Fanny Wiriaatmadja

Malang/Batu Trip : Jatim Park 2 (1)

Posted on: December 19, 2013

Dari beberapa bulan lalu, saya sebenernya udah ngajakkin keluarga saya untuk ke Malang, gara-gara baca blog tentang Jatim Park yang konon katanya superkeren – sayangnya menyatukan beberapa anggota keluarga yang sudah punya keluarga kecil masing-masing memang ga gampang. Saya hampir selalu kalah, provokasi dan jualan saya ga mempan dan selalu mental. Tapi memang jagoan biasanya jaya belakangan. Desember ini kesampean juga pergi ke Malang bareng family. Ah senangnya😀

Seperti biasa proses persiapan memang paling seru. Pertama tentunya proses cari pesawat ke Malang. Hanya ada 3 pesawat yang direct ke Malang, yakni Garuda, Citilink dan Sriwijaya. Secara kocek kami juga ga tebel-tebel banget, Garuda tentu ada di prioritas terakhir (baca : ga masuk list sama sekali sebenernya), sedangkan Citilink karena flight time-nya kurang pas akhirnya kami sisihkan juga dari list, dan tersisalah Sriwijaya. Walaupun jujur ngerasa agak gimanaaaa gitu naik Sriwijaya yang secara pamor agak kurang dibanding dua rekannya tadi dan bikin ngerasa sedikit kurang safe atau sejenisnya, akhirnya tetap terpilihlah Sriwijaya dalam tender pribadi keluarga kami untuk membawa kami ke Malang, atas dasar “kalo’ mau mati ya mati aja, biarpun naik business class Garuda or SQ or whatever”.

Anyway, kami akan pergi 4 hari 3 malam. Setelah mendarat di Malang, kami bakal lanjutin perjalanan by mobil ke Batu, ‘puncak’nya Malang alias daerah dinginnya. ‘Peserta’ yang pergi adalah saya, cici pertama, anaknya yang sudah remaja, cici kedua, 2 anaknya yang masih kecil (6 dan 4 tahun), adik saya, dan mama saya (total 8 orang, terdiri dari 6 orang dewasa dan 2 anak kecil).

Selanjutnya adalah proses pilih hotel. Diberkahi dengan salah satu cici yang super rewel soal tempat tinggal, akhirnya setelah beberapa hari, terpilihlah 3 hotel sebagai tempat kami tinggal alias tiap hari kami akan berganti-ganti hotel, ya amplop.. Tapi gpp lah, saya pribadi juga seneng coba-cobain berbagai hotel. Jadi, kami akan nginep di Singhasari Resort, Pohon Inn, dan Jambuluwuk. Semua hotel itu lokasinya di Batu.

Hari I

Konon katanya Sriwijaya adalah salah satu airline yang konsisten mempertahankan kemampuan delay mereka, nyaris menyaingi sahabatnya, Lion Air. Dan sepertinya pepatah itu benar, karena kami delay 1,5 jam. Beberapa hari yang lalu sebenernya saya sempat di-SMS Sriwijaya yang mengabarkan bahwa penerbangan akan dimajukan alias berangkat lebih pagi setengah jam-an. Sepertinya SMS itu sia-sia, karena yang ada pesawat malah delay, diakibatkan cuaca yang buruk di Malang. Tapi ya sudah, di-enjoy-in aja. Saya toh jadi bisa nyelesein novel 99 Cahaya di Negeri Eropa (eh bener ga ya judulnya) plus ehm, sempet pup juga karena dari pagi entah kenapa perut lumayan mules. Cici pertama saya juga udah bawa camilan buat nangsel laper di pagi hari. Ah surga deh..

Setelah masuk pesawat, ternyata kami dapat kue dan air putih, dan kuenya enakkk.. dasar rakus, blueberry muffin simple gitu aja masih bikin saya ngiler-ngiler sekarang, ngebayanginnya. Anyway gatau sih apakah kue itu didapat sebagai kompensasi delay, atau memang defaultnya dapat. Tapi Lion aja ga dapat makanan, masa sih Sriwijaya dapat? Entahlah dan ga peduli juga, yang penting enak.

Perjalanan kali itu lumayan nyeremin. Banyak turbulence dan saya sampe’ keringat dingin –bukan karena ketakutan- tapi karena nahanin perut yang kegelian sangat-sangat. Dan perjalanan yang seharusnya hanya sekitar 1 jam 20 menitan, berganti menjadi 2 jam karena nunggu antrian mendarat berhubung cuaca yang jelek di Malang, OMG lamanya.

Yah akhirnya dengan perjalanan yang susah payah, kami tiba jam 3-an lewat. Hujan deras di Malang menyambut. Bandaranya (ya ampun aku kok lupa nama bandaranya, memalukan) kecil banget. Cuma satu ruangan kecil yang isinya ban berjalan tempat ngambil bagasi, sepetak kantor (kayaknya) dan.. toilet. Tapi saya malah seneng kayak gini, karena ga perlu wasting time lagi jalan menyusuri bandara yang luas dan super panjang. Irit waktu!

??????????

Saat nunggu bagasi, terdengar selentingan bahwa karena cuaca yang buruk itu, Garuda pindah pendaratan ke Surabaya, dan Citilink ga berani mendarat alias masih leha-leha di langit sana. Maklum katanya lagi, medan pendaratan di Malang itu jalurnya pendek, dan banyak gunung-gunung. Jadi ga semua pesawat berani ambil resiko. Katanya lagi dan lagi, Garuda paling anti mendarat kalau cuaca berkabut. Kalau sekedar hujan aja sih mereka masih gpp. Dibanding para koleganya, nekat juga ya Sriwijaya berani mendarat dalam keadaan hujan + kabut di Malang? Tapi apapun itu, bersyukur juga sih, karena kami bisa lebih cepat nyampe.

Okeh, setelah menunggu bagasi, kami keluar dan langsung ketemuan sama supir kendaraan (rental) yang disewa dari teman cici saya, dengan harga Rp 400,000/12 jam. Tadinya rute pertama adalah kami mau ke Selekta, taman bunga tersohor di Malang, tapi berhubung hujan masih deras, terpaksa kami batalkan rencana itu, dan langsung berlanjut dengan makan Bakso Gondhol yang katanya enak. Ih kebayang kan hujan-hujan makan bakso panas-panas? Serasa dipeluk kehangatan, tsahh..

Bakso Gondhol tempatnya sederhana aja, kecil memanjang. Baksonya bisa pilih antara bakso goreng, bakso somay, bakso tahu, dll. dan ga pake’ bihun/mie. Saya makan bakso 8 biji saking laper dan doyannya. Harganya sendiri super murah, total kami ber-8 cuma seratus ribuan lebih aja, dan rasanya sih menurut saya biasa aja, tapi enak-enak aja tuh (loh??). Oh ya, pengakuan nih, di tempat ini saya sempet pup lagi loh. Mulesnya menyerang lagi, mana saya tahan. Terpaksa dituntaskan walaupun WC-nya jorok.

DSCN3694

DSCN3690

DSCN3688

IMG_20131219_101505

Selesai makan bakso, kamu tadinya mau mampir ke Toko Oen yang tersohor itu. Itu loh, tempat beli oleh-oleh plus semacam restoran kecil (macam Ragusa) tempat kita bisa nongkrong makan es krim dll., dengan design tempat yang klasik khas jaman dulu gitu. Tapi kata temennya cici saya yang orang Malang, tempat aslinya sebenernya ada di deket Hotel Tugu, sehingga akhirnya kami perginya ke tempat yang di Hotel Tugu ini. Anehnya, nama tokonya bukan Oen, tapi Und, dan tokonya ini hanya jualan oleh-oleh dan es krim aja, ga ada tempat nongkrong. Yang ada kami malah mampir juga ke Hotel Tugunya untuk lihat-lihat suasana klasik(bin serem) di hotel itu. Semacam Cafe Batavia gitu deh nuansanya. Jadi Toko Oen-nya yang populer itu kami ga kunjungin.

 DSCN3764

IMG_20131219_101415

 IMG_20131219_101151

IMG_20131219_101320

IMG_20131219_101612

IMG_20131219_101754

 IMG_20131219_102026

IMG_20131219_102133

DSCN3760

DSCN3755

Sekedar selingan aja alias sekilas info, di tempat ini pun saya kembali diserang mules attack. Mulesnya lumayan tingkat dewa nih, sampe’ bikin bulu kuduk merinding. Tipikal mules yang kalo’ dikentutin bakal langsung ‘bocor’ keluar. Aih maaf agak jorok. Semoga ga ada yang lagi makan sesuatu dan langsung kebayang ya. Back to the topic, ya sudah saya pup lagi. Untung WC-nya kali ini cantik. Di dalam toiletnya pun banyak lukisan dan ornamen-ornamen antik nan klasik gitu, jadi sesi pup-nya lumayan menghibur. Haiyah, segera setelah itu saya hantam Diatab dan segala obat-obatan Cina penahan mules yang untungnya lumayan manjur.

Selesai lihat-lihat Hotel Tugu dan belanja sedikit oleh-oleh di Toko Und, kami lanjut jalan ke Batu. Perjalanan hanya 45 menitan aja kok dari Malang ke Batu (normalnya/kalo’ lagi macet bisa 1 – 1,5 jam-an). Sepanjang jalan saya perhatiin bahwa plang nama jalan di kota ini selalu berpola sama : plang hijau bertuliskan nama jalan di bagian atas dan di bawahnya bertuliskan kode pos. Mungkin kode pos di sana penting banget kali ya sampe’ harus dicantumin di area publik kayak plang jalan gitu. Hal lain adalah banyak ‘mini-landmark’ di tengah jalan, seperti patung-patung. Pingin banget foto-foto, tapi kan jelas ga memungkinkan karena saya di dalam mobil yang sedang bergerak.

Nyampe di Batu, hari udah gelap. Maklum udah maghrib. Kami makan di restoran rekomendasi temen cici saya, namanya Joglo Dau. Anehnya tempatnya sepi banget, kayak tempat ga laku. Di situ kami pesen ikan gurame, kangkung, dan makanan kuring-kuringan lainnya. Rasanya biasa aja sih, tapi es tehnya itu luar biasa mantap! Wangiiii banget dan ternyata ada rasa manisnya yang notabene terasa soft banget. Susah dijabarkan dengan kata-kata, wanginya semacam perpaduan teh china, teh oolong, sedikit kemenyan dan entah apalagi. Saya sampe’ nambah segelas lagi. Makan malam kali itu cuma Rp 180,000-an aja, bener-bener murah. Karena restorannya juga lumayan terbuka, hawa dinginnya kota Batu udah mulai terasa. Enak banget.

DSCN3773

Selesai makan, kami naik lagi terus ke puncak, ke arah Alun-Alun kota Batu. Tempatnya semacam pasar malam gitu loh. Ada arena permainan, bianglala, tempat jual makanan, tempat duduk-duduk dll. Tempat ngumpul banget deh. Lampu-lampu juga berpendar, bikin suasana meriah. Di situ setelah muter-muter sebentar, kami semua naik bianglala buat ngeliat pemandangan kota Batu di malam hari. Biasa aja sih.. Habis itu kami beli gangsing terbang buat anak-anak, dimana gangsingnya bisa dilontarkan ke atas dan bercahaya. Cakep..

??????????

IMG_20131219_102244

??????????

??????????

??????????

Di alun-alun kami ga lama, karena memang jujur ga ada apa-apa. Hanya untuk ngeliat dan ‘berbaur’ aja sama masyarakat Batu, ceileh.

Setelahnya kami turun lagi, balik ke arah hotel tempat kami bakal nginep, Singhasari Resort, tapi dalam perjalanan kami mampir dulu nyobain Sate Kelinci. Rasanya ternyata sama aja dengan sate ayam, cuma aja teksturnya lebih lembut. Sedikit lebih lunak dan empuk. Habis itu baru kami ke hotel.

??????????

??????????

Singhasari sendiri ternyata hotelnya sangat cantik. Karena kami nyampenya malem, kami kebagian ngeliat dekorasi Natal dengan lightingnya ungunya yang cantik. Lobbynya juga sangat luas dan lega. Kesan mewahnya kerasa.

??????????

IMG_20131219_100828

??????????

Websitenya hotel ini : http://www.singhasari.com.

Habis check-in dan foto-foto sebentar, baru deh kami masuk kamar. Untuk kamar, kami booking dua kamar. Pertama kamar superior untuk mama dan adik saya, kedua kamar family untuk sisanya. Kamar family-nya sangat lega, 1 kamar double yang gede, dilengkapi ruang tamu. Ada dua sofa menempel berbentuk huruf L yang cukup gede buat tempat tidur. Kamar mandi ada 1, toilet ada 2. Sangat OK deh untuk nginep sekeluarga. Untuk family roomnya, tarifnya Rp 2 juta, sedangkan yang superior biasa tarifnya Rp 899,000-an.

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

Malam itu aktivitas pertama yang dilakukan adalah geser sana-sini, terutama si sofa gede berbentuk L, untuk bisa dapetin formasi tidur senyaman mungkin. Maklum kami berenam bakalan tidur di kamar itu. Lumayan loh geser sana-sini sampe’ pinggang pegel, sampai akhirnya bisa tercapai konsensus formasi yang paling pas.

Sudah deh, setelah itu kami semua beres-beres, mandi, kemudian tidur. Jarang-jarang hari pertama saya bisa tidur sepulas itu, padahal kebagian tidurnya di sofa😀

Hari II

Agak subuh, saya baru nyadar bahwa di balik tirai raksasa di kamar kami, ternyata ada balkon. Maklum kemarin malam kan gelap, jadi ga ngeh. Pas dibuka, kami langsung disambut view playground anak-anak dan siluet gunung yang cantik. Dari jendela lain di kamar, pas saya buka tirainya, pemandangan langit subuh yang cantik langsung menyambut juga. Duh, cantiknya. Sebagai penggemar langit, kayaknya jarang-jarang deh bisa lihat view cantik begini. Anehnya, di Malang ternyata ‘siangnya’ cepet banget. Baru jam enam aja matahari udah terik banget, udah kayak jam 9 pagi.

IMG_20131219_100709

IMG_20131219_100543

Setelah itu, kami mandi dan beres-beres, terus jalan-jalan sebentar, enjoying view yang lumayan bagus. Ada kolam renang yang lumayan gede. Sayang ga akan sempet nikmatin lagi karena keterbatasan waktu.

IMG_20131219_100258

??????????

??????????

IMG_20131219_103416

??????????

Habis jalan-jalan, kami langsung sarapan. Ada sedikit insiden sih pas sarapan. Jadi ternyata ruang tempat sarapannya udah full karena kebanyakan orang, dan kami serta beberapa pengunjung lain harus masuk waiting list dulu. Kami sekeluarga sih OK-OK aja dan ngertiin lah ya, namanya juga ruang terbatas, pasti ada kapasitasnya kan. Nah resehnya ada tamu yang ga terima tuh karena katanya dia udah mau buru-buru check-out sehingga dia harus breakfast sekarang juga. Intinya dia ga terima dia dijadikan waiting list. Dia merasa sebagai tamu hotel seharusnya dia berhak masuk untuk breakfast tanpa ada halangan. Sudah dijelaskan oleh petugasnya bahwa bangku mejanya semua full, eh ini orang tetep keras kepala dan bersikeras, “saya bisa makan sambil berdiri kok, emang kenapa?!”

??????????

Duh kami sih cuma nontonin doang ya aksi marah-marah itu. Kasihan juga sama si petugas yang dimarah-marahin itu. Si tamu itu kalaupun mau complain kan sebenernya bisa ngomong baik-baik ya. Semua orang juga mau breakfast, semua orang juga setelahnya mau check out dengan cepat, tapi kan semua ada aturan dan prosedurnya, dan harusnya bisa dibicarakan baik-baik, bukan dengan sok galak dan arogan gitu. Kenapa sih banyak banget orang arogan di negeri ini, yang ngerasa harus diutamakan dan diprioritaskan? Sigh.. harusnya belajar sama orang kayak Jokowi, gitu..

Ya sudah deh setelah nunggu 10 menitan, kami bisa masuk deh. Tempat breakfastnya nice, makananannya juga lumayan enak. Puas kok.

Setelah sarapan kami foto-foto sebentar, balik ke kamar dan beres-beres untuk check out, kemudian naik shuttle bus ke kompleks Jatim Park 2. Shuttle ini baru ada jam 10 pagi, dan kita harus booking dulu sebelumnya ke resepsionisnya. Shuttlenya sendiri juga sebenarnya bukan bus tapi, tapi mobil panjang bernama Hiace (kalo ga salah), yang enak banget karena sangat lega dan bisa nampung kami ber-8. Perjalanan 15 menitan aja dari Singhasari ke kompleks Jatim Park 2, dan kami turun di depan hotelnya, hotel Pohon Inn, hotel yang memang satu kompleks dengan Jatim Park 2 sehingga merupakan tempat paling strategis untuk stay kalau kita mau main-main di kompleks Jatim Park 2.

Sedikit penjelasan aja soal kompleks Jatim Park 2 ini, kompleks raksasa seluas 14 hektar ini (kalau ga salah) terdiri dari :

1. Pohon Inn Hotel

2. Museum Satwa -> merupakan museum indoor tempat banyak diorama binatang-binatang. Sangat cantik!

3. Batu Secret Zoo -> kebon binatang

4. Eco Green Park -> semacam outdoor park tempat kita belajar soal lingkungan, daur ulang + binatang-binatang juga

DSCN3948

No. 2 & 3 itu letaknya sebelah-menyebelah dengan Pohon Inn. Jadi urutannya Museum Satwa – Pohon Inn – Batu Secret Zoo. Deket banget, semuanya bisa dibilang agak nempel dan saling terhubung. No. 4, Eco Green Park, sedikit terpisah, tapi hanya sejauh jalan kaki aja kok, sangat deket.

Oh ya kompleks Jatim Park 2 ini beda ya sama Jatim Park 1. Jatim Park 1 itu lebih oldies. Saya sendiri juga ga gitu tahu seperti apa, karena ga ada waktu ngunjungin Jatim Park 1 selama trip ke Batu ini. Yang pasti mereka berdua berdekatan juga kok jaraknya, ga jauh, tapi tentunya harus naik mobil.

Kembali ke Pohon Inn, sesuai namanya, Pohon Inn, hotel ini beneran berbentuk pohon loh.. sangat unik dan nice. Sampai di hotel ternyata kita belum boleh check-in, sehingga hanya titip tas dan koper saja. Di belakang meja resepsionis, ada satu kandang yang dibatasi kaca, tempat seekor luwak ‘tinggal’. Lucu banget.

IMG_20131219_103910

??????????

??????????

??????????

IMG_20131219_112649

Websitenya kalau mau tau : http://www.pohoninnhotel.com. Harga kamar untuk weekdays seperti hari kami nginep sekitar Rp 500,000 – 600,000-an.

Deket lobby juga ada tempat rental charger berbentuk rak.

DSCN4340

Nah kalau kita nginep di Pohon Inn pas weekend (Sabtu ke Minggu) kita akan dapet tiket masuk gratis Jatim Park 2 (kalo’ ga salah buat Museum Satwa dan Batu Secret Zoo aja). Hari itu ‘apes’nya kami nginepnya hari Minggu ke Senin, yang berarti kami ga dapet tiket gratisan deh alias harus beli. Untuk tiket Museum Satwa dan Batu Secret Zoo, tiketnya jadi satu, semacam tiket terusan, dan berlaku untuk 2 hari. Tiketnya bisa dibeli di kantor marketing di lantai 2 Pohon Inn, sedangkan untuk Eco Green Park, tiketnya harus dibeli on the spot di sana, dan hanya berlaku 1 hari saja. Ketiga tempat itu tanda masuknya semua berupa gelang yang dipasang di tangan. Untuk Museum Satwa dan Batu Secret Zoo yang keduanya berlaku untuk 2 hari, gelang harus terus digunakan, ga boleh rusak dan dicopot. Gelangnya juga anti air, jadi tenang saja gelang ini waterproof kok pas dipake’ sambil mandi. Agak ga nyaman sih ya harus pake gelang itu terus sambil tidur dan beraktivitas, tapi sebenernya ga gitu mengganggu kok.

??????????

Setelah membeli tiket Museum Satwa dan Batu Secret Zoo di kantor marketing lantai dua, kami langsung jalan menuju Eco Green Park. Ceritanya sih memang mau ngejabanin Eco Green Park dulu, sementara kedua tempat sisanya akan dijabanin besok Senin, dengan pemikiran Senin mestinya pengunjung ga terlalu rame. Untuk Eco Green Park, kita harus sedikit jalan keluar ke sebelah kiri, kemudian belok ke kiri lagi ngelewatin satu ‘wahana’ berbentuk mirip seperti Niagara di Dufan (gatau ini wahana apaan), tinggal ikutin arahnya aja, dan dari jauh sudah akan kelihatan tulisan Eco Green Park gede.

IMG_20131219_104221

DSCN3959

Selain jalan kaki, ada juga semacam kereta yang akan keliling kompleks Jatim Park 2 ini (gratis). Jadi kalo’ ga mau jalan, bisa juga nunggu kereta ini di deket lobby Pohon Inn, tapi kan jeda kemunculannya juga lama ya, sekitar 10-15 menitan. Jadi saran saya sih mendingan jalan kaki aja, ga jauh kok. Palingan 5 menit jalan. Si kereta yang keliling tadi itu, katanya juga bisa nganter sampai ke kompleks Jatim Park 1 dan sebaliknya.

??????????

Setelah sampe’ di Eco Green Park, kami antri beli tiket, terus langsung masuk deh. Lumayan banyak pengunjung yang datang.

??????????

Awal-awal kita akan disambut replika candi-candi yang ada di Jawa dan Bali. Setelahnya, ada barang-barang bekas yang semacam didaur ulang (misal televisi bekas) dan dibentuk menjadi berbagai objek, seperti gajah dll. Lucu juga buat spot-spot foto.

IMG_20131219_104423

DSCN3994

IMG_20131219_110801

IMG_20131219_104733

IMG_20131219_104644

IMG_20131219_104911

IMG_20131219_104530

Setelahnya akan ada tempat koleksi kupu-kupu dan insects (yang sudah dibekukan) dimana kita bisa lihat-lihat dan belajar lewat berbagai tempelan sticker gede berisikan informasi tentang masing-masing objek/binatang itu.

DSCN4005

??????????

IMG_20131219_103105

IMG_20131219_103300

??????????

??????????

??????????

IMG_20131219_103203

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

DSCN4016

IMG_20131219_105221

DSCN4015

DSCN4018

Habis itu baru deh masuk tempat binatang-binatang. Ada tempat burung, bebek, dll. Banyak deh.

IMG_20131219_111850

IMG_20131219_105820

IMG_20131219_102640

IMG_20131219_111654

IMG_20131219_102733

IMG_20131219_112256

IMG_20131219_105324

IMG_20131219_103009

DSCN4039

??????????

??????????

DSCN4044

DSCN4043

DSCN4055

DSCN4080

IMG_20131219_112207

DSCN4109

DSCN4138

??????????

IMG_20131219_105922

DSCN4120

IMG_20131219_105606

IMG_20131219_102845

DSCN4056

??????????

??????????

??????????

??????????

IMG_20131219_112344

IMG_20131219_112434

DSCN4091

??????????

??????????

Wahana-wahananya juga ada loh, seperti Rumah Terbalik, kereta untuk belajar tentang jaman pra sejarah, dll. Semua wahana itu kebanyakan kami ga masuk karena seperti biasa, hujan mulai turun lagi mengguyur. Parah, lumayan deras, sampe’ kami harus berteduh di depan toilet selama kira-kira 20 menitan. Adik saya akhirnya ga tahan. Pake’ payung dia muter nyari tempat jual jas hujan, dan untungnya berhasil. Jadilah kami semua pake’ jas hujan plastik seharga Rp 10,000 + payung seadanya, terus bergerak menuju tempat keluar, karena udah susah menikmati seluruh kompleks dengan hujan lebat begini. Biarpun murah meriah, jas hujannya lumayan mempan loh. Badan kami beneran terlindung total, ga ada celah sedikit pun untuk tempat masuk air hujannya.

IMG_20131219_111539

DSCN4142

Eh intermezzo aja, selama jalan-jalan tadi, mules saya kumat lagi loh. Langsung saya super panik nyari toilet –untungnya lumayan deket- dan ngantri. Duh selama ngantri saya sampe’ gemeteran nahan mules. Sampe’ udah pingin banget nyolek mbak-mbak yang antri paling depan untuk minta ijin nyelak saking udah ga tahannya. Tapi semua mbak-mbaknya sudah sepuh gitu, ga tega juga nyelaknya. Ya sudah saya tungguin deh antriannya dengan setengah mati. Begitu masuk, duh, langsung berasa lega banget biarpun ditungguin antrian panjang di depan. Habis itu seperti biasa, obat mules langsung dihantam lagi.

Dalam perjalanan kembali ke Pohon Inn, kami mampir di kios jualan untuk makan Pop Mie. Ceritanya sih untuk hangatin badan. Tapi sayangnya menurut saya Pop Mie-nya ga enak banget.

Setelah itu baru kami balik ke hotel, liat-liat toko souvenir yang ada sambil nunggu check-in jam 2, kemudian baru masuk kamar.

Kamarnya kami dapat di lantai 5, dan sangat menyenangkan. Kamarnya cakep, rapi, bersih, dan yang lebih menyenangkan adalah pemandangan dari balkon langsung menyajikan view ke kandang jaguar di Batu Secret Zoo. Kami juga bisa denger jelas auman gorila di bawah sana. Btw aumannya sampe’ kedengeran pas malam loh. Semoga ga terganggu pas tidur. Anak-anak seneng banget, ga bisa berhenti main-main di balkon untuk liat pemandangan si jaguar itu.

IMG_20131219_111315

IMG_20131219_111211

DSCN4170

??????????

DSCN4149

DSCN4161

IMG_20131219_112544

??????????

??????????

Kalau dapat kamar di sisi seberangnya, kita ga akan dapat pemandangan itu, melainkan pemandangan ke arah lobby, lewat jendela-jendela yang terlihat di pohon raksasa (hotel) ini.

Setelah beres-beres sebentar, anak-anak tidur siang, sementara saya dan cici pertama, anaknya, adik saya dan mama berangkat ke Museum Satwa. Karena tempatnya indoor, hujan yang masih turun ga akan ngeganggu.

Museum Satwa, seperti yang saya sebutkan tadi, tempatnya di sebelah Pohon Inn. Tinggal jalan kaki aja kok. Bentuknya seperti museum di komik-komik, dengan pilar putih tinggi gaya romawi gitu (sok tau). Cantik deh depannya. Kita juga akan disambut dengan patung gajah raksasa.

??????????

DSCN4186

??????????

Di dalam Museum Satwa ini, kita bakal menjumpai puluhan (atau ratusan?) diorama gede binatang-binatang yang keren banget. Jadi setiap figur binatang ditaruh di dalam kotak kaca gede, dan di belakangnya sebagai background akan ada lukisan alam, atau kadang ranting-ranting pohon beneran dan sometimes lukisan 3D api yang menyala, dll. Jadi kesannya real banget. Kayak liat lukisan minyak yang super cantik. Susah deh dijelasin dengan kata-kata, yang pasti semuanya sangat bagus.

Selain diorama-diorama binatang, juga ada fosil dinosaurus raksasa di deket pintu masuk, yang selalu jadi objek foto paling populer. Ah pokoknya saya suka deh Museum Satwa ini.

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

 ??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

??????????

DSCN4282

   ??????????

  DSCN4281

??????????

??????????

Oh ya di dalam Museum Satwa juga ada cafe-nya loh untuk sekedar makan or ngemil-ngemil.

??????????

Setelah 45 menit sampai 1 jam-an, kami keluar lagi, kemudian kembali ke kamar. Tadinya saya masih mau masuk lagi ke Eco Green Park, melanjutkan perjalanan yang tadi ga sempet selesai gara-gara hujan, tapi sayangnya hujan masih terus mengguyur. Sayang banget, padahal tiket Eco Green Park hanya berlaku 1 hari, ga seperti tiket Museum Satwa & Batu Secret Zoo yang berlaku 2 hari. Ya sudah, karena hari juga sudah sore dan sudah mendekati jam tutup semua park, terpaksa saya merelakan Eco Green Park.

Setelah istirahat sebentar di kamar, kami pun berangkat lagi untuk makan malam. Tadinya kami mau sewa angkot, karena menurut temennya cici saya, angkot cukup mudah ditemui di sini –bisa disewa dengan harga lebih murah ketimbang rental mobil. Sayangnya tanya sana-sini, orang-orang sepertinya ga ada yang tahu gimana cara nyewa angkot. Karena memang tadinya mau sewa angkot, kami jadi ga pesen rental mobil seperti hari pertama. Sekarang setelah menemukan bahwa angkot agak susah untuk disewa, akhirnya terpaksa kami ke resepsionis untuk sewa mobil, karena kami mau dinner dan mau ke BNS (Batu Night Spectacular). Sekali jalan kalo’ ga salah biayanya Rp 160,000. Bisa juga sewa 3-jaman, saya lupa biayanya, kalo ga salah Rp 240,000, tapi tentu saja ini mobilnya harus rebutan dengan pengunjung lain yang juga melakukan rental ya. Harus kompromi dalam urusan jam keberangkatannya. Waktu itu kami mutusin sewa 3 jam.

Ga lama kemudian mobil sudah tersaji, sebuah Avanza. Kami makan di Warung Bethania, sebuah tempat makan kuring-kuring campur chinese food dikit. Sayangnya waktu itu di restoran itu sedang ada rombongan besar yang makan, sehingga pesanan kami lamaaaa banget datangnya, sekitar setengah jam-an. Makanannya lumayan juga, kami pesan di antaranya ayam goreng, ikan, tahu telur, dll.

???????????????????????????????

Habis makan, guess what? Hujan turun lagi. Deras lagi. Ya ampun kota macam apa ini, isinya hujan belaka. Jadinya ya sudah kami batal lagi ke BNS, karena BNS itu kan tempatnya terbuka. Jadi langsung balik hotel lagi deh, dan untungnya pesanan rental mobil yang tadinya dibooking 3 jam, masih bisa di-cancel jadi hanya 1,5 jam-an saja, syukurlah.

Saatnya tidur…

* Cerita akan dilanjutkan di postingan berikutnya di sini.

5 Responses to "Malang/Batu Trip : Jatim Park 2 (1)"

Aku juga sering tuh nemuin tamu sok penting yang marah-marah gak karuan gara-gara restoran di hotel penuh. Harusnya kalau mau buru-buru kan bisa bangun lebih pagi trus ke restorannya juga lebih pagi kan ya

Iya, haha selalu mau diistimewain T_T

Artikel yang sangat menarik untuk dibaca, ditunggu postingan selanjutnya.

Dari Wisnu Transport, http://travelmalangindo.blogdetik.com/, Flexi 0341 542 1672

Thank you yah detailed reviewnya, mumpung banget nih lagi planning trip ke Malang🙂

Haha sama2.. happy holiday..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,732 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

December 2013
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: