Fanny Wiriaatmadja

Vietnam Trip 2012

Posted on: August 13, 2013

Tour Vietnam Maret 2012 kemarin itu terjadi karena kolaborasi beberapa subjek :

* Sepupu saya yang lagi kepingin lihat Halong Bay, dan kebetulan karena kerja di Lion Air, punya kenalan representative-nya Lion di Saigon (Ho Chi Minh) sehingga memudahkan untuk penyusunan itinery sekaligus pembookingan hotel

* Saya sang gila jalan yang punya peran penting sebagai kompor

* Sepupu-sepupu lain yang juga kebetulan lagi lowong di bulan Maret itu termasuk cici saya yang entah kenapa lagi kesirep mau jalan, sehingga rela ninggalin 2 anaknya yang masih kecil dalam asuhan-cenderung-tidak-maksimal dari sang suami

Setelah kongkalikong serta tektoktektok sana-sini dengan Diyana, kolega sepupu saya yang kerja di Saigon itu, akhirnya jadi juga kami berangkat ke Vietnam! Ini pertama kali loh sekeluarga besar bisa jalan bareng dan ga ikutan tour, jadi termasuk salah satu keajaiban yang pantas didokumentasikan, berhubung biasanya peran kompor saya di tengah keluarga besar hampir ga pernah berhasil menyatukan komitmen untuk pergi travelling barengan. Entah kenapa mulut comberan saya kali ini lagi “wangi” sehingga bisa manas-manasin seisi keluarga untuk jalan. Horeeee…

So yang pergi adalah :

* Saya dan cici kedua

* Sepupu saya yang kerja di Lion Air beserta temannya yang di Saigon itu (Diyana), yang kebetulan juga belum pernah ke Halong Bay sehingga pengen cobain

* Sepupu saya yang satu lagi dan orang tuanya (alias o’o saya dan suami)

* O’o kedua dan suami.

Rame kan?πŸ˜€

Sepupu saya sendiri naik Lion duluan karena kan dia karyawan dan bisa dapat harga spesial, sementara saya dan yang lain naik Air Asia. Perjuangan loh bookingin tiket online satu-satu secara bertahap, kudu input-input no. passpor dan data diri lain (*halah gitu doang aja, haha..).

Jadi, 2 hari setelah saya outing ke Bali sama perusahaan, dimana kulit muka saya gosong kebakar gara-gara main di pantai, saya langsung lanjut lagi tuh ke Vietnam. Sebel dikit sih secara ga bisa dandan cantik-cantik karena muka lagi ngelupas dan hitam pekat gitu😦

Siang setelah masuk setengah hari ke kantor, saya pamitan tambah cium pipi kiri kanan ke temen-temen kantor untuk bikin ngiri mereka, kemudian berangkat ke bandara. Itu pertama kalinya nginjekkin kaki di Terminal 3 lho dan langsung berasa lumayan wow karena tempatnya cakep, apalagi dibandingin sama Terminal 1 dan 2. Ga lama kemudian abis ngobrol-ngobrol, berangkatlah kami sekian jam sampai ke Saigon / Ho Chi Minh (*untuk selanjutnya akan disebut HCM ya).

Sampai di sana (udah malem), kami dijemput sama Diyana di airport, kenalan-kenalan sok akrab, terus booking dua taxi untuk ke hotel. Hotel udah dibookingin sama Diyana sebelumnya, dan kamarnya ternyata gedeeeee buanget. Kami booking 3 kamar aja, karena sepupu saya dan Diyana nginep di mess Lion di HCM (enak yah). Melihat kamarnya yang supergede gitu, mestinya booking 1 kamar aja cukup tuh buat kami ber-6. Cuma kan siapa yang tahu kondisi kamar ternyata luas kayak gitu, even si Diyana yang mesen aja kaga tahu. Jadi ya udah malam itu kami menikmati kamar super lega yang sangat menyenangkan, walaupun malam-malam banyak bunyi-bunyian ga jelas mulai dari air wastafel yang netes-netes sendiri, bunyi derit bangku diseret-seret dari luar kamar dan sebagainya. Hiiiy saya dan cici sukses ga bisa tidur.

IMG_4746

Oh ya tadi setelah check-in hotel, kami langsung keluar untuk dinner dan jalan-jalan sekeliling hotel. Diyana bawa kami makan Pho yang terkenal di situ, tempat Bill Clinton pernah makan juga. Karena memang lidah kami semua rata-rata cocok sama makanan Vietnam, makannya lumayan lahap tuh. Mengenai makan-memakan, biasanya yang bayar gantian, either o’o pertama kalo nggak o’o keduaπŸ™‚ Asyiik dibayarin terus.

Habis makan kami jalan-jalan di Pasar Malamnya, coba-cobain buah dan makanan lokal, terus liat-liat baju adat Vietnam dan saya beli baju khas Vietnam itu buat kenang-kenangan biarpun sampe sekarang ga pernah dipake karena bingung dipake buat ke mana dan ke acara apa. Sempet beliin Nyokap boneka perempuan Vietnam juga.

Setelah puter-puter, baru berasa bahwa orang Vietnam terutama yang cewek-cewek itu ‘ngasal’ banget ya. Mereka bisa pake baju dengan leher rendah banget, kemudian bungkuk-bungkuk menjajakan jualannya, menyajikan pemandangan aduhai terutama buat kaum pria. Buat mereka mungkin udah biasa ya.

Saigon at Night

Abis itu, kami ke supermarket di samping hotel untuk beli cemilan, kemudian tidur deh, karena besok pagi-pagi harus ke Airport untuk domestic flight ke Hanoi. Gudnite!

Hari Kedua

Subuh-subuh kami udah bangun, naik taxi lagi ke airport di HCM, dengan penerbangan lokal Viet Jet. Sebelumnya breakfast kami sudah dibungkusin sama pihak hotel, jadi di airport sambil nunggu, kami bisa ngemil-ngemil roti dan pisang. Tiket flight ini juga dipesenin sama Diyana.

VietJet
VietJet

Trus ternyata karena merupakan salah satu penumpang terpagi, kursi kami di-upgrade lho ke Business Class. Tadinya kami ga ada yang nyadar karena toh emang ga dibilangin juga, cuma pas naik, kami bingung kok bangkunya bagus banget, lega lagi. Sampe kepikir, ih budget airlines Vietnam kok cakep bener ya, beda banget sama budget airlines di negeri tercinta. Eh setelah longok-longok ke belakang, baru ngeh bahwa kami berada di Business Class.. Duh kampungannya selangit. Penerbangannya lumayan lancar jaya, dan dalam waktu kurang lebih 1 jam-an kami sudah nyampe di Hanoi.

Nah di Hanoi ini, kami didaftarin ikutan local tour sama Diyana. So kami langsung dijemput sama local guide kami yang namanya (lupa) kalo ga salah Mii, seorang gadis Vietnam yang kurusssss banget kayak sapu lidi, tapi ceria dan energiknya luar biasa. Bahasa Inggrisnya agak berlogat, jadi kadang kurang bisa dimengerti, tapi mungkin itu karena kaminya yang o’on dan kurang bisa mengakomodir berbagai aksen eksentrik dari berbagai negara (baca : Vietnam). Terus kami naik deh ke sebuah mobil Van yang lumayan lega, dan mulailah perjalanan menjelajahi Hanoi siang itu.

Hanoi sendiri cukup beda dengan HCM. Daerahnya lebih tua dan lebih kumuh. HCM masih lebih mirip Jakarta, lebih modern dan lebih maju dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi juga. Jadi memang kota ini kurang berkesan sih.

Itinerynya jujur saya agak lupa, yang pasti hari itu kami langsung mengunjungi Ho Chi Minh Mausoleum. Ini adalah bangunan peringatan untuk mengenang Ho Chi Minh, Bapak pendiri negara Vietnam, sekaligus tempat makamnya berada. Dari luar, antrian super panjang udah keliatan, berisi aneka ragam turis mancanegara, ditambah penjagaan yang ketat dari pria-pria berseragam yang mukanya keras dan dingin banget. Pintu masuknya pun berlapis-lapis. Setelah masuk, sempet bingung sih mau ikutan ngantri ngeliat makamnya atau nggak, soalnya antriannya aji gile muter-muter kayak ular naga, waktu juga terbatas dan kami harus ngikutin itinery kan biar perjalanan selanjutnya mulus. Akhirnya setelah debat-debat kecil, kami ga ikutan ngeliat, padahal kalo ga salah mayatnya ini sudah diawetkan gitu loh, jadi kita bisa liat sosok Ho Chi Minch dalam keadaan utuh. Akhirnya cuma ngider-ngider aja deh dan foto-foto, dan seperti biasa saya foto-foto sama tentaranya yang selalu berpose kaku itu. Mii juga sepanjang jalan sibuk jelasin sana-sini tentang histori Ho Chi Minh ini, waaupun selalu dicuekkin sama o’o-o’o dan kotio-kotio karena mereka ga ngerti Bahasa Inggris.

IMG_4755

IMG_4758

IMG_4768

Kebetulan hari itu juga sepertinya ada pejabat yang datang sehingga barisan rapi tentara is everywhere dan penjagaan katanya memang lebih ketat.

Setelah itu kami ke Presidential House alias tempat kepemerintahan plus (kalo ga salah) bekas tempat tinggal Presiden. Warnanya kuning semua nih bangunannya, Ini adalah satu kompleks gede dimana kita bisa liat-liat isi rumah bekas Ho Chi Minh tinggal, barang-barang peninggalannya, gedung tempat tamu pemerintahan datang, danau yang cukup cantik, taman, dan masih banyak lagi. Pokoknya everything about Ho Chi Minh dan segala yang berbau kepresidenan. Btw cici saya ternyata baru tahu bahwa Ho Chi Minh itu nama orang, OMG, matanya baru tercelik, padahal tadi udah sempet ngunjungin makam Ho Chi Minh.. Aku sebagai adik merasa malu.

IMG00915-20120321-1040

Rumah yang Serba Kuning

IMG_4792

IMG_4784

IMG_4790

Habis dari situ kami makan siang. Untuk semua acara makan saya hampir ga inget. Yang pasti kebanyakan makan Pho dan menurut para sepupu, kopinya Vietnam enaknya ga ketulungan. Emang trademarknya sih ya.

Perjalanan lanjut ke Temple of Literature di Hanoi, kalo ga salah ini kuil tempat Confusius belajar sekaligus bekas universitas juga. Isinya jangan ditanya ya, menurut saya membosankan karena cuma buku-buku dan literatur serta berbagai prasasti doang. Seperti museum campur perpustakaan kuno deh. Di sini kami ga lama-lama, cuma sempet foto-foto aja.

IMG_4802

Setelah itu sorenya kami ke Hanoi Old Street, jadi semacam pusat kota Hanoi, dan kami naik kendaraan kayak tuk-tuknya Bangkok gitu, ngiter-ngiter keliling sambil liat pemandangan dan kehidupan masyarakat Hanoi. Seru juga. Sayang agak gerimis, sampe beberapa dari kami harus beli jas hujan plastik warna-warni.Terus kami diturunin di tempat perbelanjaan outdoornya, dan sempet belanja kopi khas Vietnam di sebuah toko, dan nungguin beneran proses pengolahan kopinya mulai dari biji sampe jadi serbuk kopi.

Tuk-tuk Model Hanoi
Tuk-tuk Model Hanoi
Jas Hujan
Jas Hujan
IMG_4820
Kopi Luwak Juga Ada..
Kopi Luwak Juga Ada..

Setelah puas menyimpan kopi buat oleh-oleh, kami jalan dikit ke tempat Water Puppet Show. Itu loh, Wayang Air. Pertunjukannya diadakan di sebuah gedung cukup besar, semacam bioskop gitu. Pas nyampe, jam-nya udah agak telat dan teaternya sudah penuh banget, jadi kami harus gelap-gelapan merembet pelan-pelan sambil nyari kursi kosong. Terpencarlah rombongan kami, duduk secemplak-secemplok, yang penting dapet duduk dulu. Dan ehm pertunjukkannya kok agak boring ya. Sepertinya nilai seni dalam diri kami kurang tinggi, sehingga yang ada kami malah ngantuk dan gelisah menunggu pertunjukan selesai. Intinya sih cuma boneka-boneka kayak wayang gitu, gerak-gerak di atas air, nyeritain sesuatu, dalam scene-scene terpisah. Ada yang nyeritain peperangan, ada yang membawakan tari-tarian dll.

Terus kami sempet ke danau gede yang ada di tengah kota untuk liat-liat pemandangan. Katanya ada ikan raksasa yang jadi legenda di danau itu, dan ga pernah berhasil ditemuin sama penduduk.

IMG00926-20120321-1712

IMG00923-20120321-1651

IMG_4840

IMG_4837

Setelah itu kami lanjut dinner di sebuah kompleks restoran yang cukup gede, yang punya banyak spot cantik untuk tempat foto. Ada juga panggung outdoor buat live music tradisional Vietnam. Pokoknya lumayan bagus deh tempat makannya.

IMG_4836

Nah, malam hari saya lupa nih kami ngapain. Kalo ga salah langsung balik hotel deh. Lumayan capek karena acara hari ini padat banget.

Hari Ketiga

Pagi ini setelah breakfast kami langsung naik Van lagi dan menuju ke Halong, ‘pelabuhan’ tempat mangkal banyak kapal untuk membawa kami menelusuri Halong Bay yang katanya pemandangannya luar biasa indah. Cici saya pake acara ketinggalan kacamata di hotel lagi. Akhirnya terpaksa telepon ke hotel untuk minta simpenin dulu. Karena bekas hujan terus semalaman, kabutnya lumayan tebal pagi itu dan kapal sempat ga boleh berangkat karena minimnya jarak penglihatan plus angin cukup kencang. Setelah menunggu sekitar setengah jam-an sambil foto-foto ga jelas, akhirnya berangkatlah kami naik Junk menuju Halong Bay. Hampir saja terancam batal, karena kalau cuaca buruk, semua kapal memang akan dibatalkan keberangkatannya oleh pemerintah setempat.

Kapal yang berlayar di sini jenisnya macam-macam, tinggal google aja untuk melihat dan mem-booking kapal jenis apa yang kamu mau naiki. Waktu itu sesuai itinery tour lokal di Hanoi, kami dapat kapalnya yang ‘tengah-tengah’, jadi ga lux banget, tapi juga ga jelek, dan FYI kami bakalan nginep semalam di kapal ini. Kapal ini ga dedicated buat kami ya, tapi campur aduk dengan turis lain sesuai kapasitas kapal.

Sampe kapal sih awal-awal kami masih sibuk ngeliatin view batu-batunya yang cantik di kiri-kanan teluk, yang mirip dengan landscapenya Gulin, China. Cuma karena masih agak berkabut, formasi bebatuannya ga terlalu kelihatan jelas. Sisa waktu itu dihabiskan dengan nongkrong di dek, tempat banyak bangku-bangku berjejer rapi untuk diduduki sambil melihat view, ditambah dengan foto-foto. Siang itu juga ada beberapa acara kecil-kecilan kayak bikin (kalo ga salah) semacam origami dan merangkai bunga yang diadakan oleh kru kapal.

IMG00975-20120323-0718

IMG_4887

IMG00973-20120323-0717

IMG00943-20120322-1524

IMG00946-20120322-1525

IMG_4881

IMG_4901

IMG_4914

IMG_4959

Siang, lunch disediakan di ruang makan, dan semuanya adalah seafood. Makanannya lumayan enak, tapi sudah ada takarannya untuk setiap orang, jadi jangan harap bisa nambah ini-itu. Semua sudah ditentukan dan sudah dijatah. Sore-sore pun pas kami kelaperan pengen nyemil dan nanya ke orang kapalnya, mereka menggeleng-geleng tanda ga ada makanan buat ngemil. Ya ampun tragisnya.. Sesorean itu kami duduk-duduk lemes aja deh di dek sambil terus liatin jam tangan, menanti jam makan. Menjelang sore hawanya juga semakin dingin, angin juga agak kencang.

Lunch
Lunch

Dari kapal, sebenernya kita bisa juga naik mengayuh sampan di air di sekeliling kapal. Cuma kami semua ga ada yang tertarik untuk sewa sampan. Ga adventurous banget ya..

Di kapal juga ada seorang India yang selalu nguntit kami kemanapun kami pergi, bikin kami jadi was-was dan ketakutan. Tapi at the end sepertinya dia berhasil ‘menemukan’ teman seperjalanan yang mau baik-baik sama dia, sehingga sepanjang sisa perjalanan dia menghabiskan waktunya dengan ngobrol berdua dengan cewek entah dari negara mana itu. Syukurlah..

Malam, dinner yang mirip-mirip, kemudian karena udah ga ada kerjaan lagi akhirnya saya dan cici masuk ke kamar tidur. Karena di kapal, jangan diharapkan kamarnya bagus dan lega ya.. Sebaliknya, kamarnya kecil, agak sumpek, dinding-dindingnya semua dari kayu, tapi ada kamar mandinya dan ada jendela untuk melihat pemandangan keluar.

Kamar Tidur

Kamar Tidur

IMG00969-20120323-0705

Pas malam mau buka koper, gembok koper saya ternyata jebol, sampe perlu panggil petugas kapalnya untuk ‘ngedongkel’ gembok itu. Akhirnya koper saya gembok-less deh dan nekatnya saya ga beli gembok baru. Untung pas hari terakhir, koper selamat sampai di Bandara Soekarno Hatta dengan keadaan utuh.

Malam itu, sepupu-sepupu yang lain masih leseh-leseh di dek atas sambil ngobrol-ngobrol dan menikmati langit malam Halong Bay, sementara saya dan cici menikmati alam mimpi.

Hari Keempat

Hari ini Junk kami sempet mangkal d tengah-tengah teluk untuk turun ke salah satu pulau untuk melihat-lihat. Jadi kami naik sampan kecil menyusuri teluk, sebelum kemudian sampai di pulau yang dituju. Dalam perjalanan kami ketemu banyak sampan yang dijalankan penduduk lokal, yang menjual makanan kecil.

Sampan Tukang Jualan Makanan

Begitu turun pulau, ratusan turis sudah mengantre untuk naik ke tangga yang terbentang tinggi sampai ke atas. Naiklah kami semua pelan-pelan karena tangganya cukup terjal. Setelah sampai di atas, pemandangan seluruh Halong Bay terbentang indah dengan warna airnya yang agak turqoise itu. Cakep nian.. Ga sia-sia berpeluh keringat naik berpuluh-puluh (atau beratus-ratus?) anak tangga. Setelah itu kami mulai masuk ke goa yang ada di pulau itu. Ditunjukkin berbagai macam bentuk-bentuk aneh sih yang terbentuk di dinding-dinding goanya, tapi kreativitas saya memang kurang kenceng sehingga ga pernah bisa melihat bentuk yang dimaksud. Setelah melihat stalagtit, stalagmit, beberapa batu bercahaya yang disinari laser dan foto-foto, kami keluar dari goa dan kembali ke kapal. Beberapa kios tempat berjualan souvenir berjejer di bawah, menanti para pembeli tapi sayang kami cuekkin.

IMG_4962

IMG_5021

IMG_5019

IMG_5065

IMG_5041

IMG_4970

IMG_5060

Setelah itu kapal pun kembali ke tempat bertolak kemarin, kami turun dan kembali ke kota, sebelum lunch dulu di Halong, lagi-lagi seafood. Kotio pertama sempet masuk angin nih dan sakit, sampe muntah-muntah. Untung setelah dikasih Tolak Angin, langsung mendingan.

Habis itu kalo ga salah sempet mampir di toko mutiara untuk liat-liat, dan saya beli satu kalung mutiara. Tau ga, duit di sini udah mulai menipis loh, sampe saya kudu pinjem-pinjem sama O’o dan cici. Terus abis itu sempet ke toko souvenir juga, gede banget tempatnya, jual mulai dari hasil kerajinan khas Vietnam, baju-baju, perhiasan, dll. Saya sempet beli baju Cheongsam ala Vietnam dan beberapa kerajinan sulam yang dikerjakan oleh anak-anak yang cacat fisik di sini. Walaupun kemampuannya terbatas, hasil sulamannya cantik dan bagus banget, dan dijual dengan harga yang cukup mahal juga.

Hasil sulaman anak-anak yang cacat fisik.. Beautiful, isn't it?
Hasil sulaman anak-anak yang cacat fisik.. Beautiful, isn’t it?

Sudah deh habis itu sore kami naik pesawat lagi untuk balik ke HCM. Hotelnya kebetulan dapet yang lumayan bagus dan modern di HCM, dan yang pasti ga ada suara-suara aneh lagi. Saatnya berpisah dengan Mii, local guide kami selama di Hanoi dan Halong Bay.

Hari Kelima

Pagi ini kami ke Benthanh Market, itu tuh tempat belanja terkenal kayak Mangga Dua-nya Vietnam. Saya agak lupa tempatnya kayak apa, tapi yang pasti kurang menarik deh. Yang ada kami malah ke mall kecil deket hotel dan belanja di sana, sampe bando yang biasanya berlimpahruah di Jakarta aja, kami beli di sana, ampuun. Saya juga beli beberapa kartu ucapan cantik yang unik, dibikin handmade, yang banyak dijual di pinggir jalan. So temanya today adalah belanja dan belanja abisin duit (padahal duitnya udah minjem-minjem ke semua orang).

Sightseeing today cuma ngelewatin Kantor Pos dan gereja-gereja aja, tapi ga mampir turun. Oh ya selama trip ini kami juga ga ngunjungin Chu Chi Tunnel yang tersohor itu karena O’o pertama kalo ga salah udah pernah pergi, dan katanya kurang menarik. Jadi kami percaya aja dan pass.

Sore hari kami udah check out dan berangkat ke airport, kembali ke Jakarta. Jujur tour kali ini secara itinery kurang berkesan ya, mungkin karena HCM dan Hanoi-nya “gitu-gitu” aja, dan Halong Bay menurut saya kok biasa aja ya, atau mungkin karena cukup berkabut sehingga pemandangan ga gitu keliatan. Tapi untungnya karena semua dijabanin bareng keluarga besar yang rame dan riuh, perjalanannya tetep terasa menyenangkan. Kebersamaannya menang di siniπŸ™‚

Sayonara Vietnam..

** Foto-foto lain bisa dilihat di Album -> Travelling -> Vietnam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY πŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘΄πŸ‘΅πŸ‘ΆπŸ‘±
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah πŸŽ‚

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❀πŸ‘ͺ❀ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue πŸ˜—

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan πŸ“· : @lieta73 πŸ˜€ Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake πŸŽ‚ by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? πŸ˜€

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,710 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2013
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: