Fanny Wiriaatmadja

Bali Trip 2014 (1)

Posted on: January 23, 2014

Bali adalah tempat (buat saya) dimana seberapa seringnya pun kita pergi, kita masih selalu bisa enjoy-in perjalanannya. Perpaduan pantai, wisata alam dan kulinernya selalu bikin nagih dan mengundang balik lagi dan lagi.

Jadi here we go, trip Bali ke-5 dalam hidup saya.

Tapak tilas sekilas, pertama ke Bali adalah waktu suami cici saya yang notabene seorang dokter menghadiri konferensi di sana. Saya,  cici, anaknya, serta Mama dan Papa waktu itu pun ikut pergi ke sana. Kalo’ ga salah itu pertama kalinya juga saya naik pesawat, sekitar tahun 2005-an sepertinya. Tempat wisata yang dikunjungi tentu saja objek-objek populer di Bali seperti Tanah Lot, Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana (GWK) dll.

Kedua ke Bali adalah waktu sepupu saya Diana married di Bali, tepatnya di Blue Point Bay, sekalian ngunjungin sepupu saya yang lain yang memang tinggal di Bali waktu itu.

Ketiga, saya ke Bali pas company outing tahun 2011. Selain acara teamwork, kami dikasih kesempatan juga untuk jalan-jalan sendiri dan waktu itu saya dan temen-temen sewa mobil dan wisata kuliner di Bali. Fun!

Keempat, pas saya sekeluarga ke Bali di tahun yang sama, 2011. Karena perginya sama anak-anak kecil, rutenya tentu disesuaikan. Objek-objek wisata yang didatangi adalah yang memang spesialisasi buat anak-anak seperti Bird Park, ngeliat penyu, dll. Selalu menyenangkan pergi ramai-ramai bersama keluarga.

Nah trip kelima ini sepertinya akan balik ke pertama kali saat pergi ke Bali karena ada teman yang belum pernah ke Bali. Jadi rutenya kembali disesuaikan dengan rute populer pada umumnya. Saya pribadi sih ga keberatan, anggap aja refreshing.

Fase persiapan seperti biasa adalah tahapan favorit saya. Berpicu dengan waktu yang hanya sekian hari (maklum rencananya dadakan, belum lagi ngumpulin peserta yang kadang ga jelas jadi/ga jadi pergi), saya sebagai biang kepo harus nyari hotel dan nyusun itinery. Mengasyikkan dan menantang banget deh pokoknya. Google sana-sini, browsing, nanya-nanya temen dan sodara-sodara, menghimpun semua informasi dan men-translatenya menjadi itinery, milih-milih hotel dari Agoda yang notabene menampilkan ribuan hotel di Bali sampe’ bikin saya pening seketika, dan lain-lain. Seru!

OK, hari pertama pagi hari akhirnya kami sampe’ di Bandara Ngurah Rai setelah perjalanan yang cukup menyeramkan karena turbulence-nya cukup ajigile, dengan turunan-turunan mendadak yang bikin perut jumpalitan kegelian. Anyway waktu sampe’ di sana, hujan turun, tapi ga terlalu deras. Sedikit was-was sih memikirkan nasib perjalanan kami 3 hari ke depan di musim hujan ini.

Keluar airport, supir rental yang kami sewa, Pak Komang, sudah ready menyambut. Untuk rental mobil, kami pakai Avanza seharga Rp 350,000/hari, sudah masuk supir dan BBM.

Perjalanan pun dimulai dengan makan pagi menjelang siang di Warung Liku di Jalan Gandapura, Denpasar. Waktu itu saya pernah cobain tempat makan ini pas outing kantor, dan asli saya langsung pusing tujuh keliling saking enaknya nih makanan. Ga heran sekarang saya bela-belain lagi datang ke sini.

Jadi Warung Liku ini spesialisasinya di menu Ayam Betutu. Itu tuh, ayam khas Bali yang dibumbui khusus, bikin ayamnya terasa sedap banget. Menu utamanya ya nasi, Ayam Betutu, Babi Kecap (bisa ga pake babi) sama sayur-sayur khas Bali itu loh (apa sih ya namanya). Nuansa pedasnya kerasa banget, jadi buat non-pencinta pedas, waspadalah.

DSCN4824

DSCN4821

DSCN4822

DSCN4823

 DSCN4825

Pokoknya Warung Liku ini pembuka santap pagi menjelang siang yang mantap banget deh. Padahal tadi di airport Jakarta kami sudah sempat makan Bakmi GM, tapi semua tetap makan dengan napsu di Warung Liku ini. Harga per porsi nasinya kalo’ ga salah cuma Rp 10,000 aja. Oh ya katanya Warung Liku ini pernah masuk teve juga loh..

Anyway, Warung Liku letaknya agak masuk gang-gang. Dari pertama book rental, saya sudah kasih itinery lengkap dengan alamatnya dan make sure bahwa supir pasti tahu semua tempat tujuan, jadi nanti pas trip berlangsung ga ada acara cari-carian tempat dan nyasar-nyasaran, dan untungnya Pak Komang tahu hampir semua tempat tujuan yang kami incar, termasuk Warung Liku ini. Mungkin karena tujuan wisata kami pun kebanyakan objek-objek yang populer.

Warung Ayam Betutu Liku
Jl. Gandapura III F No 10
Denpasar – Bali
0361-463119

Dari Warung Liku di Denpasar, kami lanjut ke daerah Ubud. Waktu itu hujan sudah mulai berhenti. Dalam perjalanan kami discuss sama Pak Komang mengenai itinery. Rupanya itinery yang saya buat agak ga efisien secara rute, alias bolak-balik. Padahal saya nyontek-nyontek juga itinery-nya dari hasil browsing. Ya sudah setelah kompromi sana-sini akhirnya itinery dirombak cukup habis-habisan.

Denpasar ke Ubud (di peta, kita akan naik ke atas) lumayan jauh perjalanannya. Objek pertama di Ubud adalah Museum Antonio Blanco. Saya pernah ke sini dalam trip Bali sebelum-sebelumnya, dan tour museumnya buat saya cukup menyenangkan, sehingga saya merekomendasikan museum ini dalam trip kali ini.

Jadi Antonio Blanco itu adalah seorang pelukis Spanyol kelahiran tahun 1911 yang kemudian berkunjung ke Bali (tepatnya Ubud), bertemu dengan seorang penari Bali bernama Rontje dan menikah serta menetap di sana. Rontje ini anyway adalah penari favorit Presiden Soekarno pada waktu itu. Karena hasil karyanya dan sumbangsihnya terhadap masyarakat Ubud, Antonio Blanco ini diberi penghargaan khusus both dari pemerintah Spanyol (diberi titel kebangsawanan) dan dari Raja Ubud waktu itu (dianggap sebagai keluarga kerajaan).  Bahkan sampai Antonio meninggal tahun 1990-an something, Raja Ubud sendiri yang meng-arrange pemakamannya dan pemakamannya dilakukan secara formal ala anggota kerajaan.

Nah hasil-hasil karyanya itulah yang dipajang di museum Antonio Blanco ini. Dari depan bangunannya, sudah terlihat semacam gapura berbentuk unik simetris yang ternyata merupakan bentuk tanda-tangan Antonio sendiri. Museumnya sendiri hanya ada satu di dunia yakni di Ubud, dan tidak membuka cabang mana pun atas titah Antonio Blanco sendiri yang sudah berikrar untuk mengabadikan hidup dan karyanya untuk Ubud yang sangat dicintainya. Banyak turis menyayangkan hal ini, tapi biar bagaimana pun tentu kita harus menghargai keputusannya bukan? Orisinalitas museum ini pun lebih terjaga karenanya.

DSCN4837

DSCN4840

Yang menarik di sini adalah karya-karyanya semua kebanyakan berupa gambar wanita bugil, karena 1. Antonio sangat menggemari ‘wanita’ – menggemari di sini adalah dalam arti positif ya. Bagi dia wanita itu sangat indah dan mengagumkan, dan semua kecintaan itu dituangkan dalam karyanya 2. Waktu itu di Ubud semua wanita memang bertelanjang dada, sehingga dilukisnya ya sebagaimana keadaan sebenarnya. Jadi ketelanjangan di sini harap dilihat dari sisi artistiknya ya.

Yang juga menarik, Antonio merancang sendiri semua pigura lukisannya, sehingga terlihat jelas bagaimana semua pigura punya tema yang sesuai dengan lukisannya, sehingga terkesan menyatu. Katanya, untuk membuat lukisan Antonio bisa menyelesaikannya dalam 1 hari, tapi untuk mendesain sebuah pigura, kadang dia bisa merancangnya sampai 1 tahun, saking perfeksionisnya. Plus untuk pigura itu Antonio hanya mau memakai bahan/materi yang berkualitas bagus, sehingga ya kadang perlu waktu lebih lama untuk mendapatkannya.

Again, yang menarik lagi, Antonio yang punya sense of humor yang tinggi ini juga kadang menyelipkan teka-teki dalam lukisannya; semacam joke yang tersembunyi di beberapa karyanya. Misal kita ditantang untuk mencari 12 botol dalam sebuah lukisan, atau akan ada lukisan yang berbentuk pintu yang bisa dibuka, yang mengundang rasa penasaran untuk mengetahui isinya, dll. Pernah juga Antonio Blanco bertemu Michael Jackson di Singapore dan kemudian melukisnya, serta melontarkan joke untuk para penikmat karyanya di museum, “Apa warna penis Michael Jackson? Black or White?” Silakan tunggu jawaban benarnya dari si guide ya😀

Oh ya, di museum ini, memang akan ada seorang guide yang menemani kita berkeliling sambil memberikan penjelasan, dan si guide adalah orang yang mendengarkan langsung cerita-cerita tentang Antonio dari Bu Rontje, istrinya. Jadi semua ceritanya menarik dan detail banget; tentang keseharian hidup Antonio dan keluarganya, tabiatnya yang unik dan nyentrik, rumah-tangganya, dan banyak lagi, misal bagaimana (menurut si guide), Bu Rontje menceritakan tentang pahit-manis kehidupannya bersama suaminya yang ‘ajaib’ itu, dimana setiap hari jam 7 pagi Bu Rontje harus sudah stand by memakai gaun dan high-heel untuk mendampingi suaminya melukis di sanggar, karena katanya Antonio baru bisa mendapatkan inspirasi saat istrinya ada di sampingnya. Dan selama proses melukis itu, Bu Rontje tidak boleh bergerak dan berkomentar. Pernah sekali waktu ia memuji lukisan suaminya, Antonio marah besar dan langsung merobek lukisan yang sedang dikerjakannya. Ah, memang unik pelukis satu ini. Heran ya bagaimana seorang Bu Rontje bisa tahan mendampingi orang keras macam suaminya itu. Mungkin itu yang dinamakan pengabdian, yang jaman modern ini sudah sangat minim keberadaannya dalam dunia rumah-tangga. Anyway pasangan ini berselisih usia sangat banyak, kalo’ ga salah 20-an tahun. Bu Rontje sendiri sudah meninggal tahun 2000 something kemarin (lupa).

Di samping museum juga ada rumah keluarga mereka yang masih ditinggali sampai saat itu oleh anak-anak Antonio. Karena anak-anak dan cucunya juga mewarisi darah seni ayahnya, ada banyak pula lukisan-lukisan hasil karya Mario, anak bungsu (dan laki-laki satu-satunya) dari Antonio Blanco. Ada karya-karya yang juga dijual di sini, tapi hanya replikanya karena yang asli akan tetap dipajang di sini. Di dalam museum tidak diijinkan memoto, jadi kami waktu itu hanya lihat-lihat saja.

Ada pula satu spot di luar bangunan dimana terdapat burung-burung berbulu warna-warni yang ternyata merupakan koleksi Mario, yang katanya aktif melakukan penangkaran Burung Jalak Bali.

DSCN4830

Kami menghabiskan waktu hampir 2 jam di sini, termasuk menikmati Welcome Drink di restoran Rontje. Minumannya hanya berupa es teh manis, tapi rasanya enak banget dan wanginya khas.

DSCN4829

DSCN4851

DSCN4855

Antonio Blanco Museum Bali – Ubud
Jalan Campuhan, Ubud, Bali, Indonesia +62 361 975502
The Blanco Renaissance Museum Campuan, Ubud Bali – Indonesia P.O. Box 80571
Phone. 0361-975502 Fax. 0062 0361-975551 e-mail a-blanco@indo.net.id

Dari Museum Antonio Blanco, perjalanan lanjut ke Bebek Tepi Sawah untuk lunch. Agak gila sih sebenarnya mengingat dalam 5 jam kami sudah akan makan 3 x, tapi ya sudah supaya rutenya enak, kami ke sini dulu.

Buat saya pribadi, Bebek Bengil sebenernya biasa aja rasanya, ga terlalu istimewa, baik itu di Restoran Bebek Tepi Sawah, Leka-Leke dll. Cuma ya memang kita beli suasana sih di sini; suasana sawah dan pedesaan yang asri dan hijau, yang jadi ‘teman’ makan yang cocok banget dengan menu tradisional Bali ini. Beberapa waktu sekali juga akan ada performance tari-tarian tradisional.

DSCN4857

DSCN4861

DSCN4862

DSCN4867

DSCN4870

DSCN4874

DSCN4877

Dari Bebek Tepi Sawah, kami lanjut ke arah Danau Kintamani (di peta, arahnya akan semakin naik ke atas). Perjalanannya jauh, lagi-lagi. Sampai kompleksnya, untuk masuk kami harus membayar (lupa berapa harganya), kemudian mobil parkir dan kami turun, melihat-lihat dari atas pemandangan Danau Kintamani yang memang cantik sih, dengan background Gunung Batur. Menenangkan dan bikin hati damai banget, walaupun di sekeliling banyak penjual yang gigih menawarkan dagangannya.

Tadinya saya pikir pingin juga coba ‘turun’ beneran ke danaunya supaya bisa lihat langsung seperti apa danaunya, tapi tampaknya Pak Komang agak enggan, ditambah lagi kami juga ngejar waktu untuk ke objek wisata berikutnya, sehingga akhirnya kami ga turun sampai ke dasar dan hanya menikmati pemandangan dari atas saja plus foto-foto tentunya.

DSCN4910

DSCN4891

DSCN4918

DSCN4919

DSCN4895

Kalau mau lunch di Kintamani, biasanya model restorannya adalah all you can eat alias buffet, tapi setahu saya di danaunya sendiri ada semacam restoran apung dimana kita bisa makan dengan view langsung ke danau, dan menunya tentu saja berbau seafood. Monggo kalo’ mau diexplore lebih lanjut, urusan makan-memakan ini.

Okeh setelah ke Kintamani, perjalanan mulai ‘turun’ ke Pemandian Tirta Empul/Tampak Siring. Saya pribadi gatau sih perbedaan kedua nama ini apa. Sepertinya yang satu nama daerahnya sedangkan yang lain nama pemandiannya, entahlah.

DSCN4921

DSCN4920

Sampai sana, kami harus bayar tiket masuk Rp 15,000 dan harus pakai sarung. Di dalamnya, sesuai namanya, isinya ya pemandian gitu plus pura dll. Pemandiannya katanya bisa menyembuhkan penyakit ya kalo’ ga salah, dan ya ampun pemandiannya rame’ banget, penuh dengan orang-orang yang berendam.

DSCN4941

DSCN4938

Selain pemandian juga ada kolam ikan yang lumayan gede, serta beberapa bangunan lainnya termasuk pura-pura dimana beberapa orang tampak sedang bersembahyang. Ada beberapa kompleks yang memang ga boleh dimasuki, atau kalaupun boleh dimasuki, rambut tidak boleh terurai dan harus diikat, walaupun saya lihat beberapa pengunjung cuek-bebek saja mengurai rambutnya.

DSCN4975

DSCN4953

DSCN4923

 DSCN4924

DSCN4997

DSCN4993

DSCN4990

DSCN4988

DSCN4987

DSCN4979

DSCN4970

DSCN4967

DSCN4965

DSCN4957

DSCN4928

DSCN4929

DSCN4933

DSCN4934

Kurang dari setengah jam, kami selesai berkeliling dan kembali ke mobil. Yang buat saya menyenangkan untuk semua objek wisata di Bali adalah eksterior bangunan dan bagian-bagiannya yang indah banget, dengan ukiran, relief dan motif yang beranekaragam. Eksotis, itu menurut saya. Detail bangunan selalu mempesona dan bikin mikir, kok bisa ya manusia bikin bangunan-bangunan seindah ini.

Okeh, dari situ kami mulai balik turun ke bawah lagi, tepatnya ke Pasar Sukowati, pasar tradisional terkenal di Bali. Sebenarnya udah tahu sih bahwa jualannya pasti itu-itu aja dan biasanya kurang menarik, tapi ya ga apa-apalah disatronin lagi.

Di situ saya cuma beli beberapa celana pendek khas Bali dan daster buat Mama. 15 menit saja di dalam, setelahnya kami balik ke mobil.

DSCN5000

Next destination, karena sudah sore menjelang malam, adalah daerah Kerobokan (Seminyak ya kalo’ ga salah) karena kami akan dinner di Warung Nuris. Ni warung juga punya cabang di Ubud, tapi biasanya saya lebih sering makan di sini. Biarpun sekarang di Jakarta cabangnya udah ada beberapa, tetep berasa banget bahwa Nuris di Ubud memang lebih enak. Ribsnya legit dan sedap banget (harga kalo’ ga salah 90 rbuan), belum lagi atmosfer turisnya yang kental (gatau kenapa, saya selalu suka daerah ramai turis), jingle buatan mereka saat toast untuk minum margarita, interior restoran yang cozy banget, dan lain-lain. Benar-benar selalu dinner yang berkesan setiap kali makan di sini.

Alamat Warung Nuris : Jalan Batu Belig, Kerobokan telp +62 361 6722847.

IMG_20140116_172610

DSCN5011

Selesai dinner, kami jalan ke hotel. Maklum rental mobil ini disewa hanya 10 jam, dan saat kami berniat memperpanjang dengan additional hour fee, Pak Komang nampaknya keberatan dengan alasan maksimal penyewaan hanya 10 jam terkait stamina supir. OMG, alasan macam apa itu? Kalo’ memang maksimal 10 jam, buat apa ada tarif tambahan per jam yang dicantumkan di website mereka? Tapi ya sudahlah kami mengalah saja, toh nanti juga bisa jalan-jalan sendiri.

Terkait hotel, atas kesepakatan bersama kami akan menginap di 3 hotel yang berbeda selama 3 malam ini. Maklum hotel di Bali super banyak, bergelimpangan seperti tahi ayam di peternakan, sehingga memilih 1 hotel saja bakalan sulit. Lagipula, 3 hotel yang berbeda pasti bakal mengasyikkan; kita bisa menikmati plus-minus dari masing-masing hotel dan lokasi hotel pun bisa berganti-ganti, mau dekat pantai, dekat mall, dan lain sebagainya.

Jadi, hotel pertama kami malam ini adalah Pop Hotel, semacam budget hotel model Fave atau Amaris Hotel. Harganya per malam Rp 300,000-an saja. Letaknya di deretan Jalan Pantai Kuta, sederet sama Hard Rock Hotel/Café dan Beach Walk Mall.

Kalo dari peta sih kesannya dari jalan gede (Pantai Kuta), kita tinggal belok kanan terus sampe ke hotel ini. Dalam kenyataan, ya ampun ternyata dari Hotel Bali Palaya di depan, kita harus masuk jalan yang kecil banget (gang, tepatnya, dan hanya cukup buat 1 mobil aja) dan berkelok-kelok. Terpencil banget dan jalannya agak gelap. Jadi kalo’ malam-malam better jalan minimal 2 orang deh untuk ke jalan gede di depan, supaya lebih aman.

Anyway biarpun terkesan jauh masuk ke dalam gang ini, ternyata nantinya pas jalan kaki ke depan jaraknya ga gitu jauh kok. Palingan 5 menitan aja, dan kita sudah bisa sampe’ jalan gede , tinggal nyebrang dan sudah tampaklah Pantai Kuta.

Sebenarnya hotel ini punya 2 gang untuk akses masuk, tapi selalu pilihlah gang yang dekat Hotel Bali Palaya yang saya sebut di atas tadi, karena akses lewat gang ini lebih dekat dibanding gang sebelumnya yang letaknya lebih dahulu.

Jadi menurut saya tetep bolehlah nginap di hotel ini dilihat dari sisi lokasi vs budget, sepanjang nginapnya memang beramai-ramai, supaya ga serem pas jalan menyusuri gang gelap lokasi hotel ini.

DSCN5017

DSCN5016

DSCN5015

Dari sisi interior, kamarnya kecil, tapi bersih dan modern. Nuansa hotel ini menurut saya mirip Harris Hotel, dengan warna oranye dan hijau (muda). Kamar mandinya juga model yang one-stop-bath gitu, alias (kayaknya) beli/pesen terus ditancapin di kamar gitu, tapi saya suka designnya yang terkesan futuristik. Jadi overall buat saya kamarnya OK banget kok dengan harga Rp 300,000. Itu juga asyiknya, dengan banyaknya hotel di Bali, harga jadi super bersaing, dan kita bisa dapatin kamar OK dengan harga yang affordable banget. Biasalah, prinsip demand and supply.

DSCN5020

DSCN5023

DSCN5019

Yang juga selalu saya suka dari hotel di Bali adalah mau sekecil apapun, mereka pasti punya kolam renang. Sebenarnya ga efek sih ke saya, toh saya ga bisa berenang, tapi buat penghuni lain kan keberadaan sebuah kolam renang kayak hidup-mati.

Setelah beres-beres di kamar, kami jalan-jalan keluar lagi menyusuri jalan Pantai Kuta. Lumayan juga sih jalannya, tapi masih dalam batasan akal sehat kok. Setelah jalan kira-kira 10-15 menitan (kalo’ ga salah ya karena saya agak dodol soal visualisasi range waktu), kita bakal sampai di Beach Walk Mall. Kalo’ mau ke Hard Rock sih bisa aja, tapi asli lebih jauh lagi.

Ngomong-ngomong Beach Walk Mall, ya ampun saya suka banget sama konsep mall ini. Mall-nya mirip Marina di Singapore. Ada area outdoor dan indoornya, dan sebagian besar restoran mangkal di area outdoornya dengan design yang juga keren-keren. Pokoknya nice banget deh, toko-toko di dalamnya pun lumayan branded – middle class deh kira-kira, model kayak Zara, Dorothy Perkins, Topman dll. I just simply love this mall.

Believe it or not, di mall ini kami mampir lagi ke Food Courtnya dan pesen makan lagi. Mengerikan, jadi total hari ini kami bersantap 5 x mulai dari Bakmi GM di Jakarta, Warung Liku, Bebek Tepi Sawah, Warung Nuris dan sekarang Bakmi Kepiting Pontianak di Food Court ini.. Agak amazing ga sih? Rasanya saya bisa denger perut saya asma berat di dalam sana, engap kekenyangan.

DSCN5030

DSCN5029

DSCN5031

Ya sudah selesai makan, kami jalan-jalan sebentar dan kemudian balik hotel naik taksi karena udah males jalan kaki lagi. Taksi di sini juga berseliweran banyak banget, gampang ditemuin kayak para banci di daerah Taman Lawang. Blue Bird jelas ada, tapi ada juga taksi berlogo burung dengan warna badan biru muda kayak Blue Bird, jadi jangan ketipu. Tapi agak beda dengan Jakarta, sepertinya taksi di luar merk Blue Bird pun di sana cukup aman deh. Anyway taksi Blue Bird dan taksi-taksi lain di sana biasanya mengusung nama Bali Taxi di badan mobilnya.

Demikian deh hari pertama kami di Bali. Bersyukur banget bahwa hari ini ga hujan sehingga semua perjalanan lancar jaya. Ah, Bali, dari hari pertama pun perut saya sudah digoda seperti ini. Ga terbayang hari-hari selanjutnya.

Cerita hari-hari berikutnya is to be posted later.

11 Responses to "Bali Trip 2014 (1)"

Ulasannya super duper memuaskan, deh. “Yang menarik di sini adalah karya-karyanya semua kebanyakan berupa gambar wanita bugil, karena 1. Antonio sangat menggemari ‘wanita’ – menggemari di sini adalah dalam arti positif ya. Bagi dia wanita itu sangat indah dan mengagumkan, dan semua kecintaan itu dituangkan dalam karyanya 2. Waktu itu di Ubud semua wanita memang bertelanjang dada, sehingga dilukisnya ya sebagaimana keadaan sebenarnya. Jadi ketelanjangan di sini harap dilihat dari sisi artistiknya ya.” Mau banget ke Antonio itu..he.

Foto2nya cuy..

Ha3 thank you Mas.. Ayuk cepetan ke sini😀

Iya, pengen! Moga kesampaian tahun ini. Harus!

Thanks info gamblangnya, ya, Mbak..

udh d bali aja kaka fanny

Iya Win, mumpung lagi sempet😀

Salam Berbagi gan, hanya ingin menginformasikan jika anda kekurangan mobil bisa menghubungi kami di sms mobil bali atau klik disini

Keren banget mba ceritanya. jadi ada contekan untuk jalan2 ke bali ih. btw boleh minta cp sewa mobilnya ga/?

Saya cuma ada pin bb nya nih : 758B3B93 – Rent Car & Bali Tour

Salam Kenal dan Salam Sukses dari Kami
Jajanan Arek Suroboyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,732 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: