Fanny Wiriaatmadja

Sekarat

Posted on: September 6, 2013

hospital-bed

Waktu aku datang sore itu, Ibu dan Ayah sedang duduk di ruangan serba putih yang terkesan steril itu. Dua-duanya berpose sama murungnya; Ayah sambil bersandar pasrah di kursi dengan kaki berselonjor, Ibu bertopang dagu dengan menggunakan lengan kirinya sebagai tumpuan. Dua-duanya larut dalam pikiran mereka masing-masing.

Keduanya sontak menoleh ke arahku saat aku muncul; kemudian menghela nafas. Aku mendekati mereka perlahan, berdiri di hadapan mereka, namun tetap menjaga jarak karena campuran rasa sungkan dan malu.

“Bima, Bima.. kenapa kamu selalu buat masalah?” Ibu bergumam pelan sambil geleng-geleng kepala. Aku terdiam, menunduk, tidak tahu harus mengucapkan apa, mendengar namaku disebut Ibu. Kata maaf terlalu dangkal rasanya untuk semua yang aku buat.

Ayah menimpali, “Ya.. Sampai kapan kamu mau buat kami pusing, Bim? Apa kamu mau memperpendek umur kami?”

Aku diam lagi bak sedang diadili.

Ayahku hampir terisak, “Tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang..”

Ibu bergeser sejenak mendekatinya kemudian merangkulnya, berusaha menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menghibur suaminya.

Aku hancur melihat mereka, aku bersalah, aku durhaka. Aku harus menebus dosaku. Aku berhak atas kesempatan ini! Sekali saja! Harus!

Sejenak aku hampir tergoda untuk berlari dan memeluk mereka, meminta maaf sambil mencium kaki mereka, tapi yang ada aku berbalik, berlari kencang, pergi meninggalkan mereka. Mereka tidak memanggil atau mengejarku.

*****

Namaku Wiryo. Usiaku 52 tahun. Sore ini, aku dan istriku terduduk lemas di bangku tunggu Rumah Sakit. Ruangan itu kosong. Entah kenapa.

Sudah ke sekian kali aku dan istriku di sini dalam dua tahun terakhir dengan sebab yang sama, tapi kali ini sungguh yang terparah. Bima anakku koma, sekarat, dihajar segerombolan anak gank yang tempo lalu pernah dihajarnya bersama komplotannya. Kini mukanya hancur, tulangnya remuk, sendi-sendinya bergeser, dan entah berapa banyak luka lebam yang mendarat di sekujur tubuhnya. Tak tega aku melihat darah dagingku sendiri terkapar di ranjang Rumah Sakit tanpa denyut kehidupan.

Aku sungguh lelah dengan keadaan anakku yang tidak pernah berubah. Apakah Bima salah asuh? Aku tak pernah memanjakan, juga tak pernah mengerasinya secara berlebihan. Tak tahu darimana asal pengaruh buruk itu. Sebegitu sulitnyakah menjalankan tugas mulia sebagai orang tua di dunia ini?

Mendadak angin bertiup sepoi; aku lantas menoleh ke arah sumbernya, mengira ada yang masuk ke ruang tunggu. Tapi seluruh pelosok ruangan kosong. Tidak ada seorang pun yang datang. Istriku rupanya merasakan yang sama. Kami saling bertatapan heran sejenak. Tatapan yang kemudian berubah menjadi penuh keprihatinan sama lain; tatapan yang mencairkan kebekuan yang bersarang di lidah sejak tadi.

“Bima, Bima.. kenapa kamu selalu buat masalah?” Istriku bergumam pelan, berbicara pada dirinya sendiri sambil geleng-geleng kepala. Aku diam sejenak sebelum menimpali dalam desahan, “Ya.. Sampai kapan kamu mau buat kami pusing? Apa kamu mau memperpendek umur kami?”

Air mataku mulai menohok dari dalam, memaksa keluar. Kutahan kuat-kuat, “Tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang..”

Istriku bergeser mendekatiku dan merangkulku. Dia memang lebih kuat dari aku, selalu begitu. Kepala kami beradu. Berusaha menyatukan semangat yang tersisa dalam kepedihan hati.

*****

Dokter memanggil Wiryo dan Utami ke ruangan tempat Bima dirawat setengah jam kemudian.

“Bima sudah kembali,” kata Dokter sambil tersenyum samar. “Kesadarannya mulai pulih. Masa komanya sudah lewat.. Dia belum bangun saat ini, tapi tentu kita bisa tunggu..” Nada Sang Dokter cepat penuh semangat. Rupanya empati Dokter yang satu ini masih normal, belum terkikis walaupun sudah belasan tahun berhadapan dengan tangis maupun kebahagiaan keluarga pasien.

Wiryo dan Utami terisak sambil berpelukan, menghaturkan beribu terima kasih pada Dokter, hampir lupa pada Tuhan, sebelum kemudian teringat padaNya dan menghantar doa. Doa syukur sekaligus permohonan semoga mereka bisa membimbing kembali anak mereka ke jalan yang benar.

Advertisements

4 Responses to "Sekarat"

Oh Bimanya jadi sadar ya? Semula aku kira meninggal loh waktu dia bilang “aku berbalik, berlari kencang, pergi meninggalkan mereka”

Oh iya bisa juga begitu yah haha..
Maksudku tadinya dia berlari kencang meninggalkan mereka karena mau balik ke badannya gitu 😀
Hmmmm jadi berpikir ulang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,714 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Felt so yellow here. Somehow don't really feel like homey.
.
#cafemilano
#caffemilano
#gi
#coffee With Aimee and Kuku @ye_23ly 😎
.
#aimee
#aimeelynn
#family 
#temukangen
#greyhound 
#gi Selalu berjodoh dengan tempat ini. 3rd time in a month
.
#greyhound 
#gi
#coffee
#mangostickyrice Ayam tulang lunak 🍗🍗
.
#ayamtulanglunak
#hayamwuruk
#greenville
#lunch
#food Natural disaster is my kind of movie
.
#geostorm
#movie
#fridaynite
#cinemaz
#cineplex
#grandparagon Kids mode ini kece banget! I've been Samsung loyal customer but never realized of this feature before.
.
#baruexplore
#samsung Yummy!!
.
#cassis
#cassiskitchen
#marshmallow
#gulali
#food
#instafood Tutor Time trial
.
#tutortime
#pluit
#aimee
#aimeelynn 
#preschool
#toddler
@tutortimepluit Topic of the day : Anak n cruise 😁
.
#reunion
#greyhound
#aciauvinnie
#friends Come back here because this is lumayan enak
.
#gopek
#gi
#indonesian
#restaurant
#lunch Situation : classic place plus little playground in the form of pirates ship. Usually rame and sering di-reserved buat acara so better call first before you come
.
#harlequinbistro 
#kemang
#restaurant
#classical
#cafe Nice place tapi banyak nyamuk
.
#harlequinbistro
#kemang
#restaurant
#cafe
#breakfast
#classic Freak out of bubbles 🤣
.
#littlejack
#trial
#aimeelynn
#emporium
#bubbles Closest comparison with be with #magal. Side dish perspective I'd prefer Magal but the rest, @seoseogalbi_id is the champion. Nice and quite spacious place, friendly waitress, super juicy pork belly and of course their superb Seo Seo Galbi. Suka!
.
#seoseogalbi
#korean
#koreanbbq
#pik
#food
#instafood #zoomov time! Anak ini tegang banget tiap nyobain mainan baru 🤣
.
#aimee
#aimeelynn
#daughter
#kids
#kidsplay Just can't resist their mango flavor cheese cake
.
@chizukek
#cheesecake
#somplak
#chizukek
#mango
#mangocheesecake Nasi Krucil @district7.coffee 
#nasikrucil
#district7coffee
#pik
#camilan
#nasi Minutes of serenity - I want to spend more time here in silence. Felt so relax and refreshed. Don't go for food here. Seek for peace, you will find it. 
#thepier 
#thepierbykalaha 
#pier
#serenity
#evening
#windy
#relax 🥞🍽
.
#foodie
#pancake
#dessert
#seafoodplatter
#seafood
#earlydinner Napak tilas peristiwa bersejarahnya @stefanielaurensia 😄😄
.
#thepier 
#thepierbykalaha 
#pier
#weekend

Blog Stats

  • 459,938 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

September 2013
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain's Personal Blog

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

Pemintal rindu yang handal pemendam rasa yang payah

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: