Fanny Wiriaatmadja

Sim Choo Kay – inmypointofview

Posted on: August 27, 2013

Mr  Sim 3asasa

Sim Choo Kay..

Masih ingat betul bagaimana sebuah interview di suatu pagi mempertemukan kami. Saat itu, dengan nada mencemooh dia menandaskan bahwa HR (Human Resource) hanyalah seorang administrator, dan entah mengapa statement itu membuatku sedikit naik pitam. Dengan idealisme yang terlalu tinggi tanpa kontrol, kubalas pernyataannya dengan keketusan tingkat dewa dan kengototan khas fresh graduate yang baru kerja 2 tahun ditambah bahasa inggris belepotan sepatah-sepatah, bahwa HR harus memerankan business partner role, bukan sekedar administrator.

“Nooo!” dia menggeleng-geleng, seperti agak tersinggung. Aku tetap kekeh dengan pendapatku dan melontarkannya lagi. Dia terdiam, lalu melotot, menatapku. Ya Tuhan sungguh nyaliku saat itu benar-benar hampir putus. Jantungku berdegup kencang, ketakutan dan menyesal karena telah lancang melawannya. Aku memberanikan diri balas menatapnya, dan kami beradu-tatap selama.. kira-kira 15 detik? Akhirnya aku kalah, dan aku melemparkan pandangan ke arah lain dengan malu.

Setelah itu tanpa bicara apapun, dia keluar dari ruangan dan menyerahkan aku ke Head HR kembali. Aku sungguh tidak tahu, apa yang dikatakannya tentang aku dan hasil interview ini. Aku sudah pucat pasi.

Oh ya aku ingat juga bahwa dia menanyakan gerejaku saat itu, dan nama gembala sidangku. Aku yang saat itu sedang aktif-aktifnya pelayanan, menceritakannya dengan bersemangat. Itu, adalah topik aman damai sebelum ‘perselisihan’ itu terjadi. Dan ya ampun saking groginya aku lupa nama gembala sidangku saat itu.

Aku pulang dengan langkah gontai, tahu bahwa karirku di situ sudah berakhir sebelum bahkan sempat dimulai.

Dan besokannya sebuah telepon memberitahuku bahwa aku diterima. Shock, kaget, tak menyangka, semua bercampur satu dalam hati. Apakah karena masalah gereja-gereja itu aku diterima? Entah.. Tak pernah terjawab opininya mengenai diriku saat itu. Tapi kuatir juga ada menyusul berita penerimaan ini. Takut bertemu kakek tua ajaib itu lagi. Takut dia masih dendam kesumat terhadap kekurangajaranku yang memang tidak bisa diterima saat itu.

Hari-hari kerja dimulai. Aku mulai mengenalnya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, mulai dari omongan orang sampai mengalaminya sendiri, aku semakin tahu dia seperti apa. Bahasa Inggrisku yang super buruk saat itu membuat hubungan kami makin parah, didukung oleh logat Singlishnya yang bikin kepalaku pening dan telingaku berdesing. Bahkan namanya saja aku bingung bagaimana mengucapkannya. Setelah 1,5 tahun baru aku tahu namanya diucapkan dengan “Sim-Cu-Ke”. Aneh!

Aku ingat suatu saat dia memanggilku, dan menunjukkan sebuah file kandidat sambil mengatakan sesuatu yang sumpah tidak aku mengerti sama sekali. Aku hanya menangkap kata “photo, photo..” Dan aku mengulanginya, “Do you want me to ask the photo of the candidate?” Dia menggeleng, terus mengulangi kalimatnya, semakin lama dengan nada frustrasi, dan aku hampir menangis dibuatnya karena merasa begitu idiot. Terakhir dia membawaku keluar ruangan, kemudian membelok ke suatu pojok tempat beradanya…. mesin fotokopi… “You,” katanya datar, “photo this for me..” dia menyerahkan file kandidat itu, kemudian meninggalkanku dalam keadaan pilon. Ya ampun.. fotokopi maksudnya?? Kucrit, bodohnya aku.

Sejak itu aku semakin takut bertemu dengannya, sungguh. Beban berat setiap hari kurasakan, apalagi setiap kali dia memanggilku ke ruangannya. Semua karena masalah komunikasi.

Tapi untunglah telinga ini bisa diajak bekerjasama sedikit demi sedikit. Aku mulai mengerti aksennya, maksudnya, karakternya. Dan hari demi hari, ketakutanku digantikan dengan kekaguman. Orang ini sungguh nyentrik. Dia benar-benar orang tua, ncek-ncek, kakek-kakek, yang sangat konservatif dan keras kepala. Tapi dia punya keteguhan, integrity, prinsip, dan selalu mengejutkanku dengan semua ketelitian dan detailnya.

Aku pernah menerima email darinya dengan Subject : Elfrieda’s Leave Balance to be Updated 16/9.  Dan bodohnya aku yang sedang terburu-buru, me-reply-nya, “When is the date?” Dan dia me-reply balik dalam hitungan detik, “Read the subject”. Dan again aku dibuat malu. Aku mulai belajar untuk memperbaiki diri dan membuat dia bisa menerima keberadaanku tanpa ada rasa sungkan lagi.

Dan sekarang kami mulai bisa berkomunikasi. Sama seperti dengan Papa, kami bisa membicarakan hal-hal yang terkait dengan mandarin. Dia banyak mengajariku pepatah cina, sejarah-sejarah dan beberapa berita-berita dari koran Singapore. Aku bersyukur mengerti sepatah-patah bahasa Mandarin, sehingga bisa mengerti sekaligus membuatnya kagum beberapa kali. Kami mulai membahas Joel Osteen, yang entah kenapa menurutnya seorang “gadungan”.  Kami mulai membahas penyanyi-penyanyi mandarin, dan dia terkejut lagi saat aku menyebutkan nama seorang penyanyi dari Singapore. Pembicaraan kami lebih banyak bersifat satu arah. Aku mendengar, dia berbicara. Aku berusaha membuatnya terkesan, sementara dia bicara ngalor ngidul apa adanya. Aku anak kecil, dia orang tua. Jurang perbedaan kami begitu besar.

Kadang aku iri dengan seorang rekan kerja kami yang bisa berkomunikasi begitu lancar dengan Mr. Sim. Mulai dari bicara normal, sampai berdebat dan berantem. Bak kakek dan cucu sungguhan. Pernah juga aku berniat memperdalam lagi bahasa Mandarinku hanya demi bisa berkomunikasi dengan kakek tua ini.

Tiap hari aku suka melihat sosoknya yang datang sangat pagi dan tidak pernah terlambat, dan membaca Alkitab di ruangannya dengan ditutupi tas koper hitamnya supaya tidak terlihat. Pernah aku masuk membawa dokumen untuk ditandatangani saat dia sedang melakukan ritual paginya itu, dan cepat-cepat mundur lagi saat menemukan Alkitab itu terbuka sedang dibacanya. Kupikir waktunya tidak tepat. Tapi dia menghalangi niatku, memanggilku masuk, menandatangani dokumen itu dan buntut-buntutnya kami membicarakan beberapa ayat.

Pernah suatu kali dia mengeluh tentang banyak hal, dan entah kenapa nyaliku sedang kumat lagi mau unjuk aksi, sehingga dengan terpatah-patah aku kutip ayat hafalan itu dalam bahasa inggris : “Untuk semua yang kamu lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia..” Aku ingat betul wajah terkejutnya dan mata melototnya, dan kemudian dalam sekejap dia berhasil menutupinya dan kekeraskepalaannya muncul lagi menggantikan semua. “Ah tau apa kamu..” katanya dalam logat kentalnya itu. Tapi kami sama-sama tersenyum. Dan aku lega bisa mengucapkannya.

Pernah juga suatu saat dia kumat lagi. Aku dan rekan kerjaku kena maki habis-habisan karena kelalaian kami di satu sisi, dan karena kesalahan dia juga di sisi lain. Kami ngotot dengan pendapat kami, dan dia bersikukuh juga dengan pendapatnya. Dia makin ngamuk karena kami tidak mau mengalah, dan buntut-buntutnya dia membanting pintu begitu keras di depan muka kami. Kami ternganga. Di situ aku sangat benci sekaligus terhina. Aku memakinya dalam hati,  “Direktur macam apa kamu!” Teruslah aku mendumel dalam sakit hati sepanjang hari itu. Dan besok paginya, entah mengapa semua rasa itu sudah hilang.. Ahh, susah kalau memang sudah idola. Dia masih ngambek selama beberapa hari, tapi kemudian di hari ke sekian dia mulai kembali normal lagi.

Aku paling suka mata melototnya saat kami mengucapkan sesuatu. Pelototan itu sungguh tidak bisa dibaca, entah dia marah atau dia terkejut, atau dia sedang berpikir, aku sungguh tidak bisa mengurainya.

Saat bank kami merger, kami semua pindah ke kantor baru, dan kini ruanganku dan ruangannya yang tadinya bersebelahan kini terpisah sekian lantai. Dan kami tidak pernah bertemu lagi, ditambah dengan pekerjaan baru hasil merger ini, sehingga memang tidak ada reporting dan kontak dengannya lagi secara pekerjaan. Kemudian kontrak kerjanya di Indonesia sepertinya sudah berakhir juga. Dan berpisahlah kami, tanpa suatu kata ataupun penutup, atau pun kalimat kenangan apa pun.

Saat aku resign, aku menyebut namanya di farewell note-ku, berharap entah bagaimana dia bisa membacanya di Singapore sana; membuatnya sadar arti seorang Sim Choo Kay untukku, yang aku sendiri juga tidak bisa jelaskan. Banyak yang menghujatnya, banyak yang membencinya karena ‘adatnya’ yang keras luar biasa. Tapi aku tidak bisa mencegah diriku untuk tidak merasakan yang sama. Semua orang menganggap seleraku aneh dalam memilih idola, dan memangnya pernah aku peduli kata orang?

Happy birthday Mr. Sim, di suatu tanggal yang aku ingat jatuh di bulan ini juga, berdekatan dengan hari lahirku

(tanggal 21 seingatku)

Berharap waktu masih bisa membawa kita berjumpa lagi, dan akan kukatakan lagi dengan nada ngotot, bahwa seiring dengan pengalamanku yang semakin bertambah, aku tetap bersikeras bahwa HR harus menjadi seorang business partner. Aku ingin lihat reaksi dan mata melototmu itu lagi

Best regard from me..

Take care and Jesus bless you & family..

IMG_1427

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

<<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplusteh70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi 😑😑😑😑😑😑😑😑😑 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah 🎂

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❤👪❤ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue 😗

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan 📷 : @lieta73 😀 Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake 🎂 by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? #aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella Aimee 1st cake 🎂 🎂 @colettelola

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #cake #coletteandlola #chocolate Happy Birthday Aimee 🎂

#masihedisiulangtahun #aimee #birthday #1yearold #baby #changthien #keluargakaret #perayaanbatchpertama #greendresscode Happy birthday sweetheart 😀

Even the power of words (whom I trust the whole of my life) can't describe how I feel for this 1 year journey. 
It's a mixed of rollercoaster jaw-dropping, calming and peaceful feeling from rain and soil smell, soap opera laugh and tears, and so on.. Oh, and one thing for sure I know now what is heavy backpain and sleepless night, lol.. Mommy and Daddy woof you berry berry munch, sweet lil' monster.. Thank you for making me a better person, someone I never knew I could be.. ❤👪 #aimee #birthday #1yearold #baby #perayaanbatchpertama #chsngthien #bihunikanpalingenaksedunia #celebration #dinner #family Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design

Blog Stats

  • 405,266 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2013
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: