Fanny Wiriaatmadja

Dyna & Diana – A Great Childhood Memory

Posted on: October 9, 2013

Ki-Ka (adult) : Saya, Diana, Dyna, Ci Aun

Ki-Ka (adult) : Saya, Diana, Dyna, Ci Aun

Dyna dan Diana. Dua nama ini punya tempat spesial di hati, dan anggap saja itu keberuntungan mereka karena bersaudara dengan saya (kalau mereka baca, pasti saya dikirimin bangkai relik kecoak yang udah mati 5 tahun).

Anyway, mereka berdua adalah sepupu saya, tumbuh besar bersama sedari kecil karena usia yang cenderung berdekatan, walaupun sekarang kami dipisahkan oleh jarak dan para suami yang sudah dimiliki oleh mereka. Tapi tenanglah, karena hatiku baik, saya tak akan menyalahkan para suami tersebut.

Tulisan ini adalah untuk mengenang masa kecil bersama mereka, cetusan tiba-tiba saat suatu malam mendadak teringat akan mereka dan semua kekonyolan kami.

Waktu kecil, kami selalu bertiga. Akrab dan intim, tapi juga tentu saja rajin dan giat bertengkar. Saya paling ingat formasi 2-1 andalan kami, dimana salah satu dari kami (biasanya either saya atau Dyna) pasti dimusuhi oleh dua yang lain secara bergantian. Biasanya kami berdua yang sedang akur dan berkomplot akan mengungsikan diri (biasanya di loteng atau kamar di rumah saya), kemudian memulai gosip dengan kalimat standard, “eh eh, tau ga, aku tuh paling sebel sama si xxx (xxx = satu sepupu yang lain yang lagi sial dimusuhin saat itu, either saya atau Dyna biasanya).

Dyna adalah sepupu yang tinggal di rumah sebelah, sehingga intensitas pertemuan kami lebih sering. Matanya sipit dan tajam, mukanya sungguh judes tak tertandingi, apalagi kalau dia ngambek, dengan tampilan mulut super monyong yang bikin tangan gatel mau bikin ikatan pita cantik di kemonyongan mulutnya itu. So tiap berantem, saya prefer kabur ngibrit daripada menikmati muka asam-manisnya (gurame oh gurame) dengan mata tajam nyaris hilang seolah ingin menusuk dan menelan hidup-hidup, plus mulut mancungnya yang berniat menyaingi hidung saya. Busuknya dia juga selalu berhasil membuat saya ketakutan karena selalu mengatakan saya akan masuk neraka kalau menjahati dia, sampai setiap kali berantem saya selalu bersembunyi sendirian sambil menyanyikan lirih lagu-lagu Rohani dengan harapan saya ga jadi masuk neraka. Dyna juga kurus kering, sama seperti saya ketika kecil (catat dan camkan: ketika saya kecil), tapi karena dia lebih tinggi, kurusnya jadi lebih terekspos. Tangan dan kakinya panjang sangat, jari manis kakinya pun sebiji tak mau kalah panjangnya sehingga setiap memakai sepatu terbuka, jari itu menonjol seorang diri, menimbulkan formasi aneh.

Diana lain lagi. Dia paling montok di antara kami; suatu sikon yang entah kenapa membuatnya mati-matian diet dan berbuah manis pada akhirnya. Di pesta ulang tahunnya di usia 17, dia berhasil tampil sangat kurus sampai kami sekeluarga besar nyaris tak mengenalinya. Waktu kecil, dia juga penggemar Stephen Gately dari Boyzone (yang ternyata gay, hoek..), yang entah kenapa menular ke saya sampai kami berdua bersaing gila-gilaan sampai sedikit penuh bete-betean, mengumpulkan pin-up dan poster orang itu sebanyak mungkin (yang kemudian seluruhnya saya berikan ke tukang koran untuk diloak, saat saya sudah sadar akan betapa tak bergunanya kegilaan itu). Kalau Diana membeli majalah terbitan terbaru, saya hanya bisa puas dengan majalah lama hasil beli di tukang majalah emperan di depan rumah. Malam-malam penuh dengan proses seleksi ketat majalah di situ, satu per satu, untuk mendapatkan poster paling bagus dan banyak dan untuk membuat sekian ribu rupiah saya menjadi pantas untuk dibuang. Paha saya kram-kram setiap kali harus berjongkok minimal setengah jam di emperan itu. Diana kecil juga les balet dan organ. Waktu dia balet, saya dan Dyna sering datang menonton dengan mulut ternganga, khas amatir yang ga pernah lihat baju balet yang indah dan para penari dengan paras cantik. Karena kami hanya boleh melihat dari jauh, saya yang ga kelihatan selalu mencari Diana dengan memperhatikan betisnya. Betis yang terbesar, itu kemungkinan adalah Diana. Itu cara saya mengenalinya.

Mungkin beberapa peristiwa yang masih menempel di otak saya tentang kenangan masa kecil kami yang indah adalah sebagai berikut :

1. Waktu kecil Diana punya koleksi banyak mainan, mulai dari Barbie sampai masak-masakan. Rumahnya yang besar adalah salah satu markas bermain kami. Waktu saya dan Dyna ulang tahun (yang hanya berselisih dua hari), salah seorang auntie membelikan kami Junior Mimi, Barbie ‘abal-abal’ dari Cina, yang walaupun kelasnya di bawah Barbie, tentu saja sudah mampu membuat kami berdua sangat bahagia. Rupanya Diana kecil terserang penyakit ngiri, dan sewotnya ditunjukkannya habis-habisan di depan kami. Saya lupa gimana ceritanya, tapi yang pasti seingat saya dia berhasil memprovokasi saya untuk menggunduli Junior Mimi saya dengan iming-iming rambutnya bisa tumbuh lagi. Setelah sadar saya tertipu, saya pun menangis habis-habisan. Sejak itu yang saya miliki adalah Junior Gundul. Oh ya Diana dan Dyna juga paling suka menakuti saya yang paling muda di antara mereka dengan menyodorkan bonekanya yang matanya bisa kedip-kedip, sampai saya trauma. Diana juga suka mengundi mainannya untuk jadi hadiah untuk saya dan Dyna. Biasanya dia mengadakan kuis-kuis atau tebak lagu dengan organ. Saya dan Dyna harus gontok-gontokan demi mendapatkan hadiah itu.

2. Di antara kami mungkin bisa dibilang Dyna yang agak sial. Waktu kami sedang main air dengan selang dan lari-larian heboh di loteng rumah Diana, mendadak Dyna jatuh kepeleset dan ngegeledak. Kami sontak tertawa histeris sampai bungkuk-bungkuk karena sungguh gaya jatuhnya super kocak. Tapi begitu kami melihat dia diam tak bergerak, tawa kami perlahan berhenti dan muka kami pucat-pasi, lalu sontak berlari ke lantai bawah sambil menjerit-jerit memanggil para orang tua, ketakutan Dyna akan gegar otak. Pernah juga kami jalan ke toko Papanya Diana lewat tangga darurat di Atrium Senen, dan mendadak Dyna yang berjalan paling belakang dipeluk orang gila sampai Dyna menjerit-jerit, dan kami bukannya nolongin dia malah kabur ke pintu masuk mall terdekat. Setelah itu untuk menebus dosa kami, kami bermanis-manis terhadapnya sepanjang hari.

3. Waktu kecil, karena Dyna paling kalem, dia paling disayang oleh para aunties, sementara saya dan Diana yang nyablak dan cenderung kurang ajar plus kalo’ ketawa ga punya filter alias ga kira-kira desibelnya, paling sering jadi langganan dimarahi, apalagi kalo’ di mall. Dulu seminggu kami juga bisa 3-4x ke Sogo (waktu itu di Plaza Indonesia) dan biasanya yang dandan paling lama adalah Emak (panggilan kami untuk Oma). Saking ga sabarnya, saya dan Diana sampe’ nyiptain lagu khusus bergenre rap untuk menghina Emak. Bunyinya kira-kira, “Emak-Emak, leletmu seperit laler hijau.. Emak-Emak, mengapa kau sangat lelet..” dan kami bisa nyanyikan lagu itu berulang-ulang dengan gaya ala rapper sambil cekikikan, sampai suatu saat kedengeran sama Auntie dan kami dimaki habis=habisan.

4. Saya dan Dyna juga dulu punya gaya khas kalo’ marah, dan kami sudah saling mendeklarasikan style kami itu ke yang lain. Tujuannya adalah supaya satu sama lain tahu kalo’ sedang marah/kesal. Gaya Dyna adalah menggerakkan sudut bibirnya sehingga sedikit naik, sedangkan gaya saya lebih ‘berat’, yakni menggerakkan seluruh mulut ke sisi-sisi yang berlawanan. Susah jelasinnya, tapi sungguh pemandangan menakjubkan saat kami berdua sedang saling ngambek, dan sambil bersidekap kami sibuk menunjukkan style masing-masing tadi untuk show-off. Yang ada setelah itu mulut kami serasa mau kram. Untung bibir dan mulut kami masih bisa balik ke bentuk semula, sehingga tidak menodai kecantikan kami saat dewasa.

5. Saya juga suka ngiri sama Dyna saat kecil, karena cici selalu membelikan barang yang sama untuk saya dan dia. Apa yang saya punya, selalu dibelikan sama ke Dyna juga. Berasa sebel aja, ud keren-keren dan cantik-cantik, eh ternyata ada yang nyamain alias ada kembaran. Aaargh pokoknya pas kecil saya penuh kebencian dan iri hati. Sekarang sih sepertinya sudah nggak ya😀

Yah segitu aja sih seperintil kenangan akan masa kecil kami yang penuh sukaria. Sampai sekarang kalau ketemu di restoran di acara makan keluarga besar, saya dan Diana selalu memekik-mekik histeris kalau ketemu, bikin semua orang ngerasa annoying dan menatap kami dengan tatapan ‘I’ll kill you both in one second’. Dyna masih sama, tetap dengan style kalemnya walaupun wajah judesnya tiada ampun, tak berubah. Saya dan Diana masih saling memanggil dengan sebutan tanpa aturan seperti “Hei Pantat Pisang..” atau “Hei Dengkul Ikan..” semacam itu. Mengasyikkan memilih kombinasi kata untuk menghasilkan paduan nama panggilan setidaksopan mungkin.

Dyna and Diana, miss you guys.. Kapan yah ketemuan lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

<<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplusteh70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? #aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella Aimee 1st cake 🎂 🎂 @colettelola

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #cake #coletteandlola #chocolate Happy Birthday Aimee 🎂

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #changthien #keluargakaret #perayaanbatchpertama #greendresscode Happy birthday sweetheart 😀

Even the power of words (whom I trust the whole of my life) can't describe how I feel for this 1 year journey. 
It's a mixed of rollercoaster jaw-dropping, calming and peaceful feeling from rain and soil smell, soap opera laugh and tears, and so on.. Oh, and one thing for sure I know now what is heavy backpain and sleepless night, lol.. Mommy and Daddy woof you berry berry munch, sweet lil' monster.. Thank you for making me a better person, someone I never knew I could be.. ❤👪 #aimee #birthday #1yearold #baby #perayaanbatchpertama #chsngthien #bihunikanpalingenaksedunia #celebration #dinner #family Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design

Blog Stats

  • 405,266 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

October 2013
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: