Fanny Wiriaatmadja

Taiwan Trip 2012

Posted on: January 8, 2014

Lagi-lagi, Taiwan seharusnya masuk urutan-urutan bontot dalam list negara yang mau saya kunjungi di Asia. Tapi karena kebetulan tanggal tournya cukup OK terkait jatah cuti yang terbatas (kalo’ ga salah cutinya 2-3 harian aja) dan tour-nya sudah pasti jalan alias sudah terkumpul minimal 15 peserta (sangat susah nyari tour yang pasti jalan di low season period), akhirnya saya pun ikutan daftar tour ini di Avia Tour. Tentunya nambah satu cap lagi lumayan dong, buat bikin passport tambah meriah. Plus mama, sebagai emak-emak cina sejati sepertinya cocok kalau dibawa ke sini.

Harga tour-nya sendiri (7 hari) adalah USD 899++. Nett-nya jadi sekitar USD 1000-an deh, not bad. Waktu itu kalo’ ga salah kami berangkat di bulan April/Mei 2012.

Waktu pergi, karena saya juga kerja di perusahaan Taiwan, orang-orang sampe’ pikir saya biztrip atau tugas kantor, which is tentu saja nggak. Tapi sempet kepengen sih moto headquarter di Taipei, in case nanti nemu/lewatin, buat dipamerin ke temen sekantor (padahal ga ada bangga-bangganya juga), sayangnya (nanti) ga ketemu sama sekali selama di sana.

Langsung masuk ke keberangkatan aja ya, lupakan segala tetek-bengek keberangkatan. Kalau ga salah waktu itu kami berangkatnya siang dan sampe’ di Taipei malam hari, lalu langsung dianter ke hotel untuk istirahat.

Hari kedua, setelah kenalan dengan local guide kami di sana (seorang abege cowok Indonesia yang kebetulan sekolah di Taiwan, kalo’ ga salah namanya Joe. Khas abege yang cukup fashionable, dia selalu pake jaket kulit hitam dan skinny jeans, also black), kami diajak ke Chiang Kai Sek Memorial Hall. Ini semacam kompleks gede untuk mengenang Chiang Kai Sek, pendiri Republik Taiwan. Ada benda-benda peninggalan beliau seperti misalnya mobil kenegaraan yang sering digunakan, lukisan, patung super gede beliau, dan masih banyak lagi. Kami keliling sambil dengerin penjelasannya Joe tentang sejarah kehidupan Mr. Chiang dan sejarah bangunan ini. Sayang saya udah lupa semua, tapi seinget saya sejarah hidupnya lumayan menarik.

P1050578

IMG01057-20120515-0951

IMG01056-20120515-0950

IMG01052-20120515-0947

IMG01049-20120515-0944

P1050588

P1050608

P1050604

P1050600

P1050596

P1050606

P1050595

Di kompleks ini juga ada pergantian tentara. Tentaranya beneran kayak patung loh. Sumprit waktu itu saya dan mama sampe’ ngelilingin dalam jarak dekat, si tentara yang lagi berpose, dan kami kasak-kusuk karena bingung ini patung atau orang beneran. Mau pegang tapi kan ga boleh dan ga bisa karena ada tali pembatas. Orang-orang di sekeliling rupanya punya kebingungan yang sama. Bener-bener kaku dan geming banget posenya, dan di akhir baru ketahuan bahwa itu manusia. Kesannya kita semua bego banget ya ga bisa bedain patung atau manusia, tapi asli deh beneran kalo’ kalian ada di sana, kalian pasti bakal pusing tujuh keliling juga mikirin hal super ga penting ini.

IMG01048-20120515-0943

Setelah selesai keliling dan foto-foto, kami naik bus dari Taipei ke daerah Chiufen. Nah di situ kalo’ ga salah kami ditawarin untuk cobain satu restoran yang katanya punya view bagus, cuma kalo’ mau kami harus bayar lagi tambahan beberapa TWD (dolar Taiwan) gitu. Maksud saya, kenapa ga dijadiin paket tour aja dari awal? Masa’ makan di restoran dijadiin optional tour, itu akan agak jahat gituh..

Ya sudah akhirnya karena diiming-imingi view yang cakep, kami semua sepakat mau ke restoran itu (dan mengeluarkan dengan tidak rela sejumlah TWD dari kantung). Di situ kami diajak ke sebuah tempat kayak Pasar Baru yang semruwet banget, penuh pedagang kaki lima. Nah di dalamnya, setelah menjelajah kira-kira 10 menitan sampai ke dalam-dalam gang, tiba deh di satu restoran yang punya semacam balkon untuk lihat pemandangan keluar yang ternyata memang lumayan cantik. Makanannya sendiri sih biasa aja.

IMG01066-20120515-1127

IMG01061-20120515-1120

Sambil makan, kami mulai ngobrol-ngobrol malu-malu, maklum baru mulai pada kenalan. Kebanyakan peserta tour kali itu banyak yang ngomong bahasa Hokkian, bahkan ada yang ga bisa bahasa Indonesia. Jelas saya kaga ngarti, jadi cuma senyum-senyum manis aja tiap kali mereka ngajak ngomong, sambil berusaha berbahasa mata, bahasa isyarat, dan bahasa kasih.

Setelah makan dan foto-foto sejenak, kami lanjut jalan lagi ke Hualien. Perjalanannya lumayan lama nih karena jaraknya memang jauh.

Dalam perjalanan, kami ngelewatin Samudra Pasifik loh.. Beneran Samudra Pasifik yang ada di buku sejarah itu loh.. atau buku geografi.. yang saingannya Samudra Atlantik itu loh.. Real loh, di depan mata, sepanjang mata berjelalatan.

Jadi demikianlah sepanjang jalan itu kami liat pemandangan pantai dan laut yang sumpah cakepnya minta ampun, dengan laut warna turqoise yang seksi banget. Megah, gagah, anggun.. Sampe’ ngerasain banget kebesaran Tuhan dengan crayon ajaibNya.

IMG01112-20120517-0906

IMG_20130211_211208

Sampai Hualien, kami langsung diantar ke hotel.

Hari ketiga, pertama rutenya adalah Linzi & Tea Center. Seperti biasa, kalo’ pergi ke China dan sejenisnya, pasti ada sesi jualan gini, yang memang masuk dalam program pariwisata mereka. Di sini, sesuai nama tempatnya, kami disuguhi berbagai macam teh plus dikhotbahin tentang khasiat dan manfaatnya. Saya sih masuk kuping kiri keluar kuping kanan aja.

Yang lumayan menyenangkan, tempatnya quite nice dan banyak spot foto yang lucu-lucu. Tiap saya moto di satu tempat, pasti yang lain jadi ngikutin. Terus tiap abis saya fotoin, hasil foto saya sering dipuji-puji loh, HUAHAHAHA.. Sedikit bangga boleh kan ya?😀 Efeknya, kadang jadi tukang foto mulu deh. Dikit-dikit saya yang dimintain foto. Untung saya baik hati dan (sangat) sombong dan memang suka foto-memoto.

Oh ya di belakang Linzi & Tea Center ini, langsung terpampang perkebunan tehnya loh. Jadi bener-bener masih fresh semua daun tehnya, dicabut langsung dari belakang situ. Sayang karena udah gerimis, kami ga sempet main-main di kebun tehnya.

Habis berteh-teh ria, kami lanjut jalan ke Taroko National Park. Eeerrr ini tempat apa ya, bingung jelasinnya. Pokoknya ni national park adalah tempat terbuka gitu, dengan kiri-kanan bukit-bukit marmer super tinggi dan pepohonan. Tempat ini adalah salah satu pusat marmer di Taiwan (Taiwan memang terkenal dengan marmernya). Jadi ni tempat semacam produsen marmer gitu. Di dalamnya juga ada Eternal Spring Shrine, semacam mata air yang lumayan cantik, tapi sayang kami ga ke deket situ, cuma liat dari jauh aja. Ada juga Swallow Cave, cuma saya juga lupa ini apaan, yang pasti sih goa gitu😀

Jadi setelah masuk ke kompleks ini, kami turun dari bus, terus jalan kaki lewat semacam terowongan, terus keluar terowongan dan lanjut jalan di tempat terbuka gitu. Di sini kita harus pake’ helm untuk mencegah kecelakaan ketimpa batu-batu gitu. Maklum, namanya aja kiri-kanan bukit-bukit warna putih bertekstur gede dan tinggi, yang isinya marmer semua, sekali dia ‘brojol’, kepala kita ya dipertaruhkan deh. Nah, sepanjang jalan kita bisa sambil liat-liat pemandangan. Biasa aja sih menurut saya, cenderung pohon-pohon ijo aja walaupun ada banyak bukit-bukit seperti yang saya bilang tadi.

P1050631

IMG01095-20120516-1051

P1050634

P1050624

IMG_20130412_205244

Habis jalan di terowongan, si bus menjemput kami lagi, terus kami jalan keluar deh dari situ. Untuk keluar, busnya pun harus ngantri karena entah kenapa, lagi banyak bus-bus pariwisata di situ. Nunggunya lumayan lama, hampir setengah jam-an. Katanya bus-busnya memang harus gantian, untuk meminimalisir kecelakaan. Soalnya kan kita menyusuri bukit-bukit alias tebing-tebing gitu dengan jalur agak curam dan sempit. Agak ngeri dikit, semacam ada kuota beban gitu seolah-olah. Untung aku kurus.

Dari situ, kami ke pusat pengolahan marmernya. Ada banyak kerajinan dari marmer dipajang (dan dijual) di situ. Buntut-buntutnya sesi belanja sih. Tempatnya lumayan gede; sebuah gedung dengan pilar-pilar bergaya Romawi dan patung-patung yang tentu saja semuanya terbuat dari marmer. Di luar gedung tempat jualan tadi, marmer-marmer mentah berserakan di tanah, dan Joe sempet jelasin sedikit proses pengolahan marmer mentah tersebut, tapi so pasti saya udah lupa.

Sampe’ sini, hujan mulai turun, lumayan deras.

IMG_20130212_125439

IMG01101-20120516-1504

Okeh, setelahnya kami lanjut lagi ke Taitung. Sampe’ sana, kami ngunjungin Taitung Rift Valley Scenic Area (ini tertulis di itinerynya) tapi mohon maaf saya lupa banget ini apaan. Blank total biarpun saya udah coba Google sampe’ mejret.

Habis itu kami balik ke hotel dan (lagi-lagi saya lupa) saya sepertinya sempet berendem air panas, walaupun rasanya jauh lebih enak pas Onsen di Jepang. Yang ketinggalan di otak cuma bahwa air panasnya di Taitung ini kurang nendang. Tapi bener-bener ga kebayang tempat pemandiannya kayak apa. Duh, otak!

Hari keempat, dari Taitung kami lanjut lagi ke Mei Non Hakka Village, semacam kompleks dimana terdapat restoran dan toko-toko. Katanya di sini orang Hakka semua yang ‘kelola’. Semacam pemukiman khusus untuk suku mereka. Di sini setelah makan siang, kami cuma keliling-keliling dan foto-foto.

IMG01114-20120517-1235

Setelahnya kami ke Spring dan Autumn Pavillion, dua pavilion super cantik di tengah danau dengan banyak ornamen naga dan singa. Oriental dan colorful banget. Untuk naik ke pavilionnya kita harus mendaki tangga yang untungnya ga terlalu tinggi, tapi agak licin karena basah oleh cipratan hujan. Percayalah, ada banyak korban berjatuhan (harafiah, sunggu berjatuhan) di tangga-tangga ini.

Anyway karena tempatnya memang bagus, banyak peserta tour yang tetap berfoto-foto di bawah hujan sekalipun, termasuk saya -tentunya dengan berpayung.

IMG01143-20120517-1636

IMG_20130413_125731

IMG_20130211_211414

IMG01129-20120517-1620

Setelahnya kalo’ ga salah kami sempet mampir di WC umum saat meneruskan perjalanan, terus ga sengaja saya ketemu suatu kuil yang genjreng dan meriah banget. Cakep deh dekorasinya. Tau dong apa yang terjadi setelahnya? Jepret, jepret, betul sekali!!

IMG_20130211_211615

Terus kebetulan juga di depan tuh kuil (kalo’ ga salah) ada tukang jualan syal bulu yang cute banget, dalam aneka warna. Langsung deh kami semua mengerumuni si penjual. Kami di sini tentu saja adalah yang berjenis kelamin perempuan, jelas sejelas-jelasnya.

Si mbak penjual heboh mendemonstrasikan bagaimana tuh syal bulu bisa dipuntir-puntir jadi berbagai macam bentuk aksesori. Bisa jadi semacam pashmina, jadi bando, jadi kayak jaket yang ditaruh di leher, jadi ban pinggang, dan lain sebagainya. Keren banget, sampe’ takjub, betapa bunglonnya syal bulu mini yang sederhana itu!

Saya beli 10 biji buat oleh-oleh, dan sampe’ rumah pas saya coba praktikkin aksi puntir-memuntirnya, saya gagal total tuh. Ga berhasil sama sekali merubah bentuk syal itu, tetep aja jadinya syal. Entah sayanya yang dodol, si penjual yang kejagoan, atau si penjual punya syal bermodel lain yang bisa dikutak-katik (tau ah). Untung belum sempet pamer-pamer di hadapan para saudara. Maluku masih selamat.

Habis itu, seinget saya kami diajak pergi melihat patung Giant Buddha (kalo’ ga salah), yang kompleksnya gede banget. Di dalamnya ada toko-toko, ada kuil, tempat sembahyang, dan masih banyak lagi. Dari jauh patung Buddhanya udah kelihatan. Beberapa peserta yang beragama Buddha masuk sampai bagian terdalam (yang jalannya lumayan jauh dan perlu naik tangga cukup tinggi) demi bisa sembahyang di sana. Seingat saya kompleks ini seharusnya ga masuk dalam itinery sih.

P1050649

P1050681

P1050665

P1050658

IMG_20130212_130644

6

IMG_20130413_073901

P1050656

IMG01120-20120517-1439

P1050655

Kemudian, perjalanan lanjut ke Pearl Center, tempat dimana kami duduk seperti di kelas; diajarin tentang cara pengolahan mutiara, gimana cara bedain yang asli dan palsu, dan sebagainya, tapi sayangnya ga dikasih sampel (perhiasan) mutiara.

Setelahnya tentu saja kami juga dibawa ke tokonya dan dipaksa secara halus untuk membeli, dan saya sempet merelakan diri jadi korban dengan beli satu kalung mutiara di sini. Entah kenapa, saya lumayan suka mutiara. Bentuknya simpel tapi elegan banget.

Setelahnya, kami diturunin di Dream Shopping Mall (udah blank ini seperti apa) dan malamnya setelah dinner kami ke Leo Ho Night Market (yang saya juga lupa seperti apa bentuknya).

Hari kelima adalah jadwalnya ke Sun Moon Lake, danau terbesar di Taiwan yang cantik. Hujan kembali mengguyur hari ini. Kami harus ke dermaga dulu, sebelum bisa menikmati keindahan danau itu dengan cruise. Kapalnya lumayan bagus. Di situ kami foto-foto dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati pemandangan danau. Setelahnya kami stop di kompleks Sun Moon Lake-nya, tempat kita bisa menikmati pemandangan Sun Moon Lake dari atas. Makin kelihatan deh cantiknya.

P1050704

P1050700

P1050698

13

P1050716

IMG_20130212_130101

Di kompleks ini juga ada Peacock Garden (sesuai itinery) tapi again saya juga ga ingat sama sekali dengan tempat ini.

Kami sempet makan siang di suatu kompleks yang juga nice, di dalamnya ada restoran super gede dengan ceiling tinggi yang katanya sering jadi tempat kawinan atau acara. Setelah makan kami jalan-jalan keliling sambil foto-foto, terus stuck ga bisa ke mana-mana karena hujan, sehingga harus nunggu beberapa saat.

P1050689

P1050685

IMG_20130412_205013

Setelahnya kami ke Wen Wu Temple, tapi saya ga masuk ke dalamnya karena agak males, jadi cuma nunggu di depan sambil foto-foto. Hujan masih lumayan awet di sini. Dari situ juga ada rute ke Chung Tai Temple, tapi saya lupa lagi kayak apa tempatnya hihi.. Ini mending ga usah nulis aja kali yah..

P1050727

P1050726

IMG_20130413_073729

Sorenya kami lanjut ke Taichiung dan diajak dinner di suatu tempat yang nice banget. Tempatnya mirip goa-goa di Turki, jadi restorannya terbuat dari batu-batu gitu, suasanya agak temaram, tapi bertingkat-tingkat kayak rumah Flinstones. Lucu deh interiornya. Makanannya juga lumayan. Setelahnya kalo’ ga salah kami ngunjungin Fong Chia Night Market (ga inget kayak apa), lalu balik hotel untuk istirahat.

P1050747

P1050737

Sepanjang jalan, Joe yang abege itu sering pasang lagu Mandarin, mulai dari Wang Lee Hom, Jay Chou, dll. Wah hidup banget deh saya🙂

Kemudian, malamnya terjadi insiden yang ‘mengerikan’ buat saya gara-gara keteledoran saya. Jadi pas lagi ngelepas hardlense di wastafel dan membilasnya langsung dengan air keran, sebelah hardlense saya itu ‘nyalip’ dari tangan dan jatuh, terjun bebas ke wastafel, kebawa arus air, dan sukses masuk ke lubang. Tadinya saya masih dengan sigap berusaha ‘nangkep’ tuh hardlense di dasar wastafel, tapi karena hardlense kan terbuat dari kaca dan rentan pecah, otomatis usaha tangan saya untuk menangkupnya juga ‘lemah’ karena tanpa sadar tentunya saya takut hardlense tersebut pecah kalo’ langsung saya sambar/tepuk pake tangan. Ya sudah, terbawalah hardlense itu, masuk ke lubang wastafel. Kebayang ga sih betapa shock nya saya melihat kejadian itu, dimana saya sukses kehilangan sebelah ‘mata’ saya? Ya ampun, badan saya sampe; langsung lemes dan rasanya pingin banget memutar balik waktu. Berasa bodoh banget karena dari dulu selalu ‘nakal’ bilas hardlense langsung dengan air wastafel, padahal bakalan lebih aman kalo’ saya melakukan semua aktivitas itu ga di wastafel (misal di meja) dan airnya bilasannya itu dari gelas, bukan dibilas langsung pake’ air mengalir.

Walaupun udah tipis harapan, saya sampe’ bisa-bisanya manggil semacam room service untuk nolongin saya bongkar tuh wastafel dan cari benda kecil seukuran bola mata itu. Pathetic banget ga sih. Si kepala servicenya sampe’ udah geleng-geleng kepala, tapi saya sangat menghargai itikad baiknya untuk tetep ngebongkar pipa bawah wastafel. Setelah dibongkar, kami cari sama-sama di dalam pipa itu (yang ternyata isinya jorok banget, ya ampun.. baru pertama kali liat ‘isi’ wastafel) dan tentu saja hardlense saya itu udah nggak ada.

Sedih banget rasanya, dan lebih pusing lagi gimana ngadepin hari-hari besok dengan mata buta sebelah. Pake’ kacamata jelas ga mungkin karena kacamata saya tebel dan pasti bakal bikin pusing karena neken tulang telinga. Ya sudah mau ga mau terpaksa saya cuma pake’ hardlense sebelah. Pusingnya setengah mati, jelas.. Satu mata normal, satu mata berminus belasan. Kebayang kan?

Ya sudahlah, jadi suatu pelajaran buat saya untuk lain kali lebih hati-hati, dan yang patut disyukuri, at least perjalanan ini ‘tinggal’ 2 hari. Coba kalo’ insiden ini terjadi di hari-hari awal, pasti semua bakal lebih ruwet lagi kan?

Hari keenam, pagi-pagi kami ke Taoyuan, tepatnya ke stasiun bullet-train, terus lanjut ke Taipei naik bullet-train itu. Stasiunnya kecil, dan nunggu sekitar 15 menitan, kereta datang. Sambil nunggu Joe nunjukkin berbagai atraksi sulap yang lumayan menghibur. Di kereta, perjalanan sekitar setengah jaman saja. Keretanya lumayan bagus dan yang pasti bersih.

IMG01166-20120519-1037

Oh ya jangan lupa bahwa resmi per hari ini, saya udah buta sebelah. Jadi kerjaan saya kalo’ lagi bengong ya mejamin mata, biar mata yang cuma sebelah ga kecapekan dan ga bikin pusing kepala.

Sampe’ Taipei, kami ke Martyr’s Shrine untuk liat proses pergantian tentara di situ. Nunggu agak lama, dimulailah prosesi pergantian tentara. Lumayan menarik sih ya. Ga kebayang gimana para penjaga itu harus steady sepanjang hari dengan pose sama. Beberapa penjaga saya liat bajunya udah basah dengan keringet, pola basahnya tercetak dengan jelas di bagian ketiak dan punggung. Kasihan, tapi pasti cocok jadi iklan deodoran. Setelah ngeliat prosesi, baru kami jalan-jalan di sekitar kompleks sambil foto-foto.

P1050758

P1050754

P1050751

Tadinya pingin juga mampir ke makamnya Theresa Teng, penyanyi Taiwan yang tersohor itu, tapi waktu ga memungkinkan.

Selanjutnya perjalanan diteruskan ke National Palace Museum. Di sini cuma liat-liat aja sih sepertinya (saya blank lagi, tempat ini kayak apa, duh..), dan setelahnya kami ke Handicraft Center. Di sini tempatnya artistik banget, lengkap nyediain segala macam mochi, kerajinan tangan khas Taiwan, dan masih banyak lagi (kebanyakan emang makanan sih). Penjaga jualan mochinya pun murah hati, banyak ngasih kami sampel-sampel aneka ragam mochi.

IMG01174-20120519-1136

IMG01169-20120519-1133

Habis itu kami lanjut ke Shihlin Official Garden, yang sesuai namanya merupakan taman raksasa yang cantik, tempat kami jalan-jalan dan foto-foto saja, dan setelahnya perjalanan berakhir di Taipei 101 Mal. Haduh kenapa hampir semua mall saya lupa ya? Saking ga berkesannya kali ya.

IMG01168-20120519-1108

P1050763

Hari ketujuh adalah hari terakhir. Setelah breakfast kami langsung jalan ke airport. Selesailah perjalanan ke Taiwan, yang sepanjang hari lumayan sering diguyur hujan.

Selama perjalanan, antara tour leader kami dan local guide (Joe) sempet agak sedikit ‘kisruh’. Masalahnya Joe kan masih abege, yang agak cuek dan super semangat sehingga sometimes jalannya pun cepet banget, ninggalin para orang tua di belakang yang kewalahan nyamain langkahnya, sementara si tour leader kami pun yang ‘ngejagain’ para orang tua akhirnya juga ikut kelabakan, dan seringkali kehilangan Joe dan anak-anak muda yang udah jauh duluan di depan. Akibatnya si tour leader agak kesel karena menilai Joe kurang profesional. Hm, emang susah ya kalo’ harus bekerjasama dengan orang yang baru dikenal, apalagi harus bersinergi (ceilah) ngurusin segerombolan orang yang ngerepotin, dengan karakter berbeda-beda. Memang ga gampang jadi tour leader/local guide.

Anyway kesimpulan saya selama pergi ini, Taiwan sepertinya lebih cocok buat para orang tua, ketimbang anak muda, karena lebih banyak ngunjungin kuil dan lihat-lihat pemandangan. Orientalnya kerasa banget. Jadi sepertinya saya bakalan hanya 1x, pertama dan terakhir ke situ. At least udah tahu Taiwan kayak apa🙂

** Silakan dihitung, berapa kali saya menuliskan “seingat saya”, “kalo’ ga salah”, dll. dalam postingan ini.

5 Responses to "Taiwan Trip 2012"

Cici Fanny, bole dong tanya”?
Kemaren ke taiwan itu local guide ny bhsa indo atau mandarin atau english?
Nyimpen contact person atau no handphone atau alamat email local guide ny gak? Bales ke email dong. Plis. Thanks.

Hi.. Huhuhu sorry bgt ga nyimpen😥

Local guidenya bhs indo

Besok saya ke taiwan… cuman 5 hari, dua harinya kerja jadi tinggal 1-2 hari jalan-jalan. bagusnya kemana yah ? bantuin dong fan….. siapa yang bisa saya kontak disana yah….. trims berat

Errrr agak bingung juga karena dulu saya ikutan tour dan selalu pindah-pindah kota hahaha.. Tergantung kotanya di mana kali yah.. I only went to Taipei, Hualien, etc. So cuma kota-kota pariwisatanya aja.. Sorry couldn’t help you much..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by Disney Lafayette 
#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? #aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella Aimee 1st cake 🎂 🎂 @colettelola

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #cake #coletteandlola #chocolate Happy Birthday Aimee 🎂

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #changthien #keluargakaret #perayaanbatchpertama #greendresscode Happy birthday sweetheart 😀

Even the power of words (whom I trust the whole of my life) can't describe how I feel for this 1 year journey. 
It's a mixed of rollercoaster jaw-dropping, calming and peaceful feeling from rain and soil smell, soap opera laugh and tears, and so on.. Oh, and one thing for sure I know now what is heavy backpain and sleepless night, lol.. Mommy and Daddy woof you berry berry munch, sweet lil' monster.. Thank you for making me a better person, someone I never knew I could be.. ❤👪 #aimee #birthday #1yearold #baby #perayaanbatchpertama #chsngthien #bihunikanpalingenaksedunia #celebration #dinner #family Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design Yg masak mau kawin tampaknya.. #bintanggading #pik #elanglaut #noodle #bakmi #pork #porknoodle #asinbangetyangdisini 😲😝😖😕

Blog Stats

  • 404,862 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

January 2014
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: