Fanny Wiriaatmadja

Hongkong Trip

Posted on: April 17, 2013

Hongkong.. I’ve never been to this country, and glad that I can explore this together with my family..

Fase planning seperti biasa penuh dengan perubahan dan keraguan. Pemilihan flight, apalagi hotel, penuh perdebatan dan argumentasi ringan, yang kalau diingat-ingat sekarang, justru sebenarnya fun dan di situlah esensi trip planning, right?

We departed with Cathay Pacific, mengingat kami punya 3 children di rombongan ini, sehingga faktor kenyamanan perlu dijunjung agak tinggi di sini, apalagi mengingat this was not a short journey.. 4 hours.. And the kids adrenaline perlu dijinakkan dengan layar teve penuh film anak-anak :p

Untuk hotel, faktor kedeketan dengan akses transportasi public tentu jadi pilihan nomor 1. Again, karena kami dengan anak-anak, tentu kami ga bisa memilih hotel backpackers yang murah meriah itu. At least area hotel dan kamar harus bersih dan cukup luas, suatu faktor yang cukup sulit didapat mengingat hotel di Hongkong memang defaultnya cukup kecil dilihat dari sisi size.

Anyway setelah browse sana-sini, kami mutusin untuk menginap di beberapa hotel, dengan berbagai pertimbangan. The details of the reason will be explained later when we go through this journey story..

Untuk itinery juga kami susun sendiri, and we went for 6D5N. At the end waktu kami sudah pulang ke Jakarta lagi, kami sepakat bahwa perjalanan ini sungguh kurang waktu, and that we should add 1-additional day to this trip, especially for shopping-purpose. Girls!! :p

So, hari-hari menjelang keberangkatan dipenuhi upaya-upaya pembelajaran peta MTR, lokasi-lokasi objek wisata dan akses transportnya serta pembelian buku-buku Hongkong untuk lebih membuat diri merasa siap padahal sebenarnya ga gitu juga. Yah pokoknya segala macam usaha untuk membuat (atau menipu) diri kita menjadi lebih percaya diri menjalani trip sendiri ini.

OK, langsung masuk ke itinery keberangkatan aja ya.

HARI I

Hari pertama kami naik Cathay sekitar jam 9 pagi. Anak-anak (keponakan gw tepatnya) were so excited, sampai salah satu sakit dan sempat muntah-muntah. Untunglah setelah itu semua berjalan lancar. Believe it or not, koper cici kedua sampe 44,5 kg karena dia membawa blender, buah-buahan, makanan, dll (untuk kedua anaknya). Memang susah kalo sudah terbentuk jadi orang tua perfeksionis yang sangat memperhatikan gizi anak-anaknya. Untung kita rame-rame (total ber-7, 4 adult and 3 kids) sehingga bisa saling back-up baggage.

Perjalanan cukup lancar, anak-anak terhipnotis jadi super tenang disuguhi film-film princess dan Cars. Makanan Cathay kurang enak, below our expectations, but the bread is extremely delightful. Gw sendiri menghabiskan 4 jam itu salah satunya untuk nonton film cartoon Pirates something, which was quite nice and unique. I wonder whether it’s been released before or didn’t come to Indonesia. It’s a nice movie.

Sampai di Hongkong (sekitar jam 1 atau jam 2-an siang), kami spent waktu cukup lama untuk nunggu bagasi. Di airport banyak tap water tapi setelah minum beberapa teguk, we decided not to drink it anymore, secara bau kaporitnya nyata luar biasa. Setelah bagasi keluar, kami naik Airport Express, semacam kereta super cepat dari airport ke tengah kota dan sebaliknya (karena sudah dihitung-hitung bahwa ini akan lebih murah ketimbang naik 2 taxi). Perjalanan dengan Airport Express juga lebih cepat karena jalurnya memang khusus.

Sebenarnya di buku HK (Hongkong akan disebut HK selanjutnya, untuk lebih memudahkan kerja jari-jari ini dalam proses pengetikan) yang gw beli, katanya ada free shuttle dari airport ke kota, tapi karena kami juga udah diburu-buru waktu dan males nyari-nyari tahu lagi, akhirnya kami naik Airport Express tadi.

Counter Airport Expressnya cukup gampang dicari, di area airport dan di situ kami sekalian beli Octopus Card, kartu yang bisa digunakan untuk naik MTR berulang kali dengan sistem saldo. Saldonya HKD 100 dan ada HKD 50 pula di dalam kartu tsb. sebagai deposit (ga bisa digunakan, nanti bisa diambil lagi pada saat refund). Harga Octopus Card untuk anak-anak dan dewasa beda. Selain MTR, kartu ini juga bisa digunakan di Seven Eleven, bus-bus regular dan masih banyak lagi. Harga untuk Adult HKD 150, dan anak-anak HKD 70 (FYI 1 HKD that time adalah sekitar Rp 1,250).

Karena kami pergi di bulan Maret, hawanya masih lumayan enak di sini. Ga panas dan ga dingin juga. Tapi yang menyebalkan kami kena ‘hujan’ berkali-kali, sampai basah-basahan. Ceritanya nanti menyusul ya..

Airport Express akan berhenti di beberapa perhentian besar, dan waktu itu kami turun di HK MTR Station. Bus-nya bagus, full AC dan tentu saja ada tempat untuk menaruh bagasi. Sepanjang perjalananan, view-nya berganti-ganti antara terowongan gelap dan gedung-gedung serta laut.

Sampai di HK MTR Station (perjalanan sekitar 30-40 menitan), kami langsung antri naik taksi untuk ke hotel kami, which is sangat panjang dan kami spent time cukup lama lagi di sana. Sempet tanya-tanya ke orang-orang sekitar tentang lokasi hotel kami yang ternyata cukup jauh dari MTR station sehingga ga akan bisa dijabanin dengan jalan kaki. Sempet pengen coba naik shuttle bus ke hotel besar (ada beberapa shuttle dari station itu) dan nanti baru naik taksi dari hotel besar itu ke hotel kami, tapi sepertinya too risky juga dan akhirnya kami tetep nunggu antrian taxi, hampir 1 jam lebih.

Setelah dapat taxi (dua taxi), kami langsung meluncur ke hotel Hongkong YWCA Garden. Hotelnya cukup bagus dan kami sengaja pilih hotel itu karena dia cukup dekat ke The Peak, objek wisata yang sore itu hendak kami kunjungi. Hotel ini letaknya di area HK-nya. Hotelnya bersih dan sangat modern.

P1070075

Omong-omong soal taxi, para taxi driver HK nyetirnya cukup gila-gilaan dan sering nge-rem mendadak, tapi taksinya sendiri cukup lega dan di depan (di samping driver) bisa duduk dua orang saking leganya (atau at least 1 adult dan 1 child). Tips untuk taxi, karena sebagian besar supir ga bisa berbahasa Inggris dan masing-masing hotel punya nama kanton, lebih baik bawa 1 kertas bertuliskan nama hotel dalam bahasa kanton, supaya yakin bahwa supir taxi tahu tujuan hotel kita, karena mereka belum tentu mengerti nama hotel dalam bahasa inggris, baik itu dalam tulisan maupun omongan. Nama hotel dalam bahasa / tulisan kanton bisa di-google, atau kadang ada juga di website-website seperti Agoda/Booking.com (nama kanton hotelnya biasanya tertera di bawah nama bahasa inggrisnya).

Untuk taxi juga setiap koper akan kena charge, kalo ga salah HKD 5 (lupa juga) dan setiap melintasi jalan bawah laut tertentu akan ada charge tertentu juga (contoh dari HK ke Lantau Island, tempat Disneyland, dimana kita harus lewat jalan bawah laut). Ongkos taxi secara general cukup mahal kalo dicompare dengan Jakarta (iya lah), tapi cukup worth it kok.

Sampai hotel, check in cukup ketat, semua tamu yang menginap dan passpor harus didaftarkan. Waktu itu karena kami hanya pesan 2 kamar untuk ber-7, kami ga berani daftarin semua nama, dan akhirnya ‘ngibul’ hanya daftarin 5 nama karena takut ga boleh masuk/di-charge untuk kamarnya. Habis itu kami naik lift masuk kamar secara bergantian supaya ga terlihat sekaligus banyak orang masuk kamar.

Begitu masuk kamar, kami lumayan shock sih secara kamarnya sempit dan kecil banget (walaupun modern dan bersih) dan langsung pusing tujuh keliling gimana tidurnya. 2 kamar untuk 7 orang, itu akan setengah mati banget. Akhirnya kami turun-turunin kasur dll, dan agak mendingan dikit sih. Malam itu tidurnya lumayan sengsara deh.

Oh ya di hotel kita sempet ketemuan sama seseorang yang kenalan sama cici gw via internet dan dia jual tiket-tiket atraksi di HK seperti Ocean Park dan Disneyland dengan harga lebih murah. Sempet agak ragu dan ngeri juga sih, tapi karena kita liat dia cukup bisa dipercaya, we decided to buy directly from her. Transaksi jual-beli itu terjadi di hotel. So tiket Ocean Park dan Disneyland aman sudah di tangan.

Setelah beres-beres sebentar (lama sih sebenernya secara cici gw manas-manasin sayur dulu buat anaknya dan suapin anaknya makan dulu, terus ada yang mau pup dulu dll), akhirnya around 4.30 PM baru kami bisa jalan keluar. Kami tanya jalan menuju The Peak Tram, loket untuk beli tiket naik keretanya, dan setelah puter-puter sedikit, kami ketemu dengan satu antrian super panjang yang ternyata adalah antrian tiket The Peak.. jadilah kembali kami mengantri.. topik hari ini sepertinya tentang mengantri. Cukup mudah kok untuk ketemu lokasi tiket The Peak Tram ini, intinya sih tinggal tanya sana-sini aja sama orang-orang :p

IMG_20130330_203505

Setelah antri hamper 1,5 jam, akhirnya kami masuk ke The Peak, dan saat itu bisa dibilang sudah malam dan gelap. The Peak is kita naik kereta yang jalan miring (kemiringan sekian derajat) ke atas, menuju ke puncak (The Peak) untuk melihat pemandangan HK dari atas. Di sepanjang jalan menanjak itu kita juga bisa melihat view kiri-kanan kota HK. Karena sudah malam, viewnya otomatis hanya lampu-lampu saja sih, tapi cukup cantik kok.

Kita bisa pilih paketnya di sini, misalnya mau naik The Peak saja atau The Peak + Sky Terrance (semacam tempat berbentuk cawan untuk liat pemandangan kota HK), atau +Madame Tussaud Museum juga. Waktu itu karena sebagian besar dari rombongan gw sudah pernah ke Madame Tussaud dan anak-anak toh sepertinya akan sia-sia kalau ke sana, kita hanya pilih paket The Peak + Sky Terrace saja.

IMG_20130330_202832

Sampe atas kita naik ke Sky Terrace untuk bisa melihat pemandangan kota HK secara keseluruhan. Ada teropong (harus bayar), dll. Intinya sebenernya ga ada apa-apa sih dan hanya liat view saja. Ga sampe 20 menit kami sudah turun. Dari stasiun The Peaknya sampai ke atas, Sky Terrace, kita harus naik escalator berlantai-lantai, cukup tinggi.. jadi semacam plaza/mall kecil sih bentuknya. Di salah satu lantai inilah terdapat Museum Madame Tussaud. Sisanya, lantai lain, dipenuhi restoran-restoran dan toko-toko souvenir.

Setelah puas foto-foto, belanja dan makan, kami balik lagi antri naik The Peak trem yang sama untuk pulang dan setelah itu jalan balik kembali ke hotel. Jalannya cukup jauh dan nanjak, bikin bener-bener ngos-ngosan dan capek banget. Sampe hotel langsung kami tidur. No wifi di Hotel HK YWCA Garden ini.

HARI II

Buat gw hari kedua ini adalah hari yang paling capek. Pagi-pagi kita siap-siap dan check out dari hotel, naik taxi langsung menuju ke Suntak Center, pelabuhan tempat Star Ferry, kapal untuk menuju ke Macau. Suntak Center ini letaknya di area Sheung Wan (ada MTR Stationnya). Karena bawa-bawa koper, kami memang ga pilih MTR, tapi langsung pakai taxi. Ga gitu jauh kok dari hotel kami HK YWCA Garden (area The Peak) ke Suntak Center ini.

Anyway untuk nyebrang ke Macau ini kita memang harus naik feri.

Suntak Center ini bentuknya juga kayak mall, jadi banyak restoran dan toko-toko dan ga perlu kuatir kalo belum sempet breakfast, because you can have it here sebelum kapal berlabuh. Untuk beli tiket juga di sini ada counternya, tapi waktu itu kami belinya di counter semacam tempat travel gitu, jadi bukan loket resmi Star Ferrynya. Gw juga gatau apakah memang begitu atau gimana. Itupun tempat belinya dapat dari hasil keliling nanya-nanya orang, dan ditunjukkinlah tempat beli tiket tsb. Tapi karena beli di tempat travel gini, kami malah dapat discount.

Setelah beli tiket, kami sempet beli McDonalds untuk dibawa. Sesudah itu tinggal lihat di papan keberangkatan, jam-jam nya dan arah terminalnya/gate kapal kita. Kapalnya juga ada macam-macam lho, jadi jangan salah beli/jangan salah lihat jadwal juga. Waktu itu kami pilih naik Cotai. Gatau kenapa, cici gw yang nentuin seperti itu, jadi kami ngikut ajalah.

Nih pelabuhan ramenya setengah mati. Tempat nunggunya indoor gitu, jadi jangan dibayangin pelabuhannya di luar gitu. Semua indoor dan ber-AC, tapi ramenya bukan kepalang dan sangat sumpek penuh orang, belum lagi turis-turis China yang ga jelas bersuara begitu keras dan kencang seakan ga ada penghuni lain satu bumi ini, belum lagi kadar kesopanannya yang boleh dibilang hampir kaga ada, kadang bisa buat orang emosi dengan kelakuan dan kekasaran mereka yang tiada tara.

Sengsaranya adalah kami harus gotong-gotong koper, dan mata membelalak penuh kepasrahan melihat beberapa anak tangga mengarah naik, dan kami harus gotong semua koper yang begitu gede-gede, apalagi koper cici gw yang 44,5 kg itu.. Untung ada 1 cowok baik yang sepertinya petugas di kapalnya, yang bantuin kita gotong-gotong tuh koper separuh jalan. Gw yakin Ambeiennya akan kumat malam itu. Pokoknya ini bener-bener perjalanan yang penuh perjuangan deh, menuju/di terminal feri ini.

Setelah imigrasi dan nunggu sebentar, kami mulai diperbolehkan masuk kapal dan masuklah kami semua. Untuk Cotai ini, masing-masing tiket sudah ada nomor seatnya. Jadi tinggal follow aja, tapi pas gw mau duduk tempat gw, ternyata sudah ada seorang cowok yang duduk di situ, dan begitu gw kasih liat nomor tiket gw, mukanya langsung berubah jadi super ga seneng, tapi at the end dia pindah juga sih.

Perjalanannya gitu-gitu aja sih naik kapal.. sedikit bikin perut geli-geli karena perahu berkali-kali dihempas ombak naik turun. Plus jendela kapalnya kebetulan model yang burem punya, jadi kita ga gitu bisa liat pemandangan keluar. Yang ada malah pusing karena guratan-guratan/model kacanya yang memang berpola buram.

Sampai di Macau, kami jalan keluar menuju Imigrasi dan dan jalannya lumayan jauh + anginnya lumayan gede (ini agak semi-outdoor). Jangan lupa ambil kertas imigrasi yang harus diisi-isi itu, daripada ud ngantri panjang-panjang dan diusir petugasnya karena belum bawa kertas keramat itu + harus ngantri ulang.

Sampe luar, sudah menunggu banyak free shuttle bus seperti ke Galaxy atau Venetian. Gw sekeluarga nginap di Venetian, jadi naiklah kami ke bus biru besar itu setelah memasukkan semua koper.

Anyway selain supir taxi yang super ngebut, masalah antrian adalah salah satu highlight juga di sini. Asli, orang HK dan mungkin ditambah turis-turis China itu, memang tidak kenal yang namanya ngantri. Asli beberapa kali kami harus gontok-gontokkan dan BT-BTan untuk urusan ngantri-ngantrian ini, dan bisa loh mereka mukanya tanpa ada rasa salah sedikitpun nyelak antrian dan memandangi kita dengan tampang polos dan bahkan sedikit arogan. Asli bikin spanning.. jadi my advice is sabar-sabarlah dalam mengantri di sini.

Sampai di Venetian, lumayan senang dengan design dan dekorasinya yang sangat klasik. I just love everything about Venetian, termasuk nuansa romantisnya di sini. Kita belum bisa check-in di sini, tapi bisa titip koper, dan begitu check-in nanti mereka akan langsung masukkin koper ke kamar kita. Don’t forget to give the tips for the porter.

IMG_20130330_203204

IMG_20130330_203031

IMG_20130330_202536

Sama seperti semua hotel lain yang kami stay di sini, vouchernya sudah dibeli dahulu lewat Agoda/Booking.com.

Karena ni hotel memang also a mall, Setelah titip barang dan foto-foto, kami langsung ke food court di atas untuk having a lunch. Asli biarpun ini ‘cuma’ foodcourt, makanannya bener-bener enak-enak semua. Harganya dirupiahin around 60-90 ribuan deh per porsi. Pokoknya gw cukup suka makan di sini.

Setelah makan, kami check-in sebentar untuk ngelihat kamar, terus keliling mall sebentar dan terus menuju ke Ruin of St. Paul Church di Senado Square. Kamarnya kami hanya pesan 1 saja karena memang big-size, ada 2 ranjang queen dan 1 ruang tamu. Gw sendiri tidur di sofa yang cukup nyaman. Ada extra bed, tapi ternyata extra bednya dikunci dan kita harus bayar, baru mereka akan bukain. Keponakan gw begitu amazed dengan bagusnya kamar ini dan ga henti-hentinya teriak, “it’s amazing… It’s amazing..” bikin kita ketawa-ketawa.

IMG_20130330_203401

Ternyata bin ternyata, ga ada free shuttle dari Venetian ke Senado Square ini. Jadi setelah tanya-tanya sana-sini, kami harus ke Galaxy Hotel dulu di seberang Venetian, karena shuttle bus ke Senado Square adanya di sini. Nah, untuk ke Galaxy Hotel inipun ga sembarangan bisa jalan kaki karena cukup jauh juga, melainkan harus naik free shuttle dari Venetian ke Galaxy Hotel. Nah untuk mencapai free shuttle ini, kita harus ke lobby tertentu (gw lupa, kalo ga salah West Lobby), yang jalannya aja muter-muter dari tower tempat kamar kami berada. Ditambah lagi karena kami bawa anak kecil, kami ga boleh lewat area casino sehingga harus memutar lagi lewat jalan lain.. Wah pokoke ribet dan seru deh hehe..

Akhirnya bisa nyampe juga ke West Lobby dan naik free shuttle bus ke Galaxy Hotel. Sampai di Galaxy Hotel, kami lanjut lagi naik free shuttle ke daerah xxx (gw lupa namanya, nama Mandarin). Nah dari tempat xxx ini, kita perlu jalan kaki 5 menitan ke daerah Senado Square, dan di sinilah Ruin of St. Paul Church itu berada. Deretan shuttle bus di hotel-hotel Macau ini semuanya sangat rapi dan teratur, jadi sangat mudah untuk dicari juga.

IMG_20130330_205915

Sampai di daerah xxx tadi, jalan kakilah kami menikmati jalan raya dan view kota Macau. Jalanannya banyak terbuat dari brick-brick berpola yang digambari binatang-binatang laut. Sangat nice dan sangat klasik. Ada sedikit feeling so European here, terutama dari bentuk-bentuk gedungnya. So nice! I just love it.. Sepanjang jalan, kami ketemu dengan turis-turis lain, super banyak, everywhere! Biasanya mereka bawa kantung kuning Portuguese Egg Tart yang memang adalah trademarknya Macau.

IMG_20130330_211337

IMG_20130330_211050

Senado Square menyambut kami dengan kolam air mancurnya yang unik, yang biasanya langsung jadi spot foto para wisatawan. Kiri-kanan area ini sudah penuh dengan toko-toko, baik toko baju maupun makanan, traadisional maupun modern. Gerai Swarovski juga ada di sini. Kalo sampe ketemu satu toko yang sangat penuh gila-gilaan dengan wisatawan, itulah tempat jualan Portuguese Egg Tart yang sangat terkenal itu, atau tempat burger babi.

IMG_20130330_210224

IMG_20130330_201557

Anyway setelah gw cobain tuh egg tart, rasanya biasa aja tuh. Sempet juga cobain es Turkey, yang asli bikin kami langsung mau muntah karena teksturnya yang keras dan rasanya yang amburadul. Jalan terus cukup jauh sampe mentok, kita akan ketemu dengan Ruin of St. Paul Church itu (kerangka gereja klasik yang hangus kebakar itu lho, tapi rangkanya masih bisa berdiri utuh), yang dibanjiri ribuan turis. Langsung deh kami ambil foto beberapa kali, ga sempet deh liat dari deket, secara ud males ngeliat berjibun turis memenuhi tempat itu.

IMG_20130330_201218

Abis dari situ, kami kembali ke tempat xxx tadi untuk nunggu free shuttle bus balik ke Galaxy. Pas sampe Galaxy lagi, kami liat satu line (ga ada orang) yang ternyata adalah line untuk free shuttle open bus keliling Macau. Sayang banget jamnya sudah berakhir dan last bus sudah berangkat. Kalo besok pasti ud ga keburu karena pagi kami sudah balik lagi ke HK. Padahal pengen banget keliling-keliling Macau. Kami juga ud ga punya waktu untuk ke Fisherman’s Wharf, padahal itu salah satu destinasi popular di sini.

Setelah itu kami cuma kelantang-kelinting di Venetian aja, dan tau-tau sudah sore menjelang malam, and again kami makan di Food Court lagi. Setelah itu gw balik kamar dan anak-anak masih naik gondola. And, berakhirlah hari itu.

HARI III

Hari ini kami naik free shuttle bus balik ke terminal ferry untuk ke HK. Untunglah kali ini ga ada tangga-tangga lagi, dan semua cukup lancar. Sampai di Suntec  Center, kami langsung makan di KFC, dan beli beberapa roti untuk tangselan. Setelah itu kami naik taxi lagi menuju ke hotel kami berikutnya, yakni L Hotel. Hotelnya juga was very nice, dengan akses sangat dekat ke MTR Station (Tin Hau). I recommend so much, this hotel!

Anyway kami pesan 3 kamar di L Hotel ini, jadi tidur lebih terjamin untuk 7 orang rombongan kami. Gw juga gatau kenapa di L Hotel ini kami bisa pesan 3 kamar, sementara di HK YWCA malam pertama itu hanya pesan 2 kamar. Kami juga sekalian pesen breakfast di hotel ini, dan breakfastnya not bad kok, cuma aja 2 hari berturut-turut makanannya semua sama persis, ga ada variasi sama sekali, ampuun..

IMG_20130326_082420

Di atas adalah gambar pemandangan di depan hotel

Setelah check-in, kami langsung berangkat lagi ke Ngong Ping Village, suatu tempat dimana terdapat patung Giant Buddha yang tersohor. Akses menuju Ngong Ping Village ini adalah dengan naik cable car (bisa juga naik bus biasa). Dan untuk menuju ke cable car station ini, kita harus menuju ke MTR Station Tung Chung.

MTR sini sama saja dengan MRT Singapore. Sangat mudah dan sangat nyaman serta bersih. Karena kami sudah beli Octopus Card, kami ga perlu beli tiket berkali-kali lagi setiap kali mau naik MTR, tapi langsung masuk ke stationnya dan tap saja kartu tsb. di gate masuknya. Nanti begitu sampai di tempat tujuan, kita harus tap lagi kartu tsb. di tempat keluarnya. Jadi pergi dan pulang, dua-duanya harus tap kartu Octopusnya.  Setiap tap, kita bisa lihat juga saldo kartu kita di layar.

Kalo saldonya sudah habis, ada mesinnya kok untuk mengisi langsung secara otomatis. Tanya saja ke Customer Service atau orang-orang di sekitar MTR Station, di mana tempat/lokasi mesin pengisian saldo Octopus. Caranya juga sangat mudah.

Jadi dimulailah perjalanan kami dari MTR Station Tin Hau, tempat hotel kami, ke MTR Station Tung Chung. Kami melewati Interchange line di MTR Station Central ke MTR Station HK, dan itu jauh bener jalannya. Sampai di Tung Chung, kami keluar dari stationnya menuju suatu gedung tempat cable car station Ngong Ping. Cuaca saat itu sudah agak mendung.

Head to Ngong Ping Cable Car Station

Setelah membeli tiket dan mengantri, masuklah kami ke Cable Car itu. 1 Cable Car bisa buat ber-8 atau 9 orang. Kita juga bisa pilih Cable Car nya yang biasa atau yang Crystal. Yang Crystal itu lantai bawahnya transparan, jadi bisa lihat direct view ke bawah. Tentu saja harganya lebih mahal. Waktu itu sih kami pilihnya yang biasa aja, mengingat faktor harga dan keseramannya, hehe.. Kita juga bisa pilih tiketnya searah atau bolak-balik saja, karena selain akses dengan cable car, Ngong Ping Village ini bisa dilalui dengan bus juga.

Perjalanan naik Cable Car ke Ngong Ping Village sekitar 30-40 menitan, dan tau-tau di pertengahan jalan cuacanya sepertinya agak memburuk, angin super kencang dan suaranya serem banget, ditambah cable car kami goyang total ke kiri dan kanan. Bener-bener baru pertama kali naik cable car begini menyeramkan. Nyokap gw sampe ud berlinang air mata saking ketakutannya. Emang beneran menakutkan sih.

IMG_20130330_200808

Sampe di Ngong Ping, kami turun untuk menikmati desa itu dan melihat Giant Buddha, tapi angin masih super kencang, beneran sampe serasa bisa terbang, dan semua pengunjung sampe harus menunduk-nunduk berjalan menahan terjangan angin yang super kencang dan super dingin. Benar-benar heboh deh, semua pohon, poster, spanduk bergoncang hebat diterpa angin ini. Akhirnya kami mangkal sebentar di toko souvenir dan kemudian lari-lari menerjang terpaan angin ke restoran kebab untuk menghangatkan badan sekalian mengisi perut. Kebabnya sangat enak dan besar. Setelah 30 menitan di sini, kami keluar dan sepertinya bener-bener ga bisa jalan untuk explore lebih lanjut village ini, sehingga akhirnya harus balik ke cable car station lagi. Tanya-tanya sama orang di sana, katanya ini sangat jarang terjadi, baru pertama kali angin sekencang dan semenyeramkan ini.

Gw sampe sudah mengusulkan untuk ga usah naik cable car lagi untuk balik ke HK saking seremnya dengan angin ini, melainkan naik bus aja, tapi tiket sudah terlanjur beli 2-ways dan sayang juga kan tiket 7 orang terbuang percuma. Akhirnya mengantrilah kami, antrian sore itu juga sudah super panjang karena semua orang juga berniat balik, toh ga bisa menikmati Ngong Ping Village karena sang angin. Antri sekitar 1,5 jam-an, akhirnya berhasil naik juga ke cable car-nya, padahal jam operasional cable car-nya mestinya sudah usai. Mungkin special case yah, sehingga diperpanjang jam-nya.

Sepanjang ngantri, keponakan gw semua super ga bisa diam, sampe menarik perhatian turis dari Rusia, dan mereka kasih keponakan gw duit koin Rusia🙂

Di perjalanan balik, cable car dimuati agak banyak orang. Cable Car gw selain 7 orang keluarga gw ini, ditambahkan lagi 3 orang. Mungkin supaya cable car-nya lebih berat dan lebih stabil menghadapi angin. 3 orang ini ternyata adalah pekerja di Ngong Ping, dan bersyukur banget salah satu tante menenangkan kami yang ketakutan dengan goyangan-goyangan cable car dan suara angin yang luar biasa kencang. Katanya ini pasti aman, ga usah ketakutan. Dia juga minjemin satu mantelnya untuk kami (akhirnya dipakai oleh keponakan gw yang sudah kedinginan). Sepanjang jalan dengan goncangan-goncangan itu, si tante juga malah sibuk teleponan dengan temannya sambil ketawa-ketawa. Akhirnya kami juga kebawa ikutan relaks dikit melihat ketenangan dia. Ternyata bin ternyata juga, di HK nya sendiri hujan badai. Pantesan angin luar biasa kencang dan pemandangan penuh kabut sampe kami ga bisa liat patung Giant Buddha yang super besar itu.

Sampai di Tung Chung MTR Station lagi, angin makin menggila, kencangnya luar biasa, sampe kami semua terhuyung-huyung. Cici kedua gw langsung sakit semua tulangnya, cici pertama gw gigi dan rahangnya juga sakit dan nyokap gw berasa masuk angin. Kami langsung masuk ke CityGate, suatu mall yang penuh dengan  outlet barang branded yang katanya menjual dengan harga miring. Di situ langsung kami ke McDonald untuk cari susu hangat, terutama supaya anak-anak ga pada sakit. Setelah itu kami langsung ke Food Republic untuk cari dinner supaya perut ga kosong.

Habis dinner, baru kami mulai keliling untuk belanja. Gw hunting cukup banyak di Esprit, yang tokonya sangat besar dan lengkap. Lumayan dapet coat, sandal, cardigan, dan banyak lagi. Toko lain sih biasa aja dan ga gitu menarik. Jam 8.30 malam toko-toko sudah mulai tutup, dan akhirnya kami juga stop belanja. Menurut cici-cici gw, pengalaman belanjanya malam itu mengecewakan karena waktunya kurang cukup. Jalan balik ke MTR Station deh untuk kembali ke Tin Hau, tempat hotel kami berada.

Sampai di Tin Hau, dalam perjalanan ke hotel (cuma 3-4 menit) cici gw beli buah dan kami juga beli Aqua karena Aqua yang dibawa dari Jakarta sudah habis ludes.

Demikianlah berakhir hari ketiga ini, hari yang cukup nyeremin dangan angin kencang dan cable carnya.

HARI IV

Hari ini adalah jadwal ke Ocean Park, suatu theme park HK yang sudah berdiri cukup lama, lebih lama dari Disneyland. Jangan tertipu dengan namanya ya, ini bukan tempat berenang atau semacam itu, tapi beneran theme park dan di dalamnya juga terdapat banyak wahana yang terkait dengan binatang-binatang seperti akuarium raksasa, panda, dll, sehingga jumlah pertunjukan-pertunjukannya cukup banyak, sebanding dengan wahana-wahananya.

Ocean Park sendiri dibagi dua, ada Mountain dan Sea, dan kedua area besar ini bisa diakses bolak-balik dengan cable car maupun dengan kereta besar tertutup yang disediakan di dalam Ocean Park dan memang merupakan salah satu wahananya.

Untuk ke Ocean Park, kita perlu ke MTR Station Admiralty, dan dari sana akan ada bus ke Ocean Park. Yang perlu diperhatikan adalah exit keluar MTR Stationnya itu di mana, supaya langsung menuju terminal bus ke Ocean Park. Tinggal tanya-tanya saja sih, dan begitu keluar di Exit yang dimaksud, kita langsung bisa lihat sederetan bus menunggu

Untuk naik bus ini, kita harus beli dulu tiketnya. Ada loket tiketnya di pinggir jalan itu, dan tinggal beli aja deh. Sekalian juga dijual tiket masuk Ocean Parknya di situ, tapi karena kami sudah beli duluan tiketnya ke orang yang dikenal cici gw lewat internet, kami hanya beli tiket bus-nya saja. Tiket bus ini juga bisa dibeli one-way maupun two-way, dan kami langsung beli two-way.

Bus Ocean Park sendiri bentuknya 2 tingkat. Keponakan gw sudah hepi dan semangat banget, dan langsung duduk di tingkat keduanya.

Perjalanan ke sana sekitar 25 menitan, dan kita diberhentikan langsung di depan Ocean Park. Langsung masuk deh ke sana dan foto-foto dulu.

Pertama masuk kami langsung ke Giant Aquarium dulu untuk liat-liat. Ga ada yang special sih, dan malah kayak klaustrofobia karena di dalam cukup sumpek dan sempit serta gelap. Rasanya pengen cepet-cepet keluar. Setelah itu kami juga masuk lihat panda, beruang kutub, dll. Beneran ga ada yang menarik sih.

IMG_20130401_123013

Anyway karena peserta rombongan ini juga sebagian besar “orang tua” serta anak-anak, ditambah gw yang ga berani main aneh-aneh, maka satupun dari kami ga ada yang berani main Jet Coaster atau wahana apapun yang memicu adrenalin. Payah banget ya hahaha.. Keponakan gw satu orang yang umurnya 12 tahun sampai agak BT karena hanya dia satu-satunya yang berani main aneh-aneh dan ga ada seorangpun yang mau nemenin dia main :p

IMG_20130331_071347

IMG_20130331_071434

Setelah itu kami juga naik kereta untuk pindah ke lokasi Mountain, dan sebaliknya pindah lagi ke lokasi Sea naik cable car. Jadi ngerasain dua-duanya akses kedua area tsb. Gerimis juga mulai turun, dan angin juga super kencang walaupun ga sekencang angin di Ngong Ping kemarin. Cable Car di sini viewnya kurang menarik sih, hanya liatin view gunung-gunung batu terjal doang dan laut.

Kami juga masuk ke wahana 4D nya yang ternyata super jelek karena gambarnya sangat buram walaupun ceritanya menarik menurut gw, tentang perjalanan seekor kucing di malam hari, dimana dia bertemu banyak makhluk malam dan hantu-hantu. Selain 4D, terakhir kami naik suatu wahana di mana kita masuk di suatu mesin berbentuk lingkaran transparan raksasa, dan mesin itu akan naik turun serta berputar perlahan, dan kita bisa menikmati view / pemandangan Ocean Park.

IMG_20130331_154841

Duh, semua mainannya ‘cemen’ banget deh, haha.. Setelah keliling-keliling, cici gw ud mulai bosan dan udah ngajakkin balik. Dalam perjalanan mau balik ke pintu keluar, hujan turun lagi dan terpaksa kami berteduh di area Old HK, suatu area di Ocean Park, sambil menikmati pemandangan kota tua HK yang menurut gw sangat menarik dan jadi spot foto yang unik banget. Sambil berteduh kami juga makan mie yang dijual di sana, dan swikiawnya super enak!!

IMG_20130331_152112

IMG_20130331_144811

IMG_20130331_071147

Overall cici gw semua ga gitu suka sih Ocean Park, tapi gw pribadi suka-suka aja ya. Theme Park begitu selalu bikin gw excited banget walaupun at the end gw ga pernah berani main apa-apa karena perut yang sering ‘turun’ dan geli. Super sensitive deh..

Nah kemudian untuk pulang, kami kembali ke tempat masuk tadi, dan ternyata bus-nya ga langsung ada di situ, tapi harus jalan lagi agak jauh ke depan. Tinggal tanya saja ke orang-orang, nanti pasti mereka tunjukkin lokasi bus-nya. Kami kembali ke MTR Station Admiralty dengan bus tsb, kemudian sempat cari makan lagi untuk lunch di mall sekitar MTR Station, dan langsung berangkat lagi by MTR ke Tsim Sha Tsui Station untuk menuju ke Avenue of Stars.

Begitu sampai ke Tsim Sha Tsui Station, kita tinggal ikutin aja arah Exitnya sesuai petunjuk “Avenue of Stars” dan sumpah jalan keluarnya jauuuuuh banget. Ada kali 20 menitan kami jalan, ga keluar-keluar di Exit yang dimaksud. Setelah keluar di jalan raya pun, kami harus jalan lagi cukup jauh, bersama banyak turis lain dan barengan kami cari di mana lokasi Avenue of Stars ini. Perjuangannya luar biasa deh.

Avenue of Stars bisa dibilang adalah jalan sepanjang pelabuhan HK tempat kita bisa jalan-jalan santai menikmati pemandangan dan pertunjukan laser (jam tertentu, kalo ga salah jam setiap jam 8 malam). Di sini terdapat cap tangan orang-orang terkenal HK, salah satunya Jacky Chen dan Jacky Cheung. Juga terdapat patung Bruce Lee. So sebenarnya selain menikmati pemandangan, tempat ini juga tentu saja jadi spot foto yang sangat ramai turis. Sayang sore/malam itu kami ga sempet ngeliat pertunjukan lasernya.

IMG_20130331_065615

IMG_20130331_070519

Begitu sampe, hujan deras langsung mengguyur lagi. Untung kami sudah sempat foto-foto dulu beberapa kali di spot popular. Terpaksa berteduh di depan toko, ramai-ramai berdesakan dengan pengunjung lain, kira-kira 15 menitan, sebelum akhirnya hujan mereda dan kami langsung cabut lagi berangkat, inipun harus cari-cari arah lagi ke MTR Station dan tanya sana-sini, karena kami agak bingung, untuk ke MTR Station itu apakah kita mendingan balik lagi ke arah kedatangan lagi, atau terusin aja jalan sepanjang Avenue of Stars tadi dan keluar di ujung satu lagi. Beneran blank. Akhirnya kami jalan terus, dan ga balik ke tempat semula. Setelah tanya sana-sini, berhasil ketemu MTR Station Tsim Sat Shui dengan sedikit hujan-hujanan, dan badan semua sukses lepek dan basah, apalagi sepatu.

Di MTR Station kami kering-keringin badan dan sepatu dulu, dan makan dulu di restoran Vietnam di mall di MTR Stationnya, kemudian berangkat lagi ke Ladies Market di Mongkok MTR Station. Tadinya agak ragu juga karena masih hujan dan Ladies Market itu kan outdoor, kayak di Pasar Baru gitu. Tapi akhirnya nekat berangkat juga, dan memang masih gerimis-gerimis dikit sih. Belanja dimulai deh. Tapi jujur ga gitu menarik juga sih toko-tokonya. Bossini, Giordano, Esprit, Crocs, dll. Gitu-gitu aja. Akhirnya gw malah ga belanja apa-apa juga di sini, dan kemudian hujan mulai makin gede lagi. Terpaksa balik lagi ke MTR Station Mongkok-nya dan balik ke hotel untuk pulang akhirnya.. Hmmmh agak mengecewakan juga hari ini banyak hujan-hujan ga jelas.

HARI V

Hari ini mungkin adalah hari yang paling ditunggu-tunggu, karena tujuan hari ini adalah Disneyland! So happy dan excited, especially the kids..

Dari L Hotel ke Disneyland kami memutuskan naik taxi lagi, karena kami bakalan nginap di Disney Hollywood dan notabene akan bawa seluruh koper juga. Kalau naik MTR, walaupun deket, rasanya ribet banget deh, belum lagi harus ganti interchange MTR Station. So taxi is the best choice. Pilihnya Disney Hollywood Hotel dan bukan Disneyland Resortnya karena harganya lebih terjangkau😀

Hokinya juga hari itu ada 1 taxi yang mau mengangkut kami semua, ber-7 di 1 mobil! Senangnya.. jadi kan hemat ongkos ga perlu 2 taxi.. 4 koper besar pun dijejalin di bagasi taxinya, sampe harus diiket-iket pake tali supaya ga jatuh. Taxi dari L Hotel ke Disneyland cukup mahal, around HKD 350-an atau sekitar 400 ribuan rupiah karena (seperti yang gw pernah sebut sebelumnya) jalannya melintasi bawah laut, plus tol-tol-nya dan ongkos bagasi (4 koper bo).

Sampe Disney Hollywood, kami belum bisa check-in, jadi seperti biasa titip koper dulu dan langsung deh naik free shuttle bus dari hotel ke Disneyland!

IMG_20130330_214050

IMG_20130330_213152

Disneyland HK dibanding Jepang tentu saja beda jauh, apalagi dari size-nya. Disneyland HK jauh lebih kecil, dan otomatis jumlah mainannya pun lebih sedikit. Tapi yang menang (katanya) dari Disneyland HK adalah kembang apinya. Waktu di Jepang, gw ga sempet liat kembang api Disneylandnya, jadi ga bisa compare deh.

Begitu masuk seperti biasa langsung aktivitasnya adalah foto-foto dan mempelajari map Disneyland. Cici gw sempet antri untuk meet n greet dengan Mickey and Minnie, supaya anak-anaknya bisa foto bareng mereka, tapi begitu di tengah antrian, Mickey dan Minnienya sudah pergi. Sayang banget.

Akhirnya kami ngantri Winnie The Pooh. Ini satu mainan yang di Jepang gw juga ga sempet main, and sooo excited to be here.. Ngantrinya cukup cepet, mungkin karena kami perginya memang di low season dan hari biasa, sehingga pengunjung ga gitu banyak. Dan setelah keluar dari wahana ini, asli otak serasa muter saking amazednya dengan bagusnya Winnie The Pooh ini. Beneran sangat bagus, sampe pengen ngulang berkali-kali rasanya! Luar biasa banget deh bagus dan kerennya. When you were in Disneyland, jangan pernah miss this rides!

IMG_20130327_212649

Setelah Winnie the Pooh, kami hanya bermain di sekitar area Fantasyland aja, secara memang kami banyakan anak-anak dan memang ga ada yang berani ataupun niat naik coaster-coaster aneh-aneh :p So mainnya memang di daerah ‘girly’ saja :p  Jadi selama di sini, kami ga sempet liat area Toy Story Land dll. Sayang juga sih, ditambah keterbatasan waktu juga.. duh, area Disneyland HK aja ga keubek dalam 1 hari, apalagi Disneyland Jepang..

Kemudian kami nonton show Mickey The PhillarMagic 3D. Gw juga bingung kenapa  3D, padahal kan sekarang semua sudah jaman 4D, dan setelah masuk nonton pun sepertinya ini semua 4D.. 4D Mickey-nya ga gitu bagus, gambarnya burem dan 4D-nya ga gitu terasa. Sayang banget.

Setelah 3D, kami nonton pertunjukan Magical Mickey (gw lupa namanya), yang nampilan nyanyian-nyanyain dari tokoh-tokoh Disney. Ini sangat bagus (walaupun menurut gw ga sampe banget). Jadi ada Tarzan, Hunchback from Notredame, Beauty and The Beast, Mickey sendiri dll. Semuanya real, orang yang memakai kostum Mickey dll. Nyanyinya pun OST-OST film-film Disney. Pokoknya puas deh nonton show ini. Keponakan gw semua juga sampe hepi dan seru banget nontonnya.

Setelah nonton show, kami lanjut ke Istana Boneka. Ini sih sama aja dengan yang di Dufan, cuma mungkin lebih terawat aja kali ya. Ga ada yang spesial di sini, intinya, cuma buat istirahat aja.

IMG_20130327_212438

Keluar dari sini, kami cari makan di salah satu restoran, yang rasanya agak kurang enak. Nasi Hainam dll gitu sih.. kemudian hujan mulai turun lagi, rintik-rintik, dan terpaksa jaket semua dikeluarin lagi.

Sore-sore, kami mulai belanja di toko juga. Salah satu ponakan gw mulai sakit dan ga enak badan. Mungkin karena berhari-hari kena hujan terus. Jam 4 jam 5 an parade Disneynya mulai keluar, dan kami berdesak-desakan nonton di tengah rintik hujan. Paradenya benar-benar bagus, so glad to see it! Sayang karena ga di barisan depan, kami ga liat terlalu jelas.

IMG_20130327_213409

IMG_20130327_213339

Setelah itu kami naik mobil-mobilan (lupa nama wahananya), dimana kita tinggal injak pedal aja dan mobil ini akan meliuk-liuk di rel. Seru juga..

Lanjut lagi dengan main Astro Buzz Lightyear, yang cuma naik kereta dan tembak-tembakin sasaran tertentu sambil ngumpulin point/score. Boring..

Terakhir kami nonton show Lion King (gw lupa juga namanya), pertunjukkannya ya tentang cerita Lion King sih, yang dibawakan oleh orang-orang real dalam belum nyanyian. Wah suaranya super dahsyat dan koreografinya juga bagus. I really like this show!! Anak-anak mungkin ga gitu suka, karena ga ada tokoh kartunnya, semua versi orang dewasa. Cuma nyanyian-nyanyiannya itu yang bagus.

Keluar dari sini, kami langsung dinner di tempat western food, sambil menunggu kembang api jam 8 malam. Jujur menurut gw kembang apinya bener-bener biasa aja. Rasanya kembang api yang disiarkan di teve pas malam pergantian tahun jauh lebih bagus.

Setelah kembang api selesai, ribuan pengunjung sontak menuju pintu keluar, rame banget. Gw dan keluarga memilih masuk toko-toko dan belanja dulu. Super kalap deh di sini, karena kan sudah hari-hari terakhir, jadi sudah saatnya mulai habisin duit. Sempet juga bikin koin mickey yang mesinnya ada di mana-mana di Disneyland ini.

Setelah puas belanja dan kaki beneran sumpah udah mau patah, kami jalan balik ke tempat free shuttle bus ke Disney Hollywood Hotelnya. Harus check-in dulu, kemudian masuk kamar deh. Kamarnya cukup enak dan lega, dan banyak ornament-ornamen Mickey-nya. Menyenangkan!

Ada free-wifi di Lobby dan asli super kenceng wifinya..

HARI VI

Pagi-pagi bangun, kami langsung belanja lagi di toko di Hotel, yang barang-barangnya cukup mirip dengan yang dijual di Disneylandnya sendiri.

Kami ga pesen breakfast karena cukup mahal harganya, jadi pagi-pagi kami cuma makan Pop Mie aja (hasil bawa dari Jakarta). Setelah sarapan, sempet liat-liat kolam renang, tapi nothing special, dan ga sempet berenang karena masalah waktu + keponakan gw juga masih sakit.

Check out hotel, kami titip barang di Hotel karena mau menuju Tung Chung lagi, untuk balik ke Citygate lagi (tempat branded outlet kemarin itu), untuk belanja. Di sini kami naik free shuttle bus ke Disneyland lagi, karena terminal untuk ke MTR Stationnya ada di sini.

Kami naik kereta Mickey ke MTR Station Sunny Bay, kemudian lanjut ke MTR Station Tung Chung. Kereta Mickey-nya penuh dengan ornament Mickey, menyenangkan banget. Di dalamnya pun banyak patung-patung TinkerBell, Mickey, Snow White, dll. Di kereta pengunjungnya pada heboh foto-foto.

IMG_20130331_065247

IMG_20130331_143459

Sampe Tung Chung, kami langsung ke mall Citygate nya untuk belanja dan liat-liat, dan hasilnya cukup mengecewakan. Ga ada yang gitu menarik, dan asli 1,5 jam kami di sini, hampir ga dapet apa-apa.. sedih juga. Jam 12-an kami balik ke Disney Hollywood lagi untuk ambil koper dan langsung naik taxi ke bandara. Kali ini taxinya cukup ketat sehingga harus 2 taxi.

Tadi di MTR Sunny Bay nya kami juga ga lupa untuk balikkin Octopus Card dan ambil refund-nya.

Sampe bandara, kami langsung cari makan untuk lunch, sempet belanja-belanja lagi, dan kali ini beneran ngabisin duit, sampe gw sendiri ngutang ke cici gw around HKD 250-an, parah banget.. Habis itu boarding serta berangkat deh.

Perjalanan semua cukup lancar, sempet turbulence cukup serem di jam-jam ketiga, tapi habis itu gpp sih.. capek juga 6 hari ini, dan cici gw semua mengeluh kurang 1 hari karena kurang belanja, tapi gw pribadi seneng banget dengan trip ini, karena pertama kalinya jalan cukup jauh dengan keluarga cukup lengkap.

Happy!!

16 Responses to "Hongkong Trip"

Wahh, cerita yg menarik dan tentunya sangat membantu untuk kami yg memiliki rencana ke HK.
Salam kenal🙂
Pengen nanya2 bisa di contact kemana yaa?
Tks

Hi salam kenal juga.. boleh aja tanya2, semoga saya masih inget juga detail tripnya :p

huaaaaa. Fanny salam kenal ya🙂
excited banget baca review hongkong kamu… I googled titip koper di hong kong, trus keluar blog km, baca 1-2 post km jadi jatuh cintrong hihihi. suka suki teriyaki sama gaya tulisnya… jangan bosen ya kalo sering mampir dikemudian hari😀

Hi Fab..
Sama-samaaa.. senang bisa menghiburmu😀

hi fan, salam kenal, nyasar dr hasil googling.
this is a very nice blog, sangat2 inspiratif dan berguna🙂 keep writing ya:) ulasan ttg trip HK nya mantap sekali, sgt detail. saya pake sbg bahan referensi nih, moga2 bs terwujud dlm waktu dekat🙂

Hiiiii.. salam kenal jugaa.. thank youuu, senang bisa membantu.. amiiin pasti kesampean😀

hi fannny, salam kenal yaa…
dapet blog ini dari hasi googling “titip koper”, kebetulan minggu depan mau ke hk-macau-shenzen berempat….ulasannya ok banget🙂

Wah asyiiik.. Enjoyyyy😀

Hi…
tanya dong, waktu km nginep di Venetian Hotel itu kan cmn booking 1 kamar utk ber7 ya? Trus check in nya gmn? Apa hrs ngumpet2 juga msk kmrnya?

Aku ada rencana ke macau thn dpn dg grup juga, lumayan kl bisa 1 kamar.

thanks
Shasa

Iya, hanya 1 kamar saja. Dua ranjang queen + 1 sofabed. Trus modal bawa selimut tebel juga yang digunakan sebagai alas, jadi ada yang tidur di lantai. Lantainya karpet jd tetep nyaman buat tidur. Check-in nya langsung aja rombongan gpp sih, jadi ga usah ngumpet2 hihih..

Thanks Fanny..
kl di HK gmn ya? Aku sdh booking family room utk 4 org, grup kami sebenarnya 5-6 org,kira2 bisa 1 kamar aja nggak yaaa? Gmn rekomendasi km. Oh iya aku booking di cosmopolitan hotel. Tks..

Hi..

Kalo di HK kayaknya hampir semua kamarnya defaultnya memang kecil ya, jadi pastinya harus agak sempit-sempitan. Tapi kurang tau kalo’ udah family room.

Untuk check-in juga biasanya hotel HK agak ketat (ini juga based on cerita dari sepupu-sepupu dan teman-teman). Semua passport yang mau nginap harus dikasih ke receptionistnya. Tapi waktu itu karena kami sempit-sempitan dan takut ketahuan + di-charge, cuma beberapa passport yang kami kasih ke Receptionistnya. Yang lain yang passportnya ga didaftarin, tunggu di luar hotel.

Setelah kami masuk, baru belakangan yang nunggu di luar itu berbondong-bondong masuk ke kamar, hihih..

salam kenal ya fanny..wah info lengkap sgt membantu utk yg baru mau pergi? hotel yg rekomend dimana ya enaknya?renc saya 6 hari juga tx

Hi Her.. salam kenal jg.. hotel saya pling suka L hotel.. letaknya pas di sbrang MTR station.. deket keramaian kota jg.. jd strategis bgt. Untuk hotel lain, ga banyak tau jg ha3.. sblumnya saya tinggal di YWCA dan Disney Hotel.

Terima kasih mbak udah share pengalamannya sama trik check in. Kebetulan sekali sy lg cari pengalaman check in di hongkong yg ktnya strict. Soalnya sy rencana ke sana dgn anak2 ber4.biar ngirit biaya booking nya 1 kamar saja.:)

Sukses and enjoy the trip😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Fanny Wiriaatmadja

Follow Fanny Wiriaatmadja on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,696 other followers

Memories in Picture - IG @fannywa8

Impatience has its cost 😐

#pablo #pablonyalongsor #cheesetart #japan #matcha #greentea #gandariacity #gancit #gojek #terimakasihabanggojekyangrelaantri #maugamaukasihtipsgede

@pablo_cheese_tart_indonesia Enjoying 30 % discount of Crispy Beef Steak 🐄🍴🍽 #fillbellies #gajahmada #crispybeefsteak #steak #food #dinner #western @fillbellies Anak kepo part 2

#aimee #baby #mainanembercuciankotor #emaknyaudahkehabisanide #udahhabisenergi #parenthood Anak kepo 😂

#aimee #koper #luggage #tatah #jalan #kepo #kiddy -> lg addicted main ini 😎

#designhome #game #playstore #interior #design Yg masak mau kawin tampaknya.. #bintanggading #pik #elanglaut #noodle #bakmi #pork #porknoodle #asinbangetyangdisini 😲😝😖😕 Tryin' this just now.. Agak kecewa.. rasanya flat banget dan ga ada wangi2nya.. istilah gw : rasanya cuma di lidah dan ga nyampe' ke hidung 😅

However teksturnya bener lembut dan agak basah, jadi gak seret kayak kue bolu.

Suggestion : mending rasa matcha-nya ketimbang original cheese cakenya. Rasanya lebih intense.

#fuwafuwa #cheesecake #pik #elanglaut #kue #cake #dessert #japan Kemasannya lutjuuu 😄 #samyang #samyangcheese #instantnoodle #korea #mieinstant #mujigae #pluitvillage #bulgogi #koreanfood #kimchi #chicken #dinner #food #instafood #tiramitsu ala my sister 
#cake #handmade #baileys #dessert Lunch batch 1, diikuti nasi padang #kalimantan #noodle #bakmi #pontianak -> supercool ❤😶😶😶❤ #tyrionlannister #tyrion #gameofthrones #georgerrmartin #series #lannister #biarceboltapikece Happy playin' with the new playmat and fence *for only 10-15' and then yellin' askin' to get out

All is rented via @gigel.id

#playmat #fence #cobyhaus #baby #aimee 🐳🐋🐬🐟🐠🐡 #sulawesi #megakuningan #seafood #parape #ricarica #dinner #squid #crab #soka #makassar 🐷🐖🐽 #babipanggang #pork #pig #food #brunch #asemka #gataunamatempatnya 😶😶😶 #halloween #latepost #gardin #bali  #green #greenery #traveling Coffee? No, please.. #gadoyan #inipunyasuami #coffee #seniman #senimancoffee #bali #ubud #cafehopping #wisatakulinerbali #wisatakuliner #traveling 🌙🌛🌜☁⭐ #selfie
#smile 
#goodnite
#seeyoundari May our path cross again in the future @alicia_tibob 
#farewell #sundari #alfalaval #hrd #teamwork 🐷🐖🐽 #porkbelly #pork #porkneverdies #bali #slipperystone #greek #food #instafood #travelling #dinner #cafehopping

Blog Stats

  • 404,271 hits

FeedJit

Archives

Categories

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool

April 2013
M T W T F S S
« Feb   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Dream Bender

mari kendalikan mimpi

catatan acturindra

sekelumit cerita penolak lupa

JvTino

semua yang ada di alam ini bersuara, hanya cara mendengarnya saja yang berbeda-beda

Rini bee

Ini adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :)

hati dalam tinta

halo, dengarkah kamu saat hatimu bicara?

lukamanis

terlalu manis untuk dilukakan

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Iit Sibarani | Akar Pikiran

Serumit akar, menjalar ke setiap sudut pikiran dengan hati sebagai pusat gravitasinya.

cerita daeng harry

cerita fiksi, film, destinasi dan lainnya

Dunia Serba Entah

Tempatku meracau tak jelas

Astrid Tumewu

i am simply Grateful

Mandewi

a home

FIKSI LOTUS

Kumpulan Cerpen Klasik Dunia

Meliya Indri's Notes

ruang untuk hobi menulisnya

anhardanaputra

kepala adalah kelana dan hati titik henti

catatanherma

Apa yang kurasa, kupikirkan...tertuang di sini...

Rido Arbain

Introducing the Monster Inside My Mind

Tempted to Write

Introducing the Monster Inside My Mind

MIZARI'S MIND PALACE

..silent words of a silent learner..

Nins' Travelog

Notes & Photographs from my travels

Gadis Naga Kecil

Aku tidak pandai meramu kata. Tapi aku pemintal rindu yang handal.

lalatdunia's Blog

sailing..exploring..learning..

GADO GADO KATA

Catatan Harian Tak Penting

Catatan Kaki

Kisah ke mana kaki ini melangkah...

Luapan Imajinasi Seorang Mayya

Mari mulai bercerita...

hedia rizki

tuliskan yang tak mampu terucap

Catatannya Sulung

Tiap Kita Punya Rahasia

chocoStorm

The Dark Side of Me

copysual

iwan - Indah - Ikyu

Rindrianie's Blog

Just being me

Nona Senja

hanya sebuah catatan tentang aku, kamu, dan rasa yang tak tersampaikan

He said, I said

Introducing the Monster Inside My Mind

Doodles & Scribles

Introducing the Monster Inside My Mind

All things Europe

Introducing the Monster Inside My Mind

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

miund.com

Introducing the Monster Inside My Mind

Dee Idea

Introducing the Monster Inside My Mind

DATABASE FILM

Introducing the Monster Inside My Mind

www.vabyo.com

Introducing the Monster Inside My Mind

aMrazing

Introducing the Monster Inside My Mind

~13~

Introducing the Monster Inside My Mind

%d bloggers like this: