Fanny Wiriaatmadja

Archive for November 22nd, 2013

Face_to_Face_Web

Pintu kuketuk –sedikit ragu. Tak lama, kamu muncul, membukakannya. Menatapku sebentar dengan dingin, sengaja diam cukup lama di celah pintu seolah menghukumku, lalu akhirnya membiarkanku masuk dengan wajah enggan. Setelahnya pintu kamu banting, menghasilkan bunyi berdebam yang mengutarakan eksplisit ketidaksukaanmu akan kedatanganku. Dan mungkin akan diriku. Cukup jelas, terima kasih.

Tanpa banyak kata, dengan tetap berdiri dekat pintu karena memang tak berniat lama di tempatmu, kusodorkan kunci yang dulu kala pernah kautitipkan padaku. Tak mau lagi aku menyimpannya. Bagiku semua sudah usai. Tamat. Tak usah lagi berpanjang kata.

Matamu melebar, amarah terpancar mencoba menusuk. Aku menunduk, pemandangan kakiku lebih menghangatkan daripada hangus oleh api amarahmu. Aku juga tak jago berkelit.

Kamu rampas kunci itu dari tanganku, pasti merasa terhina, dan kamu banting sekuat tenaga barang tak bersalah itu ke lantai. Karena sontak berjengit, tak sempat lagi aku melirik ke ubin, yang kuduga seharusnya pecah atas timpukan keras itu.

Kemudian seakan baru tercetus dalam pikiranmu untuk membalasku, kamu buka dengan kasar lemari pakaianmu, kamu cari sejenak yang kamu niatkan, dan akhirnya kamu raih keluar baju lengan panjang bergaris merah biru dan kamu lemparkan ke wajahku. Tepat sasaran.

“Kukembalikan juga itu!” desisnya, “aku tak mau baju hina darimu!”

Aku diam, memegangi baju itu dalam pelukanku. Terpana. Perlahan  kuletakkan baju itu di ranjangmu. Menolak menerimanya.

“Aku beli ini untukmu..” kataku lemah. Itu kalimat pertamaku yang keluar malam itu.

Kamu pungut lagi baju itu dari ranjang, kamu lempar lagi ke wajahku. Kacamataku oleng, kena sentakan itu.

Aku taruh lagi baju itu ke ranjangmu.

Kamu ulangi lagi rentetan gerakmu, kali ini dengan lolongan kemarahan yang panjang, “Ambil baju terkutukmu!!” Mukaku penuh baju lagi.

Aku diam lagi dengan baju di tangan. Gemetar. Secercah amarah timbul. Siapa yang dapat tahan sabar bila terus di-smash tepat di wajah?

Bergegas aku menuju kamar mandimu, kulemparkan baju yang tak diinginkan itu ke toilet, lalu ku-flush. Kamu berseru panik dari luar, menghambur masuk ke ruangan kecil itu, cepat menyambar baju yang sudah kuyup itu, kemudian menatapnya dengan tak percaya. Kamu berpaling padaku dengan ekspresi yang mungkin cocok dikatakan sebagai murka.

Mendadak kamu jejali baju itu lagi ke wajahku. Aku tergagap, nyaris tak bisa bernapas. Basah dan bau jamban siar terhirup. Aku gelagapan.

“Kamu bisa begitu jahat, aku juga bisa!” bentakmu, terus menyumpalkan baju basah itu. Aku jatuh terpuruk di lantai.

Kamu berhenti, tersengal. Mukamu merah, matamu liar. Aku termangu, dalam hati bergumam, “tak kauinginkan baju itu, tapi tak kauijinkan kubuang jua.. entah apa maumu..”

Terakhir kamu hempaskan lagi baju itu ke wajahku. “Ambil itu! Bawa pulang sampahmu!” gelegarnya.

Amarahku meletup lagi, bangkit, kuayunkan tanganku sekeras yang aku bisa, mengenai pipimu. Kamu terhuyung, memegangi pipimu yang kini berbulatan merah berbentuk cap tanganku. Kacamatamu jatuh. Kamu berpaling, menatapku dengan bengis. Tanpa kacamata, matamu lebih menyeramkan lagi. Aku takut isinya jatuh keluar.

Kamu hampiri aku dengan sangat cepat, aku hanya bisa terpejam tak sanggup menatap. Kamu dorong aku sampai terbentur tembok di belakang dan kamu cekik leherku dengan menggunakan tembok itu sebagai tumpuan, nyaris membuatku terangkat. Dalam detik yang sama pikiranku melontarkan candaan pada diri sendiri, “ternyata aku tidak gemuk.. dia sanggup mengangkatku,” sebelum kemudian mengutuki diriku karena masih bisa-bisanya berkelakar sinis dalam situasi hidup mati seperti ini.

Dalam cekikanmu, aku ternyata hebat. Aku diam. Aku tidak meronta. Aku pasrah, terus menatapmu. Aku tidak minta dikasihani dan dilepaskan. Hanya sedikit tersengal karena lama-lama bernapas mulai terasa cukup sulit jika ada kepalan tangan yang melingkari lehermu, berusaha memipihkan tenggorokanmu dengan paksa. Aku nyaris terbatuk ketika akhirnya kamu melepaskan cekikanmu. Gelap matamu rupanya masih bisa kaukendalikan. Atau mungkin rasa pengecut dalam dirimu, yang tak mau jadi pembunuh dan masuk bui.

Jangan lega dulu, karena kemudian kamu yang belum puas sama sekali, menyambar kacamataku, nyaris bingkainya menggores mataku saat kau tarik dengan kasar.

“Nah!” katanya beringas, “kau tampar aku sampai kacamataku jatuh! Aku juga bisa! Nah! Bagaimana rasanya? Buta tanpa bisa melihat??” tantangnya, mengayun-ayunkan kacamataku di depanku. Aku tak bisa melihat jelas, terasa bak tuna netra, tapi masih bisa melihat sebentuk kacamata yang dilambai-lambaikan. Aku jadi teringat permainan dengan ayahku saat aku kecil, dimana dia menggodaku, mengangkat tinggi-tinggi mainanku dan aku berusaha melompat untuk meraihnya sambil tertawa-tawa kesal. Hanya kali ini denganmu tiada tawa dan aku pun tidak merusaha mendapatkan kacamataku kembali, apalagi dengan melompat-lompat. Hanya diam beku saja aku. Telah kutekadkan untuk tidak menangis lagi. Air mataku kusimpan untuk orang yang lebih berharga.

Setelah puas mengejekku, kamu lempar kacamataku ke meja dengan bunyi yang menyakitkan. Kuduga retak? Kamu mendekatiku dengan langkah perlahan, menikmati kekuasaanmu. Jarimu terulur tiba-tiba, mendorong kasar keningku.

“Kamu puas sudah berani melawanku, heh??” sentakmu. Kemudian kamu cucukkan jarimu ke hidungku. Aku terhuyung ke belakang, dengan panik berusaha menggapai keseimbangan. Kamu dorong lagi aku. Aku berharap di belakang sana ada jurang. Terjun bebas sepertinya lebih menyenangkan.

“Sekarang.. keluar.. kamu.. dari.. kamarku..” katamu lambat-lambat. Tatapanmu teralihkan sekilas oleh baju yang kubuang ke jamban tadi, yang sekarang teronggok berantakan di lantai, “dan bawa baju keparat itu.. Jangan sisakan sampah di kamarku..”

Aku diam, masih menatapnya tanpa ekspresi. Datar. Mulut juga terkunci.

Kamu tidak terima terus diabaikan. Kamu sambar tanganku –sakit- dan kamu buka pintu, kamu lempar aku keluar. Harafiah, sungguh, melemparku ke luar. Kemudian bajumu menyusulku. Kena di wajahku lagi. Hari ini wajahku sasaran empuk, harusnya berbangga hati. Aku menunggu setengah berharap untuk kacamataku dilemparkan juga, karena aku tak bisa melihat tanpanya. Harapanku pupus. Yang ada hanya bantingan pintu. Memekakkan telinga lagi.

Aku diam. Tak bisa berpikir. Tanpa rasa. Kosong. Duduk di lorong dalam sepi, berharap tak ada seorang pun muncul dari kamar-kamar lain. Atau mungkin mereka menatapku dari dalam kamar, lewat jendela-jendela hitam pekat itu? Mengasihani nasib gadis hina ini, berkasak-kusuk dengan penuh penasaran di dalam bilik masing-masing? Entah..

Pintu terbuka lagi. Ah, kacamataku…

Ternyata bukan lagi. Kamu melangkah keluar. Aku menunduk, refleks berusaha melindungi kepalaku dengan kedua siku yang kutekukkan. Apalagi sekarang?

Salah total. Kamu meraih lenganku. Lembut kali ini. Mengangkatku, memaksaku bangkit. Mau tak mau aku menurut tanpa daya, pula tiada kuasa.

Kamu memboyongku masuk dalam kamar, kemudian anehnya memelukku.

“Maaf..” ujarmu.

Aku diam dalam pelukan paksamu. Tak percaya yang kudengar.

“Maaf..” gumammu lagi.

Aku tak merasakan apa-apa. Hanya sedikit heran nan mual. Setelah semua yang dilakukan? Kini sepotong maaf?? Takjub bersarang di hati.

“Kamu yang mulai duluan,” sifatmu yang selalu membela diri muncul. Defensif. Enggan menyandang peran antagonis.

“Maaf,” lagi kamu ulangi. Sebegitu mudahkah sebuah sesal hadir? Sebegitu murahankah?

Kita diam, lama. Berpelukan. Bukan, tepatnya kamu yang memelukku, karena aku tidak balas melingkarkan lenganku ke pinggangmu. Lenganku jatuh gontai di kedua sisi tubuh. Aku enggan menyentuhmu. Kamu merasakannya, alhasil melepaskan pelukan dan menatapku penuh selidik.

“Aku bilang aku minta maaf,” katamu tajam.

Aku diam. Melemparkan pandangan kosong ke sisi kirimu. Ogah menikmati matamu lagi.

“Aku SUDAH bilang, aku minta maaf,” kamu mulai naik darah lagi.

Aku tersenyum perlahan dalam suatu kesadaran yang tiba-tiba menohok. Ah, pantas sedaritadi aku mati rasa dan hanya diam. Rupanya aku berhasil. Aku sungguh telah berhasil. Hatiku sudah sukses kubunuh. Tiada rasa lagi. Rasa sakit sudah nihil. Absen. Aku menang. Aku mati rasa. Pilu dan kelam tak eksis lagi. Aku kebal. Imun. Dan atas semuanya itu pun aku tak lagi merasa bahagia. Sungguh semua sudah mati. Hati sudah gugur, bersama dengan segala rasanya. Kamu yang membantuku, dengan semua tindak-tandukmu yang dahsyat hari ini. Baru saja.

Dalam kemenangan itu, aku berjalan sempoyongan ke meja belajarmu. Kamu keheranan memperhatikanku, menghentak kaki tanda tak sabar.

Aku ambil gunting dari laci. Berbalik cepat, kutusuk kamu. Dalam, sedalam-dalamnya. Darah memercik. Kacamataku berdarah. Mukaku mandi darah juga. Cipratan darahmu kuat, hebat, deras. Aku kagum. Kucabut gunting itu sekuat-kuatnya. Nikmat rasanya.

Kamu ternganga, takjub, matamu melotot seram. Lalu terpuruk, jatuh ke lantai.

Aku tusukkan lagi berkali-kali gunting itu. Semakin banyak tusukan, semakin mantap tanganku. Ia belajar dengan cepat. Ada secercah bahagia walaupun hatiku mati. Memang telah kuputuskan bahwa setelah hatiku, telah tiba giliranmu untuk menyambut ajal. Maut sudah aku panggil untuk menjemputmu. Dan dia menurut. Kini kamu menyusul hatiku. Entah ke surga atau neraka.

Kutatap kamu yang bergelimang darah. Indah bak lukisan.

Suatu saat nanti, hatiku pasti bangkit lagi dari kematian. Pasti. Tapi tidak dengan kamu.

Aneh, tawaku tak bisa berhenti.

Advertisements

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,713 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Entah caption mana yang paling tepat : A. Jangan ada settingan di antara kita B. Mari rencanakan settingan berikutnya C. Lalukanlah julid itu daripada kami . 🥰❤ . #buatyangngertiaja #alfalaval #smallreunion #colleagues #friends #saigondelight
It's been years! . #maplenoak #mapleoak #brunch
. Dear Sahabat, Kala iri melanda hebat Dengki mewabah penuh amarah Taktala rumput tetangga tak bercela Dan hidup sesama sungguh bercahaya . Ingatlah semua punya porsi rejeki sendiri Mungkin kau buta air mata dan lara mereka Ada saat di atas di pentas, ada kalanya menggelepar di dasar Tak usah kuatir Semua bergilir Tetaplah gigih hati menebar kasih . Ketimbang pahit dan getir disemai Mari belajar berdamai Redakan hati penuh badai Menangkan hati atas benci . Ketimbang pedasnya silat lidah Atau selentingan yang mengundang gerah Mari belajar menyungging senyum indah Lurus dari hati yang tulus . Yang Di Atas tiada bersidekap Mudahlah Ia luruh dan tersentuh Mari ambil sikap Buang iri tiada jenuh . Wahai Kawan, Aku berdoa hatimu penuh kedamaian Biarlah ia memerintah di sana Menaklukan semua benci hati yang membahana . Ingat senantiasa Hati yang bersih Gilirannya bersinar siap sedia Menanti di pengkolan kasih . #poem #pantun #love . Pic from eskipaper.com
Syukurlah sudah ada di PI 🥰😍 . #tonkatsu #katsutoku #dinner #pork
Yes, another tempat enak di bilangan Selatan lagi. This time the famous Dough Darlings came up with their (literally) kitchen . Quite surprised of their dishes taste quality on 2nd opening day. Tried Donut Burger Chicken, Nasi Kecombrang and Crispy Chicken, their Hash Brown and of course their signature donuts and all is super good 😍 . Improvement need on their time of serving (acceptable lah ya since baru 2 hari buka). They have also done serving all the food to our table but beverages was still not ready at all that time and we had to remind them . Their internal communication is also one thing. They have blasted everywhere on their social media channel of 10% discount but their waiter/cashier didn't know it . Overall will be back for sure for their food ❤ enak pisan! @kitchenbydoughdarlings . #kitchen #doughdarling #food #restaurant
Medan - best food besides Pontianak, Bali and Bandung ❤❤❤ . What we ate : . * Ondo - Babi Batak Korea. Kudu, harus, wajib. Ga sah kalo ke Medan ga ke sini * Asan Babi Grill - sama harus dan wajibnya. Gila judulnya enak banget * Chasiu Asan (or bisa juga saingannya, Afoek 88) - menurut gw biasa aja sih. Tapi emang chasiunya garing renyah parah * Soto Sinar Pagi - selalu enak sih ya menurut gw. Mantap! Prefer ini ketimbang Soto Kesawan * RM Pondok Gurih - gokil sop kepala ikannya. Yang lain I have no comment karena memang ga terlalu doyan Padang * Kwetiau Ateng - biasa aja sih menurut gw. Kami juga cobain kwetiau sejenis, PekCha dan lebih biasa lagi. So far kwetiau paling enak sih menurut gw di Penang ya (lupa namanya. Kayaknya Kwetiau Nyonya) * Mie Pangsit Akhun - lumayan enak and super murah * Bakmi TiongSim - nothing special sih ya. Malah malam itu kurang enak. Enakan Jakarta punya * Bakmi HockSeng - juga biasa aja si. Mahal doang 😘 di Jakarta juga ada * Bihun Bebek Kumango - Mantab!! Tapi kurang asin dikit * Bakpao Huang Bao di Kompleks Cemara - wajib kudu beli. Enak!!! Favorite : Obak Komplit. * Bacang Cemara (bacang mini). Selalu enak tapi ud mulai agak bosen nih * Yang lain2 ga usah disebut spesifik ya, ga terlalu spesial - Lontong Kak Lin, TipTop, Mie Balap Wahidin, Macehat, Es Campur Amo, Kopitiam Kok Tong, Ucok Durian . Sekian makanannnya. Banyak juga yang belum kesampean, misal Nasi Simangunsong. Kalo Jala-Jala or Nelayan emang ga mau cobain lagi biarpun rasanya lumayan karena saya and cici pernah gatel-gatel abis makan di situ. Kapok . Kalo objek wisata kami cuma ke Gereja Anna Maria Velangkani yang bentuknya cantik sekali, kemudian ke Rumah Tjong A Fie. . Nginepnya di Arya Duta Hotel. Tipikal hotel 'konservatif' ya. Designnya ga modern tapi lumayanlah. Lokasi juga strategis. Hotel lain yang boleh dicoba kalo ke Medan : Adimulia, Grand Aston City Hall, Cambridge and of course JW Marriott . Sekian dan terima kasih . #medan #culinary #food
#wheninjohor sempet stay 2 nights at this hotel-apartment. Not too bad sih kalau kamu butuh masak, nyuci, dll. Designnya modern, kamarnya simple. Pas masuk kamar agak sedikit bau apek sih tapi the rest is OK. No bathtub . Lokasi deket banget dari Hello Kitty Town. Jalan kaki maybe around 5 minutes. Ada shuttle juga sehari 2x ke Legoland dan Hello Kitty Town dan sebaliknya. Karena dia di kompleks gede gitu, bakal susah cari makan di sekeliling. . Facility jangan expect banyak. Ada outdoor gym, library buat anak-anak and adult (nyaman banget), and no kids club . Breakfast gabung di apartment sebelah (Fraser) dan rame banget kayak pasar. Makanan so-so. . Overall boljug tapi ga bakal balik 😉 . #pinetreemarinaresort #johor #hotel #hotelreview
Aimee and Angelina the Ballerina . #aimee #aimeelynn #hellokittytown
Hua Mui - yang swear biasa banget 😆 . #huamui #johor #hainanesechickenchop #lunch
❤❤ . #aimee #aimeelynn #lego #legoland
Hello again and again, Kitty! This time I bring one lil' girl to meet you ❤ . #hellokitty #aimee #hellokittytown
Tjong A Fie tour always reminds me of this . As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth. For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more. But the mercy of the Lord is from everlasting to everlasting upon them that fear him, and his righteousness unto children's children . To remind myself - Power and pride are not everything 🙂 do not let it take control of your life. Humility is a never ending lesson of life. Be friend with it . #tjongafie #tjongafiemansion #medan #psalm #family
❤ . #medan #family #annavelangkani #church
Let's enjoy these 2 weeks, shall we? 🥰 . #aimee #aimeelynn #holiday
Zen time 🙏 . #royaltulip #gununggeulis #bogor #staycation #hotel
Definitely the absolute winner over the hotel competition in Bogor/Puncak area. Here I'm talking about ambience, service, and interior. Facility they might not be the best, but still overall super love.. Bali is here.. . #pullman #pullmanvimalahills #hotel #staycation
My everything-partner 🥰 . #gendutgoal #couplegendutgoal #bavarianhouse #lunch #fanfanhanhan
August bday 🎂 . #family #bigfamily #bday #pondokkemangi
Don't understand why you always say I'm a caring person. It's obviously an overstatement compared to YOUR caring level. Look what you've done! It's literally more than total of the presents I've received during my 35 times birthday in my life 🤣🤣 and look how personalized, customized and thoughtful all of it. I felt so loved but on the other side so sad as I felt I didn't deserve to be treated this nice. Thanks for all your kindness. I love you gopeceng ❤ . #alfalaval #farewell #colleagues #gift
See you when I see you.. Best wishes for all of you, my kesayangan always ❤❤❤❤ . #farewell #alfalaval #iloveyousapegoceng #colleagues

Blog Stats

  • 559,561 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

November 2013
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Advertisements
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Akar Pikiran Besar Mengawali dan Mengawal Evolusi Besar

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Sastra Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Sindy is My Name

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

amrazing007 tumblr post

Introducing the Monster Inside My Mind

The Naked Traveler

Journey Redefined

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: