Fanny Wiriaatmadja

Angan Mengubah Sejarah

Posted on: October 31, 2013

Gacy00005

Sore yang rupawan dengan langit menghadirkan kolaborasi warna-warna indah khas senja, dan aku masih termenung di bawah pohon, seolah tiada sadar akan keindahan surgawi di hadapanku. Tanganku bergerak tanpa sadar dengan ritme konsisten, mencabuti rerumputan yang menjadi bebantalan dudukku tanpa sedikit pun perhatian tercurah ke aktivitas itu.

Kapan semua orang mengerti? Aku bergumam. Putus asa menderaku sesaat, sebelum kupaksakan berganti dengan semangat. Gagal total.

Dan sekejap percakapanku dengan keluargaku berderet hadir dalam barisan di benakku, berputar bagai video memainkan sebuah film. Mestinya film bergenre drama keluarga.

“Ibu malu punya anak sepertimu, yang sedikit pun tidak menghargai jasa leluhurmu..” Ibu membanting piring di hadapanku siang itu, mengalirkan emosinya lewat instrumen pecah belah itu. Aku diam saja, tertunduk tanpa ekspresi. Sibuk memain-mainkan renda di kerahku.

“Jangan pernah kau ingkari takdir dan nasibmu!” Ayah menimpali sengit, walau separuh perhatiannya masih tersita surat kabar Kota Badut hari itu.

“Kalau kau pernah merasakan yang mereka lakukan pada kita – pada BANGSA KITA – kamu bahkan akan menyesal pernah mengenal kata MANUSIA!” hardik Ibu lagi. Mata besarnya yang bermaskara dan berhiaskan eye-shadow warna-warni khas bangsa kami seperti mau meloncat kabur keluar, membelot dari kodratnya.

“Ibu juga tidak pernah merasakan masa itu,” gumamku. Air mataku hampir mengalir di pipiku yang berbulatan merah permanen.

Ibu menoleh dengan bengis, tatapannya menusuk dalam. Bibir merahnya yang terlukis tebal seperti semakin menyala, apalagi dengan rambut gimbal warna-warninya. “Apa katamu?? Walau tak pernah merasakan, Ibu tahu dari Kakekmu! Nenekmu!! Dan apa kau tidak pernah belajar yang namanya sejarah?? Apa kau tidak pernah bersekolah??”

Akhirnya aku memilih diam daripada terlibat lagi dan lagi dalam percakapan tiada akhir itu. Dialog satu arah yang terus menyudutkanku dan menghadirkan atmosfer tuduhan bahwa aku gila. Bahwa keinginanku untuk mengenal makhluk bernama manusia adalah suatu kesintingan yang eksak dan pasti; bahwa kewarasanku patut dipertanyakan dan diteliti lebih lanjut terkait kerinduanku untuk mengenal mereka.

“Kamu tidak mengerti Nak,” suatu waktu Kakekku pernah berkata. Dengan nada lembut, tidak seperti Ayah dan Ibu yang super ekstrim. “Memang di suatu masa yang dahulu, kita pernah bersanding akrab dengan manusia. Menganggap satu sama lain bak sahabat. Menunaikan tugas mulia kita sebagai penghibur.”

Aku membulatkan mata dan telingaku, meraup informasi dari cerita Kakek dalam-dalam untuk memperkayaku.

“Tapi itu dulu.. Dulu sekali, saat kaum anak-anak mereka begitu mencintai kita; begitu gembira dan penuh gelak tawa terpecah akan kehadiran kita. Dulu, waktu eksistensi kita masih begitu dihargai untuk memperingati bertambahnya usia dan kedewasaan mereka para bocah. Dulu, waktu kita selalu menjadi bagian dari keceriaan dan kemeriahan pesta serta gemerlap warna-warni hidup mereka..”

Aku termangu-mangu, gambaran suasana pesta berkelebat di benakku, dan aliran adrenalin dalam tubuhku kurasakan mulai berpusar.

“Tapi tak ada pesta yang tak berakhir Nak.. Sama seperti yang pernah terjadi, manusia berevolusi juga.. Kali ini dalam sisi karakter. Mereka berubah. Orientasi mereka berganti. Memuaskan mereka semakin sulit. Akhirnya kita terasing oleh keberadaan berbagai mainan dan instrumen modern lain yang lebih mereka pilih untuk menandai perubahan kedewasaan mereka. Kita kemudian menjadi makhluk kuno nan kolot yang tidak lagi bisa mengikuti perkembangan manusia.. Kita dianggap pengganggu dan perusak pemandangan. Akhirnya kita dibuang karena tidak lagi dihargai. Terakhir kita nyaris dimusnahkan..”

“Beruntung para leluhur kita waktu itu berhasil mengumpulkan semua bangsa badut yang ada, dan kita melarikan diri dari negeri tak beradab itu; negeri yang tidak lagi menginginkan keberadaan kita dan melupakan semua jasa kita dalam dunia anak-anak mereka. Dan sekarang di negeri inilah kita berada..”

Aku hanya bisa diam dan diam mendengar semuanya. Ada sesak di hatiku. Sesak yang bukan karena perlakuan manusia, tapi karena sebuah tuduhan kecil di hati, Mengapa kamu tetap mengingini manusia dan ingin mengenal mereka setelah yang mereka buat untuk bangsamu?

Untung aku sudah belajar mengabaikan. Mengabaikan orang tuaku, kakekku, bahkan suara hatiku yang terus berceloteh ini.

**

Beberapa malam telah berlalu, dan tekad yang sama masih terus menyala, malah semakin tak terbendung hari demi hari. Tampaknya jiwa natural manusia masih melekat pada diri kami : semakin dilarang, semakin terpacu kami untuk membuktikan diri dan mengenyahkan kenyataan yang berusaha dijejalkan paksa ke kepala kami, berusaha membawa satu realita baru yang berharap bisa menampik paradigma lama.

Pagi ini kubulatkan tekad : Aku akan mengunjungi mereka. Aku akan turun ke dunia manusia dan melihat dengan mata kepalaku sendiri. Ini sebuah misi; sebuah perjuangan dan sebuah pembuktian.

Aku pernah melihat foto-foto mereka; foto anak-anak kecil dengan tawa ceria terpancar dari mata dan wajah mereka; suatu kebahagiaan yang tidak bisa dihalangi dan ditutupi. Juga secercah kebaikan dan penerimaan yang tersirat saat mereka memeluk kami, bercandatawa dengan kami dan tergelak-gelak kami buat dengan lelucon konyol kami.

Aku yakin, ada sebuah sisi baik yang terselubung, yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, dalam diri mereka yang pernah mencintai kami.

Maka kubuka perlahan Gerbang Terlarang. Gerbang yang bahkan tak pernah disegel rapat karena tak seorang pun punya kegilaan atau ketertarikan untuk berani membukanya dan merasakan lagi kebengisan dan kekejaman manusia. Gerbang yang letaknya sedikit tersembunyi untuk melindunginya dari pada badut kecil. Aku mungkin badut pertama yang harus disejarahkan atas tindakanku ini. Aku tertawa getir dalam hati.

Gerbang terbuka. Suatu sinar silau menyambutku, mataku terpejam cepat tak sanggup menatapnya. Dan dalam sekejap aku hilang dalam buta. Mata maupun kesadaranku. Rasa terakhir yang kuingat adalah sensasi pusing dan mual yang berebut mengambil alih diriku. Kemudian gelap dan bisu.

**

Aku sudah katakan, mereka semua salah. Ayah, Ibu, bahkan Kakek, semua salah. Manusia sangat ramah. Mereka sangat bersahabat, dan yang pasti mereka semua bisa menerima kehadiranku. Aku bisa melihatnya dari sorot mata mereka yang penuh semangat dan keingintahuan.

Suatu saat aku akan kembali ke Kota Badut dan menceritakan semua yang kusaksikan dan kualami di sini. Saat penyingkapan akan tiba, dan mungkin berujung pada persatuan kembali? Kaum kami dan manusia, maksudku. Membayangkannya saja aku sudah diliputi oleh rasa gembira dan haru yang seakan mau meluap. Aku ingin melonjak dan mengacungkan tinjuku ke udara, meneriakkan kemenangan dan merasakan sensasi keheroikan dalam segala aksi tindakanku yang berani.

Tapi.. Sebuah tanda tanya besar menyentil sejenak kebahagiaanku walau seringkali berusaha kuabaikan. Sebuah pertanyaan yang menohok akan entah kapan aku bisa kembali.. Aku bahkan tak tahu bagaimana cara keluar dari kotak kaca besar dengan ketebalan super yang belum pernah kulihat ini. Kotak kaca besar dengan tulisan kecil di bawahnya, “properti milik museum seni”. Aku berusaha mengingat-ingat cerita Kakek sambil mengernyitkan kening. Apakah dulu Badut memang diperlakukan seperti ini?

Terlintas lagi kalimat yang pernah muncul di kepalaku hari itu, Aku mungkin badut pertama yang perlu disejarahkan atas tindakanku ini..

Total Kata : 1057

Dibuat untuk mengikuti tantangan PESTA NULIS: ULANG TAHUN KAMAR FIKSI MEL ke 1 dengan tema BADUT.

Tags:

8 Responses to "Angan Mengubah Sejarah"

Kereeennn banget,… wahhh imajinasinya hebat mbaa…

Hoaa terima kasih😀

Keren! Badut di museum yg cuma tinggal sejarah! Idenya mantap! ^_^

Kereen, Fanny…. ini namanya ide yang out of the box!😀

Hoaa terima kasih😀

Setuju, ide ceritanya keren nih Fan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY 👦👧👨👩👴👵👶👱
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? 😀

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,732 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2013
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: