Fanny Wiriaatmadja

Performance vs Potency

Posted on: April 29, 2013

Screen_shot_2010-08-25_at_12_57_13_PM

Ngomong-ngomong soal Talent, kemarin itu saya ikutan jadi observer di sesi training untuk level management di kantor, yang topiknya adalah tentang Coaching. Lumayan untuk merefresh lagi materi HR yang satu ini, terutama soal Talent-nya.

At the end saya melihat para peserta masih kebingungan soal definisi talent. Sebenarnya yang disebut talent itu apa dan siapa sih?

Lagi pingin berbagi aja sih tentang talent dan coaching sesuai dengan yang pernah saya dapat dan belajar.

Talent dalam dunia kerja bukan didefinisikan dan diartkan secara harafiah : talenta ya.. jadi kita bukan bicara soal talenta yang ada dalam diri seseorang, melainkan bicara tentang ORANGnya.
Talent adalah orang yang memiliki kompetensi/kemampuan di atas rata-rata sehingga memampukan dia untuk perform sangat baik dibanding dengan orang-orang di sekelilingnya (average performer) -> ini sih definisi kasar saja ya :p

Untuk mendefinisikan Talent sendiri, kita harus bagi dua antar Performance dan Potency serta kombinasi yang mungkin terjadi antara kedua hal ini.

* Low Performance dan Low Potency
Orang ini biasanya kita sebut Deadwood alias diapa-apain lagi juga ga bisa. Kerjaan ini-itu ga beres, ga ada motivasi, ga bener, dll, you name it. Perusahaan yang sadis dan punya banyak duit dan berani, akan langsung cut orang ini seperti my former company. Company kayak gini berani bayar sampe miliaran untuk pesangon buat orang ini, asal orang kayak gini ga lagi kerja di perusahaannya, biarpun dia ud bertahun-tahun mengabdi di situ. Daripada punya 1 karyawan ndablek yang takutnya bisa nularin kendablekannya ke karyawan lain, perusahaan lebih pilih keluar duit untuk ‘membinasakan’ orang seperti ini. Antara kasihan dan ga kasihan sih.. yang kebagian susahnya tentu saja HR yang harus ngomong baik-baik sama orang ini dan menghadapi kemarahan, makian, tangisan, dll. Akhirnya pulang kerja langsung ga napsu makan karena berasa baru mengakhiri hidup seseorang, apalagi kalo orang itu punya anak istri yang harus dihidupi.

Buat perusahaan yang memang ‘chicken’ (saya hanya pake istilah ini secara ekstrim), penyelesaian untuk membuang orang ini tentu adalah dengan cara menyudutkannya. Dibuat se-nggaknyaman mungkin di kerjaannya, supaya dia ga tahan dan akhirnya resign. Ini praktik yang lazim di company kan? Part of politik kantor. Ditempatin atasan baru yang kejam, dipindahin ke bagian lain yang ga dia suka, dimutasi ke cabang lain yang terpencil, dan sebagainya. Segala upaya bisa dilakukan untuk menyingkirkan orang macam ini. Kejam banget ya.. again, yang dilema adalah HR yang menghadapi situasi ini. Nurani bicara bahwa itu salah, tapi kadang HR ga bisa mencampuri internal semacam ini, apalagi kalo user yang punya power yang sudah bicara, maka diam bungkamlah HR menerima dengan pasrah, melihat aset-aset di perusahaannya, diperlakukan semacam itu.

Gimana cara mengatasi orang semacam ini? Di-coaching udah, ditegur udah, dikasih kesempatan udah, tapi masih mandek.. Ya kalo memang sudah semaksimal mungkin usaha me-manage-nya, mungkin bisa dikatakan dia ga berjodoh di sini.. di luaran setelah ga bekerja, bisa aja dia sukses berwirausaha atau bekerja di tempat lain. ‘Low Potency’ label itu kan kita berikan ke dia dalam kondisi di mana dia bekerja di perusahaan kita. Mungkin perusahaan kita is a very-fast-moving company, dan dia ga bisa mengikuti irama kerjanya. Saat dia bekerja di company lain yang lebih kecil, lebih slow-pace, who says dia ga bisa perform dengan baik? So mungkin dengan dia ga di perusahaan kita, justru potensinya bisa muncul

* Low Performance dan High Potency
Me-manage orang semacam ini tentu lebih mudah dibanding Deadwood di atas. Kenapa orang yang semestinya punya potensi, bisa punya low performance? Penyebabnya tentu macam-macam. Penyebab utama yang paling sering adalah ketidakcocokan dengan pekerjaan. Orang Sales disuruh jadi Admin, tentu saja beda banget dunianya. Mungkin waktu petama kali direkrut, orang ini butuh duit sehingga semua pekerjaan apapun dia terima walaupun dia ga suka. Atau sebaliknya perusahaan yang sedang dalam kondisi sangat butuh orang, sehingga orang jenis apapun yang penting cukup bagus, direkrut tanpa menelusuri/tanpa peduli lebih dalam mengenai minat serta profil dan kecocokan dengan pekerjaannya. Akibatnya orangnya ga perform deh di kerjaannya..

Penyebab lain kenapa orang potensial ga perform, misalnya Ybs. sedang ada masalah di keluarga/kerjaan, atau ga cocok sama atasannya sehingga terdemotivasi saat bekerja dan menghasilkan low performance. Macam-macam deh sebabnya. Yang pertama harus dilakukan tentu menganalisa kenapa orang yang terlihat bagus, tapi performancenya rendah. Setelah tahu sebabnya, baru dicari jalan keluarnya.

Sekarang gimana kita tau dia punya potensi? Hal ini bisa terlihat misalnya saat bicara dengan Ybs. Kita bisa liat cara pandangnya, smart-nya dia, komunikasi dan interpersonalnya yang bagus, hasil-hasil test-nya, IQnya, histori prestasinya dan masih banyak lagi. Jadi kita juga ga bisa sembarangan menjudge orang ini High Potential. Harus ada track record dan buktinya juga.

Yang juga sulit adalah menelusuri sebenarnya di mana potensinya. Kita tau orang ini ga bisa perform di pekerjaan sekarang, so how? Sementara dalam dailynya, kita sebagai atasan tahu dan yakin bahwa dia sebenarnya punya potensi. Ya tinggal caritahu saja dimana potensinya. Kalo kita lihat dia mentok di Admin padahal dia sangat bagus dalam berkomunikasi dan meyakinkan orang lain, coba dikasih kesempatan di bagian Sales. Barusan itu hanya contoh ekstrim saja ya. Ga gampang melihat dan meyakini potensi seseorang ada di mana, karena kadang orang itu sendiri aja belum tentu sadar dan aware, apalagi orang lain yang ga 24 jam selalu bersama dia. Kendala lain adalah apakah perusahaan mau mengakomodir untuk orang-orang dengan zero experience, untuk mulai mencoba di bidang yang baru? Dalam case Admin yang mau pindah ke Sales tadi, belum tentu orang Sales mau menerima orang yang buta di bidang Sales. Buntut-buntutnya ni orang baru akan dianggap ngabisin waktu mereka untuk ngajarin, dan belum tentu berhasil 100% bisa perform kan di dunia Sales. So di situlah susahnya. Anyway kalo kita ga coba kita ga akan tau kan keberhasilannya seperti apaπŸ™‚

* High Performance dan Low Potency
Orang-orang semacam ini juga ada lho.. ini orang yang biasanya hanya jagoan di satu-dua jenis kerjaan saja, dan memang sulit untuk dikembangkan atau di-develop ke responsibility yang lebih tinggi atau lebih luas. Misal, seorang Admin yang memang sangat jago di Excel. Ybs. bisa perform luar biasa di pekerjaannya, menyajikan data dalam bentuk yang diinginkan, dalam waktu supercepat dengan kemampuan formula Excelnya yang amazing. Pivot, lookup, semua jadi makanan sehari-hari. Ybs. bisa perform di pekerjaannya tsb. dengan baik karena memang terbiasa dan bakatnya di situ. Tapi ketika kita coba kembangkan lagi ke tingkat lebih tinggi misal supervisory level atau kerjaan lain, ternyata performancenya menurun drastis. Jadi memang dia high performer di kerjaan yang sekarang saja, dan low potencial untuk dikembangkan lebih lagi.

Intinya memang dia hanya akan bagus di kerjaan yang sekarang saja. Ini kondisi yang lumayan sulit, karena company kesulitan mengembangkan dia dan dianya juga mungkin akan merasa ga diperhatikan sama company. Solusinya adalah tetap diikutsertakan dalam program-program pengembangan. Siapatau ada bidang yang ternyata cocok buat dia, untuk development ke depannya, hanya saja kita belum berikan kesempatan. Solusi lainnya, carikan dia bidang/pekerjaan yang mirip-mirip dengan nature pekerjaannya saat ini, dengan harapan dia masih bisa perform dengan baik. Jadi ada kesempatan berkembang dan mencoba hal baru juga, dan ga stuck di pekerjaan yang sama.

Untuk definisi talent sendiri, ada company yang menganggap orang jenis ini sebagai talent, ada juga yang bukan. Jadi memang berbeda-beda sesuai opini masing-masing. Kalau secara teori jujur gw kurang aware apakah orang ini dikategorikan talent atau bukan.

* High Performance dan High Potency
Nah, ini yang kita sebut STAR atau talent. Orang yang memang perform di pekerjaannya, dan memang punya potensi sehingga lebih mudah didevelop dan diberikan tanggung jawab lebih. Ini tentu saja perlu dijadikan prioritas untuk developmentnya oleh perusahaan. Efek negatifnya namanya Talent tentu ‘lebih mudah’ melompat, karena memang laku di pasaran, selalu dicari, dan punya kompetensi yang memang di atas rata-rata. Kadang perusahaan merasa berat mendevelop orang semacam ini, karena terpaku pada paradigma bahwa at the end orang ini akan pergi ke company lain, untuk apa buang biaya untuk invest habis-habisan di orang ini sementara at the end dia lari ke company lain? Menurut saya kalo berpendapat seperti ini ya ga akan ada habis-habisnya. Trainer di training Coaching kemarin sempat mengatakan hal yang sangat bagus. Namanya talent war atau perebutan talent antar company akan selalu terjadi. Yang penting adalah bagaimana mendevelop talent ini untuk tetap berkontribusi maksimal di perusahaan kita. Banyak orang bilang “dia talent tapi hanya bertahan di perusahaan 1-2 tahun saja, buat apa kita invest untuk develop dia”.. Padahal kalau mau dipikir, 1-2 tahun waktu yang singkat itu, kalau si talent bisa kita buat maksimal, dia akan kontribusi jauh lebih banyak dan berarti daripada orang yang bukan talent, yang stay di company 5-6 tahun. Jadi jangan pernah merasa sia-sia untuk mendevelop seorang talent.

Namanya resignation akan selalu terjadi; perputaran talent, perebutan talent, dsb. Kita sudah semaksimal mungkin untuk meretain para Talent ini, tapi kita ga akan bisa mencegah kalo mereka memang berniat keluar. Kita buatkan program dan benefit sebagus apapun, kalau memang mereka memutuskan untuk out ya pasti akan out. Solusinya adalah bagaimana kita siap menghadapi talent war ini dengan selalu ready dengan stock talent yang ada. Jadi begitu 1 talent resign, kita ga kelabakan setengah mati dan kebakaran jenggot, karena memang kita sudah siap dengan successornya. Itulah bagaimana memenangkan talent war. Challengenya ya gimana cara kita peka terhadap talent-talent potensial yang ada di dalam perusahaan dan bagaimana kita mempersiapkan mereka. Jangan pernah sia-siakan High Performance dan High Potency Talent!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,697 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Refreshing morning view
.
#view
#morning
#bandung
#mercure
#nature
#familyholiday I must get it!!
.
#aimee
#minnie
#baby
#mercure
#bandung
#holiday
#family Christmas is everywhere 🌲
.
.
#christmas #christmastree #bandung #bandungtrip #aimee #transluxuryhotel #instatravel #instababy FAMILY πŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘΄πŸ‘΅πŸ‘ΆπŸ‘±
.
.
#family #bandung #bandungtrip #transluxuryhotel #familyportrait Tempatnya loetjoe. That's it.
.
.
#dinner #bandung #missbeeprovidore #chicken #instafood #food Aimee and Koko Kael at the kids club

#aimee #baby #kidsclub #transluxuryhotel #bandung #holiday #family #kids Swimming!! 🏊🏊🏊
.
.
#aimee #baby #swimming #bandung #bandungtrip #holiday #family #transluxuryhotel Get ready for Aimee 1st traveling experience. We tried the easy one first, Bandung :) #aimee #baby #traveling #jalan2 #longweekend #bandung #family <<emosi>> Last nite dinner di Kopitiam, GI

#langsunghilangseleramakan
#kwetiau
#pucatpasi
#polosbanget
#dikitbanget
#4suaphabis
#emosi
#seginiplustehpajakdll70ribu 
#enakkankwetiaunyokapgw
#waiternyajelalatanlagi πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ 1 (foto) lagi dari Mayora.. #aimee #birthday #1yearold #perayaanbatchkedua #celebration #remboelan #plazasenayan #inlawfamily #ayeamakukuyeye Libby and Jamie card for Aimee 😁

#birthdaycard #birthday #aimee #kids #handmadecard #cousin #nephew #niece Libby's card for Aimee 😁

#kids #birthdaycard #cousin #niece #birthday #aimee #handmadecard It's almost Christmas, the most wonderful time of the year!! Last year I didn't enjoy all this season beauty as I'm stucked at thome post-birth. But now?? Yeay!! Mall to mall, get ready!

#christmas #decoration #themostwonderfultimeoftheyear #christmastree One of my favorite place. Tasty food, wide range of variety, reasonable price, beautiful and comfy atmosphere

#remboelan #restaurant #indonesianfood Masih edisi ultah πŸŽ‚

Headband by @bearbeecollection 
Dress by @galerieslafayette

#aimee #birthday #1yearold #white #baby #instababy #remboelan #plazasenayan #asyikdengansendokdansegalamacam Family is number one blessing

#aimee #birthday #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #keluargapala #remboelan #plazasenayan #whitebluedresscode ❀πŸ‘ͺ❀ 3 of us

#aimee #birthday #lunch #1yearold #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan Teeth and tongue πŸ˜—

#aimee #baby #laugh #birthday #1yearold #lunch #celebration #perayaanbatchkedua #remboelan #plazasenayan πŸ“· : @lieta73 πŸ˜€ Aimee mukanya kok penuh cela gitu si?

#aimee #baby #family #birthday #1yearold Aimee 2nd cake 🍰

A cake πŸŽ‚ by @ivenoven, a birthday cake I always want since errr.. forever?? πŸ˜€

#aimee #birthday #baby #1yearold #cake #ivenoven #winniethepooh #vanillanutella #vanilla #nutella

Blog Stats

  • 405,710 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

April 2013
M T W T F S S
« Feb   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: