Caramel Slice Cakenya, dan ternyata enaknya bukan kepalang; 1 slice kue Caramel dengan es krim di atasnya. Ih, asli sedep banget. Berikut alamatnya Bubba Gump :

Jl. Kartika Plaza No. 8X, Kuta, Bali 80361, Telp. +62-361-754028

Setelah dari Bubba Gump, kami jalan lagi ke arah balik hotel. Ada banyak salon buat spa dan pijat di sepanjang jalan, dan tercetuslah ide untuk pijat kaki. Tadinya saya ga mau ikut karena biasanya saya lumayan gelian dan ga tahan kalo’ dipijit, tapi akhirnya karena penasaran akhirnya saya cobain juga. Pijat kaki 1 jam tarifnya Rp 65,000 aja. Kami dibawa ke lantai atas karena bangku-bangku di lantai bawah sudah full dengan para bule yang asyik dipijat kakinya. Di atas, semuanya bentuknya ranjang, ga ada bangku, jadi pijatnya sambil tiduran deh dan ternyata ya ampun pijat itu enak ya ternyata (baru terbuka matanya setelah sekian puluh tahun). Selesai kaki kiri dan masuk kaki kanan, saya sempet pules beberapa belas menit dan ngerasa nyesel banget karena jadi ga ngerasain enaknya pijatannya. Ya sudah selesai pijat, kami langsung balik hotel.

5 Responses to "Bali Trip 2014 (2)"

buset kak Fanny itu beneran sampahnya?

Iya parah bgt sampahnya😦

kok bisa sih kak, di pantai apa itu namanya kak

awww jadi pengen ke Bali lagi. Tapi ogah ah ke Kuta, hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,732 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: