Fanny Wiriaatmadja

The Antagonist & The Novelist

Posted on: July 16, 2013

Novel

Itu pagi yang sangat cerah, ketika Danu bersiul-siul memasuki ruangan kantornya, sebelum kemudian berhenti mendadak baik dalam segi siulan maupun langkah karena melihat sebuah surat dengan amplop tidak wajar di mejanya. Jantungnya berdegup. Again. Surat ini lagi.. Ini kali kedua dia menerimanya; yang pertama adalah dua hari lalu, dan dia sama sekali tidak suka isinya.

Perlahan diraihnya surat itu dan dikeluarkan, kemudian dibacanya. Degupan jantungnya masih sama keras dan kencangnya. Bulir keringat muncul setitik. Pengikutnya pasti akan banyak, berebut membanjiri keningnya. Dan sesuai dugaannya, itu surat kaleng yang sama dengan hari-hari lalu. Ancaman yang sama, isi yang sama. “Aku tahu kecuranganmu. Hentikan itu atau aku laporkan. Semua demi kebaikanmu sendiri.”

Tangannya mulai bergetar dan berkeringat. Basah. Tidak nyaman. Sama seperti hatinya yang gelisah tak terbendung. Siapapun orang ini, dia serius, dan pasti tahu semuanya. Nama demi nama bertaburan di otaknya, praduga dan tuduhan mulai berkecamuk di benaknya. Siapa yang kira-kira cukup tidak menyukainya untuk melakukan semua ini?

Ya, Danu memang melakukan penggelapan dana perusahaan mulai sebulan lalu, saat sebuah sistem baru diterapkan di kantor dan sebagai penggagas, dia menemukan celah dalam sistem yang tidak diketahui siapapun untuk melakukan penggelapan itu. Main api yang ternyata nikmat dan nagih, sehingga berkali-kali dia lakukan lagi, makin hari dengan jumlah dana yang makin tinggi, tapi tetap dalam batas supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Apalah artinya belasan jutaan dibanding dengan triliunan?

Sekarang si pengirim surat kaleng ini tahu. Danu pucat pasti. Mungkin ini memang teguran dari Tuhan. Teringatlah dia akan wajah istrinya, wajah anaknya yang setiap sore menyambutnya dengan senyum merekah. Mereka semua sayang padanya, bangga padanya. Apa harus dia melakukan semua ini? Duit ini toh tidak juga membuat mereka lebih bahagia walaupun bisa digunakan untuk jalan-jalan ataupun membelikan mainan baru buat si kecil. Istrinya malah mulai bertanya-tanya waktu mendadak dia merencanakan liburan sekeluarga ke Bangkok bulan depan.

Dia tercenung. Termenung. Terdiam. Terpaku. Berpikir. Menelan ludah. Menggeleng. Hampa. Shock. Takut. Ngeri.

Dan dalam hitungan jam diamnya itu, dia tahu dia harus mempertahankan integritasnya. Ya, memang si pengirim surat kaleng membuatnya ketakutan. Benar. Tapi dia bersyukur nyalinya cukup kecil sehingga surat tadi ampuh untuk menegurnya. Sepertinya memang sudah saatnya berhenti sebelum semua terlanjur dalam. Sebelum dia meniru Rumors dengan lagu teranyar mereka, “Butiran Debu” : Terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Dia tersenyum pahit. Lagu bodoh yang seakan jadi ramalan untuknya.

Kini dalam hitungan hari, dia sadar dan tercelik, dipicu oleh rasa takut. Sungguh dia masih bersyukur. Maka detik itu dia memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Dia hanya ‘penjahat’ amatiran yang memang tidak punya hati berandalan. Dan dia ingin hidup tenang, apalagi bersama keluarganya. Dana yang diambilnya memang sudah terpakai, dan dia sungguh buntu untuk mengembalikannya lagi. Tapi yang penting dia bertobat dan tidak melakukan lagi kan? Dia berdoa semoga itu cukup. Semoga dosanya terampuni.

Surat itu tidak datang lagi berhari-hari. Danu lega. Melangkah dalam mantap, membuka lembaran baru. Sampai kemudian di sebuah hari Jumat, dia menemukan amplop yang sama lagi. Dia pucat pasi. Tulisannya hampir sama tapi lebih panjang. Dan lebih menakutkan.

“Beri aku uang atau aku adukan semua penggelapan dan uang yang tidak bisa kamu kembalikan itu.”

Danu terduduk lemas. Ya Tuhan, apakah pertobatannya tidak cukup? Apakah harus ada hukuman seperti ini? Dia mengurut-ngurut kepalanya dengan panik. Tenang.. Ini hanya ancaman. Ini hanya ancaman. Aku sudah tidak melakukannya lagi. Tapi uang itu.. Uang yang sudah digelapkan dan dipakainya, yang sungguh dia yakin tidak bisa dia kembalikan. Kalaupun bisa, dia tidak tahu caranya tanpa membuat aksinya itu terdeteksi oleh perusahaan. Sistem tidak mengakomodir pengembalian dana. Dia sudah mencoba mencari. Tidak ada possibility untuk itu.

Ya Tuhan…. Neraka apalagi ini?

Dia berusaha mengabaikan surat itu. Dilakukannya penyelidikan, mulai dari menanyai satu-satu orang yang kemungkinan pernah masuk ke ruangannya, tapi tidak satupun usahanya berbuah. Entah si penulis surat kaleng memang pandai atau dia sejenis makhluk halus yang tak berwujud.

Dua-tiga hari kemudian, surat yang sama muncul, kali ini dengan tuntutan lebih intense dan ancaman yang makin menyeramkan. Dan frekuensi munculnya makin sering hari demi hari. Danu akhirnya frustrasi dan resign.

* Cerita Selesai

_______________________________________________________

Suatu hari di sebuah kafe kecil di pinggir jalan

Novelis 1 : “Hei, apa kabar novelmu?”

Novelis 2 : “Hmmmh.. too bad..”

Novelis 1 : *mengangkat alis

Novelis 1 : “Ada apa? Aku dengar ceritanya cukup menarik..”

Novelis 2 : “Yeah, tapi tokohku membelot..”

Novelis 1 : “Ng? Kok bisa?”

Novelis 2 : “Yah, terlalu menghayati peran. Aku hanya tugaskan dia untuk memerankan tokoh protagonis, tapi dia ketagihan dan bablas.. Dia melangkahi semua plot yang sudah kuatur..”

Novelis 1 : “Oh, Dear..Β  Apa sebenarnya yang terjadi?”

Novelis 2 : “Yeah, tokoh ini seharusnya hanya mengirimkan surat kaleng untuk menyadarkan tokoh utamaku di novel ini. Perannya sudah selesai setelah tokoh utamaku sadar dan bertobat. Tapi orang ini kemudian membelot dan meneruskan peranannya sendiri, tanpa seijinku. Dan dia ketagihan berperan sebagai penulis surat kaleng. Dia mulai merajalela kehilangan kontrol, dan mulai mengirimkan surat ancaman yang makin menyeramkan hari demi hari.. Dan akhirnya tokoh utamaku Danu pun resign. Resign di cerita dan resign dari novelku.. Aku pikir aku harus mencari ide dan plot lain.. you know, trying to make a new one.. Mulai dari nol lagi..”

Novelis 1 : *menepuk bahu Novelis 2

Novelis 1 : “Sabar ya.. it could happen sometimes.. tokoh-tokoh yang tidak dewasa, yang menginginkan peran dan porsi lebih.. you know they do exist.. Next time hati-hati saat audisi tokoh..”

Novelis 2 : “Yeah.. Thanks.. pelajaran buatku..”

Novelis 2 : *tersenyum kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY πŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘΄πŸ‘΅πŸ‘ΆπŸ‘±
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah πŸŽ‚

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❀πŸ‘ͺ❀ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue πŸ˜—

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan πŸ“· : @lieta73 πŸ˜€ Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake πŸŽ‚ by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? πŸ˜€

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,710 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: