Fanny Wiriaatmadja

Killing Season – It Hurts!

Posted on: August 6, 2013

J2705_KillingSeason_OneSheet_48F.indd

Congratulation for Killing Season, untuk menjadi salah satu nominasi film tersadis di tahun ini dengan segala aksi kekerasannya. Tapi entah kenapa, sedikit rasa puas muncul di pojok hati selesai menonton film ini. Well film yang bagus memang film yang mampu menguras emosi penonton kan, termasuk menciptakan nuansa ketakutan dan kengerian seperti yang sukses ditebarkan oleh film ini?

Cerita berawal tentang Perang Bosnia yang berkecamuk hangat tahun-tahun itu dan bagaimana para tawanan perang dibunuh satu per satu, termasuk (rencananya) John Travolta. Sayangnya perwira yang seharusnya mengeksekusi penembakannya mengalami keraguan di detik-detik terakhir sehingga peluru yang seharus menembus kepala John, meleset ke punggungnya, membatalkan secara otomatis misi malaikat kematian dan membawa John hidup baru dalam kecacatan setelah itu, tidak sanggup bicara dan bergerak, dan untungnya ditemani oleh seorang perawat yang disukainya, yang berhasil membantunya memulihkan diri, termasuk belajar bicara lagi.

Berbelas-belas tahun hidup dalam dendam kepada perwira yang menyebabkannya cacat, suatu hari John berhasil menemukan data dan identitas Robert De Niro, si penembak. Dimulailah aksi balas dendamnya dengan menyatroni De Niro di sebuah rumah peristirahatan indah di daerah pegunungan. Setelah memulai perkenalan dengan baik, menit berikutnya hubungan baik mereka diputar 180 derajat ke peristiwa saling memangsa dan membunuh dengan menggunakan senjata perburuan masing-masing, dipicu oleh dendam Travolta. Adu licik, adu strategi dan adu pintar semua dikerahkan untuk memenangkan pertarungan ini dan bertahan hidup, berujung pada adu score saling menyamakan kedudukan dalam aksi-aksi penyerangan satu sama lain. Siapakah yang berdiri sebagai pemenang pada akhirnya? Terbalaskankah dendam Travolta?

Saat melihat trailernya, film ini mestinya akan sukses menarik perhatian kita dengan menyiratkan secara eksplisit pertarungan antara dua bintang berkelas Travolta dan De Niro. Di awal-awal film terutama di sesi perkenalan mereka, adegan perbincangan dua sahabat baru ini benar-benar nyaris membuat saya meninggalkan ruangan bioskop saking bosannya, bak menikmati omong kosong ala tahi kucing yang tidak ada habisnya. Peran Travolta sebagai seorang yang bermulut besar juga sukses membuat saya hampir mati boring sekaligus menimbulkan rasa syukur karena di kehidupan nyata rasanya belum pernah ada sanak saudara yang secerewet itu. Bagai mengerti rasa hati De Niro yang terlihat lumayan enggan juga menanggapi semua ocehan Travolta.

killing-season-trailer

Setelah itu, masuk ke pagi berikutnya dimana mereka janjian untuk berburu bersama, mulailah segala kedataran dan kebosanan berganti peran dengan ketegangan. Kejar-kejaran, tembak-tembakan dengan busur dan senjata lainnya semuanya memenuhi detik demi detik film ini, dan semuanya punya tingkat kesadisan di atas rata-rata. Saya yakin semua penonton terutama penonton wanita setidaknya pasti berjengit, memejamkan mata, memekik pelan atau memaki dalam hati minimal sekali, melihat scene demi scene yang berlangsung.

Saya spoilerkan saja beberapa ya :
• Travolta menembakkan panah ke kaki De Niro, sampai tembus dan menimbulkan bolong di kakinya sebesar diameter si anak panah. Setelah itu panah tersebut dicabut (ini saja sudah bikin bulu kuduk merinding), kemudian sebuah tali/kawat tipis dimasukkan ke lubang di kaki tersebut sampai tembus (menggantikan panah tersebut), dan kedua ujung tali/kawat tersebut diikatkan dengan keras (darah mengucur deras saat ikatan dikencangkan), kemudian De Niro digantung terbalik dengan kaki di atas, menggunakan tali tersebut sebagai tumpuan, OMG! Di scene ini tidak lupa sang penulis menambahkan keterangan melalui dialog Travolta, bahwa otot betis sangat kuat sehingga mampu menahan berat badan De Niro lewat tali/kawat tipis itu tanpa merobeknya. Sadis tingkat advanced!
• Pembalasan terjadi saat De Niro berhasil meloloskan diri dengan ajaibnya kemudian balas memanah pipi Travolta dari jarak jauh, sehingga panah sukses menembus pipi kiri, masuk ke lidah, dan akhirnya keluar lagi dari pipi kanan dan menancap di pintu. Travolta pun “tergantung” mengerikan di panah tersebut dengan lidah yang bolong. Tidak lupa setelah itu, De Niro mencabut panah tersebut dengan sadisnya, mengikat Travolta, kemudian membuat campuran lemon dan garam dengan takaran tidak masuk akal dan menyiramkannya ke luka di pipi dan mulut Travolta tersebut sampai korban menjerit-jerit histeris dalam kesakitan.
• Aksi dilanjutkan dengan saling membalas lagi, kira-kira score terakhir adalah 2-2 sebelum film masuk ke scene penghabisan.

Demikian sekilas aksi-aksi sadis yang dibeberkan di film ini. Membacanya tentu akan menghasilkan efek yang berbeda dengan menyaksikannya langsung, jadi saran saya bagi adrenaline junkie, harap segera menonton film ini sebelum dia turun digusur dengan tidak hormat oleh blockbuster lain di summer season ini.

Well di luar kesadisannya, sebenarnya tema cerita film ini cukup menarik, apalagi digaransi dengan kehadiran Travolta dan De Niro yang seolah menjanjikan jaminan mutu.

Beberapa yang saya suka dari film ini :
• Muka pucat De Niro saat pertama kali dia kena panah Travolta. Wow bibirnya yang ungu pucat terkesan natural sekali, khas orang yang kehilangan banyak darah ditambah menderita shock. Bagian make-up artistnya perlu diacungi jempol.
• Tingkat kesadisan yang berhasil mengoyak sisi humanisme para penonton. Keren, didukung oleh acting yang cukup bagus dari Travolta dan De Niro (*aksen Travolta di film ini mengingatkan saya akan Gru di Despicable Me). De Niro cukup berhasil membawakan sosok ex pensiunan tentara yang mengalami tekanan batin pasca perang dan mengalami stagnasi hubungan dengan keluarganya, sementara Travolta dengan dendamnya cukup sukses memperlihatkan kegilaan dan kesadisannya.
• Background lokasi yang sangat cantik dengan view mempesona, yang sangat kontras dengan aksi brutal dan berdarah dari kedua tokoh utama ini.

Sebaliknya, beberapa hal yang cukup mengganjal :
• Memang sih kedua tokoh ini dikisahkan memiliki latar belakang sebagai prajurit perang yang cukup mengerikan, tapi segitu kuat dan tangguhnyakah stamina mereka berdua, berkali-kali berhasil lolos dari maut saat terkena tembakan panah di tempat-tempat vital plus kehilangan darah luar biasa banyak, ditambah semua itu terjadi lebih dari satu kali?
• Ending yang cukup mengecewakan, dimana dendam belasan tahun berakhir dengan penerimaan dan kepasrahan yang dihasilkan dari sebuah pengakuan dan cerita yang sebenarnya tidak perlu menunggu sebegitu lama untuk dikisahkan karena sebenarnya tidak ada rahasia atau twist apapun.

Anyway again apapun plus minusnya, di akhir film tetap saya puas dan hepi menonton film ini. Ini adalah “guncangan” versi lain dari Conjuring, sebuah shock therapy yang sesekali perlu buat jiwa untuk membuatnya lebih menghargai hidup damai yang kita punya sekarang ini.

Score : 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design Yg masak mau kawin tampaknya.. #bintanggading #pik #elanglaut #noodle #bakmi #pork #porknoodle #asinbangetyangdisini 😲😝😖😕 Tryin' this just now.. Agak kecewa.. rasanya flat banget dan ga ada wangi2nya.. istilah gw : rasanya cuma di lidah dan ga nyampe' ke hidung 😅

However teksturnya bener lembut dan agak basah, jadi gak seret kayak kue bolu.

Suggestion : mending rasa matcha-nya ketimbang original cheese cakenya. Rasanya lebih intense.

#fuwafuwa #cheesecake #pik #elanglaut #kue #cake #dessert #japan Kemasannya lutjuuu 😄 #samyang #samyangcheese #instantnoodle #korea #mieinstant #mujigae #pluitvillage #bulgogi #koreanfood #kimchi #chicken #dinner #food #instafood #tiramitsu ala my sister 
#cake #handmade #baileys #dessert Lunch batch 1, diikuti nasi padang #kalimantan #noodle #bakmi #pontianak -> supercool ❤😶😶😶❤ #tyrionlannister #tyrion #gameofthrones #georgerrmartin #series #lannister #biarceboltapikece Happy playin' with the new playmat and fence *for only 10-15' and then yellin' askin' to get out

All is rented via @gigel.id

#playmat #fence #cobyhaus #baby #aimee 🐳🐋🐬🐟🐠🐡 #sulawesi #megakuningan #seafood #parape #ricarica #dinner #squid #crab #soka #makassar 🐷🐖🐽 #babipanggang #pork #pig #food #brunch #asemka #gataunamatempatnya 😶😶😶 #halloween #latepost #gardin #bali  #green #greenery #traveling Coffee? No, please.. #gadoyan #inipunyasuami #coffee #seniman #senimancoffee #bali #ubud #cafehopping #wisatakulinerbali #wisatakuliner #traveling 🌙🌛🌜☁⭐ #selfie
#smile 
#goodnite
#seeyoundari May our path cross again in the future @alicia_tibob 
#farewell #sundari #alfalaval #hrd #teamwork 🐷🐖🐽 #porkbelly #pork #porkneverdies #bali #slipperystone #greek #food #instafood #travelling #dinner #cafehopping

Blog Stats

  • 404,271 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

August 2013
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: